PEMEKARAN WILAYAH SANGAT SULIT DENGAN LAHIRNYA PP 78 THN 2007

Menyambut PP 78 TAHUN 2007 Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo

Akhirnya PP baru tentang Pemekaran Wilayah disetujui oleh Pemerintah dan telah ditanda tangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Desember lalu. Sekarang, sudah tidak mudah lagi memekarkan suatu daerah. Syaratnya ditambah, bahkan diperberat. Itulah yang terjadi dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. Ternyata PP ini sangat ketat dan tidak selonggar Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000, yang memang agak leluasa dan lunak sehingga menggampangkan daerah dimekarkan.

Apakah PP ini berlaku mundur sehingga mengganggu proses pemekaran yang sedang berlangsung? Kiranya tidak demikian, namun bias saja menjadi dilematis, jika proses pemekaran yang sempat disetujui oleh inisiatif DPR RI pada September lalu dihadang dengan alas an anggaran.

Beberapa perbedaan yang menyolok dengan PP yang baru, misalnya, pada peraturan yang lama, daerah yang baru dimekarkan bisa langsung dimekarkan lagi. Peraturan yang baru menetapkan provinsi yang akan dimekarkan harus sudah berusia minimal 10 tahun, sedangkan kota dan kabupaten harus sudah berusia minimal 7 tahun.

Perubahan lain adalah jumlah kabupaten/kota untuk menjadi provinsi baru dan jumlah kecamatan untuk menjadi kabupaten/kota baru. Sebelumnya, untuk pembentukan provinsi minimal hanya empat kabupaten/kota, sekarang diperketat menjadi minimal lima kabupaten/kota. Untuk pembentukan kabupaten baru sebelumnya minimal hanya empat kecamatan, sekarang diperberat menjadi minimal lima kecamatan. Adapun untuk pembentukan kota syaratnya ditingkatkan dari sebelumnya minimal hanya tiga kecamatan menjadi minimal empat kecamatan.

Peraturan baru ini lebih antisipatif terhadap kelemahan-kelemahan dimasa lalu, dan yang paling penting ialah peraturan pemerintah yang baru itu juga memberi landasan hukum untuk melikuidasi penggabungan daerah yang dinilai tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah. Telah dimekarkan, tetapi kenyataannya ‘baju baru’ itu terlalu besar untuk ‘badannya’. Atau badannya memang terlalu kecil, tetapi mau dibesar-besarkan dengan memberi bungkus baju baru. Hasilnya sama, pemekaran itu justru membuat daerah itu bangkrut dan menimbulkan ekses social yang baru di wilayah itu.

Pemikiran ini tepat, karena pada dasarnya jika daerah itu tidak memiliki cukup sumber daya dan kemampuan untuk memikul beban otonomi. Daerah itu tidak memiliki pendapatan asli daerah yang signifikan untuk menghidupi daerah itu sehingga akhirnya daerah baru itu layu justru setelah dimekarkan.

Dalam Editorial Media Indonesia menyatakan bahwa “Semua itu dapat terjadi karena pemekaran daerah lebih banyak didorong dan dirangsang kepentingan sempit elite daerah. Yaitu menciptakan berbagai jabatan baru, seperti jabatan gubernur baru untuk provinsi baru, jabatan bupati dan wali kota baru untuk kabupaten dan kota baru. Sudah tentu semakin banyak camat baru dan jabatan legislatif baru alias DPRD baru”.

Saya berpikir bahwa “Egocentris juga memicu Pemekaran daerah demi kepentingan primordialisme. Pemekaran itu cenderung dilakukan dengan mengikuti wilayah etnografis sehingga yang dihasilkan sebenarnya kepala suku baru dengan kedok gubernur, bupati, dan wali kota.

Bagaimana Pemekaran Nias ? mudah-mudahan peraturan ini tidak berlaku surut, sehingga jika rencana Nias Barat digabung dengan Nias Utara, karena alas an Nias Barat belum memadai, maka kita harus menunggu 10 tahun kemudian Nias Barat baru bias dimekarkan.

Peraturan baru itu disambut gembira oleh kalangan tertentu saja, namun merupakan penghalang dan beban berat bagi mereka yang daerahnya sedang diusulkan menjadi wilayah baru.

Dalam editorial Media Indonesia itu menyatakan “Oleh karena itu, sangat menggembirakan bahwa pemerintah akhirnya berani mengeluarkan peraturan pemerintah yang baru yang mempersulit pembentukan daerah baru. Bahkan, lebih dari itu, pemerintah membuat dasar hukum yang kuat untuk suatu hari berani melikuidasi pemekaran yang sudah terjadi”.

Bila likuidasi itu dilakukan, itulah keputusan yang sangat historis nilainya dan mestinya memberi efek jera kepada elite lokal yang dengan kepentingan sempitnya berambisi membentuk daerah baru.

Tak kalah penting, adanya dasar hukum untuk melikuidasi pemekaran itu juga memberi pelajaran kepada tokoh daerah yang berada di Jakarta, untuk berpikir sejuta kali sebelum mendukung, bahkan menjadi promotor pemekaran daerah. Pikir dahulu pendapatan, malu kemudian tiada guna. 

Menurut saudara, apakah Pemerintah telah memutuskan sesuatu yang tepat?

MRG

About these ads

27 pemikiran pada “PEMEKARAN WILAYAH SANGAT SULIT DENGAN LAHIRNYA PP 78 THN 2007

  1. Provinsi Gorontalo adalah yg beruntung.saat dibentuk hanya terdiri dari 3 kab/kota.yakni 2 kab (gorontalo dan boalemo) dan 1 kota Gtlo.. Boalemo itu sendiri baru berumur 2 tahun..pemekaran thn 1999 dr sulut… Tapi tdk tau apakah saat Gorontalo terbentuk jd provinsi sendiri syarat PP Thn 2000 uda berlaku atau belum..

  2. Dear Sobat

    Kami kutip sebagian untuk pembahasan lebih lanjut, Terimakasih Pembahasan ini sangat detail.

    Best Regards,

    Kresna AA
    Balikpapan/Samarinda

  3. Ping balik: Pemekaran Cianjur Selatan « CiAnJur BLoG|.:Riva Fauziah:.

  4. saya setuju dengan penerbitan UU yang memperketat pemekaran wilayah tersebut, sebab Masalah yang menyangkut masalah desentralisasi diantaranya adalah menjadi membengkaknya alokasi dana bagi daerah-daerah otonom hasil pemekaran wilayah. Dengan bertambahnya jumlah daerah otonom yang ada, maka berarti aparatur dan perangkat pemerintahan (baik fisik maupun kelembagaan) yang ada di dalamnya juga bertambah. Harapan untuk mensejahterahkan rakyat daerah melalui pemekaran atau pembentukan daerah baru harus ditunjang dengan alokasi dana yang semakin banyak.
    apabila hasil pemekaran tidak bagus, toh mending tidak usah, cuma membuang-duat DAU

  5. pak apa referensi buku2 tentang dimensi-dimensi pemekaran wilayah?
    saya mohon petunjuknya..

  6. Sangat disayangkan jika kita tercabik2 hanya karena politik padahal ujung2nya penderitaan.

    Saya harapkan agar semua bpk2 kita menahan diri saja untuk tidak menjadi org no 1 di Nias, dosanya banyak. Lebih baik urus urusan kita saja masing2 org, karena kita masih miskin.
    jgn sok hebatlah, kayak org2 jawa itu sebagai penghsl devisa terbesar dari sisi tenaga kerja, mereka kerja rela jadi babu di negeri orang dan hasilnya untul bangsa, …Orang kita apa yg dibanggakan. ????

    salam

    Onomi Jeremy Hia (putra anak bgs IndoneNesiA)

  7. Pemekaran Wilayah Yang Fenomenal
    Kalau saja para elit Politik dan pejabat daerah sadar akan efek positif dan negatifnya pemekaran wilayah untuk masyarakat setempat, tentu akan berfikair sejuta kali memberikan pemekaran. namun karena pemekaran itu sendiri membawa keberuntungan bagi para elit politik dan kepentingan segolongan orang untuk dapat membangun kekuasaannya yah jadi untuk menertibkan UU yang sudah berlaku pun tidak dapat dengan baik untuk di implementasikan. Dalam hal ini adanya evaluasi terhadap daerah yang sudah dimekarkan beberapa tahun dan mengkaji kebijakan ulang terhadap pemekran tersebut. Banyaknya daerah yang dimekarkan kemudaian berguguran untuk terus mekar justru menjadi beban bagi negara yang terus mensuport daerah yang sedang dimekarkan. ini karena tergesa-gesanya membuat pemekaran daerah yang SDM nya tidak disiapkan dalam hal goodgoverment. Semoga apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah maupun DPR (DPRD) dalam memberikan pemekaran wilyah dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakatnya

  8. Pak Delusz, sorry saya belum bisa temukan artikel pemekaran yang anda maksud. tetapi kalau berita tentang 12 calon daerah yang dimekarkan dan sudah tanda tangan oleh Presiden SBY, saya sdh punya. Maksud anda apakah ada hal yang lebih memastikan lagi bahwa Pemekaran resmi ditunda atau tidak?

    salam sukses
    Mustika Ranto Gulo
    info kirim by email saya ranto@microtellindo.com

  9. Jitu Pak Moderator, coba cari artikel di Media Business Indonesia, ternyata Pemekaran tertunda… dan sudah pasti. Trims atas dukungan anda atas upaya pertemuan kemarin. Prediksi anda pas!

    sukses u keluarga, GBU

  10. Terakhir saya baca website ini sudah mulai bagus, oleh karena itu…..mari kita jaga. Bangun Nias dimulai dengan membangun OPINI.

    Kita dukung website ini telah menjadi representatif Nias Barat.

    Ide2nya bukan copy paste.

    sukses
    MHD

  11. Abang DORO (maaf nama aslinya siapa?)

    Komentar saya diatas, hanya bentuk kekesalanku kepada para senior kami yang sampai sekarang masih tonjok-tonjokan, dan anehnya mereka memberikan statemant/komentar yang ngga bisa dipertanggung jawabkan. Menulisnya namanya saja, mereka ngga berani mesti pake nama samaran. Dimana kah kami mau belajar?? sementara senior kami tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada kami sebagai generasi muda.

    Lattreiyan Alo’oa Hia
    VTE, Jl. Akasia IV Blok B22/11A
    Pasar Kemis-Tangerang.
    Phone. 0815 33 92 711/ 021.990 19 777

  12. Akhigu ba tana nonogu Lattraiyan Hia, hana wasimano tanggapanmo nogu, no baga-baga artikel Iri Hati mehauga bongi khou, akhirnya ketahuan juga aslinya siapa anak saya ini, jangan memberi komentar yg membuat org salah paham.

    Makian, Cacian dan hujatan adalah hal wajar didunia ini, lihat saja di dunia ;lain yg sdh lebih maju, seperti amerika, mereka saling m,enghujat dan memaki-maki, dimana-mana pembunuhan demi mencapai kekuasaan.

    Sudahlah mari kita bangun diri sendiri dan org2 yg menyimpan iri hati ke keluarga Pak Ranto, org tuanya dimaki-maki pasti ada hikmahnya. Saya yakin bahwa hukum tabur tuai pasti ada, aku ini sdh pernah merasakannya.

    Peran kita dalam pemekaran daerah Nias Barat, khusus dari ndraono khoda, sudah sangat hina. Kita dari sirombu sering disindir dengan kata “Molangi ba Nidano Ndrima” artinya Niha Zirombu seperti saya ini tidak dipercaya, sindiran ini sudah menjadi amaedola karena orang kita tidak konsisten dari setiap pembicaraannya. Artinya di air asampun Niha Zirombu bisa berenang, sama dengan sebutan CIMED (Cina Medan) di Jakarta adalah sindiran-sindiran sosial yang menyatakan kelemahan kelompok, suku tertentu yang terpola sedemikian rupa … mengapa? karena perilaku kita sudah membentuk opini bahwa kita org yg tidak bisa dipegang omongannya. Kita harus buktikan ini secara pelan-pelan agar generasi kita jangan menanggung dosa ini terus menerus, …ini yang saya tangkap dari pembicaraan tuagu ‘ama maya’.

    Sebutan Hogo gara Zirombu, menunjukkan kita-kita sering berani melakukan tipuan dan kekerasan dan mengatakan “Yaaga Iraono Hogo Gara Zirombu” dan lain-lain. Kita nggak udah bangga dengan panggilan itu, justru kita sedih, kita harus malu seharusnya, lihat anak-anak kita sekarang di Jakarta, khusus dari sirombu dan lahomi, justru saling gontok-gontokan. Padahal kalau kita bersatu, SDM kita lebih hebat dari anak-anak nias lainnya. Seharusnya kita bersatu, hanya dua kecamatan kog kita ini, Lahomi dan Sirombu. Marilah kita bangkitkan semangat ‘memperbaiki diri’.

    Saya ada catatan sangat memilukan di hati tentang para pejuang Nias Barat dari daerah kita, akhirnya mereka semua saling mengkhianati. Tidak ada yg setia, nak. Ini doa kita, makanya ketika saya baca komentar miring tentang saya … saya hanya ketawa saja sebab penulisnya saya kenal baik.

    Apa yang bisa kita banggakan sekarang?
    Anak-anak dari Eks Kec Mandrehe, tetap solid, mereka 5 kecamatan. Hanya sebutan Hawui lawelu yang menjadi sindiran bagi kekerasan kultur mereka. Bahkan sebutan itu sekarang justru mempersatukan mereka dari Ori Ulu Moro’O sampai Ori Luaha Moro’o dan Ori sisiwa Ina.

    Tampilnya Ranto Gulo – ama Maya Gulo, telah mengakibatkan GETARAN KEBANGKITAN SEMANGAT PERJUANGAN NIAS BARAT SEJAK MEI 2007, BAIK DI JAKARTA MAUPUN DI NIAS. Kebencian dan dukungan kepadanya mengalir. Namun dalam analisa kami di persekutuan doa SALOM akhir tahun, memang DIA adalah FIGUR yang kita nantikan. ‘jangan pula Ranto besar kepala membaca ini’. Sorry, tetapi sebagai masukan kepada anda, memang demikian adanya di Nias Barat terutama dalam menghadapi POLITIK NDRAONO GAEKHULA yang sedang terpecah sekarang ini.

    Saya ini bukan siapa-siapa, masih tana namami ndra’aga nogu. Saya sdh berjasa juga memperjuangkan Nias Barat, jangan anggap saya diam saja. Saya sdh analisa siapa-siapa mereka di Jakarta yg bisa dipegang. Selama tugas di Kalimantan saya banyak koresponden dengan ndra tuagu moroi ba Lawelu … mereka memang solid.

    Maju terus.
    DoroHia

  13. Milau khoda, mifabunu. Haniha zabolo dania badao Zuara satu, Aneh semuanya. Ngaku2 intelek, hamba tuhan,tokoh dsb, tetapi kalian semua tidak bisa menahan diri, apa yang sudah kalian perbuat untuk masy nias barat? Omong kosong. Lagu-laguda bambanua tagohe-gohe ba jakarta.

    Sebagai generasi muda nias barat, kami malu melihat senior kami yang kebanyakan nyari muka, saling mengfitnah, iri hati dan benci satu sama lain. MILAU MANO KHODA.

    by. Lattreiyan Hia
    0815 33 92 711/ 021. 990 19 777

  14. Rasanya sangat sedih membaca komentar anak-anak Tuhan diatas, kita semua bersaudara dalam Kasih Tuhan, kenapa kita harus saling menghujat dan saling menghina. Kenapa kita tidak saling mengasihi dan menyayangi. Bukankah kita ini satu Tubuh dalam Kristus Yesus ?

    Pak Ranto Gulo, Pak Frans Daeli dan Pak Abisaloni Gulo adalah manusia biasa juga, semua ada cela dan noda, tidak ada satupun didunia ini yang suci seperti Tuhan Yesus. Kalau kita semua ada kelemahan bukankah itu penggenapan dari Firman Tuhan ?

    Marilah semua saudaraku mengalahkan keangkuhan dan kemunafikan yang ada dalam diri kita, kita semua satu nenek moyang yaitu Tuada Mado Hia yang ditempatkan Tuhan di Pulau Nias. Bersatulah kita dalam kekuatan Tuhan mengalahkan Iblis yang tidak senang kerajaan Allah ada di Nias Barat. Pak Ranto, Pak Frans dan Pak Orwel berdamailah dalam kasihNYA, saling memaafkan dan mengampuni.
    Mari kita arahkan langkah kita ke depan mencapai tujuan yaitu hidup yang kekal khususnya Nias Barat yang Sejahtera. Mari kita sukseskan Nias Barat juga Pilar Nias Barat.

    Bagaimana Pak Ranto, lupakan ya apa kata-kata Frans, dan juga Pak Frans lupakan kata-kata Pak Ranto yang mungkin menyudutkan Bapak Ama Agus dan Ama Klara. Kami sangat senang bila melihat kalian tokoh-tokoh Nias Barat bersatu.

    Saya mohon maaf atas komentar saya ini, karena seperti menasihati, janganlah dimasukkan ke dalam hati bila kurang berkenan tetapi ambillah yang baik dari apa yang saya sampaikan.

    Salam Sejahtera

    Pemerhati Aechula
    Ama Sozisokhi Zai
    Jl. Pancasila No. 23 Gunung Sitoli
    (0639) 211748

  15. Saya mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru, salam kenal untuk Frans Daeli, yang menulis tentang Bapak Saya di situs ini. Kami sekeluarga sangat bersyukur atas tulisan anda itu karena dengan demikian kami telah memahami siapa kami yang sesungguhnya. Kalau ranto menangis … saya tidak, sebagai abang, saya menghiburnya.

    Anda tentu tahu, apa yg harus kami lakukan dengan penghinaan kepada orang tua kami, leluahur kami yang sudah tiada. Biasanya semua org harus melakukan pembel;aan dengan cara apapun, semoga Tuhan mempertemukan kita dalam keadaa bahagia.

    Kasih Tuhan menyertai kita semua, semoga kita memiliki masa depan dan panjang umur. Siapapun anda, suatu hari kita kan bertemu… semoga dalam suka cita Tuhan.

    amin
    Pdt. Orwel S Gulo, Sth.MA

  16. Ya’ahowu!

    On the end this year 31 Dec 2007, we would like to share from EPHESIANS 2:8-10 as follow:
    For it is by grace you have been saved, through faith and this not from yourselves, it is the gift of God not by works, so that no one can boast. For we are God’s workmanship, created on Christ Jesus to do good works, which God prepared in advance for us to do.
    For next year 2008 and future, we also would to share from JAMES 4:13-17 (Boasting About Tomorrow), Gbu.

    Shalom,
    ANG & Family
    +6281514248880

  17. Maaf seribu maaf nih, Saya bukan Ama Gaby… saya Doro Hia ..Niha Zirombu Hogo Gara… solangi ba Nidano Ndrima, niha sino bertobat dari kerusuhan politik dan kerusuhan ekonomi dimasa lalu.

    EH, Jangan fitnah orang dan anda mengatasnamakan Frans Daeli …uila yai ndraugo bale… no 90% niha ba Jkrt lakenal ndra’ugo… hehehe. sudah banyak Investasi Nono Niha sino numalo khou… balo erai oganti… la’ua…tidak masalah. Kampanye Pilkada ba choda bano sa’e uila haniha ndra’ugo. makanya kemarin saya lihat bulu matamu dari jauh, saya menghindar… buayo apa lagi yg kau jual disini. Pulang saja ke kandangmu…. anda sdh tak lakulah.

    Lo ukenal siapa Ranto yg kau maksud…saya tahu dia dari situs ini…apa dia baik atau tidak tidak urusan..yg saya tahu anda adalah pemain belakan atau Backing Player… hehehehe kayak main bola saja.

    Mari kita sambut natal ini dgn hangat, jgn lagi bikin permusuhan baru…urus perutmu dan bayarlah utang-utangmu,itu lebih mulia dari pada kamu hina Ranto gulo yg tdk ada hub dgn anda. Emang gue pikirin? Hentikanlah… benar kata ANG… koreksi dirilah

    Maafkan ya, saya terpaksa tertawakan anda.. saya bukan Ama Gaby Hia… hahahaha.

    DoroHia dari Hogo Gara Zirombu.

  18. Salom untuk Frans Daeli, sangat luar biasa komentar anda itu, kiranya kasih Tuhan membekali hidupmu dan keluarga dgn kelimpahan dan anugerah yg tak terbatas.

    Saya manusia biasa, setets air mata jatuh membaca tanggapan anda tentang saya dan Papa saya yang sudah tiada. Kami tidak memiliki apa2 pak Frans, untuk tapak rumah saja tak punya, bagaimana bapak saya menjadi tuan tanah dan rentenir. Kiranya Kasih Tuhan memberkatimu dengan roh pengetahuan tentang kasih sayang. saya tidak hapus tanggapan anda ini sebagai kenangan saja. Saya jadikan sebagai bahan kesaksian saya bahwa ini awal kesuksesan besar kami. Apa yang anda tuduhkan semata-mata karena iri hati saja, bekerjalah dan berubahlah… sebab hanya dgn cara demikian anda bisa diberkati oleh TUHAN.

    Bukti pinjaman anda, masih saya simpan No Ceknya pun masih saya simpan. Saya suruh org tanyakan ke Abineri Gulo di Nias, juga tidak mengerti apa yg anda maksud…. malah dia juga tidak enak karena masih ada sangkutan juga, trus apa maksud anda? Anda bukannya iri saja? Bahayanya sangat fatal, baca tulisan saudara kita Lattreiyan Alo’oa Hia di atas.

    Kami mengasihimu, datanglah kerumah kami dan pintu terbuka setiap saat untukmu. Kami mengundangmu makan malam, dan siap memberkatimu. Saya siap mendoakanmu jika ada kepahitan dengan saya, saya minta maaf, bologo dodou, mohon untuk tidak memaki ayah saya lagi ya. GBU

    Mustika Ranto Gulo

  19. Ya’ahowu fefu…
    Mari “jedah” sebentar dari suasana hati yang “panas”…. saya mau mengucapkan:
    ” Selamat Hari Natal 2007 dan Tahun 2008″

    Semoga Damai Natal sungguh2 hadir dihati kita yang ter-cermin dgn kata-kalimat di NWC ini. Kiranya dengan kebenaran yang disampaikan, dapat menjadi terang karena kebenaran akan tetap muncul sebagai kebenaran dan segala kebohongan serta “sejenisnya” adalah kesia-siaan.

    Amsal menulis: Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
    =>bahwa “kebenaran” lebih dikenan Tuhan dari pada korban (persembahan).

    Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
    =>Walau dicela dan dihina oleh orang2 yang menentang kebenaran itu, meskipun mengaku benar, kebenaran tidak akan terbantahkan.

    Kiranya “fefu Nono Niha” di tahun 2008, semakin sukses dan diberkati… Amin.
    Terima kasih

    Salam,
    Pikiran Daeli – Jambi

  20. Daripada Ranto jadi Bupati lebih baik Doro Hia saja karena Doro Hia (A.Geby) bisa menjilat pantatnya Ranto si Penipu itu. Ranto gayanya seperti Konglomerat kenyataanya semua kekayaannya diambil dari jalan tidak halal.

    Untuk lebih jelas silahkan tanya Abineri Gulo, kami sehari-hari bersama di Gunung Sitoli. Saran saya Ama Geby Hia jangan ikut2an deh kalo kamu sendiri tidak mengerti. Urus saja dirimu sendiri dulu, kamu tidak tahu ya kalau Ranto pingin jatuhkan Bapak Sakhi Danieli Hia dengan tuduhan menggelapkan dana bantuan. Untung saja Om Ama Niso Gulo bijaksana memberi penilaian Audit itu. Ama Geby Hia sepertinya anda tidak tau berterima kasih. Kami bosan membaca tingkahlaku kalian di Jakarta, kalau kalian punya nyali datang lah ke Nias seperti yang dibuktikan oleh Bapak Abisaloni Gulo beberapa waktu lalu menyatukan Tokoh2 Nias Barat di Gunung Sitoli dan mendorong BRR segera memperbaiki akses jalan ke Onolimbu termasuk ke Kampung Kita.

    Sebaiknya Natal ini dijadikan sebagai kelahiran pikiran baru yg jernih dan tidak mengadu domba orang lain. Bang Eben Hia, mohon jangan ambil hati kata-kata Madomõ Ama Geby karena dia sendiri juga hanya dipengaruhi oleh Manusia Serakah Ranto Gulo. Kata Bapak Sakhi Ama Noni memang orang itu sekeluarga seperti itu di Lawelu karena hanya Bapaknya yg PNS di Lawelu makanya dia nakut2in orang merebut tanah. siapa yg tidak kenal Ama Asa Gulo si Tuan Tanah juga Rentenir.

    Pilar Nias Barat kini sdh ada di Nias telah dibentuk oleh Bapak Abisaloni Gulo, boleh ditanya sama dia, mereka bekerjasama dengan PD Syalom. dan selama rapat pembentukan sama sekali beliau tidak pernah menyinggung kejelekkan Pilar Jakarta. makanya kami heran kalau di Jakarta memaki-maki Bapak Abisaloni.

  21. Siapapun yang jadi Bupati yang penting Jujur dan Rendah hati, tidak sombong dan tidak munafik, apalagi mengaku-ngaku Hamba Tuhan tapi perilakunya bobrok. Semua orang Nias sudah tahu siapa Pak Eben atau Pak Abisaloni juga saudara kita mereka punya hak yang sama sebagai warga Nias Barat. Mereka berdua bukan hanya mengaku sbg org Pilar tetapi mereka adalah penghancur Pilar. Membagi-bagi daftar teken les untuk dapat ongkos ke Nias, banyak yg kena tipu hahaha. Semua dokumen Pembicaraan (Chatting) Eben dan Abisaloni dan Ranto waktu mendirikan Pilar tercopy dgn rapi, sdh ftcopy ada, bahwa Eben cuma ingin hancurkan Ama Klara kog, sehg harus ada Organisasi tandingan, namanya dia usulkan waktu itu bukan PILAR. Mungkin DoroHia tidak tau sejara Pilar Nias Barat tetapi cobalah ditanya kepada yang mengerti betul cikal bakal Pilar Nias Barat.

    Kedua Tokoh PNB itu adalah Penghancur PNB (ONKP juga dikocok habis sama dia orang) dan Bapak DoroHia jangan sampai mengadu domba saja kerjanya. Tidak usah memuji-muji Ranto yang masih mengaku Ketua Umum PNB. Saya lihat eben dan abiosaloni mengambilnya dgn kekerasan dari Ranto. Karena sudah habis masa jabatannya. Itulah manusia kalau sudah dilanda haus kekuasaan, sdh tidak bisa dapat uang dari KETUM lagi, masih ngaku pintar dan jago berorganisasi, sudah tau tidak mampu memimpin masih juga mengocok-ngocok PNB, tidak tahu malu. Sebaiknya Para Pengurus PNB baik Penasehat, Pengawas maupun Pengurus Harian bertanggung jawab morallah kepada masyarakat Nias Barat atas perbuatan kalian semua selama ini.

    Saran saya kepada DoroHia atau Ama Geby Hia sebaiknya jadilah orang penengah bukan malah manas2in suasana, mereka ini semua saudara kita juga punya kelebihan dan kekurangan. Mari kita membantu mendamaikan mereka kalau kita memang mencintai Nias Barat.

    Selamat Hari Natal 2007 dan Selamat Menyambut Tahun Baru 2008, semoga seluruh masalah PNB dithn 2007 ditinggalkan di thn 2007 dan memulai yang baru seiring datangnya Tahun Baru 2008.

    Tuhan Memberkati Kita Semua

  22. Saya sdh tahu trik2 anda selama di Nias, saya juga tahu apa target setiap pribadi di Nias, termasuk PNB yang dirusak oleh segelintir manusia yg ambisius, berangkat tanpa restu organanisasi. Saya seharian bersama org2 PNB dan diskusi panjang lebar.

    Besok kami berangkat ke lampung bareng2 mencari bibit tanaman yang baik di sana. Kalau Ama Eri Zebua mau jadi bupati biar saja, dia pantas, daripada eben atau abisaloni yg ngaku2 org Pilar, tak ada duanya. hehehe.

    Saya sdh tahu juga semua apa target sdr Ketum Ranto gulo, hehehe, mudah2an benar ya bung ya, katanya sih tak pernah mimpi mencalonkan diri jadi bupati. Hehehe, justru kita yg menentukan siapa bupati katanya. Somse banget nih Ketum …. cuma guyonan, bung!

    Selamat Natal, anak2 sdh besar ternyata Bung Ranto, saya tidak tahu, selamat sukses deh !!

    DH

  23. Belum juga jadi kabupaten sudah rebutan kekuasaan. Marthin Zebua sudah mempersiapkan diri jadi Bupati Nias Barat dan menggerogoti BPP-KNB Nias dengan membentuk team lain didalamnya dengan tujuan agar dirinya jadi calon Bupati. Dapat dimaklum karena tinggal 6 bulan lagi Ama Eri Zebua Pensiun.

    Sebentara itu Pilar Nias Barat juga membangun kekuatan menyiapka kadernya merebut posisi Bupati. Tentu saja Ketua Umum Pilar Nias sangat berpeluang. Sayang PNB sedang dilanda masalah keretakan internal. Sekedar infomasi saja bahwa PNB di Nias sangat populer dengan gebrakannya apalagi baru-baru ini team Pilar Nias Barat turun ke Nias memberi semangat kepada para pekerja pembangunan Gedung serba guna ONOLIMBU. beritanya silahkan baca di http://www.yaahowu.com

    Kehadiran kedua tokoh Pilar Nias Barat di Nias telah membangkitkan semangat juang para tokoh-tokoh Nias Barat baik yang ada di Syalom maupun yang ada dijajaran BPP KNB Nias. semoga PNB segera berjaya diNias dan BRR segera membuka akses jalan ke Onolimbu Lahomi.

  24. Nah, ini dia, setelah absen selama 4 bulan tugas dinas di Kalimantan, sekarang kembali di kandang sendiri. Saya kangen dengan Nias Barat, belum sempat baca semua.
    1. PNB sedikit ada ujian, namun tetap jaya, iya kan?
    2. Nias Barat, masih dalam angan sebab saya tahu persis, perjuangan ini tidak tulus, sebab para pemain kampungan di Nias sdh tertangkap basah bagi-bagi kekuasaan.
    3. Jangan melukai saudara sendiri jika mau selamat, sebab perebutan posisi-posisi di kabupaten baru akan ada yang menang dan ada yg kalah. Yang kalah akan membalas dengan menggungcang-guncang posisi yang menang, hehehehe, bukan begitu pak Moderator/
    4. Natal ini sangat bahagia, aman sentosa, jangan diperdebatkan haram tidaknya bos, pokoknya haram atau tidak natal jalan terussssssssssss… hehehehe.
    5. Apa renungan indah untuk Natal kita, yang menggugahlah.

    Kritik2 saya dulu mhn dimaafkan, terutama kepada pejuang berbulu domba berhati serigala, siap memangsa uang rakyat, atau uang apa saja yg ada di organisasi. Mereka main belakang, suka bicara manis… saya kutip kata2 pak Ketum Pilar.

    Hehehehe, maafkanlah dosaku, dan kita menjadi sdr dalam damai.

    DoroHia

  25. pemekaran memang harus di tertipkan di negara ini.. karena melenceng DARI tujuan otonomi daerah yang sebenarnya, yaitu perampingan SOTK BIROKRASI PEMERINTAHAN,

    DENGAN ADANYA DIKELUARKAN PP TERBARU INI DIHARAPKAN SISTIM PEMERINTAHAN “KECIL ITU INDAH” DAPAT TERLAKSANA.

    menurut dari peninjauan saya di daerah-daerah pemekaran merupakan ajang bagi para elit politik lokal untuk memperluas daerah kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s