PELUANG BISNIS DI NIAS

TENTANG HARAPAN & PELUANG BISNIS DI PULAU NIAS”

Ir. Mustika Ranto Gulo

(CEO PT. MICRO TELLINDO – JAKARTA)

 Background

Pulau Nias menjadi terkenal karena peristiwa bencana alam Tsunami Desember 2004 dan gempa berskala 8,6 RT pada awal tahun 2005. Selain itu Nias menjadi terkenal dimata dunia karena memiliki keindahan alam (pantai) yang sangat indah dan sering dijadikan sebagai area wisata dan kejuaraan surfing internasioal.

Mata dunia internasional tertuju ke Peta Pulau Nias, selama berjam-jam dan behari-hari bahkan berbulan-bulan. Bantuan mengalir bagaikan air bah yang tumpah ruah, didorong oleh rasa belas kasihan atas bencana yang terjadi disana. Saat jendela Nias terbuka, barulah terbongkar semua kondisi mayarakat Nias yang sesungguhnya. Kemiskinan yang sangat parah mulai tercium oleh para relawan internasional dan memberi laporan ke negara mereka masing-masing, bahwa Nias sepertinya bukan bagian dari Indonesia yang sudah merdeka sejak 1945 dilihat dari kesejangan pembangunan.

Bantuan dunia melalui BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh Nias sudah mencatat tingkat keberhasilan Pemulihan pembangunan infrastruktur di Pulau ini  mencapai 60% disemua lini. Tahun 2009 sebagai akhir masa kerja BRR dan akan diteruskan oleh Pemrintah Provinsi Sumatera Utara nantinya sesuai dengan kesepakatan dengan Pemerintah Pusat di Jakarta.

 

Over View

Pulau Nias terdiri dari dua kabupaten yang berada di bawah Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kabupaten Nias (induk) dan Kabupaten Nias Selatan. Pernah ada wacana Pulau Nias itu dimekarkan lagi menjadi Kota Gunung Sitoli (Kota Madya), Nias Barat dan Nias Utara. Tujuannya adalah agar pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil ini lebih baik dan dekat kepada masyarakat. Sudah bergulir sejak tahun 2003 lalu, namun situasi perpolitikan Nasional masih belum berpihak pada cita-cita masyarakat Nias tersebut.

Jendela Nias sudah terbuka lebar bagi dunia, baik jendela dunia usaha dan bisnis maupun jendela dunia ICT (Information, Comunication dan Telecommunication).  Kami menilai bahwa keberhasilan di Pulau Nias ini ditandai dengan pesatnya perkembangan informasi, komunikasi dan telekomunikasi. Dapat dicatat bahwa pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2006-2007 telah merubah wajah Pulau Nias menjadi lebih molek dan kelihatan cantik di mata investor lokal maupun internasional. Sekarang Masyarakat di Pulau Nias sudah bisa mengakses internet dengan berbagai solusi jaringan yang digelar oleh NGO dan juga perusahaan telekomunikasi nasional (operator) dari Jakarta. Sejalan dengan itu, jaringan telepon genggam (Celluler) sudah mencapai seluruh pelosok daerah yang terpencil sekalipun.

Multi Effect

Pemulihan Pulau Nias sejak 2005 sampai 2009, bagaikan dynamic yang meledak yang mengakibatkan multi-effect bagi masyarkat lokal. Pembangunan infrastruktur baik transportasi darat maupun laut dan udara meningkat tajam. Sekarang, untuk berkunjung ke Pula Nias dapat dicapai dalam satu hari dengan penerbangan dari Polonia Medan menuju bandara Bhinaka di  Kota Gunungsitoli atau Bandara kecil di Pulau Telo (Kecamatan Kepulauan di Wilayah Nias Selatan). Dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai ini, maka Jendela Nias sudah terbuka bagi dunia.

Sekarang pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lihat atau lirik di Pulau Nias sebagai daerah kepulauan yang jauh dari ibu kota negara Jakarta maupun ibu kota Provinsi yaitu Kota Medan?

 

Pulau Nias ini ternyata menyimpan kekayaan alam yang belum tersentuh secara profesional. Daerah ini sedang menantikan tangan yang akan mengelola kekayaan alamnya yang tak terhingga itu. Pulau ini masih sangat suci (saya sebut: “as virgin of business area”) dari tangan Para Amtenar. Dibutuhkan tangan-tangan yang profesional dan dibarengi dengan kekuatan modal yang kuat. Jika dikelola secara profesional dengan dukungan skill yang baik maka daerah ini akan menjadi LAUTAN BERLIAN baru di wilayah bagian barat Sumatera,  Negara Kesaturan RI. Pulau ini belum terjamah investor karena informasi, komunikasi dan telekomunikasi yang minim di masa lalu. Tetapi sekarang ini pada pertengahan tahun 2008, daerah ini telah menjadi idola namun masih “blank” dimata investor.  

Permasalahan:

1.   Bagaiman dengan penerimaan dan dukungan masyarakat lokal terhadap hadirnya investor yang tentu akan membawa dampak perubahan tatanan baru secara drastis ditinjau dari adat istiadat dan transformasinya?

2.   Sejauh mana prinsip kerjasama dan kemitraan dengan Pemerintahan Daerah setempat, baik di tingkat Pemkab, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Bagaimana dengan antisipasi UU Perlindungan terhadap investor lokal maupun asing di daerah ini, hal itu akan menjadi isu yang sangat sensitif.

3.   Seberapa besar kandungan kekayaan alam daerah ini yang tentunya didukungan oleh penelitian yang menyuguhkan data yang otentik. Dibutuhkan mitra consultant untuk menilai seberapa besar peluang untuk memproduksi sumber daya alam disana.

4.   Sektor dan Segmentasi bisnis apa yang beresiko kecil di daerah ini, tetapi menyumbang peluang keuntungan yang besar, yang tentu akan menjadi pilihan para investor di kemudian hari.

5.   Bagaimana dengan distribusi baik peredaran dalam negeri (lokal) maupun eksport ke luar Negeri, jika diperlukan. Sangat dibutuhkan konstribusi Pemerintah Kabupaten dalam rangka memudahkan proses pengadaan mesin dan peralatan.  Dukungan kemitraan tersebut menjadi prioritas dalam bernegosiasi dengan pemerintah setempat.

 

Orientasi

Dalam rangka mewujudkan bisnis yang menguntungkan semua pihad (win-win solution), diperlukan adanya “SWOT analisys” dan juga “feability study Business” yang akurat dan mendalam sebagai bahan informasi yang aktual bagi investor.

 

Masyarakat lokal harus berbenah diri juga dalam rangka menyambut para investor yang akan melirik atau melihat melalui jendela Nias yang terbuka. Jangan sampai masyarakat menolak atau diadopsi oleh Pemerintah Daerah sebagai kekuatan ‘bargainning power’ dalam bernegosiasi dengan para investor.

 

Data yang disuguhkan dibagi dua tahap yaitu :

  1. Informasi dan analisys Pra Survey
  2. Informasi dan analisys pasca Survey

 

Metodologis

Metodologis yang digunakan  adalah:

  1. Menyuguhkan laporan penelitian dalam bentuk laporan staistik berdasarkan FAQ dengan memilih area responden yang acak dan dapat mewakili masyarakat lokal, baik secara wawancara maupun dengan cara mengisi quesionare
  2. Laboratorium Analisys untuk memastikan kandungan sumber daya alam, kandungan tanah dan kandungan air secara kimiawi
  3. Teknologi Perekayasaan dan pemutahiran data dengan berpedoman kepada teori-teori penelitian secara komprehensif.
  4. Pengambilan kesimpulan dengan menyuguhkan 8 (delapan) aspek berdasarkan “Feasibility Study”.

 

Melalui Jendela Nias yang terbuka lebar itu, dunia akan melihat bahwa pulau itu ternyata menyimpan kekayaan alam yang tak terhingga. Jendela Nias yang terbuka sebagai jembatan untuk mengantar para investor menuju Pulau Nias yang kaya raya itu.

 

Proyek penulisan makalah/thesis ini akan dibantu oleh beberapa orang team sukarelawan yang bersal dari berbagai latarbelakang ilmu, semoga dapat disumbangkan untuk Nias tercinta.

 

SEKTOR BISNIS YANG MENJADI FOKUS ADALAH:

  1. Agro-business
  2. Wisata-business
  3. Infrastucture Transportaton -Business
  4. Industry-Business
  5. International School – Business
  6. Dan lain-lain.

 

Kami segera menyelesaikan tulisan tersebut pada episode berikutnya.

Iklan

52 pemikiran pada “PELUANG BISNIS DI NIAS

  1. Ya’ahowu…..
    Tulisan yang di paparkan dari atas sangat menyentuh, orang kita nias kebanyakkan merantau di daerah lain sementara pulau kita yg penuh dengan peluang bisbis dan pekerjaan belum tersentuh. Penyebab nya adalah
    1. Modal besar untuk membuka ruang bisnis
    2. Orang kita yang tidak mau kerja sama, istilah nya kalau yang satu mau maju yang lain berusaha tarik ke bawah
    3. Kios msh tarif tinggi tp pendapatan msh sedikit

    Dalam hal ini saya niat buka bisnis kripik khas Nias, tapi punya satu keraguan. Orang kita sering bilang gini ” gowirio goda banomo ya’i bahana nasa wata oli kripik gowirio?”. Lalu bagaimana kah kita menjelaskan kepada orang kita klo sudah begitu pikiran nya?

  2. selamat pagi….agar kita semangat seperti dpagi hari terus..walau di real time sudah sore hari hehhe..
    mohon bantuan kepada para kawan2 yang notabene masyrakat Nias, saya minta bantuan untuk update keadaan Di Nias sudah ada progres seperti apa saja dan untuk sektor finance apa saja yang perlu di perhatikan sebelum kami mendirikan cabang dsana,,data ini saya butuhkan untuk membantu presentasi Peluang bisnis di Nias di kantor saya,,,mohon dengan sangat dan sebisa mungkin sejujur jujurnya kami terima masukan dari saudara2 saya di sini…or bisa di email ke rizq_aidil@yahoo.com
    trims// # bantuan data untuk pembukaan cab Perusahaan di #

  3. saya berencana membuka lapangan kerja disana…
    saya mau buka pabrik…apakah ada yang bisa memberikan info?
    saya sangat berharap dapat bantuan info dari para senior…
    karna saya masi pemula…dalam menjalankan bisnis pabrik ini
    klo ada tolong hub saya
    082174073737
    john

  4. maaf temen” saya berminat membuka usaha disana
    usaha apa yang kira”bisa memajukan nias?tolong sarannya terima kasih

  5. di mata orang luar orang Nias adalah orang bodoh, tidak tahu apa-apa, dan hanya bisa mabuk-mabukkan saja. bagi saudara-saudara yang berkomentar di atas kita jangan hanya berbicara saja tetapi kita tunjukkan tindakan, sehingga orang luar bisa menerima dan melihat potensi kita. kita coba jangan mementingkan pihak pribadi tapi kita caba lihat masyarakat kita yang masih sangat prihatin.

  6. Bisnis sekaligus investasi<

    Kami Perusahaan berskala internasional bergerak di bidang perdagangan komoditi dan indeks, dengan sytem online,

    Disini kami menawarkan kepada bapak/ibu yang mau berbisnis online dengan peluang keuntungan (Profit) antara 1juta hingga 20 juta perharinya dengan modal 100juta.
    Perusahaan kami legal, resmi dan MoU.
    Kami bantu anda untuk meraih keuntungan semaksimal mungkin….

    HUb. 08122 6659 678 (Yason)

  7. Wah…muncul juga pak Adri, sangat surprice, terima kasih dukungannya dan saya akan tetap menulis. Saya senang menulis bro, cuma kendalanya selalu dikomentari sangat keras, saya bingung juga bagaimana mengelolanya.
    Tidak sungkan-sungkan sembarang org maki-maki kita di dunia maya ini, aneh juga kalau saya pikir.

    Namun… teman2 selalu memotivasi dengan baik. yah tetap saya lanjutkan. Semoga.

    Mustika Ranto Gulo

  8. Pak Gulo,
    Kami merindukan sebuah kelanjutan tulisan ini, kami bangga memiliki pemikir seperti anda. Kalau ada pro kontra disetiap tulisan anda, itu wajar karena kita semua baru mwengalami transformasi pendidikan di bidang ini, org org Nias masih banyak yg belum terbiasa membaca artikel seperti ini.

    Jikaberkenan pak, dilanjutkan tulisan ini Misalnya strategy memlai usaha di Nias dan sumatera Utara kemudian jakarta.

    Bidang apa saja yang mudah di jalankan dan pluang keuntungan yang baik.

    Banyak usaha stack di tengah jalan karena ragu-ragu dan kurang dalam membaca peluang pasar …

    Semoga masih semangat menulis ya Pak Gulo.

    GBU

    Adrianus Gulo, STh

  9. Pak Gulo,
    Kami merindukan sebuah kelanjutan tulisan ini, kami bangga memiliki pemikir seperti anda. Kalau ada pro kontra disetiap tulisan anda, itu wajar karena kita semua baru mwengalami transformasi pendidikan di bidang ini, org org Nias masih banyak yg belum terbiasa membaca artikel seperti ini.

    Jikaberkenan pak, dilanjutkan tulisan ini Misalnya strategy memlai usaha di Nias dan sumatera Utara kemudian jakarta.

    Bidang apa saja yang mudah di jalankan dan pluang keuntungan yang baik.

    Banyak usaha stack di tengah jalan karena ragu-ragu dan kurang dalam membaca peluang pasar …

    Semoga masih semangat menulis ya Pak Gulo.

    GBU

    Adrianus Gulo, STh

  10. Yaahowu Pak Ranto

    blm ada tulisan bapak mengenai 10 cara memulai bisnis rumahan pak, kita tunggu-tunggu pak. Semoga bisa cepat pak, sebab kami akan selesaikan tugas penulisan skripnya.

    saya hanya sumbang saran agar lebih fokus di bidang bisnis untuk nias pak.

    yaahowu
    Rhiamawarman Gulo

  11. Ya’ahowu Semuanya,

    Terimakasih asat responnya Pak Ketum PNB, saya akan telepon Bapak untuk kunjungan ke dua kali kesana sekalian menghirup udara segar disana dan melihat pemandangan yang aduhai, karena bulan November lalu saya sudah melihat-lihat bagaimana cara dan pengelolaan perkebunan di Area Perkebunan Nusantara (PTP) milik pemerintah di daerah Subang, dan hasilnya sangatlah “Positif”.

    Bulan lalu juga secara kebetulan saya bermain (diajak sohib selama 2 hari) kerumah salah satu pemilik group (10 besar) terkemuka di negeri ini tepatnya di daerah Jawa tengah, selama dua hari berada dirumahnya banyak kami ngobrol dan jalan2 keliling kota tsb,ditengah kami ngobrol2 ada kata beliau yang menyesak didada saya sbb:
    “John, mengapa anda mau jadi kuli di negri orang, sedangkan kamu adalah Raja di negri kamu” langsung bulu kuduk saya merinding dan keringat dingin.
    Saya balik bertanya, trus apa yang saya harus lakukan Pak? Beliau jawab, Nias itu adalah emas yang belum dipoles, didunia ini maaf “Kotoran manusia sekalipun bisa jadi Emas dan Emas bisa jadi seperti kotoran manusia. Buka lahan Perkebunan sebanyak-banyaknya disana dan itu bisa jadi emas yang menjadikan kamu Raja dan kami janji akan memantau terus perkembangannya untuk membantu Nias kedepan dan jika memungkinkan buka jalan kepada kami untuk memikirkan bagaimana kami harus memulainya (jelas saya langsung tersenyul lebar atas kata beliau tsb).

    Beliau kasih contoh: John coba kamu bayangkan, saya dulu adalah penjaja suatu produk keliling kampung pake sepeda selama 10 tahun dengan kehidupan yang sangat keras dari mulai Nol, sampai saya naik ke level distributor trus saya kembangkan lagi hingga menjadi group perusahaan termasuk 10 besar di negri ini (120 anak perusahaan). Dan terakhir beliau bilang inti dari Usaha harus ada “Jujur/Rajin Ulet/Hemat/Andalkan Tuhan dalam hal apapun.

    Sekarang kita tinggal kita bagaimana memulainya, sedangkan beberapa Investor besar sudah mulai peluang Bisnis dan perkembangan Nias kedepan.

    Hayo mari kita berdiskusi biar ada jalan keluarnya.

    GBU,

  12. Yaahowu p[ak Ketum Pilar.

    To the Point saja, saya benar-benar bingung nih;
    1. Apa bisnis real yang instan di Nias tanpa investasi besar?

    2. Saya mau pulang, saya lelah di Kota ini, sejak 15 tahun lalu hanya jadi kuli, gaya sih nggak kalah.

    3. Saya mau pulang …serius nih! Apa yang bisa saya lakukan? Bisnis apa?

    salam

    S Waruwu (Halim)

  13. Pak John Travolta,
    Salam Sukses, saya sangat apreasit dengan usul studi banding di jawa barat. saya ikutan tolong dikonfirmasi kapan kita jalan, apakah pulang hari?

    Mengani telepon Pak B Gulo mengenai lanjutan tulisan ini, saya berjanji akan menampilkannya segera, soryy karena kesibukkan yang sangat luar biasa sehingga terlantar tulisan tersebut. Tinggal upload saja.

    Peluang Business di Nias (2) membahas tentang :

    1. Home Industry untuk memproduksi oleh-oleh ALA NIAS, dan juga membahas tentang bagaimana mengelola usaha dibidang distribusi.

    2. Sepuluh Cara memulai bisnis dalam rumah dengan investasi yang kecil.

    Salam sukses untuk saudara-saudara saya dimana pun.
    Ketika saya pulang 11 s/d 22 Nov 2008 di Nias, saya melihat perubahan yang luar biasa terutama pola pikir dan cara masyarakat menganalisa masalah baik politik maupun ekonomi. Masyarakat Nias sekarang ini sangat kritis terhadap informasi dan sangat tajam dalam analisa pergoalakan issue politik di Nias.

    Kebetulan saja akhir tahun ini PARA CALEG sedang semangat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat lokal disana. Keadaan di Nias sudah sangat berbeda dengan cara berpolitik 5 tahun lalu. Mereka sadar sekarang bahwa “KUASA ADA DITANGAN RAKYAT” bukan ditangan seorang politikus yang terkesan hanya jual pepesan kosong saja.

    Lobi-pobi dan teknik-teknik negosiasi sudah lebih baik, mereka sudah memiliki SKILL untuk bernegosiasi.

    Itulah laporan pendahuluan dari saya.
    Amin

  14. Buat respon #31 Bapak Arif.
    Bisnis yang anda tawarkan sangatlah berpotensi dan masuk akal, tapi resikonya besar sekali, main di level itu harus memiliki analisa jitu kata lainnya silaf mata kalah uang?, ada kawan main di level atas dibidang itu sekarang sudah jatuh bangkrut.

    Buat para netter yang baik disini, saya hanya punya asumsi aja bahwa membuka peluang bisnis dengan membuka perkebunan di Nias sangatlah potensial karena :
    1.Lahan tidak di beli mau pake berapapun ada yang penting sanggup mengelolanya.
    2.Distribusi hasil pertanian sekarang ini sudah bagus hampir semua desa bisa masuk truk.
    3.Birokrasi dan administrasi yang tidak ribet.
    4.Tenaga kerjanya sudah ada, tinggal kita memanage aja, saya usul bikin seperti kerja di perusahaan atau system bagi hasil.
    5.Peluang untuk membuat home industri sengatlah terbuka.

    Bulan November ini saya akan meninjau lokasi perkebunan karet terpadu di daerah Subang-Jabar.
    Siapa yang mau ikut belajar saya persilahkan kita janjian, tinggalkan nomor telepon biar ada komunikasi.

    Salam,
    JTD

  15. Saya sangat sependapat dengan ide wiraswasta di NIAS.
    Bahkan dan beberapa bulan terakhir ini saya sedang bergumul apakah pulang kampung atau menetap di Jakarta.

    Saya sudah beberapa kali menjajaki peluang bisnis di Sirombu dengan dijalani ORTU, pertama jualan alat-alat elektronika seperti: TV, Parabola, DVD Player, dll. dan hasilnya sangat memuaskan pada waktu itu. Sekarang sedang mencoba lagi dagang SEMBAKO dan barang-2 kelontong lainnya. Hasilnya juga cukup memuaskan.
    Hal ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat kita sudah membaik.

    Namun Saya lebih tertarik dengan Agribisnis, kalau ada diantara saudara yang memahami bisnis ini tolong dishare disini, antara lain Informasi Teknisnya yang dapat dipraktekkan langsung serta cash flownya bagi yang sudah berpengalaman di bisnis yang sama..

    Kemauan yang besar bagi masyarakat NIAS di perantauan untuk kembali ke NIAS terhalang karena kurangnya informasi tentang peluang bisnis yang ada di NIAS.

    Dengan adanya tulisan ini mudah-mudahan kita dapat memperoleh banyak informasi. Terimakasih kepada narasumber, Bpk. Ir. Mustika Ranto Gulo. Mohon tulisan ini (WIRASWASTA) dijadikan salah satu menu utama di wedsite kita ini.

    Salam kenal,
    Ya’ahowu.

    Elison Waruwu.

  16. gini aja deh…bpk2 pengusaha yang punya modal minimal 30 jt..
    lebih baik anda bisnis saham indeks / mata uang dollar dengan saya..dalam 1 hari keuntungan bisa 5 jtan……
    saham / mata uang tersebut bergerak 150 sampai 600 point per hari.1 point di rupiahkan nilainya 50 rb.jadi kalau sekali transaksi saham saja kita dapat untung 100 point..maka keuntungannya adalh 5 jt.
    kalau kita dapat 100 point saja dr keuntungan transaksi mata uang maka keuntungan 1000 US Dollar ($.1000)

    siapa yg mau tahu bisnis ini..bisa hubungi saya di
    No.telp.081380099066 dengan Arif
    tidak ada tipu2…semua data transaksi lengkap..kantor saya juga jelas..di jkt.

    silakan hubungi nomor tsb di atas..sudah saatnya pengusaha2 nias..go public..jangan hanya tahunya nilam dan karet…mari kita masuki bisnis luar negri..tapi bisa di akses dr dalam negri..
    saya tunggu….

  17. Salam ketemu kembali.
    Saya tangkap satu kata dari respon Bapak X4ve5 W4r yaitu
    1. Malas, 2. belum tahu bagaimana caranya, 3. hasil tani masih murah, 4. pemerintah daerah tidak mau tahu, 5. distribusi pupuk tidak ada.

    Saya sependapat dengan hal ini namun walau beberapa diantara kita sudah mulai putus asa namun ayolah jangan putus harapan bahwa dimana ada kemajuan disitu ada jalan.

    Dalam hal ini saya lebih cenderung jika beberapa tokoh menyatukan hati untuk berbuat sesuatu di Nias, dengan kita mengoreksi berbagai permasalahan dan kendala yang akan dihadapi namun kita berembuk bagaimana solusinya.
    Mungkin untuk jangka instan ini tidak dapat berhasil namun kita harus banyak belajar dan melakukan berbagai ujicoba bagaimana tanaman dan pendistribusian yang baik untuk hasil pertanian di Nias agar mendapatkan hasil yang paling bagus demi masyarakat kita.
    Saya ada usul jika mau kita adakan perkebunan percontohan aja dulu di beberapa daerah, dan lebih dulu kita akan melakukan perbandingan dibeberapa perkebunan diberbagai wilayah di Indonesia. Nantinya kita akan mencari sponsor dari Pemda dan beberapa perusahaan pupuk di Jakarta untuk mendukung kita dalam melakukan uji coba ini dengan kita tetap menjaga simbol saling menguntungkan yaitu Merek Pupuknya nantinya kita promosikan.

    Saya kaget-kaget luar biasa sewaktu saya bertemu dengan bos perusahaan perkebunan pisang dan nenas di lampung yang sudah beromset ratusan miliar per bulan, saya kira kenapa kita tidak bisa seperti itu? padahal menurut saya tanah di Nias jauh lebih subur dari derah sana, lihat aja pisang-pisang di Nias yang sangat subur dan gemuk-gemuk itu pertanda bahwa Nias itu subur tanpa pupuk, apalagi ada pupuk pupuk.

    Hayo mari kita berlomba-lomba mencoba dan belajar untuk mencoba jangan putus asalah, Thomas alfa edison aja seribu kali gagal dalam menciptakan lampu pijar, masak kita gagal sekali-dua kali aja sudah putus asa?

    Mari kita renungkan dan pikirkan bersama. Apa yang harus kita buat?

    Salam,
    JTD,

  18. Syalom, Yaahowu Nias, Horas & Majua-jua!
    Saya temukan situs ini, sangat bagus! Nias pantasnya jadi idola sumatera. Amin! Amin

    Sahagele!
    Nahum S

  19. Di Nias, tidak seperti bayangan saudara saya dalam web ini, kalau jujur saja, mereka tak akan bisa kembali ke sawah, ke ladang atau mengelola karet atau meremajakan pohon kelapa.

    masalahnya yaitu 1. Malas, 2. belum tahu bagaimana caranya, 3. hasil tani masih murah, 4. pemerintah daerah tidak mau tahu, 5. distribusi pupuk tidak ada.

    anda percaya atau tidak, pohon coklat di Nias Barat (sebagai penghasil coklat terbesar di Nias saat ini) tidak dirawat dan tidak dipupuk. Terserah saja, mau hidup atau mati, tidak peduli.

    Siapa yang tangg jwab?
    Jadi, saya tidak berargumentasi dgn tulisan ini, ok bagus, wacana ini di tangkap oleh pemerintah kabupaten dan di anggarkan untuk tahun berikutnya.

    Hasil Coklat di Nias Barat telah merubah tatanan ekonomi rakyat ke arah yg lebih baik. Saya saran tulisan ini diteruskan, masukan tema ‘melipatgandakan hasil tani rakyat dengan memakai teknologi agro bisnis yang canggih. begitu pak Ketum!

    x4ve5War

  20. ya’ahowu…

    saya setuju dengan pendapat dari bpk MRG yang menggambarkan bagaimanana cara membangun nias yang dimulai dari sektor pertanian dan perkebunan. hitungan tersebut menurut saya sangat masuk akal, tetapi yang menjadi masalah adalah dari dalam masyarakat nias itu sendiri yang memiliki ego yang sulit dibendung.

    lihat saja komentar satu persatu diatas mencerminkan sikap yang tidak fer.. tanggapan yang dibrikan selalu memojokkan satu pihak. ketakutan saya, perpecahan akan terjadi dalam tubuh masyarakat nias barat sendiri jika sikap ini terus menerus dipertahankan.

    lebih baik saling mendukung satu sama lain.. saya harap bpk MRG mengkontrol respon2 negatif yang dapat merusak citra nias. karena bukan hanya org nias saja yang membuka web ini, tetapi seluruh dunia melihat sikap org nias.

    thank’s

  21. Untuk Nias Barat,

    Sedikit saya setuju komentar Pengamat LIPI diatas, memang begitu yang terjadi diwebsite ini, makanya jangan heran kalau banyak tokoh dan intelektual nias jarang berkunjungan ke wibsite ini karena hampir semua topik pembicaraan selalu diakhiri dengan pro dan kontra yang ujung-ujung saling menjelekan, memfitnah. Dulu Bapak A. ugi Daely sering menulis disini tapi akhirnya beliau jadi males karena malu melihat dan membaca komentar kita disini.

    Sebagai saranku, alangkah lebih baiknya jika kita memberi komentar yang positif dan bersifat membangun.

    Yahowu

  22. setuju sumbangsih pemikiran netter #19 dari pak laoli. kubaca sekilas pendapat seluruh netter di atas ada yang baek n kurang fokus sesuai topik. tema dari moderator amat baek sekali dan mestinye kite perlu beri dukungan. kepada sdr lattreiyan hia normal saja bila sdr temperamental n masih perlu banyak belajar dari pengalaman senior kayak moderator mustika ranto GUlo

    -pemerhati banten-

  23. Saya berang juga membaca komentar diatas yang kebanyakan sok tahu, Ada yang main blacklist, ada juga yang pake cara-cara premanisme dan ada juga yang menasehati. Pada hal website ini udah mulai bagus kok, mohon kepada kawan-kawan tolong jangan dirusakin lagi yah.,, please deh!

    Untuk sdr. JTD tulisan anda selama ini cukup bagus tapi tolong jaga netralitas KARENA NIAS BARAT SUDAH MULAI KONDUSIF, terus terang saya tidak setuju daftar blacklist diatas, salah satu diantaranya ada orang baik dan beliau cukup dikenal selama ini. jika saudara tinggal didaerah tangerang maka silahkan baca Koran Harian Tangerang Tribun beliau sering muncul disitu, disamping itu juga dia dosen saya sehingga saya tahu persis backgroundnya. Okelah ngga usah kita dipermasalahkan lagi. Untuk Sdr.LH tolong juga kontrol emosimu, kekerasan udah ngga jamannya lagi. Pak Moderator komentar No. 12 dihapus saja jangan dijadikan konsumsi publik, biar adil.

    Sdr. Edward waruwu, berhenti dan bertobat menjelekkan orang lain. Komentar anda diatas ” TELA FAMAGO NASU” (sempat saya baca kok) dan bagi saudara yang memberi komentar yang berupa nasehat tolong BOI SO KHODA GI’O WANOHU. Saya setuju komentar Angelina agar komentar yang tidak karuan dihapus saja.

    Moderator Yth,
    Terima kasih udah memberikan reaksi positif, No obunu galito. Disitulah diuji kepemimpinan anda sebagai leadership sejati, karena komentar yang menyesatkan itu layak dihapus jangan hanya gara-gara komentar dua orang yang menggunakan identitas palsu, ganti-ganti warnet merusak situs ini. Jangan segan menghapus komentar tidak karuan, ” Moi sitobali famakiko media da’a khoda” sehingga orang lain males menulis disini. Saya sangat mengagumi perjuangan anda selama ini. sukses yah.

    Pengamat LIPI yth,
    Sebagai pengamat sebaiknya anda menulis identitas, alamat dan nomor telepon yang jelas, sehingga orang dapat mempercayai penelitian anda. Kalau bisa tolong juga survei situs tetangga sebelah kelihatannya disana banyak masalah dan jarang dikunjungi. Katanya disana sarangnya virus, Ha5 Ha5 Ha5 Just kiding. Thanks. Yahowu

    Huber Daely
    0813 8576 3529

  24. Pak Pengamat LIPI (Palsu atau asli), coba berikan sumbangsih yang baik tentang pemikiran brilian untuk masa depan Nias.

    Supaya generasi kita 25 tahun atau 50 tahun ke depan dapat menajdikannya catatan dan ref untuk mereka dalam membangun Nias.
    saya harap pak MRG suguhkanlah tulisan pengamat LIPI Palsu itu kalau ada, kita mau baca bagaimana hebatnya tulisan dia sbg PENGAMAT LIPI PALSU. Komentarnya jangan di moderasilah.

    Kita sewajarnya malu kepada pemilik blog ini karena ini rumahnya, kita datang bertamu, malah berantam. Ayo, Kita tunjukkan ono niha ramah dan sopan, berikan pendapat yang menolong kita ….

    Sdr Angelina, jangan klaim ono niha hampir tidak ada yang berbuat untuk nias. Hati2 beri komentar karena bisa salah tafsir dan ujung2nya dibalas dengan keras. Anda salah! tahan diri jugalah.

    Sdr Lahterriayan Hia, coba tahan dirilah, mulai menulis lagi, dan jgn tempramental, enjoy saja, seperti pak KETUM PNB ini. Dia tertawa lepas dan itu tandanya Sehat. Sedangkan kita menyimpan sakit hati, akhirnya sakit beneran; saya ajak kita sabar….sabar dan sabar….!minta ampun kepada TUHAN.

    Trims pak ketum Kalau Komentar saya di hapus sebelumnya.

    SAYA TANYA LAGI “SIAPA ICON PRIBADI YANG BISA MENJADI PEMERSATU NIAS, YANG BISA DIDENGAR, YANG BISA MENJADI TEMPAT BERTANYA?”

    Tuhan Memberkati.

  25. Buat Sdri Angelina Nibenia Daeli.
    Mohon maaf jika pendapat saya disini membuat kuping anda panas, cuma sayang sekali anda kurang baca, karena setahu saya nama Ama Klara tidak ada disni, tolong pake kacamata lagi ya. Saya juga sependapat dengan anda jika kita STOP untuk menjelekkan disini tapi kita tulis yang positif saja, diatas saya tidak berniat menjelekkan seseorang tapi saya tulis nama mereka untuk dipertimbangkan karena saya kenal beberapa orang tersebut sebagai tokoh/pakar, masalah putih atau hitam saya juga tidak tahu karena biar masyarakat yang menilai.

    Buat Peneliti LIPPI Aspal,
    Saya kagum dengan analisa saudara, tapi dasar apa anda menilai? menurut saya belangmu sudah tertangkap basah oleh moderator kita.

    Betul kata Moderator Bapak MRG, kita disini tidak bisa menahan EGOISME kita, makanya setiap ada diskusi atau memberi pendapat ujung-ujungnya brantam dan berantakan, kita hanya pintar mengkritisi saja tanpa memberi solusi yang baik. Saya bukan menggurui atau sok menasehati karena saya juga banyak kekurangannya,tapikita kutip kata Miss.Angelina KITA HARUS BERUBAH SEKARANG!!!.

    Salam buat Moderator(MRG) dan terakhir MARI KITA TERTAWA SEJENAK, HAHAHA HIHIHI, biar Rilex

    Salam persahabatan,
    John Travolta Daeli – dari Papua(sementara)

  26. SDR2, MARI KITA TERTAWA SEJENAK, HAHAHA HIHIHI, Luar Biasa
    1. Pengamat LIPI (Palsu atau benar saya tidak tahu) turun gunung menghapus blok kita ini. Tetapi ternyata setelah kita teliti dikirim dari Modem Mobile Phone Pengamat LIPI dengan identitas, Lipi@yahoo.com | 125.160.217.55… mari kita tertawa… haaahahahahaha hehehehe.
    2. Komentar2 disini saya babat, saya berharap tadinya anda menunjukkan NIAS yang nyaman, jendela informasinya sudah terbuka bagi INVESTOR, malah bertamu dan berantam di rumah orang? heheehe hahaha
    3. Pintu Gerbang Nias sudah terbuka, kalau begitu, tunjukkan budayanya donk kepada tamu kita? Budaya yang tinggi dengan tata krama. Jangan seperti kejadian dalam komentar2 dalam topik ini….lucu juga sih.

    Saudara, mari kita tertawa sejenak, hahahaha! Karena tertawa itu sehat, bukan mengejek, tetapi sebagai bukti suka cita karena semua perbedaan sudah di delete habis, skrg tidak ada kenangan pahit lagi. Mari berska cita saja, hehehe.

    Yuk, bersalaman dan beramai satu sama lain.
    Tulisan saya selanjutnya saya akan seleksi komentarnya.

    Yaahowu!
    MRG

  27. Saya kasihan sama kita, SOS! KEPADA MRG PLEASE HAPUS TOTAL KOMENTAR INI!

    Pengamat LIPI Palsu di atas memberikan hasil survey palsu dan seenak dengkulnya mengatas namakan LIPI, seret ke Polisi Huru Hara saja … hahahaha.

    PENGAMAT LIPI Alias Pengamat Komentar Nias Barat, tampilkan dirimu pak, anda menasihati org lain anda sendiri identitas palsu.

    MRG tertawa terbahak-bahak, menonton kita nih. Aku juga geli nih, saya telp beliau (MRG) untuk menghapus semua total komentar ini.

    Saya nama asli, bukan seperti LIPI yang pernah mengatasnamakan orang lain di masa lalu.

    Herman Halawa.

  28. Ada ada saja nih!!!

    Dari pengamatan saya sbb:
    -Komentar No.19 (Angelina) Verry Good dn positif
    -Saya tidak setuju komentar JTD/No.11 merupakan akar permasalahan dari komentar No.13-16.
    -Komentar EW/No.13 & Bes/No.14-15 Penghasut/provokator.
    -Komentar LH/No.16 tidak bisa menahan diri/premanisme
    Inti dan tanggapan dari tulisan diatas: Komentar No. 11, 13-16 kelur dari Topik.

    Khususnya Komentar JTD/No.17 saya setuju pendapat anda “Menantang orang melalui dunia maya maka akan ditertawakan” dicatatan saya ada pernah moderator (RANTO) menantang orang melalui website ini sewaktu menanggapi komentar Budiman Halama, walaupun akhirnya komentar itu dihapus juga tapi sempat tampil beberapa hari.

    Kesimpulan secar umum:

    1. 75% komentar provokator,saling menjelek2an,identitas palsu,Penghasut dan sebagainya.

    2. 10% komentar yang memuji-muji dirinya sendiri, sok pintar dan sok pahlawan.

    3. 15% komentar yang positif, bersifat membangun dan menasehati.

    Perhatian:
    Kalau tidak berubah, maka website ini dapat ditutup oleh Departemen Komunikasi dan informatika apabila ada pengaduan dari masyarakat tentang isi dan keberadaannya yang nilai dapat menimbulkan keresahan,permasalahan dan berbau sara, maka Depkoinfo dapat menutup website ini.

    A3
    Pengamat komentar Nias Barat.

  29. Yahowu Angelina,

    saya baca komentar anda, kog lucu ya, tidak ada yg sebut2 nama ama clara di komentar ini. Anda bukan Angelina yang teliti dan kritis seperti yg saya kenal selama ini

    Untuk Lathe Hia, mungkin anda ONO MATUA SABOLO TOLA Berkelahi, tapi sdh tidak jamannya. Anda akan ketemu batunya, saya kasihan kepada anda. Saya malu komentar anda ini, please dihapus ajalah. Skrg Pakai otak dek, mungkin anda bermaksud mempopulerkan Era-era Hia atau Vena Marundruri, baiknya jangan di web MRG donk! saya kenal anda, adek kelas saya, saya bisa maklumi, tapi org lain belum tentu. Anda ditertawakan gara2 ini, aduh aku jadi malu.

    To Noni, yah harap maklumlah begini kemampuan para sahabat kita kalau komentar di dunia maya yg terbuka. lihat saja NIC, malu kan?

    Saohagolo

    S Nehe

  30. Halo saudaraku, bukan hanya Pak Halawa dan Angelina yang sedih karena ini. Saya ini sdh keliling dunia (bukan Pamer ya), namun karakter yg beginian sangat memalukan.

    Siapa yang tau no Telp Moderator? Aku mau telepon dia, mohon hapus komentar yang memaukan itu, kalau bisa ! Saya setuju dengan Angelina,please dihapus saja komentar miring itu.

    Kepada Adikku Bestiman Zalukhu, saya kenal anda dek, sbgai wartawan, saran: boleh2 saja kritis, tetapi untuk kali ini tahan dirilah kita tidak perlu konflik lagi.

    Aku kasihan kepada penulis artikel ini Pak MRG, maksudnya baik, tetapi kita merusaknya dgn saling menyerang. Belum tentu MRG (Mustika Ranto Gulo) mendengar kalian kan?

    Kepada Latheerian Hia, juga, tidak usah membanding-bandingkan org Nias lah. Jangan ngancamlah, ini dunia terbuka, aduh saya mau menangis lho. Aku ini sangat hormat ide orang, termasuk web ini, kita harus akui bahwa blog nias barat ini sangat kreatif.

    Yah, please dihapus saja semua kalau perlu komentarnya, sebab bisa lari dari tujuan penulisannya.

    Yaahowu fefu

  31. Sdr. John Travolta Daely, Edward waruwu, Bes,Lattreiyan Hia.

    Menanggapi tulisan anda selama ini cukup bagus tapi lama-kelamaan saudara sudah mulai menyerang pribadi orang lain dan yang paling membuat saya geli, saudara mengeluarkan daftar orang-orang yang diblacklist termasuk Bpk. A. Clara Daeli dan lain-lain. Dalam pikiranku timbul pertanyaan : Apa kewenangan saudara? Emang berpengaruh kepada mereka? belum tentu juga mereka baca web site ini karena mereka sendiri punya kesibukan masing-masing, Sebaiknya kita memberi komentar yang baik, objektif dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Kita harus tahu siapa diri kita? Apa yang pernah kita lakukan untuk Nias?. Berbeda pendapat tidak dilarang/boleh-boleh aja, asal jangan saling menyerang (Berdemokrasi secara akademik). Dalam penilaian saya hampir semua orang nias tidak ada yang berbuat untuk masyarakat Nias. Sifat dan kejelekan yang kalian tontonkan diatas tidak mendidik, terus apa bedanya kalian dengan orang lain. Marilah kita STOP kebiasaan buruk yang selalu menjelek-jelekan orang lain dsb, Biasanya orang yang dianiaya dan difitnah itulah yang diberkati Tuhan. Berdamai itu indah.

    Sdr. Moderator Yth,

    Sebaiknya komentar yang kurang ber-etika atau menyerang pribadi orang lain, saya sarankan tidak usah ditampilkan atau di delete saja karena dapat merusak citra dan nama baik website ini sendiri, sehingga mutu dan kebenaran berita yang disampaikan dinilai orang kurang berbobot, sehingga orang lain termasuk saya sendiri yang baru bergabung jadi males menuli disini. KITA HARUS BERUBAH SEKARANG!!!.

    Sebagai Perempuan Nias barat yang cinta damai mohon komentar nomor 11,13,14,15,16, dihapus saja. Karena dapat menimbulkan gesekan dan ketidak harmonisan diatara masyarakat nias barat khususnya bagi mereka diatas. Semoga situs ini menjadi sarana media informasi bagi kita khususnya Nias Bara. Thanks. Ya’ahowu fefu banuama.

    Angelina Nibenia Daeli
    FE_UKRIDA Jakarta.

  32. Yaahowu Ono Niha,

    Saya bekerja di Toko Buku, saya sering baca web ini, tanggapan saya adalah “saya sedih, melihat cara saudara2 saya berpikir, kenapa?” Topik ini kan bagus, mengapa menyambar nama-nama org lain emudian kita hukum mereka?

    terus, antara Komentar No 13 dengan No. 16 SUDAH LARI DARI TOPIK, kenapa kalian tidak malu ya? Dunia interntional membaca artikel ini lo, malukan!

    Aku temukan tulisan ini, ketika saya searching di Google “Peluang Bisnis di Nias”. Saya langsung dapat dan membacanya. Narasi dan Tulisannya bagus, tetapi mengapa komentarnya begitu ya? kadang saya, mengelus dada, yah itulah.

    semoga tidak tersinggung kalau komentar 13 dan 16 di hapus kepada pemilik web ini, tetapi ini hanya usul.

    Yaahowu
    Ama Joyce Halawa
    Pekan Baru

  33. Buat adik/Abang Lateryan Hia,
    Anda tidak usah menantang-nantang orang melalui dunia maya, itu percuma saja malah anda jadi bahan tertawaan orang disini, juga tidak usah membanding-mbandingkan organisasi A dengan B disini lebih baik anda tulis disini yang bisa membangun kita semua, dari pada ngomel-ngomel.
    Anda adalah intelektual yang bisa diandalkan namun jangan salah mengambil peran tapi berbuatlah yang terbaik untuk Nias.

    Buat Bapak Bes, (seharusnya jangan hanya nama Bes saja tapi “BEST” (terbaik) he15x sorry becanda pak mudah2an Bapak tidak marah)
    Saya setuju dengan Bapak Best, sebagai masyarakat kecil kita juga harus mulai dari yang terkecil aja dulu, kebanyakan saya lihat kita itu terlalu jauh/tinggi memikirkan bagaimana membangun Nias yang akhirnya berujung pada kegagalan.
    Sebaiknya kita membangun Nias mulai dari level bisnis bawah saja, simple2 saja ga usah gede-gedean karena saya pikir kita belum siap dengan yang gede2. Saya lebih setuju jika kita membangun home industri aja dulu atau bercocok tanam yang baik dan benar, kita gerakkan orang-orang Nias untuk belajar-berlatih bagaimana cara membuat suatu hasil karya pertanian yang baik yang bisa menjadi Brand yang layak dibanggakan dan menghasilkan. Saya yakin kita bisa karena Nias sangat Subur dan kaya akan hasil pertanian, kita sebenernya hanya butuh cara bagaimana membuat dan mengelolanya saja.
    Contohnya :
    1.”DODOL GARUT” dodol garut itu sudah menjadi Brand yang sangat terkenal di Indonesia sampai manca negara dan memang lumayan enak yang menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat, tapi kalau mau jujur “DODOL DUREN NIAS” jauh lebih enak dan gurih dari semua dodol yang pernah saya cicipi.
    Jika kita bisa kembangkan dan kelola bagaimana dodol dari nias punya Brand dan pemasaran dengan baik “BRAND” tsb, saya yakin ini salah satu sumber penghasilan melimpah buat Nias.
    Coba kita pikirkan masih banyak lagi andalan-2 yang bisa kita masukkan dalam diskusi.

    Buat Bapak yang masuk kategori Baik diatas kalian pertimbangkan lagi Pak usul distas dan teman-teman lainnya, siapa tahu Bisnis Bapak2 geluti sekarang diberkati Tuhan tapi jangan lupa Pulau Nias lagi menantikan hasil karya kita agar kita jangan hanya menunggu bantuan Luar Negeri saja, tapi kita juga Isi dan ambil peran demi masayarakat Makmur dan sejahtera.

    Salam,
    JTD

  34. Mr. Edward Waruwu.

    Setahu saya ngga ada nama Edward Waruwu di UKI, kalau kau jantan tunjukin dirimu, Jangan berani di internet doang, kita bertemu saja.
    Berapa nomer HP anda? Ini nomer HP saya 0815 33 92 711 or 990 19 777. Aku tunggu yah, Mengenai pilar apa yang kau bangga2kan, sama saja juga bohong.

  35. Maaf Pak Laoli, saya tidak bermaksud no 1 -5 macam-macam, tetapi dari traderecord mereka amburadul. Lagian orang Nias Barat semua, kita bicara Nias seutuhnya kan ya?

    Trus, kawan2 itu harus koreksi diri, juga. Organisasi dimana-mana mereka obrak-abrik.

    Yah, sudahlah… yg penting saya bangga kalau profile Nias yang ditulis di atas menjadi berkat.

    NIAS HARUS MAKMUR. AMIN

  36. Ya, Pak John Travolta Daeli, sorry baru online sore minggu nan cerah ini. Tadi ada pesta ono niha di Ambarawa. Senen kami sdh di Jakarta selama 1 minggu.

    Kalau analisa saya, bahwa pak MRG sepertinya menolak secara halus kalau ada acara seperti Usul Komentar “BANUADA” diatas. Sebenarnya menurut hemat saya “tidak salah kalau sebatas diskusi saja”.

    Tetapi terserah mereka saja. Di Nias Utara sebenarnya banyak Potensi2 yang bagus-bagus, bukan di Nias Barat saa, tidak usah saya sebut nama merekalah.

    Makanya pertanyaan Pak Laoli di komentar no. 10, perlu kita jawab, apakah Pak MRG masih bersedia untuk sekedar silahturahim dgn para tokoh2 Nias? “SIAPA ICON PEMERSATU NIAS DI JAKARTA?”.

    Pak MRG, ini ada satu syarat pak, kalau jadi kumpul, jangan bicara pemekaran atau politik, orang2 alergi mendengarnya. Kedua, peserta dilarang berjanji untuk membangun Nias, nanti kalau tidak realiasi jadinya apa?

    Nama2 orang Nias di Tatuhini Nias Bangkit yang disebut di komentar No 12, di Black list aja dari daftar orang Nias yang membangun NIAS, omong kosong juga orang2 ini. Kasus mereka luar biasa, terutama sebagai penyebab “JANJI OMONG KOSONG ANAK2 UKI”.

    Pak MRG belajar dari situasi itu, kami doakan!

    amin

    Bestiman Zalukhu

  37. KLARIFIKASI

    Udah sekian lama saya tidak menanggapi dan menulis di web site ini dan mungkin juga ada beberapa individu yang menghubungkan saya dengan berbagai komentar miring selama ini padahal saya tidak pernah menulis apapun karena saya bukan tipe orang yang suka membuka bobrok orang lain melalui internet. Sekalipun ada yang saya tidak suka sama orang lain biasanya saya langsung klarifikasi kepada yang bersangkutan tanpa saya ekspos di web site ini, silahkan tanya Bung Ranto dan A. Tofer Daeli jika ada unek-unek saya langsung telepon atau sms mereka untuk klarifikasi, Berhentilah kita menuduh orang lain karena belum tentu oran itu melakukannya.

    KEMBALI KE TOPIK DIATAS

    Tulisan Bung MRG diatas sangat bagus dan perlu ditindaklanjut jika hanya sebatas tulisan sama saja bohong, kalau meurut hemat saya tidak perlu banyak orang yang dilibatkan cukup 1 sampai 3 orang saja, karena kalau terlalu banyak orang terlibat didalamnya maka kepentingan dan egonya juga banyak sehingga program kerjanya tidak berjalan,yang penting orang yang dilibatkan betul-betul orang yang punya komitmen, dapat meluangkan waktunya, punya konsep yang jelas, dan punya relasI di Luar Negeri. Kita perlu belajar dari pengalaman pada tahun 2006, PGI dan sekelompok intelektual Nias membentuk organisasi berupa yayasan namanya ” Tatuhini Nias Bangkit” salah satu visi misinya memberdayakan masyarakat dan potensi Nias. Personilnya juga tidak tanggung-tanggung para ahli dan pakar ekonomi, Untuk mengingatkan kita sebagai pengurus personil Nias bangkit sbb:

    Dewan Penasehat:
    1. Toenggoel Siagian, M.Ed.
    2. Baktinendra Prawiro, MSc.
    3. Prof. Dr. T. Ndraha
    4. Dr. Ir. Tarmiden Sitorus
    5. Arkian Zebua, SE., MSc
    6. Dr. Miranda S. Gultom
    7. Dr. Hekinus Manao
    8. Pdt. Weinata Sairin, MTh
    9. Pdt. B. Laiya, STh, MA

    Pengurus Harian :

    Ketua : Esther Telaumbanua, SE (Bappenas)
    Sekretaris : Drs. Arisman Zagoto (Anggota DPR-RI)
    Bendahara : Yupiter Gulo, SE.,MM (Ka. Distrik BRR Nias)
    Anggota : Drs. Edison Ziliwu, SE.,MM (Dosen, Sekum HIMNI)
    Era Era Hia, SE.,MM (Dosen, Anggota KPAID)
    Pdt. Soziduhu Lombu (Dosen, Pendeta, PNS)
    Djurmainah Mendrofa (Dosen)
    Hasaziduhu Moho, SH (Praktisi Hukum)
    Onida Sarumaha (Dosen)

    Mereka berkantor di Gedung Suara Pembaharuan sampai sekarang ini., Tetapi kok kenapa banyak program kerja mereka tidak jalan??? itu karena anggota dan pengurusnya tidak punya waktu dan punya kesibukan masing-masing, sehingga program kerja Nias Bangkit terbengkalai, pengalaman diatas penting, tidak perlu banyak gelar dan sebagainya.Justru saya lebih yakin jika ada orang nias nyari inverstor bawa langsung ke nias itu lebih efektif. Seperti yang dilakukan sdr. Fena Marunduri di nias barat, dan informasi yang saya dengar bulan yang lalu saudara Fena dan beberapa Consultant telah pergi ke Nias barat untuk meninjau lokasi Nias Barat, mudah-mudahan ada maksud baik dari kunjungan mereka ke Nias Barat. Komentar saya diatas hany sebagi usul dapat diterima dan dapat juga tidak. God Bless For You All. Bravo Nias Barat.

  38. Mohon maaf kepada teman-teman disini kalau kriteria bapak-bapak yang saya usulkan diatas sudah mulai diblacklist sbb:
    1. Abisaloni Gulo – Pengusaha/Dosen (OUT) saya baru tahu dari teman.
    2. Era-Era Hia – Pengusaha/Politikus (OUT) Saya baru tahu juga dari teman.
    3. Ebennezer Hia – Pengusaha/Ahli IT (OUT) saya baru tahu dari teman.
    4. Efendi Zebua (Ama Wirda) Pengusaha (OUT) saya tidak kenal orang ini.
    5. Ama Dian Daeli – Pakar Multi Finance (OUT) Saya baru tahu sepak terjangnya ternyata Juragan Kuperasi didepok.

    Kalau Bapak Mansyur (Ama Joshua), Bapak ini tinggal di Tebet Jakarta Selatan, saya kenal beliau seorang distributor sukses dalam penjualan suatu product minuman.

    Saya sangat setuju sekali kalau Bapak MRG mau mengkoordinir kawan-kawan yang masuk kategori “Baik” untuk duduk bersama memberi buah pikiran dalam membangun Nias.
    Tapi saya usulkan juga Pak, kalau seminar/diskusi berjalan baik, saya harapkan jangan hanya dari Nias saja yang diundang pak, tapi kita undang orang lain yang sudah sukses dalam berbagai bisnis,kita juga perlu Studi Banding (he15x seperti DPR aja) kesalahsatu perkebunan atau usaha/jasa yang sudah maju pesat.

    Contohnya kita belajar dari A-Z bagaimana cara pembuatan kerupuk pisang di lampung/Bagaimana bercocok tanam coklat yang baik dan benar/Bagaimana beternak babi yang baik/bagaimana bercocok tanam cabe/kacang dan banyak lagi yang perlu kita pelajari baik dari bisnis Jasa & produksi hasil pertanian.

    Saya kira teman-teman diatas banyak yang sudah berpengalaman. dan kini saatnya kita berbuat untuk Nias. Ingat”Bukan NTAR/BESOK/NANTI tapi mulai dari sekarang”.

    GBU All,

  39. SIAPA ICON PEMERSATU NIAS YANG CUKUP DIHORMATI DI JAKARTA?

    Yth Pak Bestiman Zalukhu

    Jgn buru2 menilailah, sekalipun no 1-5 trouble maker toh mereka sadara kita. Yang perlu dipikirkan jika ONO NIHA dimana-mana tidak benar lakunya. Di tegerang contohnya, Ono niha di cap penjilat dan tersangkut uang PILKADA. Ini yg perlu di obati!

    setuju pak Ketum (MRG), tidak usah kumpul-kumpul, dulu saya sering kumpul sama eben, ya jadinya berantakan.

    Sudahlah.

  40. Hohoho….., setuju bos! tidak perlu kongko-kongko dgn pengusaha klas atas itu no. 1 s/d 5… di kriteria res “john travolta daeli”… sori ya, ini pendapat saya jangan tersinggung, mendingan pendapat “banuada” diteruskan. tidak mesti MRG lah yang lead, jika bos-bos ini setuju!

    Orang yang namanya pakar kadang copypaste pendapat orang.
    usulan John Travolta Daeli, no. 1 s/d 5 trouble maker di nias barat, jangan di tampilkan di Nias induk, please deh! sdh diblack list tuh! hohoho.

    Tapi, bolehlah no. 6-10, cuma pak Mansyur saya belum kenal.
    Setuju yg ini, itupun kalau jadi:
    6. Ama Grace Zebua
    7. Fa’a Daeli (Ama Ceilin)- Pengusaha
    8. Jupiter Gulo – BRR
    9. Andrias Harefa – Pakar Penulis Nasional
    10.Mansyur – Ama Josua (Pengusaha)

    respon nama “Banuada” di atas kalau kamu laki-laki tolong nama anda siapa, jangan samaran, idemu bagus, mengapa takut? Termasuk ACM, siapa?

    Pak MRG, tulisan mereka saya jamin tak akan ada, mereka sibuk atau tidak bisa …. tdk sempat nulis. hohoho!

    Bapak2 yg terhormat mari bangun Nias.. yuk, tapi dgn cara apa? Topik ini bagus dikembangkan, setujuuuuuuuu ?

    Bestiman Zalukhu

  41. Yaahowu Rekan-rekan yang baik.
    Komentar sangat baik, namun sayangnya tidak jelas karena nama samaran semua.

    Ide ini cukup bagus, namun kami belum bisa memberi respon ya or tidak. Kami trauma kumpul-kumpul model di atas, ujung-ujungnya brantam, maki2 dan ancam-ancam untuk bunuh membunuh. Akhirnya cita-cita luhur kita menjadi buyer.

    Begini saja, kepada para pakar saya ajak menulis topik2 bagus tentang PELUANG BISNIS DI NIAS, kelak kita seminarkan. Tetapi bahan tersebut di publish di sini untuk menguji pemikiran anda. Hal ini lebih fear, sebab kadang kita tertipu oleh tampang dan gelar atau nama yang tenar. Giliran disuruh menuangkan ide di atas kertas, na baru ketahuan siapa orangnya.

    Semua harus teruji, trims untuk res”#Banuada, Res#Bes, Res#ACM dll. Sukses selalu.

    Saya tunggu tulisan anda.

  42. Kepada res #banuada, mengapa tidak pakai nama asli saja pak? supaya bisa kita kontak no telp berapa?

    Saya juga setuju, hal itu, cuma nama saya disebut-sebut, apa serius ?

    Jangan asal-asalan pak kalau bicara, masalahnya nama org tua kita juga ikut disebut-sebut.

    Siapa organizernya? Apa Ama Maya Gulo dengar atau baca komentar ini….?

    Ide Bagus, tetapi initial BANUADA ini misterius…!

  43. Mohon dipertimbangkan untuk melibatkan juga, beberapa pakar-pakar bisnis di Jakarta seperti :

    1. Abisaloni Gulo – Pengusaha/Dosen
    2. Era-Era Hia – Pengusaha/Politikus
    3. Ebennezer Hia – Pengusaha/Ahli IT
    4. Efendi Zebua (Ama Wirda) Pengusaha
    5. Ama Dian Daeli – Pakar Multi Finance
    6. Ama Grace Zebua
    7. Fa’a Daeli (Ama Ceilin)- Pengusaha
    8. Jupiter Gulo – BRR
    9. Andrias Harefa – Pakar Penulis Nasional
    10.Mansyur – Ama Josua (Pengusaha)

    Cuma diseleksi lagi ya siapa tau nama-nama diatas masuk kategori Blacklist.

  44. Pak MRG (Mustika Ranto Gulo), salom!
    Saya dukung pendapat John Travolta Daeli, pilih jalur bisnis saja pak.

    Saya berpendapat, tidak cukup dengan doa saja pak, dan kedua, saya saran mending kita bikin ‘temu wicara putra Nias’ secara rutin.

    Cukup 9 orang saja, bahan obrolan kalian, kami siap terbitkan dalam bulletin gratis untuk kalangan sendiri di Nias. Untuk pedoman masyarakat Nias dalam membangun 25 tahun masyarakat Nias yang MADANI, “open minded Nias people” misalnya, personilnya:
    1. MRG (mustika ranto GUlo)
    2. ANG (Ama Niso Gulo)
    3. Ama Clinton Mendrofa
    4. Ama Tara Gea
    5. Ama Yorin Laoli
    6. I. nduru
    7. Ama Moses Maruhawa
    8. Ama Ugi Daeli (senior)
    9. Siapa lagi?

    Itu pendapat saya, kita galang teman-teman yang penulis juga kalau setuju, kita bikin buku peluang bisnis di Nias (seperti tulisn bapak, setuju?

    tujuannya untuk mewujudkan tulisan anda itu, sebab tidak gampang pak, bikin buku itu.

    kalau setuju, mari kita uji, bagaimana pendapat yang lain.
    Bagaimana?

  45. Pak ANG, Saya setuju Pak ANG, tapi tidak setuju sediit dgn pak John Travolta Daeli, karena politik itu baik, perminanannya yang kadang kurang fear

    Semoga Nias bisa menjadi batam ke II, itu artinya Nias menjadi area industri (mungkin nggak ya)?. Ini sebua harapan alias doa saja, nggak usah ditanggapi minor. Investor itu penting pak, dibawa ke Nias saja rame-rame.

    Saya juga salut hitungan pak MRG di atas, presentasi anda di atas good….., setuju, mending pertanian yg dikembangkan di Nias, sebab industri susah dari sisi transportasi.

    Seharusnya pak Bupati Nias yang bicara begini ke rakyatnya, tetapi tak apalah, MRG juga calon pemimpin ke depan, sdh mulai merambah… hehehe8x.

    Mengapa tidak ke politik ? silahkan saja sambil bisnis, hehehe… saya tahu beberapa bisnisman di jakarta juga begitu. Bisnis tanpa politik mandek … hehehe.

    Sukses deh untuk MRG dan ANG!

    Bestiman Zalukhu

  46. Pak ANG & Pak John Travolta Daeli,

    Terima kasih masukan dan komentarnya, jalan hidup kita masing-masing sudah diatur sedemikian rupa oleh TUHAN. Dengan membagi pengetahuan saja sudah merupakan usaha membangun NIAS, semoga kita berhasil ya. Berpolitik juga okey2 saja, tetapi belum ada panggilan hidup kesana.

    Untuk apa kita ramai2 memperebutkan jatah saudara kita. Saya yakin talenta saya ada di bidang yang saya geluti saat ini, baru itu yang saya tahu. Tuhan masih belum mempercayakan bidang lain, seperti politik, hehehe!

    Saya berpikir terus kalimat ini: “BELUM ADA BISNISMAN BERSKALA NASIONAL DARI NIAS”, bagaimana pak ANG, sudah siap? hehehe!

    Saya tersita terus memikirkan apa yang bisa kita buat, sekarang saya berdoa dgn topik :
    1. Berkati org Nias di Kampung ya TUHAN, supaya mereka produktif, baik dgn cara bertani, maupun dengan usaha dagang.
    2. Berkati org Nias di perantauan ya TUHAN, supaya menyisihkan pendapatannya untuk modal orang-orang kampung di Nias.
    3. Kirimkan kami investor ya Tuhan, supaya ada perubahan drasts di Nias.

    Semua orang Nias(anak2 Nias yg sudah mapan) sebenarnya adalah investor sejati untuk daerah kita, tanah kelahiran kita, Nias tercinta. Caranya adalah dengan mengirim dana modal kepada anggota keluarga kita (yg bisa dipercaya) untuk usaha dagang kecil2 saja itu sudah hebat.

    Atau modal membeli bibit 10 tanaman coklat perminggu untuk ditanam disela-sela pohon karet di Nias. Selama setahun, maka keluarga kita sudah bisa menanam pohon (10 pohon x 365 hari) = 3650 pohon,per tahun.

    Katakanlah ercapai hanya 50% saja, yaitu 1825 pohon. Produksi coklat kira-kira 1 (satu) pohon, buah mentah mencapai 162 kg per minggu. kalau harga buah mentah Rp. 3.200 per kilo, artinya = 1.825 pohon x 162 kg x 4 minggu per bulan x Rp. 3.200 per kilo = 23.360.000 (juta) per bulan.

    Biasanya Tanaman coklat mulai menghasilkan pada tahun ke tiga. Kalau saja hal ini yg kita lakukan, itu sudah hebat, pujilah nama Tuhan, kalau bisa kita mulai dari hal yang kecil saja. Secara optimistis, katakanlah hasilnya cuma 50% saja, = 11.680.000 rupiah perbulan.

    Untuk apa jadi kuli di Negeri orang?

    MRG

  47. Saya setuju dengan Tulisan “PELUANG BISNIS” di Pulau Nias, pada dasarnya Nias semacam Berlian yang belum di apa-apain, artinya di Nias itu banyak sekali peluang Bisnis yang menggiurkan, cuma caranya untuk memoles atau membuka jalan bisnis itu yang perlu kita diskusikan sekarang. Kata beberapa pakar Bisnis mengatakan Sampah busuk kalau di poles dengan baik bisa jadi Berlian.
    Untuk saudaraku MRG (MUstika Ranto Gulo) dan ANG (Ama Niso Gulo), saya setuju kalau bapak-bapak kita ini membangun Nias dengan membuka beberapa bisnis di Pulau Nias, saya yakin anda-anda inilah pakarnya bisnis karena selain punya modal yang melimpah, Bapak2 kita ini mempunyai leadership yang baik dalam menjalankan usaha apapun.
    Sebaiknya jangan membangun Nias dengan jalur politik Pak, nantinya disumpahin mati oleh masyarakat tiap hari, politik itu kotor terutama buat Bapak MRG yang hamba Tuhan, walau setebaltebal iman kita dalam berpolitik nantinya akan serba salah, maju kena-mundur kena akhirnya berbuat dosa terus. Tapi saya pun tidak anti berpolitik namun kalau Bapak2 (MRG/ANG) mau membangun nias sebaiknya jangan jalur politiklah.

  48. Ya’ahowu!

    Tulisan yang dipaparkan oleh CEO PT Micro Tellindo Jakarta yang tidak lain adalah talifusoda Bp. Mustika Ranto Gulo (MRG) sangat bagus. Walaupun tulisan tsb di atas masih akan berlanjut pada episode berikutnya, namun hal tsb di atas telah mencerminkan bahwa MRG salah seorang figur yang memiliki leadership yang visioner untuk Nias ke depan.

    Ada benarnya jika Tano Niha sampai saat ini secara komprehensif (menyeluruh) belum dikelola optimal dengan baik & tepat guna. SDA-nya secara menyeluruh belum optimal dikelola oleh SDM yang tepat guna & berkualitas, sehingga bung MRG dengan visioner kepemimpinannya mengingatkan kembali kepada kita bagaimana menjadikan Nias sebagai “lautan berlian”. Asal bukan jadi “tsunami berlian” he…8x. Mungkin lebih pas jika Nias dikelola sebagai “tanah emas / tano ana’a” yang merupakan tanah harapan/impian setiap Ono Niha dimanapun berada.

    Pasca Tsunami & gempa maka BRR, NGO, LSM dll bersama pemerintah telah melakukan yang optimal untuk memulihkan pembangunan Nias di berbagai sektor. Moga-moga dapat ditingkatkan dan diteruskan oleh kita di kemudian hari seperti yang telah dikemukakan oleh pak MRG di atas.

    Secara umum saya appreciate kepada pak MRG dengan tulisan di atas. Moga2 kelak bung MRG dapat membangun Nias secara langsung apakah melalui jalur profesi bisnis, atau melalui jalur politik. Apakah bung MRG tidak ingin berpatisipasi sebagai ‘bursa calon’ untuk legislatif 2009 atau ‘bursa calon’ Pilkada 2011? All the best, Gbu.

    Shallom,
    ANG
    +6281931105988

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s