Fotu ba Menemene

Silu Sotora Simbolo Afasi, Ha Sowoho Zi Lomoi Ba Zisochi

Pepatah Nias yang bersifat Nasihat “FOTU” untuk memberi arahan kepada setiap orang yang bandel dan suka ‘ngotot’ terhadap sikap pemberontakan. Ketika orang tersebut di ajak untuk berdamai maka pepatah ini dipakai ” Silu Sotora Simbolo Afasi, Ha Sowoho Zi Lomoi Ba Zisochi”. Hanya orang gila, sedeng yang tidak mau diajak berdamai untuk kebaikan. 

Salam Nias Barat  

 

Iklan

33 pemikiran pada “Fotu ba Menemene

  1. nias Barat……………..!11
    BANGKIT……………..!!!!!!!!!!!!

    Tuhan sllu memberkati kita semua………………amin……………!

    mari membangun seluruh PULAU NIAS………………!!!
    jngn pernah ada rasa irihati, dengki, egois dan lain2, moga kita selalu satu dan tak pernah pecah pendapat…………….?

  2. — Lo sendroro sitenga “sokho”, lo samaeri sitenga so”ono”
    — Marilah kita anak daerah “Nias Barat” bersama membangun, berjiwa patriot, dan saling menunjang serta bersikap adil…….

    > Hulo malu daho nago sambua so baisaetago
    > Hulo malu dafofogo sambua so baifofo’o
    Dengan itu, Mari kita bersama-sama memberikan solusi, informasi, serta program2 yang bersifat membangun demi kemajuan n kelancaran pembangunan daerah kita Nias Barat.

    >> Dan segala sesuatu yang Kamu lakukan dengan perkataan/ perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan yesus.
    (kolose 3:17a)
    Nias Barat……..!!!! MERDEKA…..!!!!!!!!!!

    SYALOM SEMUANYA

  3. Hello !.
    Sangat berterima kasih mendengar berita2 di Nias Barat ini. Kami adalah anak2 Nias barat di perantauan dengan senang hati bisa menyapa Yaahowu!

    Dan
    Selamat Hari Natal 25 Des 2009

    dan Tahun baru 01.01.2010

    Tuhan Yesus Memberkati!

  4. Ya,ahowu pak Mod Moderator.

    Tamane ua ba gamaedola da,o ta,ando ia ena,o boi kalua ia naso hadiaia nifatuno sadolo ba wahasara dodo. Na mefona da,o ba fonu ndra satua mbanua naso zilo omasi moi ba zisochi. Hewisa wo,i na tafake gamaedola Niwa,o-wa,o zatua imane Kooko bahili ba kaoko bandraso faolo goi nda,ugo ba ufaolo goi ndra,o afu orudu ita fao-fao. Taharapkan na da,a nifake mena,o ba wo bangun choda Nias Barat da,a. maaf na fasala gamaedola da,a.

  5. YTH
    Sdr2 Kami dari Nias daerah pemilihan di nias…
    -sebarkan sms agar jgn pilih kader partai yang bermasalah….! Caleg penipu sampai ybs menunjukkan dirinya u bertanggung jawab…!
    -sebarkan informasi bhw sdr Ebenezer Hia sedang dicari oleh pihak berwajib dan para korban http://www.microcyber.net yang kena tipu karena hosting di tempat sampahnya eben.

    HANURA sangat dirugikan dengan kader seperti ini, lepaskan saja pak…org ini sdh payah dan tak akan mgkin lagi… ini pendapat saya pribd

    bgm kalau besok kita kumpul lagi di polda mendesak agar ybs segera di tahan saja. Mash berkeliaran di bekasi tuh, ybs berbohong …dia ngga di Nias…! Ada saudaranya lihat btg hidung ….eben.

    Benar kah org nias membela ybs ? saya rasa tidak..saya ada teman org Nias di polda …nggak benar dia dibela katanya. Cari tahu dimana dia???

    ini peringatan u pendusaha bermental penipu!

  6. Memaknai Imlek dalam Kehidupan Bernegara

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Pada 26 Januari 2009, masyarakat Tionghoa menyambut sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek 2560. Layaknya tahun baru, Imlek kini juga dirayakan seperti Natal dan Idul Fitri atau hari-hari besar lainnya. Secara terbuka dan meriah tentunya.
    Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan pada hari pertama dalam bulan pertama kalender Tionghoa. Namun, jika ada bulan kabisat kesebelas atau kedua belas menuju tahun baru, maka Imlek akan jatuh pada bulan ketiga setelah hari terpendek. Ini pernah terjadi tahun 2005 dan baru akan terjadi lagi pada tahun 2033.
    Sejarah mencatat, penanggalan Imlek dimulai sejak tahun 2637 SM, sewaktu Kaisar Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Ketika ini, penetapan tahun baru berperan amat penting, karena menjadi pedoman mempersiapkan segala pekerjaan untuk tahun yang berjalan.
    Penanggalan Imlek dan penanggalan masehi berselisih 551 tahun. Dihitung berdasarkan kelahiran Nabi Khongcu pada tahun 551 sebelum masehi. Makanya, tahun Imlek lazim disebut sebagai Khongculek. Jadi, jika tahun masehi saat ini 2009, maka tahun Imleknya menjadi 2009 + 551 = 2560.
    Sejatinya, orang Cina menyebut tahun baru ini adalah Sin Cia Imlek. Im berarti bulan, sedangkan lek bermakna penanggalan. Perayaan yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama ini bermula dari sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari semuanya itu tak lain sebagai wujud syukur dan doa harapan rezeki di tahun akan datang lebih banyak. Juga sebagai ajang silaturahmi.
    Setiap acara sembahyang Imlek, minimal disajikan 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Kue yang dihidangkan biasanya lebih manis. Ini harapan agar kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Ada pula kue lapis sebagai lambang rezeki yang berlapis-lapis. Sedangkan kue mangkok berwarna merah dan kue keranjang biasanya disusun ke atas. Ini simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.
    Di Indonesia, selama 1965-1998, tahun baru Imlek haram dirayakan di depan umum. Rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang larangan segala hal yang berbau Tionghoa. Jadi, selama tiga generasi, etnis yang mengenal 12 shio ini merasakan pahit dan sakitnya diskriminasi serta terpinggirkan dari arena kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Untunglah reformasi bergulir dan angin segar itu berimbas juga pada etnis Tionghoa. Orde Baru runtuh dan hampir seluruh peraturan yang mendiskriminasi, perlahan dieliminasi. Perayaan tahun baru Imlek secara Nasional pertama kali dilaksanakan oleh Majelis Agama Konghucu Indonesia (Matakin) tanggal 17 Februari 2000.
    Ketika Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI, terbit Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Kemudian Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional. Sejak itu, Imlek bebas dirayakan secara terbuka dan hingga kini masa pemerintahan Presiden SBY, Imlek diakui sebagai salah satu keragaman yang ada di Indonesia.
    Kita hendaknya tidak atau jangan melihat lagi bahwa orang Tionghoa adalah ”orang lain” dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga jangan ada lagi dikotomi kami, yang ada adalah kita.

    Tahun Kerbau

    Apa yang membedakan Tahun Baru Imlek dengan tahun baru lainnya? Yang paling mudah ditandai adalah perlambangan shio yang menyertainya. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, shio mengandung makna sekaligus peringatan bagaimana berbuat dan bersikap menjalankan kegiatan selama berlangsungnya tahun tersebut. Sesuai tradisi, Tahun Baru 2560 termasuk Tahun Kerbau. Sang kerbau digambarkan sedang dalam perjalanan.
    Kerbau dikenal jenis hewan pekerja keras, rendah hati, sabar dan cinta damai. Ditarik sisi positifnya, maka pada tahun 2009 ini kita dituntut tidak leha-leha atau diam berpangku tangan. Kerja, kerja, kerja, tak kenal lelah seperti kerbau, itulah yang harus dilakukan jika ingin mencapai keberhasilan. Logika memang, pesan ini cukup relevan dengan kehidupan saat krisis global melanda dunia.
    Kita tentu berharap bahwa tahun baru akan menjadi babak baru kesuksesan serta berbagai harapan lain untuk kita semua lebih maju, lebih baik. Oleh karena itu, perlu tindakan-tindakan nyata yang baru pula. Sebab, jika hanya mengharap dan mengharap, maka semua harapan akan sia-sia belaka.
    Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, hendaknya pesan Imlek ini dapat dijadikan momentum perubahan agar setiap kebijakan pemerintah lebih berpihak pada rakyat. Apalagi bangsa ini akan menghadapi hajatan besar yakni Pemilu 2009. Keterlibatan aktif masyarakat Tionghoa untuk menggunakan hak pilihnya jangan di sia-siakan karena masa-masa diskriminasi telah berakhir.
    Kini saatnya kita berbenah, introspeksi diri, dan lebih peduli dengan sesama. Keyakinan bahwa setiap tantangan sesungguhnya di balik itu ada peluang, harus diyakini. Hanya orang-orang positif yang akan melihat peluang meskipun itu di antara himpitan, cobaan atau hambatan sekalipun. Sedangkan orang yang berpikiran negatif selalu hanya melihat ancaman meskipun peluang itu ada di depan mata. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.
    Sebagai warga negara yang sah dan mendapatkan kedudukan sama di Republik ini, masyarakat Tionghoa juga wajib memiliki nilai-nilai yang bisa disumbangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Barangkali perlu juga diingat, ditengah kondisi krisis global saat ini, perayaan Tahun Baru Imlek janganlah hanya mengedepankan pesta pora dan hura-hura. Sebab, selain kurang etis, berpesta pora saat krisis juga bisa menambah berat beban perekonomian karena secara tak langsung bisa memancing kenaikan harga. Semoga Tahun Baru Imlek 2560 membawa harapan baru untuk perbaikan yang nyata dan lebih merekatkan kebersamaan dalam masyarakat.
    Gong Xi Fa Cai.

    Mudah-mudahan tulisan ini memberi manfaat bagi saudara kita yang merayakan Imlek.

  7. Tuan Obama, Hentikan Perang Itu!

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Resolusi nomor 1860 tanggal 9 Januari 2009 yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) seolah tak ada arti karena dentuman bom, rentetan senjata dan korban yang terus berjatuhan di Palestina terus saja terjadi. Damai belum juga wujud di Gaza, setidaknya hingga tulisan ini dipublikasikan. DK PBB itu mandul, tak menunjukkan keperkasaannya menciptakan perdamaian di dua wilayah Timur Tengah yang kini bertikai hebat itu.
    Dunia mengutuk, masyarakat internasional pun mengecam agar perang dihentikan. Memang pantas rasa solidaritas kita gelorakan meski kita berada di belahan bumi yang lain. Kemanusiaan dan kedamaian haruslah dikedepankan demi kehidupan yang berkelanjutan.
    Menjadi pertanyaan barangkali, apa yang bisa menghentikan perang itu? Atau siapa yang bisa menghentikan perang yang menyebabkan korban tak berdosa terus berguguran itu?
    Berharap pada pemimpin di Timur Tengah (Arab) yang secara geografis menjadi saudara paling dekat dengan Palestina maupun Israel? Rasanya pembelaan yang tampak setengah hati. Kita pun mafhum, sedangkan berbagai konflik internal saja, mereka belum mampu mengatasinya. Inikan pula untuk menghentikan perang yang entah merebutkan apa antara Israel dan Palestina.
    Selain konflik internal, kita juga tahu bahwa banyak negara Arab berada pada kendali Amerika Serikat (AS). Ini sudah jadi rahasia dunia. Tapi sudahlah, itu cerita lain. Yang diinginkan masyarakat internasional saat ini adalah perang segera berhenti dan masyarakat Palestina mendapatkan kembali hak-hak hidup layaknya manusia lain di muka bumi.
    Setidaknya, hingga memasuki hari ke 20 perang Israel-Palestina, sudah lebih 1000 jiwa terkorban, yang umumnya masyarakat sipil dan didominasi anak-anak. Tidakkah besarnya jumlah korban itu menjadi syarat bahwa damai dan gencatan senjata harus dihentikan? Belum puaskah kedua belah pihak mempertontonkan penderitaan anak yang kehilangan ibu, istri yang kehilangan suami, orang-orang tercinta, harta benda, bahkan tempat berteduh sekalipun? Coba bayangkan, jika itu semua menimpa kita.
    Perang telah merusak tatanan kemanusiaan dan peradaban. Air mata bercampur darah. Nyawa seolah tak ada arti. Hari-hari dan setiap tarikan nafas rakyat Palestina adalah momok yang menakutkan. Tubuh-tubuh yang tercabik bergelimpangan itu pun berharap, tolong perang dihentikan!
    Tapi, kepada siapa harapan itu digantungkan ? Lembaga dunia sudah berupaya, namun serangan tetap tak berhenti. Masyarakat Internasional pun lantang berseru, mengutuk dan mengecam bahwa perang hanya menimbulkan kesengsaraan.
    Sejuta pertanyaan, sejuta harapan. Tapi, secercah sinar itu memang masih ada. Dunia kini tertuju pada satu sosok baru pemimpin negara superpower, Amerika Serikat. Dialah Barrack Hussein Obama, presiden terpilih ke 44 negeri Abang Sam. Obama sesungguhnya memegang kunci yang menentukan apakah perang terus lanjut atau dihentikan.
    Mengapa Obama? Dari berbagai fakta, Israel adalah anak emas AS di Timur Tengah. Karena dukungan AS-lah, Israel berani dan semakin menjadi-jadi menggempur Palestina. Pasalnya ketergantungan Israel kepada AS sangat luas. Misalnya saja subsidi ekonomi, pasokan senjata dan bantuan yang mengalir tiap tahun ke Israel. Dengan kata lain Israel lain adalah ”peliharaan” AS.
    Kita pun melihat betapa kuatnya keberpihakan negara adidaya tersebut terhadap Israel. Misalnya, ketika DK PBB menyerukan gencatan senjata. Dari 15 negara anggota DK PBB, hanya AS yang abstain dalam voting yang menghasilkan resolusi nomor 1860. Dan, kita sadar, lembaga dunia yang terhormat itu ternyata tak berdaya tanpa AS. Makanya Israel mengabaikan resolusi PBB itu dan terus beringas menggempur Palestina.
    Semula, sikap Obama acuh, seolah tak ada perhatian sama sekali terhadap agresi Israel ke Palestina. Kita pun geram, lalu menilai Obama ternyata tak ada bedanya dengan pemimpin AS terdahulu. Padahal, dalam kampanyenya ketika pemilihan presiden, ia lantang menyerukan penghapusan diskriminasi. Menurut saya, perang juga salah satu bentuk diskriminasi.
    Rupanya presiden kulit hitam pertama di AS ini sadar dunia membutuhkan ketegasannya. Kemudian ia angkat bicara. Sebagaimana dilansir berbagai media, Obama berjanji akan menghentikan serangan itu di hari pertamanya menjabat Presiden AS. Sungguh luar biasa, janji Obama ini bagai peneduh ditengah terik matahari.
    Dia resmi dilantik tanggal 20 Januari 2009 sebagai Presiden AS yang akan membawa perubahan lebih baik di muka bumi. Dia adalah orang yang punya perasaan kemanusiaan yang tinggi. Walau memimpin di negara adikuasa yang paling disegani dunia, dia tak bisa menipu hati nuraninya melihat kenyataan yang ada. Sikapnya yang berani mengeluarkan pernyataan penting sebelum dilantik, inilah yang membedakan Obama dengan pendahulunya yang kerap mengabaikan rasa kemanusiaan. Mungkin, Obama satu-satunya Presiden AS yang tegas menyatakan sikap seperti ini selama berlangsungnya perang Israel dan Palestina lebih kurang 60 tahun.
    Jujur saja, kita berharap penuh atas janji Obama ini. Mudah-mudahan sebelum dan sesudah tanggal 20 Januari 2009 tak ada kuasa lain yang mampu mengubah keputusannya menghentikan perang Israel dan Palestina untuk selama-lamanya dari kehidupan di muka bumi.
    Oleh karena itu, sambil harap-harap cemas menunggu realisasi janji tersebut, tidak ada salahnya kita doakan agar perjalanan Obama memimpin AS dapat berlangsung sukses dan lancar karena dia kita butuhkan untuk perdamaian dunia. Bravo Obama, jadilah pemimpin dunia yang lebih arif dan bijaksana. Dan, tolonglah hentikan peperangan itu.

    Tulisan Ini sudah dimuat di Harian Riau Pos, Selasa 20 Januari 2009
    dan Harian Padang Ekspress, Kamis 22 Januari 2009.

  8. Belajar dari Kreativitas Bupati ”Pengemis”

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Termasuklah saya, walau sebagai orang Nias di perantauan, saya tetap selalu memantau perkembangan dan kemajuan apa yang sedang dan telah terjadi di Tano Niha yang kita cintai. Mimpi saya tak muluk, barangkali ini juga mimpi banuada fefu semua. Apalagi kini setelah ada lima daerah otonom yang akan membangun Nias ke depan. Ibaratnya, dengan lima mesin sekaligus, kapal yang bernama Nias ini akan lebih cepat sampai di tujuan. Bukankah demikian logikanya?
    Tapi tentu lima mesin saja bukan jaminan utama untuk segera tiba meraih harapan itu. Di depan, akan banyak ombak dan angin kencang bakal menerpa haluan dan seisi kapal. Dalam situasi demikian, penumpang pastinya ingin selamat. Dan, mau tak mau harapan keselamatan itu ditumpu pada sang nakhoda.
    Nakhoda punya kuasa penuh, apakah membiarkan kapal itu karam atau dengan berbagai upaya menyelamatkan kapal berikut penumpangnya? Untuk menjawab ini, terpulanglah pada sang nakhoda. Apakah dia akan jadi pahlawan? Kita semua berharap demikian.
    Ilustrasi diatas saya paparkan bukan untuk mengajak pembaca berimajinasi. Lebih dari itu, barangkali bisa membuat tulisan ini jadi lebih menarik dan mudah-mudahan bisa menjadi bahan perenungan kita bersama, Ono Niha dimanapun berada. Saya punya harapan, Anda punya harapan, anak cucu kita pun demikian. Kita semua punya harapan.
    Dalam tulisan ini, saya memfokuskan pembahasan tentang mengelola potensi yang ada di Nias. Tujuannnya, kelak, potensi yang saat ini terbiar bisa menjadi primadona Nias, bahkan primadona Indonesia. Bagaimana caranya?
    Saya mulai dengan kutipan kalimat; ”Jika Anda tidak tahu kemana Anda akan pergi, maka Anda bisa berhenti dimana saja (Yogi Berra)”. Kalimat yang sederhana, namun memberi inspirasi besar bagi saya. Inspirasi saya, tentu juga saya harap bisa menjadi inspirasi bagi Nias, tanah kelahiran saya.
    Kira-kira, makna yang saya tangkap dari kalimat itu begini; dalam hidup, apapun yang hendak kita gapai, tentunya kita harus punya patokan, ukuran ataupun sasaran. Sehingga walaupun jalan yang dihadapi berliku, kita bisa berhenti pada tempat yang pas untuk memulai jalan berikutnya.
    Dalam kaitan ini, saya coba tarik semangat sekaligus memotivasi Nias yang kini dibidani lima daerah otonom baru. Tentu, sebagai daerah yang baru, banyak hal yang harus dipelajari demi menjalankan amanat pemekaran, yakni mensejahterakan masyarakat Nias.
    Belajar dari daerah yang lebih maju tentu akan memberikan dorongan bagi kita untuk memajukan daerah kita sendiri.
    ****

    Setahun silam, ketika membaca Majalah HORAS Edisi No 90/05-31 Desember 2007, ada satu berita menarik perhatian. Judulnya seingat saya, ”Bupati Tobasa Kembali Menerima Penghargaan”.
    Bukan soal penghargaan itu sisi menariknya. Tapi, sebab ia menerima penghargaan itulah magnet dari berita tersebut bagi saya. Monang Sitorus, demikian nama bupati Tobasa yang menerima penghargaan tersebut. Selama memimpin Tobasa, dia dinilai berhasil menggali potensi daerah hingga menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat.
    Tahun 2008, masih di Majalah HORAS, tepatnya edisi 103, 11-31 Desember, kembali saya temui sosok beliau dalam salah satu rubrik. Kali ini judul beritanya ”PT Hutahean Group Tanam Jagung 100 Hektar di Tobasa”. Lalu, pada Majalah HORAS Edisi 104/10-25 Januari 2009, di cover majalah dwimingguan ini, poto Monang Sitorus terpampang sedang bersalaman dengan Presiden SBY. Judulnya, ”Tobasa Memang Hebat”. Kabupaten Tobasa berhasil mencapai target produktivitas beras nasional diatas 5 persen.
    Membaca berita ini mendorong saya untuk mencari makna dibalik pemberitaan tersebut sehingga saya tak sekedar membaca. Yang pasti, sebagai pemimpin, upaya Monang Sitorus mensejahterakan masyarakatnya pantas dicontoh.
    Dia mulai dari hal sederhana, yakni menggalakkan masyarakatnya menanam pada lahan-lahan yang terbiar. Memang awalnya sulit, namun karena komitmennya sangat kuat untuk melakukan swasembada pangan dan benar-benar berniat mensejahterakan rakyatnya, Monang bahkan menjadi ”pengemis”. Dia antusias mengajak dan melibatkan masyarakat serta para stakeholders pertanian agar memberikan bantuan.
    Dan kini, upaya itu berbuah manis. Produksi jagung Tobasa mencapai 14-15 ton per hektar dan melampaui produksi rata-rata jagung nasional, 8 ton per hektar. Demikian juga produksi beras, Tobasa malah melewati produktivitas beras nasional. ”Memang hebat dia,” ujar seorang teman diskusi saya.
    Sepertinya gampang, namun proses waktu yang dijalani tak semudah itu. Pertama-tama Pemkab Tobasa bekerjasama dengan ilmuwan melakukan kajian untuk mengetahui tanaman apa yang cocok dikembangkan dan sesuai dengan kondisi Tobasa.
    Misalnya ketika tanaman jagung yang direkomendasikan, Pemkab Tobasa lalu membuat kebijakan serta mempersiapkan program-program penunjang. Salah satunya, APBD Tobasa disisihkan untuk mengantisipasi fluktuasi pasar. Jadi, dengan demikian, masyarakat yang menanam jagung semakin termotivasi dan berlomba-lomba karena walaupun harga jagung anjlok, petani jagung Tobasa tak terkena imbas. Pemkab akan membeli jagung sesuai harga standar.
    Makanya dengan komitmen seperti itu, tak heran jika kini jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Tobasa. Dan, melihat fakta yang ada, investor seolah berlomba menanamkan investasinya. Terakhir saya ketahui, Singapura dan China mulai menjajaki peluang bisnis lainnya di Tobasa.
    Karena keberhasilannya ini, Monang Sitorus dijuluki Bupati Jagung. Tak hanya itu, tahun 2008, kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No 12. Tahun 1998 ini menempati posisi teratas (PDRB/Kapita tertinggi di Sumatera Utara). Sebuah prestasi luar biasa untuk daerah yang berusia relatif muda.
    ****

    Pemberitaan diatas jika kita selami maknanya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bupati Tobasa, Monang Sitorus sangat berhasil membangun daerahnya melalui tanaman jagung, lalu beras. Dan, keputusannya menyediakan dana penyanggah dalam APBD, sungguh satu kebijakan yang benar-benar pro rakyat.
    Hal lain yang membuat saya salut dengan Monang, dia memiliki inovasi dan kreativitas serta sensitifitas memunculkan potensi unggulan daerahnya demi kesejahteraan masyarakat Tobasa. Saya tak sungkan memujinya, bahwa tipe pemimpin seperti inilah yang diharapkan oleh otonomi daerah.
    Maaf, bukan maksud saya membandingkan atau berpikir negatif. Saat ini fakta yang tersaji masih banyak pemimpin daerah yang hanya mampu mengelola apa yang sudah ada sambil mengharapkan bantuan dari pusat sehingga daerah yang dipimpinnya stagnan dalam berbagai hal.
    Ini bukan berarti mengharamkan untuk tidak mencari bantuan dari pusat. Tapi harusnya potensi daerah juga digali dan dikembangkan menjadi kekuatan daerah itu sendiri sehingga kelak bisa mandiri tanpa bergantung kepada siapapun.
    Bercermin dari keberhasilan Bupati Jagung ini, barangkali tak ada salahnya pimpinan-pimpinan daerah lain juga berpikir hal yang sama di daerah yang dipimpinnya sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada. Bahwa yang perlu dicatat, keberhasilan bukan datang begitu saja tanpa kerja keras dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Artinya, berbagai program yang dicanangkan jangan hanya diatas kertas atau hanya untuk dibahas dalam rapat-rapat. Ajak semua elemen masyarakat melakukan pengawasan dan berpartisipasi dalam pembangunan.
    Sebagai putra Nias, saya, Anda, dan kita semua tentu punya harapan agar pimpinan daerah yang ada di Nias bisa melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Bupati Jagung, Monang Sitorus. Saya yakin, apabila lima daerah otonom di Nias memiliki kreativitas dalam menggali potensi daerah, kembali saya katakan mustahil Nias tidak maju dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Republik ini.
    Nias harus bangkit, harus sadar dan harus maju. Selanjutnya, berlari dengan beragam potensi yang belum tergarap maksimal. Oleh karena itu, kebersamaan dalam segala hal mutlak menjadi syaratnya. Sebab, dengan kebersamaan, segala yang dikerjakan akan lebih memuaskan.
    Harus diingat, sebagai kapal yang baru berlayar, pemimpin-pemimpin di Nias sebagai nakhoda harus tau kemana arah yang dituju. Sebab, hanya dengan arah yang pasti, kita akan bisa berhenti ditempat yang pas, bukan dimana saja. Mudah-mudahan.
    ============

  9. Kiamatkah Nias Pasca BRR?

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Seminar Nasional Kesinambungan Percepatan Rekonstruksi Nias Pasca BRR tanggal 6 Desember 2008 itu seolah memunculkan cemas dan bimbang bagi sebagian pihak. Ditaja oleh DPP Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI), ruangan Grand Menza Jakarta dipenuhi tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. Antaranya, Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, Letjen TNI (purn) DR. TB Silalahi, Hekenus Manao M.Acc.PhD (Irjen Depkeu), Binahati Baeha, SH (Bupati Nias), Herman Laia, SH (mewakili Bupati Nias Selatan), Ir.Icitiar Nduru (Ketua Umum DPP HIMNI) serta perwakilan dari Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT).
    Intinya, seminar itu membahas nasib Nias setelah ditinggal BRR yang masa tugasnya berakhir April 2009. Saya rasa, wajar timbul kecemasan dan beragam sikap lainnya. Sebab, setelah diluluhlantakkan bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004, disusul pula gempa bumi pada 28 Maret 2005 (saya berada di Nias ketika itu dan mengalami langsung kejadian ini), pembangunan fisik yang kini ada tak bisa lepas dari peran keberadaan BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi).
    Dalam tulisan ini, sengaja saya batasi hanya membahas keberadaan BRR di Nias. Sebenarnya, kiprah lembaga yang ditunjuk pemerintah ini juga ada di Aceh. Tapi, sebagai masyarakat Nias, rasanya tentu lebih baik saya mengomentari keberadaannya di tanah kelahiran saya. Walau saya tak mengikuti secara detil pekembangannya, saya pastikan, lewat tulisan inil setidak-tidaknya bisa memberikan manfaat. Barangkali juga sebagai salah satu bakti yang dapat saya berikan.
    Secara harfiah, rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dianggap sebagai upaya penyembuhan bagi mereka yang tertimpa musibah agar kembali pada kondisi yang mendekati semula. Artinya, rehabilitasi dan rekonstruksi tak hanya pada tataran fisik, tapi mencakup pembangunan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan tujuan hidup. Dari definisi itu jelas bahwa BRR adalah sebagai wadah untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat mandiri sehingga mampu menjalankan fungsi kehidupannya kembali.
    BRR hadir di Nias sejak tahun 2005. Sepanjang kiprahnya, secara kasat mata dapat dilihat, pembangunan fisik yang dilakukan sangat terasa. Bahkan, bukan hendak membandingkan, jauh lebih maju ketika sebelum Nias ditimpa musibah. Masa kerja BRR di Nias terbagi menjadi dua tahap, yaitu rehabilitasi (April 2005 – Desember 2006) dan rekonstruksi (Juli 2006 – Desember 2008). Sesuai keputusan pemerintah, masa kerja BRR berakhir April 2009. Makanya, seminar nasional yang digelar itu tak lain bertujuan mencari formula antisipasi setelah pembangunan di Nias setelah tak lagi di-handle BRR.
    Bagaimana pembangunan Nias selanjutnya? Apakah Nias akan kiamat ditinggalkan BRR? Inilah pertanyaan yang banyak muncul ditengah masyarakat Nias.
    Bagi saya, pertanyaan demikian hanya ada satu jawaban, yakni tidak. Justru kepergian BRR harus dijadikan modal pemacu semangat oleh Pemerintah Daerah di Nias. Berkaca dari pola yang dilakukan BRR, Pemda setempat dituntut lebih inovatif dan kreatif menciptakan hal-hal baru untuk memacu daerah agar semakin baik dan lebih maju.
    Hemat saya, pembangunan Nias ke depan akan lebih mudah dari membangun Nias sebelum gempa. Pasalnya, kondisi Nias sebelum gempa sangat jauh tertinggal dan hanya ditangani dua kabupaten. Kini, di Pulau Nias sudah ada lima daerah otonom, 4 kabupaten dan 1 kota. Rasanya mustahil kalau Nias tidak maju, terkecuali pemerintah yang ada tidak tau apa yang hendak mereka buat.
    Tentu banyak yang sependapat dengan saya. Bahwa ada rasa khawatir dan bimbang pada masyarakat Nias ditinggalkan BRR, saya menilai itu wajar. Malah ada yang pesimis pun, itu sesuatu yang sangat manusiawi. ”Kelak, jangankan pembangunan seperti yang dilakukan BRR, biaya pemeliharaan bangunan-bangunan yang telah dibangun BRR saja akan kesulitan,” begitu salah satu komentar yang saya tangkap.
    Nah, soal ini, tentu pemerintah tak tinggal diam. Dalam seminar tersebut terungkap Pemerintah Pusat tetap akan meneruskan pemberian bantuan ke Nias dengan wadah lain dan dananya disalurkan melalui Menteri Negara PDT. Jadi, pembangunan di Nias masih tetap berlangsung walaupun tentunya tidak sebesar dana yang diberikan selama ini melalui BRR.
    Kepergian BRR memang banyak menimbulkan pro dan kontra. Namun, terlepas dari itu semua, suatu hal yang wajar jika kepada semua yang sudah terlibat dalam kegiatan BRR kita apresiasikan terima kasih setulus-tulusnya. Meski banyak kekurangan dan dituding banyak pula kecurangan, itu masalah lain. Yang jelas, setelah Nias remuk dihantam bencana, keadaan suram yang dulu kini mulai memancarkan sinar cerah.
    Biar lebih objektif, selain memuji, kritik terhadap BRR juga harus dikemukakan. Selama menjalankan mandatnya, BRR terkesan kurang berkoordinasi dengan Pemda setempat. Malah indikasinya, kebijakan yang ada seperti berjalan masing-masing. BRR hanya fokus pada pembangunan fisik, sedangkan pembangunan SDM dan pemberdayaan masyarakat tidak dilakukan sama sekali. Padahal, visi BRR adalah mewujudkan masyarakat yang Amanah, Bermartabat, Sejahtera, dan Demokratis.
    Realita ini tak dapat dipungkiri. Masyarakat sendiri yang merasakan bahwa kinerja BRR kurang baik walaupun BRR mengklaim mereka sudah melakukan tugasnya semaksimal mungkin. Buktinya, kondisi ekonomi masyarakat tetap pada posisi tidak mampu atau tetap seperti sebelum adanya BRR.
    Ah, tapi sudahlah. BRR pergi jangan dipermasalahkan. Beberapa program rehabilitasi dan rekonstruksi yang belum dilaksanakan saat mandat BRR berakhir, keberlanjutannya menjadi tanggungjawab bersama dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta kita, masyarakat yang cinta Nias.
    Ke depan, yang penting adalah bagaimana merencanakan pembangunan agar lebih tertata, terkoordinasi dan bermanfaat. Untuk itu dibutuhkan strategi yang baik dan tepat sasaran.
    Saya harap, kita semua harus tanamkan sikap optimis. Sebab, memperhatikan kondisi Nias ke depan maka tidak mungkin Nias akan kiamat setelah ditinggal BRR. Mudah-mudahan.
    ========================

    Terima kasih kepada niasbarat.wordpress.com atas pemuatan tulisan yang saya kirimkan.

    Firman Harefa (081372990999)

  10. Majulah Pulau Nias

    Oleh: Drs, Firman Harefa, S.Pd.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Tanggal 29 Oktober 2008, sidang paripurna DPR RI yang mengesahkan tiga Undang Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru di Kabupaten Nias menjelma bagai sebuah keajaiban sekaligus anugerah dalam peradaban Bangsa Indonesia. Bahwa tiga daerah pemekaran baru, dalam satu wilayah sekaligus, baru terjadi dalam sejarah pemekaran di Republik ini.
    Di Pulau Nias, Oktober 2008 itu, resmi telah lahir tiga daerah otonom yakni, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli. Ini anugerah besar lantaran selama ini Nias selalu berada dalam posisi sebagai daerah terbelakang dan termiskin dari seluruh daerah yang ada di Propinsi Sumatera Utara.
    Suka cita dan bahagia seluruh lapisan masyarakatnya menjadi sesuatu yang wajar jika dikaitkan pembangunan dan kemajuan yang akan dicapai kelak. Pun, kehadiran tiga daerah baru ini memunculkan harapan akan meningkatknya kesejahteraan masyarakat dapat diterima secara logika. Sebab, pada prinsipnya, pemekaran suatu daerah musti dipahami sebagai wujud kesuksesan daerah dalam melakukan pembangunan.
    Menurut penulis, pemekaran ini murni dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat Nias. Jika dilihat dari kondisi geografis Kabupaten Nias, pemekaran tersebut sangat substansial dan urgen. Ini juga merupakan langkah konkrit mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Selain rentang kendali yang semakin dekat, sumber daya manusia dan sumber daya alam akan lebih diberdayakan dan diakomodir.
    Perjuangan gigih dan berliku hingga akhirnya sukses melahirkan tiga daerah baru dalam satu wilayah ini, tentu bukan tujuan akhir. Kehadiran Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli jangan hanya sebagai pelengkap daerah otonom yang ada sebelumnya. Kini di Pulau Nias sudah ada empat kabupaten dan satu kota.
    Justru, inilah baru dimulai langkah awal mencapai tujuan dan cita-cita dari perjuangan sebenar-benarnya sebuah pemekaran daerah. Semangat yang sama harus menjadi pilar utama memacu pembangunan dan mengejar ketertinggalan Nias dari daerah lain. Seluruh putra-putri Nias harus menjadikan ini tantangan untuk menggali semua potensi yang ada untuk keluar dari jebakan ketertinggalan.
    Bersatu dan bekerja keras membangun Nias adalah kuncinya karena pemekaran ini merupakan wujud kepentingan bersama bukan kepentingan kelompok dan bukan juga momen keserakahan kekuasaan. Pemekaran kabupaten Nias merupakan aspirasi masyarakat Nias sesuai dengan amanah UU No 32/2004 jo UU No 12/2008 tentang pemekaran daerah. Intinya kita mengajukan pemekaran guna membangun dan mensejahterakan rakyat, bukan hanya untuk mendapatkan jabatan.
    Jika kita lihat ke belakang, kehadiran ketiga daerah baru di Kabupaten Nias ini tidaklah melalui proses terlalu lama (1,5 tahun). Ini menandakan bahwa dukungan pemekaran datang dari seluruh masyarakat. Namun demikian, pemekaran ini bukan sesuatu yang instan dan terjadi secara tiba-tiba. Proses seperti pemekaran desa dan pemekaran kecamatan telah dilakukan jauh-jauh hari oleh Bupati Nias, Binahati Baeha, SH. Agaknya, patut diberi pujian dan apresiasi kepada Binahati Baeha, SH. Dia aktor sejati pemekaran Nias dan dia merupakan bupati yang sangat visioner terhadap masa depan Pulau Nias. Dia satu-satunya bupati di Republik ini yang rela membagi-bagi wilayah yang dipimpinnya menjadi tiga daerah otonom baru. Tak hanya Binahati Baeha, SH, bagi penulis, dukungan Wakil Bupati Nias, Temazaro Harefa dan Ketua DPRD Kabupaten Nias, Ingati Nazara beserta seluruh masyarakat Pulau Nias juga pantas dipuji.

    ***

    Nias merupakan gugusan pulau yang terletak disebelah barat Pulau Sumatera dengan luas 5.625 Km persegi. Sebelah utara berbatasan dengan pulau Banyak (Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam), sebelah selatan dengan Kepulauan Mentawai (Provinsi Sumatera Barat), sebelah timur dengan Pulau Mursala (Kabupaten Tengah) dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia. Pulau Nias memiliki potensi sumber daya alam yang cukup, jika dikelola dengan baik antara lain, kopra, karet, coklat, ikan dan bahkan batu bara serta minyakpun diperkirakan tersimpan di bumi Nias.
    Keunggulan Pulau Nias yang tak dimiliki daerah lain di Indonesia adalah keunikan atraksi budayanya. Bahkan, dunia mengakui itu. Banyaknya pulau juga menjadi keunggulan bagi Nias. Jika pulau-pulau tersebut dikelola dengan baik, maka dapat menjadi obyek wisata yang luar biasa. Malah, bisa menjadi andalan sektor pariwisata di Pulau Nias.
    Beragam keunggulan yang ada, bukan sesuatu yang mustahil jika pengelolaannya bagus akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Nias. Sebab, secara logika, kini sudah ada lima daerah otonom di Pulau Nias yang sudah tentu punya tanggungjawab yang sama memajukan Pulau Nias.
    Namun demikian, agar pemekaran ini benar-benar dapat menghadirkan kesejahteraan, maka perlu ada satu kerangka berpikir yang sama oleh kelima daerah di Pulau Nias, bahwa pembangunan yang dilaksanakan adalah membangun Pulau Nias. Jadi, tarik menarik kepentingan harus dihindarkan. Atau jika perlu, ada master plan pembangunan Pulau Nias jangka panjang yang disusun bersama, sehingga pembangunan di masing-masing daerah saling koordinasi dan dukung mendukung dalam pelaksanaannya.
    Untuk itu, tiap daerah harus menggali potensi yang bisa dikembangkan agar menjadi unggulan dan mampu bersaing secara global. Harapannya, apabila masing-masing daerah memiliki satu keunggulan, maka ke depan Pulau Nias akan memiliki lima unggulan yang dapat menjadi pundi bagi pemasukan daerah hingga akhirnya bermuara kepada kesejahteraan masyarakat serta menjadi kebanggaan masyarakat Nias secara keseluruhan.
    Lazimnya sebuah daerah pemekaran, tentu harus ditunjuk pelaksana tugas (plt) Bupati atau Walikota sebelum adanya pemimpin defenitif. Pada titik ini, hendaknya, kepada pengambil kebijakan dan keputusan di Provinsi Sumatera Utara dapat menunjuk Plt. Bupati dan Walikota adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan dapat diterima masyarakat setempat atau orang yang betul-betul netral demi kepentingan Pulau Nias ke depan.
    Penulis menghimbau sekaligus berharap agar di penunjukan Plt ini tidak ada kelompok yang memanas-mamaskan situasi apalagi sampai memperkeruh suasana. Berkaca dari daerah pemekaran baru, kegagalan pembangunan kerap dikakibatkan karena pada awal pembentukan pemerintahan baru banyak terjadi tarik ulur kepentingan. Terutama dalam hal penunjukan pelaksana tugas bupati atau walikota adalah orang-orang yang tidak diterima masyarakat sehingga terjadi gejolak dalam masyarakat yang akhirnya membuat pembangunan tersendat.
    Yang juga harus terbebas dari kepentingan pribadi atau kelompok adalah penyelesaian segala masalah seperti penetapan tapal batas, penyerahan aset, penempatan pegawai negeri sipil dan sebagainya. Masyarakat Nias wajib mengutamakan persatuan dan kesatuan agar jangan dengan pemekaran akhirnya persatuan dan kesatuan berantakan karena dilandasi ambisi seseorang atau kelompok yang menginginkan jabatan. Kita harus menanamkan bahwa Nias adalah satu kesatuan yg utuh, di mana keturunannya hanya satu.
    Setelah tiba waktunya pemilihan kepala daerah definitif, putra terbaik ketiga daerah pemekaran yang memiliki potensi dan memiliki keinginan untuk menjadi bupati/walikota, hendaknya mempersiapkan diri dan bertarung secara fair. Sekali lagi penulis mengingatkan, pemekaran Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli dari Kabupaten Nias bukan moment bagi-bagi kekuasaan. Tujuan utamanya adalah komitmen demi kepentingan bersama, memajukan masyarakat Nias dari ketertinggalan selama ini.
    Bukan sesuatu yang mustahil kalau pembangunan Pulau Nias dari awal ini kita kawal dengan baik, kelak akan lahir Provinsi Nias. Sebuah provinsi di pantai Barat Sumatera.
    Terakhir, majulah Pulau Nias serta selamat datang Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli. Mudah-mudahan semuanya bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Nias. Semoga.
    ========================

  11. [b]TETAP FOKUS[/b]

    [i]”…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”[/i] ( FIlipi 3 : 13 – 14 )

    Dalam perjalanan hidup ini, kita pasti memiliki sasaran atau visi yang hendak di capai. Untuk mencapai sasaran atau visi tersebut dibutuhkan suatu usaha yang tidak setengah-setengah, melainkan kerja keras dan “bermandi keringat”

    Dalam perjalanan kerohanian kitapun ada sasaran yang harus kita capai seperti yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Filipi, [i]”…berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”[/i] ( Filipi 3 : 14 ); jadi mengerjakan panggilan sorgawi adalah sasaran yang hendak dicapai. Oleh karena itu, Paulus tidak hanya berlari dan berjuang, tetapi juga berusaha fokus dan melupakan semua yang ada di belakangnya, baik itu masa lalu kelam, beban dan semua kelemahan, yang seringkali menjadi menghalang baginya meraih visi/ mimpi dari Tuhan.

    Iblis selalu berusaha mengalihkan perhatian kita agar kita tidak mempu mencapai garis akhir dan gagal di tengah perjalanan kekristenan kita. Sering penghalang itu tidak datang dari luar, namun muncul dari dalam seperti yang terjadi dalam kisah Yusuf. Sebelum mimpi atau visi dari Tuhan menjadi kenyataan, Yusuf harus menghadapi banyak penghalang. Saudara-saudaranya sangat membencinya, bahkan mereka melemparkan Yusuf ke dalam sumur dam lalu menjualnya kepada saudagar sebagai budak belian seharga 20 syikal perak. Saat berada di keluarga Potifarpun, Yusuf di fitnah dan kemudian dimasukkan kedalam penjara. Meskipun demikian, tidak ada keluhan dan kata-kata negatif yang keluar dari ucapan Yusuf, apapun keadaannya dia tetap fokus pada sasaran dan mimpi yang Allah berikan. Dia tetap berpegang pada janjiNya dan tidak ada seorangpun yang mampu menggagalkannya.

    FirmanNya mengatakan [b]”Berlari-lari”[/b] kepada tujuan, bukan “berjalan santai atau bermalas-malasan”. Ada harga yang harus kita bayar untuk mewujudkan mimpi itu, yaitu berani meninggalkan semua dosa dan terus berlomba dengan tekun.

    [b]”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” ( 2 Timotius 4 : 7 ) [/b]

  12. Ya’ahowu Bapak Moderator

    Saya bukan kasi komentar maaf lain dari topic, tapi minta saran / batuan dari Bapak. Sekarang saya menekuni membuat blog lewat wordpress. Gimana caranya untuk upload ” Iklan ” foto berukuran/music MP3 kedalam blog. Jika Bapak bisa membantu kirimkan tutorialnya ke : soni_waruwu@yahoo.com…….www.soniwaruwu.tk
    Terima Kasih
    Ya’ahowu.

  13. Ya’ahowu

    ini hanya berupa fotu ba mene-mene

    Yang selalu menawarkan kekuasaan dan kesenangan………..
    Orang menghalalkan segala cara demi mendapatkannya

    Manusia dapat dikatakan berwajah dua
    Pada saat ingin mendapatkan posisi itu ia sembunyikan wajah aslinya
    Dan memutarkan wajah yang penuh charisma dan kebaikan

    Kata-kata manis dan bijak selalu terlontar dari mulut busuknyua!
    Juga janji-janji kesejahteraan
    Dan seolah itu menjadi sihir bagi jutaan kaum proletar
    Yang sudah bosan dengan segala kesusahan dan kemiskinan yang mereka hadapi

    Kata dan janjinya seolah angin segar bagi mereka,
    Kembali mereka tersihir dan mulai memuji dan memuja
    Orang yang sedang berdiri tegap dan berbicara lantang di atas podium itu

    Ketika waktu itu berlalu orang itu mendapat apa yang ia dambakan
    Segera ia putar kembali pada wajah aslinya yang sungguh bengis
    Sehingga disebut manusia pun tak pantas!!!

    Rakyat tersadar dari sihir yang selama ini membius mereka
    Dan kembali harus tersadar dalam derita
    Dan lingkaran kemiskinan

    Lilin harapan pun semakin redup pijarnya
    Seakan harapan dan ramalan orang terdahulu yang meramalkan ini akan berubah
    Menjadi sebuah bualan kosong.

    Dan dibalik jendala yang kusam seorang bocah duduk menerawang siang dan malam
    Ayahnya pun bertanya,”nak sedang apa kau teridam memandangi langit saja?”
    Bocah itu pun menjawab “Aku Sedang Menunggu Awan Perubahan Yang Nanti Akan Mengganti Kelam Ini Menjadi Cerah, Dan Aku Yakini Hari Itu Akan Terjadi!!!”

    oke saohagölö

  14. ya’ahowu!
    Aku cuma mau kasi komentar sedikit tentang komentar saudara semua diatas……
    jangan berikan komentar yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang sedang dibicarakan!!!
    yang bacapun ga kebingungan!

  15. jangan pernah ada lagi pertikaian diantara kita masalah si PNB sudah selesai. Saya harap jangan ada komentar yang memicu lagi, sebab semua pakar IT taraf international dan Lokal akan perang lagi, pada hal masyarakat akar rumput tidak mengerti hal ini.

    Semoga segera dihapus semua komentar yang berbau nama-nama pakar IT yg tiada duanya itu.

    ini usul saja, karena situs ini sangat baik menurut hemat saya pribadi. yahowu!

  16. DUA MACAM MOTIVASI

    Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman.
    Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu,
    bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu?
    Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.
    2 Kor 13:5

    Hampir lima belas tahun yang lalu, waktu itu saya masih anggota persekutuan pemuda remaja. Di gereja saya, ada seorang teman yang selalu mengeluh dan tidak puas dengan apa-apa yang telah dan sedang gereja lakukan. Dengan penuh semangat dia selalu memberikan kritik kepada gereja, diantaranya demikian: Mengapa gereja hanya mementingkan kepentingan sendiri? Mengapa gereja hanya melayani jemaatnya sendiri? Mengapa gereja tidak ikut memikirkan kondisi masyarakat di sekitar yang menderita? Mengapa gereja tidak mau merangkul para tuna susila, narapidana, tuna wisma?

    Sebagai pemuda, saya sendiri ikut terbakar dengan semangat teman saya tadi. Kebetulan saya menjabat sebagai ketuanya. Tapi untuk merealisasikan keinginan-keinginan tersebut tidaklah mudah. Ada banyak aturan yang harus dilewati, selain itu ada pro dan kontra dari kami para pemuda sendiri maupun dari majelis gereja. Jadinya kami tidak bisa bergerak, tetapi kami tetap bergumul dan berpikir keras untuk mewujudkan keinginan kami. Kami mengusahakan kegiatan-kegiatan kecil tetapi kami usahakan bermanfaat bagi orang lain. Seperti menanam pohon-pohon di jalan-jalan, memberi makan abang beca, kerja bakti.
    Rupanya kegiatan-kegiatan di atas tidak berhasil memuaskan hati teman saya. Diapun terjun ke dunia politik, dengan alasan dia pasti akan bisa berbuat banyak untuk sesama. Seperti biasa, diantara kami ada yang pro dan yang kontra.

    Baru-baru ini saya menyempatkan diri berkunjung di gereja saya. Sayapun menghubungi beberapa teman pemuda dahulu. Berita yang saya dengar mengenai teman saya sangat mengejutkan hati saya. Disamping karena dia tidak pernah lagi menginjakkan kakinya ke gereja, ternyata dia sudah berpindah agama dan yang paling menyedihkan dia dikabarkan sudah beristeri lagi. Siapa yang salah?
    Saya mencoba merenungkan mengapa dia bisa bersikap demikian. Benar-benar terlukakah dia?

    Saya mulai menangkap ada motivasi yang salah disini dan sayangnya saya tidak merasakannya waktu itu. Teman saya merespon kasih Tuhan dengan melakukan segala sesuatu yang dia inginkan supaya Tuhan berkenan kepadanya. Segala cara dia lakukan untuk mewujudkan keinginannya untuk menyenangkan Tuhan. Dan pada waktu dia terlalu sibuk dengan motivasinya, Tuhan tidak semakin mendekat tetapi dia rasakan semakin jauh, semakin sulit dijangkau.

    Tuhan mengasihi manusia bukan karena apa-apa yang telah manusia lakukan. Tuhan mengasihi manusia apa adanya. Tuhan melihatku apa adanya, bukan apa yang ada padaku. Tuhan tidak pernah melihat embel-embel yang melekat pada diriku. Tidak peduli aku ini pejabat, pendeta, pengemis sekalipun. Dia mengasihiku dengan melihat keberadaanku saja.
    Ini adalah hal utama yang harus kita terima, sehingga apapun yang kita lakukan selanjutnya adalah dengan bermotivasi syukur dan terima kasih saja.

    Kita tidak perlu mengusahakan sesuatu apapun, karena Dia mengasihi kita terlebih dahulu. Menyadari kasihNya yang tanpa pamrih, membuat kita begitu berharga dan memang kita sangat berharga dimataNya. Apa langkah kita selanjutnya? Dengan sendirinya kita akan mengarahkan segala motivasi yang ada di hati kita dengan berpusat hanya padaNya saja, pada kasihNya dan pada pengampunanNya. Amin.

    Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah,
    tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya
    sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 1 Yoh 4:10

    Ya’ahowu

    Erwin Marundruri, ST
    Email :chepa_pk07@yahoo.com

  17. Yth Pak Ranto
    Setiap minggu biasanya kita ada renungan, kami usulkan agar tetap ada ya pak, dua minggu ini kosong, kalau tidak sempat menulis, kami siap bantu bagimana caranya aga bisa jadi judul di atas. Apakah mungkin kami turut menjadi team moderator juga.

    Ya’ahowu
    Martnus Halawa

  18. Yaahowu fefu
    Buat Ibu Mesi salam kenal dari Gulo
    Di Mandrehe di mana kampung kita? soalnya saya
    dari Mandrehe juga desa Iraonogambo di Medan di
    mana alamatnya? karena saya juga penyiar RRI
    Medan khusus acara Yaahowu Ono Niha Pro 4 Gel.AM
    855 Mhz dan 350 meter Fm 94.3 setiap hari kamis
    pukul 19.30 sampai 21.00 wib.kalau bisa saya undang
    ibu di acara Yaahowu Ono Niha untuk bagi pengalanan
    untuk pendengar.mail saya amayosua@yahoo.co.id
    GBU

  19. STROKE ! Menyerang Usia 30-40an, WASPADALAH..
    perkembangan menarik tentang penyakit stroke yang patut diwaspadai. Penyakit yang menyerang syaraf otak ini tak lagi didominasi oleh pasien usia di atas 50 tahun. Tapi banyak pula pasien stroke yang berusia 30an tahun. fenomena ini harus diwaspadai. Memiliki Tubuh Sehat Tidak Harus Minum Obat, Karena Alam Telah Menyediakan Untuk Kita dan Gratis !!

    Menurut ahli gizi dan kesehatan, komposisi makanan yang benar adalah 80% sayur dan buah-buahan, di samping sayur dan buah, bisa juga putih telor dan susu. yaitu makanan yang banyak mengandung alkali.

    Sementara 20% adalah ikan/daging dan nasi, yaitu makanan yang berasid. Contohnya daging ayam, daging sapi, ikan, roti, nasi, udang dan biskuit.

    Tetapi Apa Yang Terjadi Setiap Hari Pada Kita ?

    Makanan kita justru terbalik, karena kita makan 80% ikan-daging-nasi sedangkan 20% adalah sayur dan buah-buahan.

    Pola makan seperti itu makin lama membuat darah kita semakin asid dan kental. Hal ini membuat peredaran darah lambat, jantung memompa lebih keras. Karena darah kental dan lambat, lama-lama banyak endapan di pembuluh darah. Menimbulkan penyakit-penyakit seperti hipertensi, stroke, jantung, dll.

    Seperti kita tahu, apabila pembuluh darah di leher kiri tertutup, maka akan menimbulkan stroke, mati separuh bagian tubuh kiri. Begitu juga dg apabila pembuluh darah kanan tertutup dapat mematikan separuh tubuh bagian kanan.

    Darah yang bersih dan lancar ke otak akan meningkatkan kinerja otak menjadi lebih baik. Meningkatkan daya ingat dan mencegah terjadinya migrain.

    Bio Far Infra Red Rays ( FIR ) Sebuah lompatan teknologi Biogenetic yang dipelopori oleh Jepang & dimanfaatkan sebagai terapi kesehatan modern. Melewati uji research 17 tahun sebelum dimanfaatkan untuk terapi kesehatan.

    BIO FAR INFRA RED RAYS

    Tiga organ penting dalam sistem peredaran darah : Jantung, pembuluh darah di bagian leher dan otak. Ketika apilkasi Bio Far Infra Red kita pakai maka secara otomatis akan memproteksi peredaran darah di ketiga organ tadi. Khususnya pembuluh darah di bagian leher.

    Energi bio far infra red ( FIR ) memberikan kesehatan lebih baik pada jantung. Pembunuh nomor satu di dunia adalah penyakit JANTUNG !

    Dalam uji klinis, lebih dari 80% pasien memperoleh hasil mengagumkan.

    Bagaimana Dengan Ayah, Ibu & Saudara Anda ? Anak, Istri & Keluarga ? Masih Ada Yg Harus Minum Obat ? Haruskah terus menerus menumpuk racun kimia dalam tubuh akibat konsumsi obat terus menerus ? Jika ada yang alami… Mengapa Yang Kimiawi ?

    SAATNYA STOP MINUM OBAT, SEKARANG !

    Terapi ini semakin diminati, selain pejabat sipil & militer, dokter & paramedis juga ulama & kyai. Artis terkenal bahkan Presiden juga memakainya. Di Mall2, Plasa, Airport semkain banyak orang memakai produk BioNecklace… Kini saatnya Anda Juga merasakan khasiat energinya yg LUAR BIASA !!

    Temukan Solusi Sehat Tanpa Obat, Tanpa menambah Racun Dalam Tubuh.

    Klik Disini http://WWW.TRAFFICAR.COM

    (BIO)

  20. RENUNGAN PAGI INI DIAMBIL DARI MAZMUR 138,
    Bersyukurlah kepada Tuhan senantiasa, tanpa batas waktu. Untuk selama-lamanya, bukan secara part time, bukan hanya pada waktu kesesakkan saja. Daud menyenyikan pujian kepada Tuhan dihadapan allah lain agar mereka tahu bahwa TUHAN YEHOVA itu MAHA BESAR, MAHA MULIA dan MAHA TINGGI. Daud tidak peduli sama sekali tentang perasaan orang-orang penyembah berhala tersebut, justru dia mendemontrasikan imannya kepada Tuhan yang benar. Kita, adalah hamba seperti Daud di dalam dunia ini, kita harus percaya dan sanggup mendemontrasikan iman kita dimana pun kita berada, sebagai bukti kita mengasihi TUHAN. Niscaya, Tuhan akan mendemontrasikan KASIHNYA pada kita juga.
    Mazmur:
    138:1. Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
    138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
    138:3 Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
    138:4 Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu;
    138:5 mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.
    138:6. TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh.
    138:7 Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
    138:8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

    Selamat Hari Minggu

  21. YA’AHOWU IBU MESI,
    Salam kenal juga.
    Sungguh saya senang bahwa Ibu adalah berasal dari Mandrehe Utara.Saya akan mencoba mendengarkan suara Ibu hari jum’at depan sesuai dengan jam dan gelombang yang Ibu kasi. Terimakasih atas kebaikan Ibu dan semoga sukses di Medan.
    Sdramu,
    YAREDI WARUWU
    (Switzerland)

  22. Salam Ya’ahowu Pak Yaredi,

    Kami sangat bangga atas keberhasilan anda di perantauan, semoga sukses dan cepat kembali ke Pulau Nias.

    Salam Sukses NIAS BARAT.
    Moderator

  23. YA’AHOWU Bapak Moderator,
    Terimakasih atas respond bapak moderator.Sungguh saya senang sekali pak.
    Kita saling berusaha dan bekerja keras dalam memajukan Nias Barat ini tanpa menyerah dan saya yakin Pak perjuangan kita ini sukses walupun banyak tantangan yang kita hadapi. Bila ada hal-hal yang penting lagi untuk kita kerjakan sama- sama dalam perjuangan kita ini bisa dihubungin. Maju terus dan berjuang……
    Terimakasih….
    Sdr,
    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)

  24. Salam untuk pak Yaredi, anda diterima sebagai salah seorang tokoh Nias barat, dan di list yang baru kami akan sertakan masuk dalam kecamatan Nias Utara.

    Tuhan Memberkati

    Team redaksi

  25. Pak Yaredi,
    Saya rutin input news di Kantor Berita Indonesian Missiontrip, bisa juga setiap jumat, jam 17.00 WIB di Radio Guam, dan MissipiFormes, suara saya bisa anda dengar di gelombang pendek AM 79,55 Mhz. Please contact saya kalau anda pernah dapat suaranya. Itu bisa ditangkap sampai perbatan timur Switzeland. God Bess You Yaredi.
    Komentar kita by forum ini saja, semoga moderator kasih izin begitu, mas.
    Kita sama-sama Mandrehe Utara
    saya di Petulah Medan
    Korespondent salah satu Kantor Berita
    Salam kenal
    Ya’ahowu

  26. Semoga sehat semua dan tetap berjuang dalam memperjuangkan Nias Barat jadi satu kabupaten.
    Saya hanya ingin bertanya saja kepada Bapak/ Ibu Moderator.Kapan Peresmian ” http://www.nias barat.wordpress.com menjadi forum komunitas ? saya YAREDI WARUWU desa Ononamolo II Kecamatan Mandrehe Utara (Maaf klo saya salah kecamatanku ini).
    Saya sangat mendukung bila Nias Barat ini jadi satu kabupaten walaupun saat ini saya berada di Switzerland selalu mendukung dan bersedia bekerja sama sesuai dengan kemampuan dan profesi yang kita miliki.
    Semoga sukses selalu.
    Sdra,
    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)
    CENTER DE REFORMATION
    1483.

  27. TUHAN YESUS BERKATA

    Jika kau tak pernah merasa sakit, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penyembuh?

    Jika kau tak pernah pergi tanpa kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Pelepas?

    Jika kau tidak pernah menghadapi pencobaan, Bagaimana kau dapat memanggil dirimu pemenang?

    Jika kau tidak pernah merasa sedih, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penghibur?

    Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan, Bagaimana kau tahu Aku Pengampun?

    Jika kau tahu segala hal, Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menjawab pertanyaan-pertanya anmu.

    Jika kau tidak pernah berada dalam kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa Aku akan datang untuk menyelamatkamu?

    Jika kau tidak pernah hancur, Lalu bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat memulihkanmu?

    Jika kau tidak pernah menghadapi masalah, Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menyelesaikannya?

    Jika kau tidak mengalami beberapa penderitaan, Lalu bagaimana kau tahu bahwa kau dapat melaluinya?

    Jika kau tidak pernah melaui api, Lalu bagaimana kau menjadi murni?

    Jika Aku memberikan semua barang kepadamu, Bagaimana kau akan menghargainya?

    Jika Aku tidak pernah mengoreksimu, Bagaimana kau tahu bahwa Aku mengasihimu?

    Jika kau punya semua kemampuan, Bagaimana kau belajar bergantung kepada-Ku?

    Jika hidupmu sempurna, Lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?

    Tuhan Yesus Kristus Memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s