Tidak Haram Mengucapkan “Selamat Natal”

Saya kutip pembicaraan dibawah ini sebagai refrensi untuk menjawab berbagai pertanyaan teman2 Muslim kepada saya, karena merasa tidak enak menyalami saya dengan secibir senyum tanpa kata-kata dalam hari kebahagiaan kami di Natal ini, sebagai umat Kristiani di tengah-tengah warga Muslim. Saya hanya berpegang kepada keputusan MUI saja, demi masa depan dunia yang bersahabat dan bersaudara dalam kasih dan damai.

Lebih Lengkap bisa lihat http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/6c22083917-berdosakah-muslim-mendesain-kartu-ucapan-natal.htm?rel

Assalamualikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, bagaimanakah hukumnya bila kita seorang muslim yang bekerja sebagai pengrajin seni diminta untuk membuatkan desain ucapan selamat Natal dan tahun Baru oleh konsumennya?

Saya takut perbuatan itu adalah suatu sikap yang tak langsung ikut mengucapkan selamat natal yang saya ketahui selama ini hukumnya haram.

Mohon Penjelasannya.

Wassalam,

Harno Bhimantoro
satriamadangkara

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang anda tanyakan memang sangat terkait dengan hukum mengucapkan selamat natal. Umumnya di negeri kita ini, kebanyakan umat Islam berpendapat bahwa mengucapkan selamat natal itu haram hukumnya. Biasanya, rujukannya adalah apa yang dikatakan oleh AL-Imam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, Iqtidha’ Ash-shirath Al-Mustaqim.

Dan termasuk ke dalam perkara mengucapkan selamat natal adalah membuat kartu ucapan, meski atas pesanan orang lain. Namun pembuat atau desainernya tidak bisa berlepas diri dari andil pengucapan selamat natal.

Bila anda berkeyakinan bahwa mengucapkan selamat natal kepada pemeluk Nasrani hukumnya haram, tentu saja membuat desain kartu ucapannya juga ikut haram. Sebab desain itu bagian tak terpisahkan dari ucapan selamat natal. Hukum keduanya tidak bisa dipisahkan. Bahkan boleh jadi, hukumnya lebih berat dari sekedar mengucapkan, sebab desain itu tertulis dan akan terus menerus dibaca orang. Apalagi bila desain itu dicetak dalam jumlah besar.

Kami katakan bahwa hukum yang anda tanyakan kembali kepada hukum mengucapkan selamat natal. Sudah populer di kalangan umat Islam tentang keharaman mengucapkan selamat natal.

Alasannya utamanya adalah bahwa mengucapkan selamat natal itu berarti pengakuan atas kebenaran aqidah umat kristiani yang mempercayai keberadaan tiga tuhan. Juga merupakan bentuk pembenaran atas ketuhanan nabi Isa alaihissalam.

Fatwa Haram Ibnul Qayyim

Pendapat anda yang mengharamkan natal itu memang telah difatwakan oleh Ibn al-Qayyim Al-Jauziyah. Beliau pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal” atau mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang kafir hukumnya haram.

Sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya ‘Ahkâm Ahl adz-Dzimmah’, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama.

Alasan Ibu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majma’ Fatawa Fadlilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403).

Adakah Perbedaan Pendapat Dalam Ucapan Selamat Natal?

Lepas dari pendapat kalangan yang mengharamkan, ternyata ada sebagian ulama yang berpandangan bahwa sekedar mengucapkan selamat natal tidak mengapa. Yang haram secara mutlak adalah perayaan natal bersama. Keharamannya telah disepakati oleh semua kalangan.

Memang pendapat yang membolehkan ini kurang populer di banyak kalangan. Namun kalau kita mau agak teliti dan jujur, rupanya yang menghalalkan tidak sedikit. Bukan hanya Dr. Quraisy Syihab saja, tetapi bahkan Majelis Ulama Indonesia, Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan beberapa ulama dunia lainnya, ternyata kita dapati pendapat mereka membolehkan ucapan itu.

Rasanya agak kaget juga, tetapi itulah yang kita dapat begitu kita agak jauh menelitinya. Kami uraikan di sini petikan-petikan pendapat mereka, bukan dengan tujuan ingin mengubah pandangan yang sudah ada. Tetapi sekedar memberikan tambahan wawasan kepada kita, agar kita punya referensi yang lebih lengkap.

Fatwa MUI Tentang Haramnya Natal Bersama, Bukan Ucapan Selamat Natal

Majelis Ulama Indonesia pada 7 Maret 1981, sebagaimana ditandatangani K.H. M. Syukri Ghozali, MUI telah mengeluarkan fatwa yang isinya: Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.

Namun Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.

“Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam,” katanya.

Bahkan pernah di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya, beliau menyampaikan, “Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani.” (lihat hidayatullah.com)

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi

Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni’ah saat perayaan agama lainnya.

Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni’ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT:

لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم وتقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Kebolehan memberikan tahni’ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni’ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami.

وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa’: 86)

Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain.

Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’

Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’, menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.

Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang diajut jenazah tersebut.

Sehingga menurut beliau, ucapan tahni’ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, juga tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama.

Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni’ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.

Namun beliau menyatakan bahwa ucapan tahni’ah ini harus dibedakan dengan ikut merayakan hari besar secara langsung, seperti dengan menghadiri perayaan-perayaan natal yang digelar di berbagai tempat. Menghadiri perayatan natal dan upacara agama lain hukumnya haram dan termasuk perbuatan mungkar. (lihat IslamOnline)

Majelis Fatwa dan Riset Eropa

Majelis Fatwa dan Riset Eropajuga berpendapat yang sama dengan fatwa Dr. Ahmad Zarqa’ dalam hal kebolehan mengucapkan tahni’ah, karena tidak adanya dalil langsung yang mengharamkannya.

Khusus untuk masalah kartu ucapan, mereka mengharamkan bila dalam kartu itu ada gambar salibnya, karena merupakan kemungkaran dan Islam tidak menerima penyaliban nabi Isa as.

Juga disyaratkan bahwa ucapan itu tidak mengandung hal-hal yang mungkar dan merusak aqidah Islam. Jadi hanya sebatas tahni’ah, tidak ditambahi dengan ungkapan-ungkapan lainnya yang justru bertabrakan dengan aqidah Islam. (lihat:Islam Online)

Fatwa Dr. Abdussattar Fathullah Said

Dr. Abdussattar Fathullah Said adalah profesor bidang tafsir dan ulumul quran di Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam masalah tahni’ah ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahni’ah yang halal dan ada yang haram.

Tahni’ah yang halal adalah tahni’ah kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.

Sedangkan tahni’ah yang haram adalah tahni’ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah itu berbunyi, “Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga.” Sedangkan ucapan yang halal seperti, “Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda .”

Bahkan beliau membolehkan memberi hadiah kepada non muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar, gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Allah.

25 Desember Bukan Hari Lahir Nabi Isa

Lepas dari perdebatan seputar fatwa haramnya mengucapkan selamat natal, ada masalah yang lebih penting lagi. Yaitu kesepakatan para ahli sejarah bahwa Nabi Isa sendiri tidak lahir di tanggal tersebut.

Tidak pernah ada data akurat pada tanggal berapakah beliau itu lahir. Yang jelas 25 Desember itu bukanlah hari lahirnya karena itu adalah hari kelahiran anak Dewa Matahari di cerita mitos Eropa kuno. Mitos itu pada sekian ratus tahun setelah wafatnya nabi Isa masuk begitu saja ke dalam ajaran kristen lalu diyakini sebagai hari lahir beliau. Padahal tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya.

Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.

Jadi kalau pun ada sebagain kalangan yang tidak mengharamkan ucapan selamat natal, ketika diucapkan pada even natal, ucapan itu mengandung sebuah kesalahan ilmiyah yang fatal.

Walahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Jadi, saya hanya mengatakan bahwa HUKUM TERTINGGI ADA DI TANGAN TUHAN yang menentukan apakah MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL HARAM ATAU TIDAK. Jangan hanya karena tidak enak maka persahabatan kita yang telah melintasi semua tembok-tembok pemisah baik suku dan agama menjadi penghalang. Kita tetap bersahabat sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kata akhir “KAMI MENGASIHI SAUDARA2 SEPENUH HATI” AMIN

Syalom

Mustika Ranto Gulo

Iklan

31 pemikiran pada “Tidak Haram Mengucapkan “Selamat Natal”

  1. Saya tegur sahabat saya yg keberatan karena spanduk itu, saya bilang ama dia, bahwa semua itu kesia-siaan, sebab tanpa diucapkan oleh mulutpun seluruh umat manusia sudah mengakui Isa almasih. Seluruh dunia memakai almanak-kalender Mesias sampai detik ini diseluruh dunia. Ketika anak mereka lahir, tgl lahirnya adalah almanak Mesias; ketika mereka print out rekening banknya tglnya juga Kalender Masehi. Buka giro/cek? Tgl keberangkatan pesawat? tgl kematian? apapun di kolong langit ini semua berdasarkan iman kepada mesias. Jadi teman2 nasrani …jgn terprovokasi …tenang saja …sebagian sahabat karibku sudah menyadari semua kesalahan dan dendam lama ini. Mereka ramai-ramai ucapin natal karena tidak ada lagi efeknya jika ditolak, toh tiap hari sudah mengakuinya. Salam damai, tak usah perang …tak usah berkelahi …damai saja. Okay?

  2. Assalamu’alaikum wr wb

    Mohon maaf saya tidak bisa berkata banyak. Saya hanya ingin mengemukakan pendapat saya, setuju atau tidak itu terserah pada diri masing-masing.
    Mengucapkan selamat Natal atau ikut merayakannya (memperingati) itu HARAM hukumnya bagi kita umat islam alasannya karna itu merupakan penyelewengan aqidah kita sebagai umat islam. Itu pendapat yang saya pegang selama ini.
    Kenapa dikatakan penyelewengan aqidah, alasannya karna dengan mengucapkan selamat natal berarti kita telah mengucapkan selamat atas lahirna Tuhan yesus.
    Lalu ada sebagian umat islam yang berkata kita tidak memperingati natal melikan kita memperingati lahirnya nabi Isa ‘alaihissalam, pendapat yang kedua ini juga keliru karna nabi ‘Isa ‘alaihissalam atau yang didsebut yesus oleh umat nasrai tidak dilahirkan tanggal 25 Desember. Lalu siapa sebenernya yang dilahiran tanggal 25 Desember iru???!

    Link di bawah ini merupakan penjelasan dari seoran mantan biarawati yang faham dan tau betul sejarah natal. semoga Allah membukakan pemahaman kita yang samar-samar untuk bisa mengatakan bahwa yang hak itu hak dan yang bathil itu bathil. Ammin..
    Wassalamu’alaikum wr wb

  3. Nabi dan para sahabat tak pernah mengucapkan Selamat Natal. Para imam Madzhab sepakat mengharamkan ucapan selamat Natal.

    “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

    “Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

    Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

    Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.

    Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa syirik. Dan syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang yang tengah merayakan kemusyrikan?

    “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]

    “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al Maa-idah 73]

    Hendaknya kita begitu. Silahkan baca dalil selengkapnya di:
    http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal

  4. Tidak pernah ada data akurat pada tanggal berapakah beliau itu lahir. Yang jelas 25 Desember itu bukanlah hari lahirnya karena itu adalah hari kelahiran anak Dewa Matahari di cerita mitos Eropa kuno. Mitos itu pada sekian ratus tahun setelah wafatnya nabi Isa masuk begitu saja ke dalam ajaran kristen lalu diyakini sebagai hari lahir beliau. Padahal tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya. Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.

    Lha kalo tanggal lahirnya saja tidak meyakinkan validitasnya, mengucapkan selamat Natal berarti mendukung keyakinan yang tidak meyakinkan dunk?! Mending g’ usah ngucapin aja dech! Ambil selamet gitu loch….
    Ya bagaimanapun juga Islam-lah jalan keselamatan seperti asal katanya yang berarti keselamatan, kesejahteraan.

  5. Hadoh !
    Saudara2ku Kaum Muslimin/at…, Assalamu’alaykuum,,,
    Udah deh,,, jangan berpolitik dalam beragama. Tafakuri saja QS Al-Kafiruun, dan patri itu dalam hati, selesai.
    Insya Allah terhindar dari segala sesuatu yang syubhat, amiin…
    Salam ukhuwah …

    Bagi yang memiliki blog ini, permisi…

  6. Akhirnya MUI mengucapkan Selamat Natal…Good, ini terobosan yg luar biasa.

    Artinya Selamat atas kelahiran kristus…! sebenarnya diucapkan atau tidak pun YSUS tidak berpengaruh apa-apa. Yang berpengaruh adalah org2 durjana yg butuh penghormatan saja.

    Ngga ada gunanya dijadikan polemik dalam masyarakat Indonesia yang sangat plural.

    Gus dur sdh mati, lalu bagaimana selanjutnya Pluralisme Indonesia?

    Payah

  7. Menanggapi banyaknya nada-nada sumbang tentang keberadaan Everesta Media dengan harga recovery data yang mahal yaitu 5 juta. Ada pengalaman yang justru tidak masuk akal. Saya Ruli, tinggal di Serpong (BSD), 38 tahun. Karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. MOHON MAAF kalau tulisan ini bukan bermaksud membuat banyak pihak kecewa/kesal. Tapi untuk penyeimbang berita saja.

    Tepatnya di awal Februari 2008 lalu, saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan listriknya, lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan bahasa aneh, agak sedikit bunyi aneh klak-kletek, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA ternyata sama saja & ada bunyi kletak-kletek.
    Akhirnya, saya membawa ke beberapa tempat recovery data di daerah Harco Elektronik dan Mangga 2 Mall. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya tidak menegerti, ternyata mereka gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakannya adalah pada piringan/disk hardisk saya sudah parah (tergores). Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya, dan mencoba merecover lagi ke beberapa tempat lain. Ternyata sama. Mereka gagal. Sama saja, terakhir saya coba lagi membawa ke jasa recovery data di bilangan Mall Ambasador, Setiabudi Sudirman, daerah Jakarta Barat juga, dan banyak tempat lain. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka juga mengaku-ngaku adalah master, ahlinya atau yang terbaik.

    Entahlah saya hampir putus asa. Saya sudah bingung harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba terus mencari di Internet, di salah satu situs iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media, salah satu jasa penyelamat data, situsnya http://www.everezta.com. Awalnya saya sempat ragu – ragu dengan sosok Everesta Media. Karena sebelumnya, saya sempat membaca beberapa tulisan-tulisan bernada sumbang tentang Everesta di situs http://www.mediakomsumen.com, dan juga di situs Logic hardware [http://www.harddisk.blog.co.uk/2008/04/18/tips-aamp-trik-4061645], yang bernada berseberangan terhadap Everesta Media. Mengatakan, bahwa tempat Everesta Media tidak meyakinkan! Tetapi, saya coba untuk tidak mudah percaya langsung dengan tulisan mereka. Karena belum ada buktinya bagi saya! Ya. Coba-coba dululah siapa tahu lain apa yang banyak pihak propagandakan. Mungkin juga, sosok Everesta tidaklah seperti tulisan yang pernah saya baca. Di tengah keputus-asaan saya. Awalnya. Saya coba -coba menelpon ke pihak Everesta Media. Ternyata, mereka meminta saya mengantarkan harddisk saya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung arah Depok. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka, dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah dibayar di muka. Awalnya saya ragu-ragu dan ciriga. Akhirnya, dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil harddisk tersebut untuk direcover ke kantor saya. Saya pun harus bersabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.

    Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka mengabarkan kepada saya, bahwa harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, karena belum sempat dibongkar dalamnya. Katanya keberhasilan recovery data minimal 80% bukan 100%, juga waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya tergolong sangat parah secara fisik (katanya ada sudah bunyi, head bacanya rusak, tidak terdetek BIOS lagi dan sudah banyak “bad sector area”). Mereka mengajukan biaya recovery data sebesar 5 juta rupiah. Jumlah yang sangat mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya! mahal sekali! Mahal sekali mas!!!! Padahal tidak seperti di tempat – tempat lain yang pernah saya tanya, jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali, sempat saya akan membatalkan saja. Saya curiga juga takut ditipu oleh mereka (pihak Everesta). Apalagi saya ingat artikel yang seperti yang pernah saya baca di http://www.mediakonsumen.com dan punya bung Logic hardware ini.karena terus penasaran, saya coba lagi tawar harganya agar dapat lebih murah. “Jangan mahal-mahal bah…..!” Entahlah, mereka tetap keras kepala… Tetap saja, mereka (pihak Everesta Media (http://www.everezta.com) tidak mau agar biayanya lebih murah, alias tidak dapat ditawar lagi biayanya. Karena terpaksa juga pasrah, mau tidak maulah! harus kemana lagi saya coba merecover data saya dengan harga jauh lebih murah, Sementara mereka belum tentu menjamin sanggup! Sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnya dengan terpaksa, saya menyetujui juga dengan biaya 5 juta rupiah secara tunai. Asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan! Itu janji saya pada pihak Everesta Media.

    Bingung dan mencurigakan juga cara kerja Everesta Media seperti apa. Terpaksa harus menunggu lebih seminggu, akhirnya setelah 8 hari, mereka (pihak Everesta Media) tiba-tiba menelpon lagi kepada saya, memberitahukan bahwa sudah selesai semua data saya diselamatkan, diminta saya segera membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Kesesokan harinya, mereka akan antar data-datanya ke kantor saya siang hari. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi dong, saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya, yang sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar! Aneh sangat tidak dapat dipercaya!!! mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya! Percaya tidak percaya! walaupun banyak nada sumbang tentang Everesta ! Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir dulu. Hebat juga Everesta Media, walaupun biaya recovery datanya cukup mahal, tidak percaya dan tak mungkin! tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun, saya agak curiga takut ditipu. Sebenarnya jujur dalam hati kecil saya, sudah cukup puas dengan harga 5 juta rupiah. Bagi saya saat ini. Sangat tidak penting seperti apa tempat Everesta Media, siapa – siapa saja yang anggotanya, bagaimana cara kerja mereka, dan berapakah personil dari Everesta Media itu?! Justru yang terpenting bagi saya Everesta Media adalah lebih dan memiliki nilai tambah dari dari yang lain! Karena terbukti telah berhasil menyelamatkan data-data penting saya, bahkan yang sudah lama dihapus sekalipun. Sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah. Ruli, Serpong (8-1). Percaya atau tidak semuanya! terserah anda! saya hanya menuliskan saja. Semoga berguna.Wassalam.

  8. Ping balik: Selamat Hari Natal

  9. Begini, Pak Ketua

    Saya sudah pernah sampaikan dulu komentar saya, dihapus ya?
    Saya sama sekali tidak mau hub kita retak diantara umat manusia karena pemahaman agama kita yang sempit!

    Bagaimana dengan penyembah patung, sdr2 kita yg ngaku beragama tetapi main sihir atau santet sambil memakai mantra bahasa arab atau kalimat-kalimat kitab tertentu. Bukankah mereka yang pantas disebut kafir? Teman2 sudahlah kita semua bersaudara, makanya saya kirim ucapan selamat lagi di judul lain.

    Begini ya, hai manusia, agama kita harus dipromosikan sebagai agama yang penhuh daya tarik karena Islam itu pendamai. Bukan masalah aqidah, tetapi masalah kemanusiaan lebih tinggi dari pada aqidah. Mengapa? Karena nenek moyang kita dulu adalah kafir, tetapi karena islam masuk di Indonesia dengan lemah lembu sehingga nenek moyang kita bisa ditarik ke dalam kepercayaan islam. Bukan Begitu? Oleh karena itu kita juga akan menarik orang ke dalam islam lebih banyak karena agam kita bukan agama aqidah yang penuh kekerasan> Islam bukan agama yg identik terorisme! ingat ya, jgn karena pemahaman anda-anda yg sempit, maka dunia akan menyisihka islam sebagai agama yg menakutkan. Ucapkan Natal tidak haram… itu adalah kewajiban kita sebagai org benar dalam beragama.

    Islam abangan banyak yg memilih pindah agama karena ragu dgn ajaran islam yang membingkan, jadi mulai sekarang rubah strategy!!!!

    Maju terus islam!

    Lwek4int4

  10. Ping balik: Merry Christmas | Web-Ro Media is fully the colour site

  11. nambah dikit…
    Coba berfikir begini: mengucapkan “Selamat Natal” adalah sama dengan mengucapkan “Selamat Atas Kelahiran Tuhan Dalam Bentuk Manusia Yang Disalibkan Untuk Menebus Dosa Kita Semua! Selamat Ulang Tahun Ya Tuhan!”

    Tentu saja ucapan seperti ini adalah syirik, karena Tuhan tidak pernah lahir sebagai manusia dengan sekaligus tetap sebagai Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak pula bisa dibunuh.

    Apakah anda mau melakukan syirik dan mengucapkan kalimat yang panjang itu (atau versi singkatnya: Selamat Natal), hanya dengan alasan menghormati atau berbuat baik kepada orang kafir yang dila’nat Allah swt? mkasih bwt brbgi informasinya

  12. weleh2…masalah aqidah bung…masih maen toleran pula!!
    udah jelas sgala bntuk propagnda yg dilakukan orang2 kfir buat jatuhin islam.ingat itu…bhkan nyampe lubang semutpn qt suruh ngikutin.pa ga gila tuh…??truh mana muke kita??aqidah man ingat….jangan maen2 dunk..

  13. Mahmoud Ahmadinejad sebagai kepala negara Republik “ISLAM” Iran mngucapkan selamat natal bg warganya yg beragama Kristen.bukan kayak MUI,yg sok islami mengeluarkan fatwa sembarangan.fanatisme semu

  14. Assalamuallaikum Wr. Wb.

    Alhamdulillah, tak kusangka pertanyan di rublik eramuslim dot com dapat memberikan manfaat dan pencerahan bagi kawan-kawan penghuni dunia fana ini.

    Semoga kedamaian selalu tercipta dalam keaneragaman kehidupan. Siapa yang benar? Siapa yang salah?

    Orang benar adalah orang yang selalu berusaha berbuat baik untuk sesamanya dan meminimalisir kesalahan yang dapat menimbulkan kerusakan, permusuhan dibumi ini dan selalu bersyUkur atas anugrah yang diberikan sang Pencipta.

    Kebenaran hakiki ada ditangan-Nya. Apa yang bisa membuktikannya?
    Waktu yang akan berbicara.

    Sebaiknya sambil menunggu siapa yang benar, kita harus berbuat baik pada sesama agar kedamaian tercipta dan kita hidup berdampingan dengan bahagia.

    Wassalam.

    Harno Bhimantoro
    BANDAR LAMPUNG

  15. Bagaimana dengan ayat ini pak, bukankah juga berarti sangat keras?

    Orang di luar Kristus kita harus berbuat seperti itu ? apa maksudnya?

    II Yohanes 1:10. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.

    Pada kalimat berikutnya justru sangat tegas menyatakan bahwa:
    II Yohanes 1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

  16. Assalamu’alaykum WR WB,untuk semua!
    Saya setuju bahwa ungkapan MAS di atas benar tentang hanya Allah yang MAHA TAHU, artinya kita tidak tahu, mari kita berdamai satu dgn yang lain dan tetap menjunjung tinggi sikap saling menghargai.

    Salam hormat kepada bapak pengelola situs ini Res#5 di atas, saya bangga tulisan anda, maju terus.

    Jauhari S
    SUMATERA

  17. Assalamu’alaykum WR WB,

    Bagi mereka umat Nasrani, tolong dipelajari lagi apakah benar Natal (hari kelahiran nabi Isa ‘alaihisalam) itu jatuh pada tanggal 25 Desember?

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Siti Mariam bunda nabi Allah Isa ‘alaihisalam setelah melahirkan nabi Isa ‘alaihisalam untuk memegang pohon kurma dan menekannya seakan2 menggoyang sehingga berjatuhanlah buah2 kurma yang sudah masak dengan ijin Allah. Kurma yang sudah masak bisa didapat pada puncak musim panas yaitu antara pertengahan bulan juli dan pertengahan bulan agustus. Musim panas sendiri terjadi mulai awal bulan juni hingga akhir bulan september.

    Sesungguhnya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lebih tahu dan paling tahu karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

    MAS
    Jeddah – Arab Saudi

  18. Umat islam tidak boleh mengucapkan hari raya Natal karena itu haram.

    Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
    – makan mie instant => karena temuan oran Cina
    – memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
    – makan nasi => karena berasal dari Cina
    – memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangss Kristiani
    – mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
    – menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
    – menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
    – menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
    – kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
    – naik haji => karena itu penyembahan berhala
    – menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
    – mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
    – sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
    – mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor?

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan bangsa Yahudi.

  19. Pak Ranto, selamat Natal semoga bahagia dan sehat selalu.

    Maaf pak, Ucapan Natal itu tidak haram, hanya sebagian org saja yg salah kaprah.

    Terima Kasih.

  20. Halo Bang ANG, Temanku A SOSI GULO, Temanku ZOEL,

    Terima kasih saudaraku, ucapan Natalnya dan kami mengasihimu …saat ini kami sdg berbahagia, dan membaginya kepada saudara2 juga.

    Saya pernah menulis “TUHAN MILIK SIAPA?” dalam beberapa artikel rohani antar umat beragama. Namun, tidak mendapat tanggapan karena saya dituduh kafir, bukan Islam dan juga bukan Kristen, bukan budh atau hindu juga, atau aliran lainnya. Karena saya bertanya kepada para pendeta, ulama dan semua org yang menganggap dirinya suci, “TUHAN MILIK SIAPA”. Dan dalam argumen-argumen, mereka katakan bahwa kita manusia ciptaan tangan Tuhan, jadi Tuhan memiliki kita, dan sekaligus kita memiliki Tuhan. Kalau begitu kita semua “CIPTAAN TUHAN” dengan harga yang sama di hadapanNya. Mengapa kita haramkan ciptaan yg lain dan kita halalkan org yg sepaham dengan kita. Kita punya hak apa, kalau Tuhan adalah Pemilik Kita semua?

    hehehe, cuma berbagi saja, agar dunia ini menjadi tempat yang aman bagi anak-cucu kita, mereka berbeda agama namun tetap saling mengasihi, berdamai satu dgn yang lainnya, sehingga kita telah mewariskan apa yang baik demi bumi tercinta ini. Planet Bumi ini, rumah kita yang diberikan Tuhan, kita wajib menjaganya untuk jangka panjang. Hehehe!

    itu sajalah, amin
    MRG

  21. Ping balik: Selamat Hari Natal « zoel.

  22. Tidak ada ruginya bagi saya mengucapkan Natal kepada BOS saya di Kantor yang nota bene membuat dapur saya mengepul setiap hari, aku bekerja kepada Tuan Nasrani yang sangat taat. Mereka mengasihi saya, dan tiap Natal kami pasti dibahagiakan, namun saya tetap Islam yang taat. Mengapa saya merusak hub yang baik itu hanya karena fatwa yg tak jelas, fanatisme itu tidak ada dalam islam. Saya Mengutip Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’

    Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’, menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.

    Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang diajut jenazah tersebut.

    Sehingga menurut beliau, ucapan tahni’ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, juga tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama.

    Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni’ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.

  23. wassalam…
    Saya heran, mengapa kita membuat sesuatu menjadi buruk dan hina, haram dan haram segala sesuatu yang indah. Keluarga kami majemuk, Kakek saya masih Katholik fanatik dan sangat sayang pada kami semua. Aku Cucu Pertama, yang wajib mengucapkan salam Natal nanti malam kepadanya sambil sungkam. Dan ketika itu ribuan kata-kata indah mengalir dari bibirnya untuk memberkati kami. Kata-katanya sangat kristiani, Papa saya yg nota bene sorg Haji (muslim yg taat) justru mengatakan, silahkan imani berkat yg diucapkan kakek itu, pasti kamu menjadi org yg berhasil.

    jadi, intinya kami tidak mau dibodohi oleh anggapan yg tak pasti, dunia menjadi sempit. Mama saya selalu ingatkan bahwa AGAMA seharusnya membawa damai. Justru, sikap fanatisme Islami di Indonesia menjadi sebuah keraguan. Lihat warga Islam di Darwin Australia, Hongkong, mereka moderat dan taat sekali, namun tidak fanatisme seperti di Jakarta.

    Aku baca buku, selamat tinggal Islam, penulis seorg dosen dari bekas Unisofyet. Aku sangat marah, karena Islam diungkapkan semua kelemahan dan tata cara hidup bermasyarakat yg sangat keras. Namun Papa ambil buku itu dan menyimpannya, belum saatnya saya baca, katanya. Kita tetap Islam yang memberi contoh hidup bermasyarakat dalam kemajemukan terutama sdr2 saya di Indonesia.

    MD

  24. Waduh saya benar-benar ketinggalan kereta. Selama ini kalau ada teman yang lebaran – saya selalu mengucapkan selamat lebaran. Dan tidak pernah sekalipun terlintas bahwa tindakan sebaliknya diharamkan. Salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s