IKATAN MAHASISWA NIAS INDONESIA (IMANI) JAKARTA MENOLAK NIAS & NISEL BERGABUNG KE PROPINSI TAPANULI

Jakarta 14 Maret 2008,

Ketua IMANI (Ikatan Mahasiswa Nias Indonesia) Amati Dachi, dan sejumlah rekan-rekan mahasiswa lainnya bersama sama dengan Ketua Umum Pilar Nias Barat di Jakarta berdiskusi serius untuk mengambil sikap atas isu Propinsi Tapanuli yang akan memaksakan kehendaknya supaya Kabupaten Nias dan Kab Nisel bergabung dalam Propinsi tersebut.

Dalam diskusi tersebut disimpulkan bahwa “tidak ada keuntungan apapun yang didapatkan Nias Selatan dan Nias untuk bergabung dalam Propinsi Tapanuli”. Sayangnya beberapa orang pejabat Nias Selatan latah untuk terlalu buru-buru menyatakan bergabung dengan Protap tersebut.

Katua Umum Pilar Nias Barat, menyatakan bahwa Jika kita bergabung dengan PROTAB maka kandas sudah cita-cita kita untuk menjadikan Nias Sebagai Propinsi pada tahun 2015 nanti. Karena UU menyatakan bahwa daerah yang baru dimekarkan harus sep[uluh tahun ataupun 25 tahun baru bisa dimekarkan kembali. Selain itu, tidak ada garansi bahwa PROTAP benar-benar berpihak kepada rakyat Nias yang selama ini dipandang sebelah mata. Kita harus berhitung, apap alasannya bergabung dan apa alasannya juga kita menolak. Selain itu, Garis Historical menyatakan bahwa NIAS bukan bagian dari TAPANULI, ini juga harga mati.

Masyarakat banyak yang bingung, karena para penjilat demi uang rela bergabung dengan Protab. Jangan sampai kita biarkan Nias menjadi korban yang berdarah-darah nantinya, sebab sebagaian mahasiswa di Nias Selatan yang menamakan dirinya FORBES telah menyatakan mendukung. Sedangkan IMANI di Jakarta akan menggelar aksi menolak bergabung protab tersebut dengan jumlah masa 2000 orang. Menurut saya jika terjadi bentrok, akhirnya toh yang rugi adalah PUTRA2 NIAS SENDIRI.

Saya menghimbau agar kita menahan diri, dan kita berdoa agar NIAS dan NIAS SELATAN jangan dijadikan bahan percobaan oleh propinsi baru tersebut. Mari kita lihat dengan jernih apa yang bisa diberikan oleh PROPINSI TAPANULI ini kepada kita Masyarakat Nias.

Jika dipaksakan berarti “akan terjadi konflik horinzontal secara besar-besaran digaris akar rumput, pemerintah harus jeli dan tidak mengorbankan masyarakat tentunya”. Nias memiliki hak untuk menolak dan janganlah dipaksakan, kita masih bersaudara dan jangan sampai akhirnya berdarah-darah dan tidak ada yang diuntungkan. Amin

Iklan

9 pemikiran pada “IKATAN MAHASISWA NIAS INDONESIA (IMANI) JAKARTA MENOLAK NIAS & NISEL BERGABUNG KE PROPINSI TAPANULI

  1. Nias” sekolah dimana sih dulu pantasan aja nias gak ada yg jadi terkenal, berharap kah kalian nias menjadi provinsi, jika belum paham arti diajak oleh protap bergabung di nias jangan komentar” sok” cerdas dan pintar, dasar lah nias ini, lagian kalau kalian” nias” g mau bergabung gak jadi masalah, batak tetap lah batak nias yah tetap nias, protap mengajak bergabung nias, supaya nias kalian itu bisa dikenali seluruh indonesia, tapi kalian org” nias malah berfikiran negatif dan aneh”, jangan pernah bermimpi nias jadi provinsi, provinsi diseluruh sumtra terbesar ialah medan nomor satu dan kedua di sumatra palembang, jadi nias jangan bermimpi, agar nias tau pejabat” dan parol” diatas banyak org” batak, apakah kalian fikir bisa begitu mudah nya nias bisa jadi provinsi, jangan bermimpi nias. Sudah enak di ajak bergabung ke protap masih juga belagu dan sok pintar dan cerdas. Sekali lg coba disimak ajakan protap dinias baru komentar” meski pun ada dijakarta org nisel atau nias apalah itu, tetap aja gak bakalan bisa nias kalian itu jd provinsi, bisa fikir sendiri, org” batak banyak diatas pusat bagai kan pejabat” dan paarpol” dan sebagainya. Pahamkan itu niass bodoh!!!!

  2. KAMI DARI NIAS SIAP MATI DEMI PERJUANGAN, kau cari dulu darimana asal usul mu, NIAS BUKAN BATAK tapi keturunan ANJING….

  3. seharusnya kita sebagai sesama manusia,

    harus saling kerja sama…yang baik
    karena kita saling membutuhkan satu sama lain.

  4. Salam hormat juga, semoga kita sama-sama memahami bgm caranya hidup bertetangga, apalagi secara ideologis sangat Nasionalisme. Waktu itu ada demo besar-besaran u mendukung Prov Tap di Nias Sel sehingga menggenatrkan sedikit suasana politik waktu itu.

    Seingat saya Nisel waktu itu terbagi dua pendapat, sebagaian di Jakrt (orang Nisel) tdk menyetujui sikap Pimpinan Pemb Kab di Nisel. Sehingga ada reksi yang cukup keras saya rasa Pilar Nias Barat yg di pimpin pak Ranto berpihak kepada sikap Kab Nias yg di usung oleh Bupati Nias B3.

    aku sendiri berpikir supya pemuda dan generasi kita jgn terbawa arus dgn cara kekerasan. Secara budaya kita bersaudara, kan ?

    Intinya semangat atas argumen di atas supaya berimbang …semoga bisa memahami bahw kita harus mengusung perdamaian.

    amin

  5. Menyejukkan! Terimakasih Bro Metania Sarumaha; kita memang harus memandang semua aspek politis yang berkembang di negri kita masing-masing dari sudut pandang nasionalisme. Masih banyak perjuangan untuk merubah pola pikir konservatisme yang menuju radikalisme di etnis kita masing-masing, dan ini memang perjuangan yang memakan waktu dan mungkin lebih banyak makan hatinya.

    Selamat berjuang membina generasi muda. Bravo Nias, The Island of Paradise.

  6. Kamilah #Nisel# yg pertama menyatakan setuju, namun alsannya saya tidak tahu. Nah setelah pencerahan dari Pak Ranto bahwa ada cita2 untuk Provinsi Kepulauan Nias pada pertemuan itu, maka kami juga yakin bahwa ada keuntungan jika ngga usah dulu bergabunglah. Tetap kita dukung agar bisa disetujui oleh Pem Pusat prov Tap ini.

    Ada isu yg tidak jelas nara sumbernya waktu itu bahwa ada yang memaksanakan kehendaknya dengan cara politik dagang sapi agar Nias aharus mau tidak mau ikutan dalam prov tap itu. Akhirnya ditanggapi sangat berlebihan oleh kawan2 saya di IMANI dan pada pertemuan dengan para pejabat Nias dan HIMNI di salah satu hotel di Jakarta (hadir Binahati B Baeha) diputuskan untuk tetap tidak bergabung, namun tetap di dukung.

    kalau menurut saya tulisan yang disampaikan oleh Pak ranto di atas, tidak SAR dan tidak memicu perang antara Nias dan Prov Tap.

    Pak ranto snediri juga saya tahu persis pada waktu Debat di salah satu Stasiun tivi .tidak seperti yang bapak MARIDUP #komentar di atas.

    Mari berdamai…semoga Prov Tap masih bisa menjadi provimnsi nantinya.

    Salam perdamaian.

  7. Wah..wah..wah sudah sampai sedemikian dalam kajian anak-anak muda nias ini, sampai-sampai masalah Protap bagaikan menuju medan perang saja sehingga bermunculan istilah “Nias bukan bagian dari Tapanuli, ini adalah harga mati” dan “Nias memiliki hak untuk menolak dan janganlah dipaksakan, kita masih bersaudara dan jangan sampai akhirnya berdarah-darah dan tidak ada yang diuntungkan”.

    Saya banyak mengenal warga Nias dan memang menganggapnya saudara, tetapi sedikitpun saya tidak terbesit menganggap orang Nias itu adalah Ras Tapanuli atau bagian dari Tapanuli, dan mungkin demikian pula orang-orang Batak lainnya. Saya terkenang dengan seorang Nias bermarga Hia ex pejabat Depnaker di Medan di tahun 70-an, termasuk Zebua dari LLD, yang bersusah payah merangkul orang2 Nias keluar dari habitatnya bahkan untuk mengucapkan kalimat2pun masih sering meng-korupsi akhiran setiap kata (mohon dilihat bahasa positif-nya), mereka bergabung di sebuah perkampungan Batak di Kota Medan sehingga di perkampungan itu bermunculan yang bermarga lain seperti Zega, Sarumaha, Gulo, Mendrofa, dll. Sekarang mereka sudah berkembang dan mandiri dan tidak lagi berkelompok.

    Saya mengungkapkan ini setelah mengamati beberapa situ Nias yang membahas tentang Protap hampir seluruhnya bernuansa miring dan seolah bermusuhan dalam konteks etnis. Saya belum pernah mendengar berita bahwa kelompok etnis Batak dan kelompok etnis Nias saling berperang? Kalau Batak Vs Ambon, Batak Vs Menado memang pernah terjadi di Jakarta, Batak Vs Flores di Batam pernah juga terjadi. Bagaimana pula kalau terjadi Batak Vs Nias seperti yang di-provoke di artikel ini “berdarah-darah?”, Sudahkah siap Batak Vs Nias berperang? Bagaimana komparasi kekuatannya? Apakah sudah bisa kita bandingkan kubu kekuatan masing-masing secara ‘apple to apple’ untuk memulai perang?

    Saya sangat menyayangkan kalau generasi muda seperti IMANI dan Pilar Nias Barat membuat artikel-artikel yang menanamkan bibit radikalisme kepada generasi muda Nias. Bagaimana mereka nantinya tumbuh 10 tahun mendatang?

    Masalah Protap adalah persoalan Politik sederhana. Kalau penggagas Protap mengajak Nias (Kab. Nias, Nisel, Nias Barat) untuk bergabung, apakah lantas orang nias beranggapan bahwa mereka secara etnis menjadi bagian dari orang Tapanuli (Batak)? atau apakah lantas orang Batak menganggap orang Nias adalah bagiannya secara etnis? Siapapun bangsa di dunia ini akan menilai bahwa Batak dan Nias berbeda RAS secara ginealogy. Penggagas Protap merangkul Nias supaya mereduksi nuansa ‘SUKU’ dalam pembentukan Protap karena walaupun Tapsel Cs diajak dalam gagasan, sudah hampir dijamin akan ada ‘gentleman assumption’ yang muncul, karena walaupun ras-nya sama tetapi ada unsur ”AGAMA’ yang tidak bisa kompromistis (Masyarakat Nias harus faham perang Paderi).

    Karena ada benang merah yang menyambung ‘historis kultural’ antara Batak dan Nias, sementara Tapsel Cs dengan Taput Cs mengalami benang putus mengenai historis kulturalnya, maka Tapteng dan Nias akan menjembatani perjuangan PROTAP menjadi lirikan yang tidak mencurigakan bagi Pemerintahan Pusat, walaupun sebenarnya tidak perlu ada kecurigaan apa-apa kepada Protap bila dibandingkan dengan terbentuknya Banten, Gorontalo, Babel, dll. Demikianlah pentingnya Nias dan Tapteng bagi Protap secara politis di negri Indonesia dimana Batak (yang sesungguhnya mengaku Batak “PROTAP sekarang”) bila sebagai penguasa kabupaten saja, hanyalah dianggap semut-semut merah yang mampu menggigit betis orang2 yang mengelilingi Batak tersebut, dan setiap saat terancam tergilas oleh tumit2 kekar itu. Tidakkah wajar dimata orang Nias bila Batak dari semut bermimpi menjadi lebah yang bisa terbang?

    Nasi sudah menjadi bubur, penolakan resmi yang dilakukan oleh Tapteng dan disusul oleh Nias dan disusul ikutnya Nias menggagas Protabar tetapi ditinggal oleh penggagas Prosuteng, maka jelaslah bahwa KONSEP PROTAP di-SARA-kan oleh Tapteng-Nias-Tapsel Cs. Lalu unsur SARA letaknya di otak siapa?

  8. Yaahowu Pak Gulo (moderator)!

    NIAS BUKAN BATAK, BATAK BUKAN NIAS, Jadi Propinsi Tapanuli, adalah Propinsi orang2 Tapanuli, propinsi Nias adalah Propinsi orang2 Nias Indonesia adalah negara orang2 Indonesia.

    Kepada M Panggabean yang terlalu memaksakan kehendaknya, anda akan menuai hasilnya dengan air mata darah nantinya sebab kami berharga di MATA TUHAN, jika memaksakan untuk bergabung dengan anda, tentu anda sudah berhitung bukan?
    Pak Amati Dachi, dan Pak Ranto…maju …… Benar itu, tidak ada untungnya bagi kita bergabung PROTAB, maju terus….!

    KAMI DARI NIAS SIAP MATI DEMI PERJUANGAN, HAJAR!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s