AKHIR DARI SEBUAH DOA “AMIN”

Mohon Doa Restu Perguruan Tinggi Di Nias
Mohon Doa Restu Perguruan Tinggi Di Nias

Latar Belakang
Doa Panjang Berakhir dengan sebuah kata “AMIN”.  Sejak tahun 2007, memulai INFFo  (Inter Nations Friend Foundation) dengan memohon kepada Tuhan Yang maha Kuasa agar Visi dan Misi Perguruan Tinggi di Nias ini bisa diuji sejalan dengan waktu.

Setelah proses LEGALITAS selesai, barulah kami melangkah untuk mencari lahan. Peletakan batu pertama, sudah dilaksanakan pada November 2008 lalu. Kontroversi timbul karena kegiatan ini dihubungkan dengan situasi politik yang sedang hangat di Nias Barat. Dihubungkan dengan POSISI KEPEMIMPINAN NIAS BARAT KELAK, yang dianggap bahwa saya sedang menyusun strategy di akar rumput.  Saya jelaskan bahwa “Orang lain boleh saja berkoar-koar, berkata apa saja yang penting saya konsisten mencapai apa yang saya cita-citakan. Saya tidak bisa melarang siapapun untuk berkata apapun, tidak ada yang melarang.  

Saya berpikir bahwa kegiatan pendidikan harus lebih dekat kepada masyarakat untuk menjangkau semua lapisan sesuai dengan Pancasila & UUD ‘45. Pendidikan adalah satu-satunya instrument yang dapat mengubah tatanan kehidupan masyarakat menuju ketingkat yang lebih baik secara drastis.

Tanpa pendidikan seseorang sangat sulit untuk bisa bersaing menghadapi kompetisi dalam kehidupan bermasyarakat. Tingkat Pendidikan yang dimiliki sesorang merupakan modal utama menghadapi era globalisasi. Karena penguasaan teknik dan metode kerja sangatlah perlu, agar bisa meningkatkan produktifitas.

Mengingat betapa pentingnya kegiatan pendidikan harus menjemput masyarakat di pedesaaan, maka INFFo hadir di tengah-tengah masyarakat Nias. INFFo hadir dengan ketulusan hati dan kerinduan untuk membangun sumber daya manusia secara langsung di daerah terpencil. INFFo akan menfasilitasi bantuan pendidikan kepada mereka yang kurang mampu, agar mereka mempunyai kesempatan untuk dapat mengembangkan diri dan mampu bersaing dalam setiap perubahan yang terjadi.

INFFo dipanggil untuk memajukan dunia pendidikan tinggi secara nasional dan berorientasi di Nias. Fungsi INFFo harus mampu membina serta mengembangkan SDM yang berintelektualitas dan moralitas tinggi.

INFFo adalah yayasan pendidikan non profit, tidak didasarkan pada orientasi bisnis, tetapi mempersiapkan SDM yang mandiri dan berkembang menjadi kreatif, profesional dan bertanggung jawab.

Khusus misi ke Pulau Nias, 10 tahun pertama diharapkan bisa menunjukkan kemajuan yang berarti. Multi effek sosialnya sangat besar, antara lain:

  1. Peningkatan keahlian khusus, sehingga sejajar dengan SDM dari daerah lain.
  2. Menahan laju urbanisasi penduduk ke kota besar terutama usia produktif 18 tahun yang selalu terpacu ingin merantau ke kota besar.
  3. Membuka peluang dan lapangan pekerjaan dibidang edukasi.
  4. Memicu pertumbuhan ekonomi keluarga dengan adanya peningkatan transaksi ekonomi dibidang pendidikan.
  5. Membantu Pemerintah Daerah menyediakan tenaga Ahli Madya yang terampil, professional dan siap pakai.

Demikianlah pemikiran kami mengenai masa depan INFFo dan terima kasih atas dukungan saudara. (MRG)

Iklan

6 pemikiran pada “AKHIR DARI SEBUAH DOA “AMIN”

  1. Ping balik: Internation Friend Foundation (INFFo) | niasbarat.com

  2. Kita pernah dengar bersama bahwa pendidikan menentukan anak bangsa karena hanya dengan pendidikanlah maka pembangunan akan maju dan berkembang. Namun, perlu digaris bawahi bahwa yang terpenting tidak hanya pendidikan tinggi melainkan pendidikan sejak usia dini. Mari kita lihat dan bandingkan kehidupan di kota dengan kehidupan di daerah kita Nias, adakah pendidikan Play Group (Pra TK), Taman Kanak-Kanak (TK) di kabupaten Nias ? kalaupun ada mungkin bisa dihitung dengan jari. Hampir semua anak-anak Nias tidak pernah memasuki masa pendidikan di Play Group atau di TK sementara pendidikan anak usia dini sangat-sangat perlu.

    Sewaktu saya kecil, Saya pernah mendengar istilah bahasa Nias “HA FATUA AWUYU-WUYU DELA GEU TOLA LA FATO’U NANO EBUA SAE BA AFATO” maaf kalau kurang tepat kata-katanya. Artinya hanya saat muda kayu ini dapat ditekuk dan dibentuk sesuai dengan keinginan akan tetapi bila sudah menjadi besar maka susah sekali membentuknya, sebaliknya bisa-bisa dahan tersebut menjadi patah. Pepatah kuno ini juga berlaku dalam kehidupan kita dimana anak usia dini sangat membutuhkan bimbingan dalam membentuk kreatifitas dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak namun, setelah dewasa ia dapat memilah-milah dan memutuskannya sendiri mana yang baik dan tidak baik.

    Demikian juga dalam dunia pendidikan hendaknya kita tidak lansung memikirkan pendidikan yang lebih tinggi (Perguruan Tinggi)melalui harus diawali dari pendidikan dasar (usia dini umur 4 tahun – 6 tahun)

    Saya pribadi sangat bersyukur kalau sudah ada ide membangun perguruan tinggi dan telah terealisasi seperti yang kita baca dan dengar saat ini (INFFo)namun, jangan lupa juga pak kalau ada investor atau saudara-saudara kita yang lain juga punya pemikiran untuk membangun pendidikan anak usia dini tersebut.
    karena bagi saya, usia dini ( 4 – 6 tahun ) tersebut akan menentukan perkembangan watak dan potensi anak-anak NIAS dimasa mendatang (minimal 10 tahun kedepan)sehingga kelak diharapkan anak-anak Nias khususnya NIAS BARAT dapat disetarakan dengan kehidupan sekarang ini.

    Salam saya, demi perkembangan dan kemajuan NISBAR tercinta.

  3. Saya kaget juga membaca visi misi sdr disini, hampir sama apa yg terjadi di SULAWESI UTARA sejak 2003 lalu. Para Pemuka Agama dan Tokoh muda di jakarta ramai-ramai membuka sekolah tinggi di daerah masing-masing, hasilnya luar biasa pak.

    Sbg Info kepada kita semua SULUT memiliki Universitas terbanyak di Indonesia, bayangkan saja sampai ke tingkat Kecamatan di Propinsi ini terdapat Perguruan Tinggi.

    Mengapa di Nias terlamabat sekali?
    Apakah budaya tarik kaki kebawah masuk jurang masih ada di Nias?
    Ini pepatah dan istilah Pak Zagoto dulu waktu kami di Asrama Putra Yatim Piatu Medan. “Kalau ada org yang sukses, dibenci dan diracun sampai mati, apalagi kalau memiliki cita-cita yang tinggi, tunggu waktunya akan dihancurkan”. Semoga sekarang sudah pada tobat. Nias pasti bisa maju!

    Ada temanku sekaligus salam untuk Abang saya Drs. Yustinus Gulo (Ada yg Kenal?) dimana pun berada semoga pqanjang Umur.
    Maju terus Nias!

    Saya ada sahabat Pak Zagoto seorang Pelayan Tuhan Jendral Zagoto dari Balai Keselmatan’ kalau tidak salah sudah meninggal dunia. Anaknya, ada yang di Jakarta, kalau kenal bisa perkenalkan kepada kami.

    Tuhan Yesus Memberkati.

  4. Ping balik: MELAWAN KEBODOHAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s