PROTAP, PEMEKARAN DAN KEYAKINAN

Pemekaran dan Keyakinan

Keyakinan Ketua Panitia Pemekaran PROTAP sangat luar biasa dan patut ditiru. Kelak ini akan menjadi sebuah kesaksian.

Usulan provinsi Tapanuli itu sangat tepat, bahkan lebih layak dari pada propinsi di Irian Jaya, yang nota bene dinyatakan lulus/lolos/layak menurut penilaian DOPD. Syah-syah saja penilaian itu karena itu tugas mereka, namun menurut hemat saya PROTAP itu lebih baik jika dibandingkan kedua provinsi yang dimekarkan di Pulau paling timur Indonesia itu .  

 

Analisa dari sisi adat istiadat dan agama, dua-duanya adalah wilayah mayoritas agama Kristen. Adat istiadat yang masih kuat, tetapi dipandang secara politik oleh politikus, itu sangat berbeda. PROTAP itu sudah maju sejak tahun 1960 sangat plural dan Prof, Dr dan para pejabat dari berbagai tingkatan di negeri ini sangat banyak dari tapanuli ini. Profile PROTAP sangat hebat, namun tidak demikian di pandanagan DPOD, ada apa? Yah, sulit dijelaskan karena tidak ada penjelasan syarat apa yang belum dipenuhi dalam kesempatan itu.

 Saya bermaksud agar Indonesia ini lebih maju dan lebih baik dalam mendengar aspirasi rakyat yang sangat majemuk. 

 

Ikuti berita dibawah ini: 

 

Kamis, 23 Oktober 2008 , 15:30:00

 

Panitia Yakin DPR Loloskan Provinsi Tapanuli

 

JAKARTAKeputusan sidang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) yang menyatakan Rancangan Undang-Undang pembentukan Provinsi Tapanuli (RUU Protap) belum memenuhi persyaratan, tidak menyiutkan nyali para penggagas calon provinsi baru tersebut. Ketua Panitia Pembentukan Protap Biro Jakarta, Sabar Martin Sirait, merasa yakin lolos tidaknya RUU Protap bukan tergantung kepada pemerintah, tapi di tangan DPR.

Alasannya, RUU tersebut merupakan inisiatif DPR. “RUU itu kan merupakan RUU inisiatif DPR. Jadi, nanti DPR yang akan memutuskan dan kami yakin mereka tahu bahwa itu aspirasi rakyat,” ujar Sabar Martin Sirait kepada JPNN.Com di Jakarta, Kamis (23/10).

 

 
 

 

 


Seperti diberitakan, sidang DOPD yang digelar di gedung Depdagri, Rabu (22/10), menyimpulkan seluruh usulan pemekaran dari Sumut belum memenuhi persyaratan, termasuk RUU Protap.


Dalam keterangan resminya kepada wartawan usai memimpin sidang DPOD, Mendagri Mardiyanto dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPOD menjelaskan, hanya pembentukan lima calon daerah otonom baru yang memenuhi syarat. Calon Kabupaten Pringsewu di Lampung, Sabu Raijua di NTT dan Kota Tangerang Selatan di Banten dinyatakan lolos murni. Sementara dua bakal calon kabupaten baru di Provinsi Papua yakni Intan Jaya dan Deiyai dinyatakan lolos dengan catatan.


Menurut Sabar Martin Sirait, seluruh persyaratan yang bersifat prinsip untuk pembentukan Protap sudah lengkap. Dia malah menduga, DPOD tidak jeli dalam meneliti berkas persyaratan pembentukan Protap. ”Saya minta DOPD melihat lagi berkas persyaratan. Kalau saya hadir di sidang DPOD itu, saya akan langsung minta saat itu juga untuk meneliti berkas persyaratannya,” ujar politisi dari Partai Damai Sejahtera (PDS) itu.

 

Disinggung mengenai belum adanya rekomendasi dari Gubernur Sumut dan DPRD Sumut terkait pembentukan Protap, menurut Sabar, persyaratan itu bukanlah termasuk syarat yang prinsip. Dua alasan dikemukakan. Pertama, yang punya kewenangan membentuk Undang-Undang bukan Gubernur dan DPRD, tapi DPR dan pemerintah. ”Jadi, belum adanya rekomendasi dari provinsi induk tak bisa menghalangi pengesahan RUU Protap,” kata Sabar.Alasan kedua, yang namanya rekomendasi itu hanya syarat sekunder. Dia mengumpamakan seorang pelamar kerja yang membawa rekomendasi dari pihak lain. ”Yang menentukan diterima atau tidaknya pelamar kerja itu, kan bukan yang memberikan rekomendasi,tapi ya pihak yang membuka lowongan kerja itu,” ucapnya. (sam/JPNN)

Sumber :

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s