Welcome To Nias Island, Ya’ahowu!

Jakarta, 10 Agustus 2008  “Welcome To Nias Island, Yaahowu!”

lompat batuKenangan manis di Nias selalu terbayang begitu betapa indahnya, mengapa? Pengalaman unik itu dirasakan teman saya yang pernah berlibur sambil pelayanan sosial di Nias. Di Nias, kalau tamu datang, disambut begini “Noso Ami le!!!!”,… (tunggu dulu, jangan salah paham itu bukan teriakan kasar tetapi sambutan khas Nias, sangat halus, sebagai sambutan kepada tamu yang terhormat. Dan biasanya dengan nada indah dibalas oleh tamu, “He…eeeeeeeeeeee!”. Dengan suka cita mereka berbagi “sirih” (disebut “puan” dalam bahasa melayu kuno).

Menuju Nias

Jikalau kita berangkat dari Jakarta menuju Nias, rutenya antara lain, Bandara Soekarno Hatta, menuju Polonia Medan, naik pesawat apa saja (biasaanya tersedia 5 sampai 11 kali penerbangan perharinya).

Setiba di Polonia Medan anda sebaiknya segera beli tiket langsung di stand pesawat Merpati Air Line atau atau SMAC Air Line. (Dulu, Riau airline terbang hampir setiap hari ke Nias) untuk tujuan Bandara Binaka Nias.

Promosikan Nias Barat

Promosikan Nias Barat

Jika tidak ada penerbangan yang langsung berangkat, anda harus menginap satu malam di Kota Medan sambil jalan-jalan, misalnya ke Istana Maimoon. Sekarang Anda menuju ‘BINAKA’ yaitu bandara Nias yang terletak +/- 30 km dari Kota Gunungsitoli (ibu Kota Kab Nias).

Dari Bandara Binaka, anda bisa naik mobil sewaan (disebut TAXI yaitu mobil Minibus) menuju Kota Gunung Sitoli sebagai kota kabupaten Nias. Jangan kecewa jika anda tidak menemukan Hotel Bintang tiga disana. harus tinggal di Hotel kelas melati dan Losmen atau Wisma Untuk Orang Asing. Anda pasti disambut dengan sangat ramah selama berada di daratan Nias, apalagi jika anda berkunjung ke arah pedalaman, misalnya ke desa-desa wisata.

Cita-cita kami

Kelak jika Tuhan izinkan, kami usulkan kepada Pemerintah Kabupaten Nias dan Nias Selatan, supaya ‘Wisata Nias’ bisa dipulih kembali. Agar PROGRAM WISATA ini diagendakan oleh Pemerintah Kabupaten sebagai salah satu idola pendapatan daerah Nias. Sejalan dengan kampanye Wisata Sumatera Utara seperti program Bapak Gubernur SUMUT. Kesempatan ini sangat menguntungkan Pulau Nias (dua Kabupaten) harus menyambut baik program tersebut. Apa yang kita lakukan dalam rangka meningkatkan Wisata Nias?

Tari Baluse atau Tari Perang Nias

Tari Baluse atau Tari Perang Nias

1. Kampanye ‘Peningkatan Pelayanan’ oleh masyarakat dengan memprogram ‘Lomba Menjamu Tamu’ di setiap pintu gerbang kecamatan yang dilalui oleh Tourist. Hal ini sangat mudah, apakah dengan sambutan tari Moyo, Maena, tari Perang dan sebagainya. Bahkan, jika ada dana, kita harus menyambut tamu dengan tarian perang di bandara BINAKA setiap pesawat turun. Ide ini yang kami tawarkan kepada seluruh masyarakat Nias dimanapun, suapaya kita bisa lebih focus dan terkendali dalam berbicara membangun Nias. Lakukanlah hal-hal kecil tetapi membawa dampak yang luar biasa.

2. Kerjasama  Pemerintah Daerah dengan Investor untuk membangun satu atau lebih HOTEL BERBINTANG 3 minimal di Kota Gunung Sitoli. Kami sangat bangga membawa teman-teman jalan-jalan ke Nias, namun selalu direpotkan masalah tempat tinggal yang nyaman dan memadai.

3. Motto dan target kita, “PULAU NIAS ADALAH Tujuan Wisatawan Domestik dan International Terbaik di Sumatera Utara”. Dengan demikian kita ada semangat agar “KOTA GUNUNGSITOLI” membenahi diri dengan wajah cantik. Memperbanyak taman dalam kota dan menjamin kebersihan lingkungan.

4. Mempermudah modal kerja kerajinan Nias, suapaya bisa memenuhi permintaan para Tourist tersebut, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi rakyat. Perhatian untuk mempercepat proses dukungan kepada “UKM” melalui dinas terkait di Nias dan Nias Selatan.

Saya coba suguhkan metode tersebut di atas dengan bahasa yang sederhana dan dengan cara yang mudah dipahami dan dilakukan.  Sekalipun nantinya (yang tentunya) pasti mengalami banyak problem di lapangan. Hal itu adalah masalah-masalah teknis, dan untuk menanganinya kita sebaiknya melakukan studi banding di Kota Solo dan Jogya atau kota wisata lainnya.

Tulisan ini bertujuan untuk melengkapi tulisan kami sebelumnya yang berjudul “PELUANG BISNIS DI NIAS. Saya harap tulisan ini tidak menimbulkan pertengkaran baru lagi, mari membangun dan meletakkan dasar-dasar pemikiran yang positif.

Semoga Berhasil!

Mustika Ranto Gulo (MRG)

Iklan

16 pemikiran pada “Welcome To Nias Island, Ya’ahowu!

  1. Ya ahowu saat ini baru saya ngunjungi blog atau rubrik ini.Mengenai topik “Wilcome to Nias Island ” wacana atau gagasan dalam bentuk apa saja untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Nias itu sangat bagus, ketimbang mbanuada sinotabli niha ba dano wangaratu nao ohahau dodora, ba olifui saae ira dani Niha.Tapi masih banyak yang memberi komentar yang aneh aneh, bahkan berbau fitnah kepada komentator dan pengujung lainya, bagaimana hal ini bisa terjadi……….?Dilain sisi ada ( seperti komentar No.9 dan 13 ) sedikit ada benarnya, bahwa yang pertama dibangun adalah akhlak dan moral para pemimpin kita, tidak egois -egosektoral,korupsi(seuap menyuap) tetapi aparat( Pelayan Masyarakay) yang punya Nurani berjiwa besar ,berpikiran jauh kedepan. Kedua ( bangunalah badanya, bangunalah jiwanya ) setelah terbangun jiwanya tadi, bangulah badannya ( Infrastrukturnya ).Barusan saya balik dari Nias (10-9-2011).Hubungan Kab.Nias -Kab Nias Barat cukup parah, beberapa ruas jalan terputus upaya perbaikan , belum nampak dari pemerintah.Pembangunan Infrastruktur di Pemkab Nisbar masih adem adem saja , tahun anggaran hampir mau masuk pada triwulan 4 akhir tahun ,bagaimana bisa melaksanakan proyek miliaran rupiah tempoh tiga bulan …….? kabar burung beredar di Nisbar bebepara proyek di Nisbar belum ditender ( belum upaya tender sudah mencuat kruk krumuk disana sini di Dinas PU ). Alamatnya dana yg tersedia itu di Pemkab Nisbar kembali ke Kas Negara ( batas 20 Des 2011 ), Masyarakat yang kecewa bukan……?Sementara desas desus yang santer di pemda” tidak harmonis hub Bupati _Wabub. wah….. tambah gawat lagi Pengambil Keputusan di Pemkab sedang doyan nya mutasi pejabat sekali satu bulan ada ( pelantikan ),seorang pejabat ada yg belum tiga bulan disuatu jabatan sudah dimutasi. Jadi Pemkan Nisbar saat ini perlu disupport dari dari luar.Saoha golo yaahowu

  2. Sekedar berkunjung dan mengucapkan salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  3. Siapa aja yang terpilih jadi Bupati,,,yang penting berhati NURANI yang baik,tidak mementingkan diri sendiri,,,dan berjiwa kepemimpinan.dan mempunyai Visi Dan Misi untuk memajukan dan mengembangkan Pulau Nias…

    INGAT….
    Koruptor jangan di biarkan…OK
    Maju Terusssssssssssssssssssssss……………………!!!

  4. Ping balik: realita orang ga punya uang. he………………. » Blog Archive » bahaya keseringan kewarnet

  5. Saya prihatin pak, Nias kacau banget..ne. ya wisata mana mngki bgs..Kota GSit kotor dan bau, dan tdk ada turis lagi.

    tlkdalam, lebih parah…turis sering ditipu dan dipaksa membeli souvenier…yah payah.

    lhu pada promosi ..ngga ada gunanya….rubah dulu otak kotor para pemimpin di Nias…itu saja

  6. Wisata Nias belum tersentu secara profesional, karena kiprahnya salah dari awal.

    PIMPINAN NIAS hanya mampu mengelola APBD yang terbatas, seperti Kata Penulis, bahwa kreatifitas Pimpinan NIas sangat terbatas.

    Saya hormat ama pikiran anda, kalau saja itu diwujudkan, CARI INVESTOR bawa ke Nias, dan niscaya Wisata kita menjadi lebih maju.

    Salam Kenal

  7. Input Mr. Fatis Mendrofa sangat hebat, sangat setuju, dan itu ide brilian. Biasanya Wisatawan merasa sangat dihormati dengan cara itu, tidak mesti tari baluse. Saya sangat merindukan adanya anak daerah yang mau menggalang bisnis ini dan bekerja sama dengan Pemkab setempat.

    Promosi perlu, baik di media cetak maupun media elektronik. atau melalu dunia maya juga, Website travel yang mapan.

    selamat bagi mereka yang menangkap binis ini.
    Salam dari saya
    Mustika Ranto Gulo

  8. maju terus wisata kita … kalau bisa setiap desa ada lomba tari baluse menyambut wisatawan asing dan juga lokal. bagaimana?

  9. Cara Mewujudkan Cita-cita wisata di Nias

    1. Berikan peluang kepada travel agent untuk membuat “WISATA TOUR NIAS 2008” yang didukung oleh Pemerintah Daerah. Dimobilisasi dan di permudah.

    2. Segera ajak semua pihak untuk memikirkan jalan keluar memodali “HOTEL minimal Bintang 3 di NIAS”. Contohnya, tanah / lahan disediakan oleh pemerintah daerah, sedangkan pembangunan Hotel dan resort oleh ‘investor’.

    3. Manfaatkan dana investor baru yang sedang hangat di Nias jangan di ‘poklek’ atau di salurkan kepada usaha yang tidak feasible sehingga tidak macet pengembaliannya.

    Terima kasih saran teman-teman di atas, Yaahowu

    MRG

  10. Bertemu kembali Ya’ahowu fefu ndratalifuso,

    Sungguh luarbiasa pemikiram Ama Maya, pantas aja Pak MRG ini adalah pemikir ulung yang bisa dicontoh.
    Menurut saya ide-ide Bapak diatas sangatlah masuk akal dan mudah ditelaah, cuma pertanyaan sekarang apa Pemerintah daerah MAU? soalnya kalau kita lihat dari poin nomor 1 – 4 pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit lagipula Bapak Bupati pasti belum kepikiran sep[erti Bapak, namun kita tetap optimis karena dimana ada kemauan disitu ada jalan.
    Bayangkan saja Dana Triliunan dari BRR & Luar Negri yang masuk di Nias seharusnya Wajah Pulau Nias sudah lebih mewah wah wah. Kalau Bapak Bupatinya mungkin dengan dana sebesar itu Hotel bintang Tujuh dan sarana & Prasarana yang “wah” penungjang pariwisata di Nias sudah ada.
    Harapan saya kalau jadi mimipi kita cari Investor luar negeri yang mau membangun Nias, misal salah satunya : Pulau Asu & Sekitarnya dikelola oleh Investor Asing biar mereka bangun Apa saja yang mereka suka disana seperti Hotel Resort mewah, Kasino, Tempat selancar, dan sarana & prasarana yang Mewah dan lengkap.
    Dengan syarat 70% SDM-nya orang Nias, Pajak jangan lupa setor ke daerah, dan 20 tahun kedepan dikembalikan ke Pemerintah untuk pengelolaan yang diawasi oleh swasta/LSM. Saya kira kalau mimpi ini terwujud bisa-bisa Pulau Nias terkenal di mata dunia untuk tujuan berlibur seperti Pulau Bali atau Chrismas Island di Australia atau Maladewa, karena Pulau Asu sangat menjanjikan sebagai pulau terluar Indonesia.

    Salam,
    JTD

  11. Pekaran daerah otonom lebih cepat lebih bagus supaya pendekatan pelayanan publik lebih okey sesuai atuaran yang berlaku, apalagi di pulau Nias sangat membutuhkan pelayanan prima dan dapat di persiapakan diri menjadi propinsi kedepan dalam rangkan kesejahteraan masyarakat Nias,marilah bangun Nias tercinta NIAS (Nusa Indah Andalan Sumatera)yaahowu .

  12. Lau ba Pak Ama Maya, komentar saya itu kan sebatas nasihat untuk adek-adek, malah pantasnya kalian adalah saya panggil anak-anak saya. Saya kenal semua orang tua kalian di Nias, org2 yang hebat dan memiliki visi jauh ke depan. Sama semua, org tua kita sangat kompak di Nias, sedangkan adek-adek, anak-anak kami belum bisa bersatu.

    Sayangnya kalau komentar itu tidak ditampilkan untuk apa kami membaca tulisan Ama Maya ini.

    Tugas kalian yang tersisa dan ini adalah utang :
    1. Bubarkan Panitia Pemekaran Nias Barat baik di Pusat (nias) maupun medan dan Jakarta, mereka sudah gagal. Mereka harus berjiwa besar menyatakan gagal dan malu, sehingga mereka wajib mengundurkan diri secara serentak. Itu namanya pahlawan!

    2. Bupati Nias juga harus didesak untuk membubarkan team fasilitasi yang di dominasi iraono khoma ba lahomi dan sirombu, bikin malu kalian. Bubarkan sebelum meledak amarah NONONIHA!

    3. Pertanggung jawabkan semua keuangan sumbangan dan apapun yang berhubungan dengan perjuangan Nias Barat. Secepatnya agar kalian masih punya harga diri ditengah-tengah masyarakat.

    4. Bentuk Team yang independen misalnya PNB kalau mau, atau bentuk yang baru lebih luas dan mencakup semua faksi-faksi di seluruh indonesia, dan saya sarankan kalian untuk rekonsiliasi dengan semua elemen masyarakat Nias Barat, untuk memulai perjuangan ‘gelombang Pemekaran baru’.

    5. Ajak semua ono niha pulang ke Nias dan dimotivasi untuk menyisihkan uangnya untuk memodali keluarganya di Nias untuk usaha kecil-kecil misalnya Toko Asesoris HP atau apapun itu asalkan bisa memutar uang di Nias seperti teori anda di website ini.
    6. Jangan tampilkan komentar yg berbau kampungan seperti tulisan anak kami di atas dan siapapun dia.

    Lau ba Ama Maya, salam untuk anak Kami John Travolta Daeli, katakan padanya pikiran dia hebat, saya tidak kenal dia, hezo mbanuara? sekali lagi saya bangga padanya.
    Untuk Lathe, coba belajar tahan diri, apalagi ini dunia maya, saya kecewa komentar anda. “lathe, jangan banding-bandingkan ndaono khoda, kalian itu sebenarnya ira sibayagu, ailado nogu wo baso komentarmo, sangat tidak etis”. Mohon Ama Maya Gulo hapus komentar lathe tersebut.

    Kita membangun nias mulai dari info yang baik, banyak senior di jakarta, medan dan kota lain yang seumur kami, sayangnya tidak ada hasil atau jejak mereka yang bisa kalian nikmati kan?
    Mereka kalau cerita setinggi langit, dan selalu menghindar ‘jangan saya’kalau diajak membina generasi muda. Seumur kami pada gagap teknologi, internet saja barang mewah bagi mereka, pada sudah senior di kota besar, bagaimana bisa mengimbangi anak-anak sekarang?

    Kadang sedih saya melihat persatuan kalian di Jakarta, saya membaca pemikiran Pak Laoli, SIAPA ICON PEMERSATU ONO NIHA DI JAKARTA?. Pertanyaan yang sulit di jawab kan?

    Pertanyaan saya beda lagi : “Bagaimana membangun Opini Nias adalah Pulau terindah di Sumatera?”

    Saya harap komentar ini jangan dimoderasi lagi.

    Yaahowu ndraonoma ba dano rato

    DH

  13. Maaf ya, Komentar Bapak DOROHIA, untuk sementara saya belum tampilkan, sorry banget. Saya tadinya berpikir bahwa dengan metode menulis artikel-artikel bisa meransang kita memikirkan situasi kita saat ini dan meninggalkan ide sebagai warisan kepada anak kita.

    Untuk Pak Made, saya tahan komentar bapak, karena menurut hemat saya sampai detik ini, saya tidak pernah menjadikan Blog ini sebagai wadah (seperti istilah bapak sebabagai ring tinju) untuk ONO NIHA BERANTAM. Silahkan baca dari a – z, dan kalau perlu kita bahas terbuka, saja. Apakah blog ini merugikan atau menguntungkan. Maaf saya moderasi komentar itu, karena bisa memicu pertengkaran baru. Komentator yang tidak bisa tahan diri, biar tahu saja, saya sdh hapus lebih 523 komentar yang masuk dgn berbagai topik.

    Saya baru memahami bahwa kita sedang belajar berbicara … sedang menuju ke situasi yang lebih baik. Jadi, saya anggap kita sedang belajar, menghargai pendapat org lain.

    Komentar Pak Sedez, sebaiknya periksa dululah, kapan saya memuja diri sendiri? Sdr An ANGorifi, saya sarankan anda cari blog yang cocok untuk anak2 saja, disana mungkin tidak bahas masa depan.

    Sdr. yang lain, yg saya tahan pendapatnya/komentarnya, pasti ada alasannya, sabar saja.

    Tuhan Memberkati kita semua, bagaimana topik “WELCOME TO NIAS ISLAND”…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s