PEMEKARAN DAERAH NIAS BARAT, HARUS DISADARI BAHWA ITU ADALAH BERKAT TUHAN

PEMEKARAN DAERAH NIAS UNTUK SIAPA?

Sayang sekali, jika pemekaran daerah Nias itu tinggal kenangan, mengapa sampai begini?

Saya hanya mengutip tulisan sebuah KITAB mengatakan, ‘Jika Saudara Seiman Duduk Dalam Persatuan, maka berkat-berkat akan dicurahkan … dan setrusnya”. Histeris perebutan nama siapa yang berjuang untuk pemekaran telah membawa konflik yang sangat memprihatinkan disemua lini masyarakat Nias terutama wilayah Nias Barat. Bagaimana berkat bisa datang untuk Nias sementara para elite dan teknokrat serta para pakarnya berkelahi dan dalam bahasa Nias “FA LELE INA”.  Jawaban dari pertanyaan PEMEKARAN UNTUK SIAPA? adalah “PEMEKARAN NIAS ITU UNTUK KITA YAITU MAYARAKAT, BUKAN UNTUK KELAURGA ANDA SENDIRI”.

Harus disadari Pemekaran Daerah Nias itu adalah bagian dari Berkat Tuhan

Karena Nias yang selama ini ditinggalkan dan tidak mendapat perhatian apapun, sudah seharusnya mendapat pelayanan yang baik dari pemerintah yaitu dengan cara “DIMEKARKAN”. Tetapi cita-cita luhur itu disusupi oleh kepentingan pribadi dan golongan. Seakan-akan orang lain adalah sampah, tidak tahu apa-apa. Kelompok ini menganggap dirinya sebagai orang yang paling mengerti tentang proses pemekaran, sehingga gaya bahasa dan perilakunya sama dengan seorang teknokrat dan ahli pemerintahan tantang Nias.

Jadi, menurut saya, kalau Nias itu dimekarkan, itu adalah berkat Tuhan agar kemiskinan baik kemiskinan informasi dan kemiskinan ekonomi dan atau hasil PADnya dapat ditanggulangi dan dituntaskan. Perkonomian keluarga dan pendapatan per kapita dapat ditingkatkan. Pengangguran dapat ditanggulangi, investor mulai melirik dan mau berinvestasi disana. Inilah tujuan dari semua cita-cita luhur kita, masyarakat Nias, sebenarnya sangat mulia dan ini adalah bagian dari berkat Tuhan. Tetapi kenyataannya lain, mengapa?

Jawaban yang tepat adalah berkat itu sulit dinikmati karena telah disusupi oleh kepentingan pribadi yang ingin menjabat atau motivasi ingin merauh keuntungan uang dan motivasi ingin mendapat puji-pujian atau penghormatan.

Kalau kita menyadari hal ini, maka sebaiknya kita jangan menghalangi berkat Tuhan itu dengan cara “FA LELE INA” berkelahi dan seterusnya. Jika demikian adanya maka kita sulit untuk bangkit, kita membutuhkan persatuan dan kesatuan yang penuh dengan perdamaian dan kasih. Kita seharusnya bersatu menghadapi kenyataan pahit tentang PEMEKARAN NIAS ini.

JANGAN MENEPUK DADA

“Kesombongan mendahuli Kehancuran”. Sdr-sdr, ini benar-benar nyata, bahwa orang congkak dibenci oleh Tuhan. Jika anda berbicara terlalu tinggi sampai ke langit, bagaimana anda bisa mendengar bisikan Tuhan dalam hatimu? Sikap sombong dan menepuk dada selama ini, telah membawa bencana bagi kita smua. Seolah-olah hanya anda saja yang hebat di dunia ini, tidak membawa suara perdamaian dan kasih persaudaran kita masyarakat Nias. Janganlah menepuk dada seolah-olah anda saja yang benar dan anda saja yang tahu persis proses pemekaran. Saya menulis ini, karena saya merasakan sendiri dalam masa pemburuan informasi dan mundar-mandir di berbagai instansi tentang seberapa besar peluang kita untuk dimekarkan, sangat melelahkan. Jadi, saya tidak akan bicara tanpa bukti karena ‘info yang sampai ke Nias dari teman-teman selama ini adalah yang manis-manis dan sedap di dengar’. Jadinya apa? Kita kehilangan banyak kesempatan, tertunda dan tertunda terus.

Kita ini sudah berumur dan berpendidikan juga, oleh karena itu cara-cara arogansi yang biasa di kampung jangan dibawa ke Jakarta. Kita ini belum ada apa-apanya, kita hanya sebahagian kecil saja dari sekian manusia di Indonesia ini. Bravo Nias Barat! 

Doa saya: “SEMOGA BESOK NIAS DISYAHKAN UNTUK DIMEKARKAN”. AMIN

Mustika Ranto Gulo

 

Iklan

9 pemikiran pada “PEMEKARAN DAERAH NIAS BARAT, HARUS DISADARI BAHWA ITU ADALAH BERKAT TUHAN

  1. suruh DODO, MARTHIN dan FIRMAN baca tulisan ini.

    sdr ranto, mhn anda jangan tulis lagi mengenai apapun tentang Nias Barat. Dimekarkan atau tidak biar berjalan seperti apa adanyalah.

    Kami takut kalau jatah kami saudara ambil!

    yaahow, ini terakhir kali saya berkunjung di sini, malu!

  2. teman-teman anak2 Tuhan, please deh, kita tunjukkan diri kita sebagai saksi kebenaran atau hamba kebenaran.KEGAGALAN NIAS BARAT sudah diduga lama, sekalipun ada jaminan-jaminan dari orang tua kita yg berjuang, itu semua perjuangan juga sekipun akhirnya begini.

    Saran kami onmatua yang masih muda, please bapak-bapak jangan mudah emosi deh. GBU ONO NIHA

  3. Syalom Robert Maruhawa,
    Dalam perjalanan hidup ini selalu saja ada suka duka, isu baru yang anda lemparkan di forum ini, telah menggambarkan tata krama yang turun temurun dari nenek moyang.

    Anda ciptakan bahan bakar baru untuk dipertengkarkan. Saya sdh berusaha membantu masyarakat yang kena tipu, namun anda tetap saja belum menerimanya. Saya doakan anda supaya Tuhan memberkati pekerjaan, dan masa depanmu. Sukses ya!

  4. Kok baru tau ya… Kalau AMA KLARA DAELI itu punya gelar SEBUA BAWA, dia berpikir dirinya saja yang paling hebat di dunia ini tidak kalah hebat dengan MRG juga. Hahahaha. Ketahuan deh sekarang kalau yang mengatur skenario Ranto jadi ketua Pilar itu AMA KLARA DAELI dengan menguasai Pilar oleh orang-orang Desa Kampung AMA KLARA DAELI. Sekarang Ranto di kata-katain dimana-mana kalau bukan Ama Klara yg mendukung dia maka Ranto kehilangan jabatannya sebagai Ketua Umum PNB. Nah sekarang AMA KLARA Leluasa berbohong kepada masyarakat. Coba kalau Pilar seperti dulu pasti Ama Klara tidak sembarangan menipu sana sini.

    Pemekaran sebagai lahan cari uang.

    Ama Klara cs sudah banyak menghabiskan uang yang dikumpulkan warga nias barat terutama dana bantuan bencana alam 3 tahun lalu. uang tersebut sdh diaudit dan direkomendasikan untuk diserahkan ke Nias sesuai dengan rencana peruntukannya. Sayangnya dana tersebut sekarang dipakai oleh AMA KLARA untuk berfoya-foya alasan pemekaran.

    NYALI RANTO sudah tidak ada.

    Sejak Ranto jadi ketua PNB versi Ama Klara, sejak itu Ranto menjadi Banci Ompong yg tidak punya gigi. Padahal dulu Ranto pernah menulis Piar Unjuk Gigi di Medan mendesak Paripurna Pemekaran Nias Barat. Pilar sekarang hanyalah pemuas nafsu Ama Klara yg leluasa menipu sana sini termasuk Ranto yang gila-gila hormat.

    Semoga tulisan saya ini tidak menyinggung perasaan Ranto dan Ama Klara, anggap saja sebagai kritik yang membangun.

    Salam Sejahtera.

    Robert Maruhawa
    Hanofa

  5. GOOOOOD!, saya baru tahu anda itu siapa…! . disini saya sumbang info …!
    Bukan mengada-ngada, bhw bebrapa hari lalu saya memburu info tentang pemekaran kelompok 15 bahwa:Beberapa orang pejabat daerah-daerah datang memburu kepastian di OTDA untuk bertanya mengenai proses pembentukan DPOD. Khusus Nias, nama-nama sdh dirancang oleh seseorang yang sangat besar MULUTnya Oknum PNS di DDN asal dari Nias. Tapi kertas itu dirobek-robek oleh seseorang karena dianggap terlalu lancang, hehehe! saya hitung satu kosong nih….yeeee!

    Belum sadar juga Si MULUT besar itu, ketemu org2 nias di tangga lantai dua, dia bilang “oh, pembentukan DPOD sudah final, nama-nama sdg proses, sebentar lagi, kita tunggu saja waktunya, nggak usah naik, ikut saya saja. Lalu dia jual “DUSTA” baru katanya “Agustus akan ada sidang DPR RI khsus untuk Nias, kita sdh atur, ada org kita di sana”. Dalam hati, org ini benar-benar PEMBOHONG BESAR!!. Rekaman suaranya saya simpan untuk kenangan nantinya, siapa tau perlu.!

    Kemudian besoknya Saya dengar DPOD ditunda dulu katanya….
    Kasian deh…HAHAHA!!!!!

    Kepada sdrku MRG jangan resah dan malu, maju dengan konsisten, sudahlah perjuangan anda akan dikenang… ingat ya tahun 2011 nanti!!!!

    Ini ada info nih:

    Pejabat Kepala Daerah Pemekaran Dilarang Ikut Pilkada
    Muchus Budi R. – detikNews

    Solo – Setidaknya masih ada 12 pemekaran daerah yang akan dilakukan. Untuk pelaksanaan pemerintahan sementara akan ditunjuk seorang pejabat sebagai pejabat kepala daerah. Namun pejabat tersebut dilarang mencalon diri dalam pilkada sebagai kepala daerah definitif.

    “Pejabat kepala daerah pemekaran baru dilarang mencalokan diri dalam Pilkada. Pejabat yang ditunjuk oleh Mendagri atas usulan gubernur dan bupati daerah yang dimekarkan itu sudah dimintai kesanggupannya untuk tidak mencalonkan diri,” kata Mendagri, Mardiyanto, dalam sambutan pembukaan Munas III Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diselenggarakan di The Sunan Hotel, Solo, Rabu (23/7/2008).

    Menurut Mardiyanto pejabat kepala daerah pemekaran tersebut diberi waktu untuk menyelenggarakan pilkada langsung untuk memilih kepala daerah definitif. “Jika diperbolehkan nyalon maka waktu satu tahun itu bisa saja dimanfaatkan untuk promosi,” kata Mardiyanto.

    Sharing Penanganan Problem Perkotaan

    Sementara itu kepada 94 walikota yang hadir dalam Munas III Apeksi di Solo tersebut, Mardiyanto berharap bisa saling bertukar informasi dalam penanganan problem perkotaan.

    Dia memaparkan problem umum yang terjadi di perkotaan di berbagai daerah adalah penataan ruang, pengadaan perumahan layak huni bagi masyarakat ekonomi lemah serta problem pengelolaan sampah. Dengan saling belajar dari daerah lain, problem umum perkotaan itu diharapkan tertangani dengan baik.

    “Kepada Pemkot Surakarta ini misalnya, walikota daerah lain bisa belajar tentang proses penanganan ratusan PKL di sebuah tempat untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih tepat tanpa menimbulkan ekses dan persoalan,” ujar Mardiyanto kepada wartawan seusai acara pembukaan.(mbr/djo)

    Rabu, 23/07/2008 12:49 WIB
    Sumber :
    http://www.detiknews.com/read/2008/07/23/124959/976491/10/pejabat-kepala-daerah-pemekaran-dilarang-ikut-pilkada

  6. Saya pendatang baru, maksudnya ..baru beri pendapat di blog ini.
    saran:
    – Maju terus nias barat, sekalipun berdarah-darah.
    – dua hari lalu, saya bertemu sekda pemkab Nias bersama bapak Ketua Bapedda Nias juga, mereka melewati saya di koridor ruangan OTDA tanpa sapa apapun. Mungkin karena saya dari kepulauan, jadi tidak begitu digubris. Saya tidak kecil hati.
    – DPOD untuk Nias itu belum terbentuk, kalau mau klarifikasi, telepon DODO NIAS saja dia salah sorang Kasubag administrasi OTDA. Mereka tidak kenal lagi sama kita, iraono Hinako.

    Kalau saya ikuti perkembangan tulisan-tulisan disini, sekilas komentar miring itu semua, mirip dengan ucapan-ucapan Lathe Hia (adek Era-era Hia) baik di tangerang maupun kepada sdr saya di kebaktian ONKP di ged. Suara Pembaruan beberapa waktu lalu.

    Jadi, kel. ini saya simpulkan seperti pemecah banuada, mereka juga trouble dengan masy Nias waktu pemilihan Bupati Tangerang, banyak ketidak jelasan ujung-ujungnya uang …. urusannya panjang nih kalau kita buka-bukaan.

    Begini saja, Bubakan Team Fasilitasi dan Bubarkan SALOM dan Bubarkan BPP Kanisbar di Nias, Medan dan Jakarta. Buat ormas baru Nias barat, yang tidak fanatis daerah dan agama. Usul, sebaiknya kami juga harus dilibatkan.

    Tetap jangan goyah, dan untuk Bapak Drs. Marthin Luther, MSi, cukuplah bang, persoalan makin panjang, abang sudah mau uzur, jga kesehatan, sorry kalau saya simpulkan bahwa saya lihat selama ini abang BESAR MULUT saja.

    yaahowu nias
    Salam utuk Ama Moses Maruhawa, kita ini masih saudara sebenarnya.
    maju terus

  7. Sorry saya pastikan pemekaran kelompok 15 berantakan, karna ada gaya grafitasi yang selalu menarik ke bawah. baca :http://www.detiknews.com/read/2008/01/25/182056/884277/10/pemekaran-daerah-akan-dievaluasi-penuh

    Jumat, 25/01/2008 18:20 WIB
    Pemekaran Daerah Akan Dievaluasi Penuh
    Fitraya Ramadhanny – detikNews

    Jakarta – Pelaksanaan otonomi daerah (otda) selama tiga tahun terakhir ini akan dievaluasi secara menyeluruh. Sangat mungkin pemekaran wilayah distop sementara waktu atau jeda, selama proses evaluasi otda.

    “Setelah pemekaran sekian tahun ini, sudah saatnya dilakukan evaluasi utuh dan menyeluruh,” kata Presiden SBY dalam jumpa pers bersama Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (25/1/2008).

    Menurut SBY, pemerintah dan DPD sepakat untuk mengembalikan proses pemekaran wilayah kepada tujuan sejatinya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Proses evaluasi dilakukan untuk memantapkan master plan otonomi daerah di masa depan.

    “Kami bersetuju pada bulan-bulan mendatang ada upaya terpisah antara pemerintah, DPD dan DPR, untuk melakukan telaah. Pemerintah juga akan berkonsultasi dalam menyusun master plan-nya,” lanjut SBY.

    Dalam kesempatan yang sama, Ginanjar menjelaskan, evaluasi sangat penting untuk mengkaji ulang desain pengembangan daerah, sasaran, dan lain-lain. Dengan demikian tidak melulu aspek teknis dalam UU.

    Setiap daerah bisa saja memekarkan wilayah bermodalkan UU. Meski demikian jangan sampai mengabaikan ada tidaknya potensi wilayah atau dampak dari pemekaran tersebut.

    “Untuk sementara sambil mengevaluasi pemekaran yang sudah ada, kita lihat perlunya ada jeda. Bukan berhenti, tapi jeda,” kata Ginanjar.

    Pemilu

    Menanggapi pertanyaan wartawan, yang menilai jeda pemekaran akan mepet dengan Pemilu 2009, Presiden SBY menjelaskan faktor waktu menjadi pertimbangan utama.Menurut SBY, pada Maret-April 2008, UU Pemilu akan rampung dan aktivitas politik berlanjut sampai Pemilu 2009. SBY memastikan proses evaluasi tidak akan mengganggu kalender politik nasional.

    “Kita akan hitung persis evaluasi agar klop dengan rentang waktu. Tidak mungkin daerah pemilihan yang sudah ditata, diganggu dengan pemekaran wilayah,” pungkas SBY.(fay/nvt)

  8. Sangat disayangkan jika memang pemekaran Nias Barat tertunda, saya baru di telepon dari Nias menanyakan kebenaran Pemekaran namun saya hanya bilang “TIDAK TAHU”.
    Disana mereka telah “KECEWA BERAT” karena telah berharap “PASTI” sesuai janji-janji manis para elit yaitu DPR RI yang berkunjung disana dan terlebih Team Fasilitasi Pimpinan Bapak Ama Klara Daeli.
    Apalagi telah beredar jauh kemana-mana sampai di Nias tentang pertengkaran antar elit kita beberapa waktu lalu di depan umum pesta pernikahan sampai ada yang “Falele Ina” yaitu Bapak Ama Klara ketua Tim Fasilitasi Pemekaran Nias.
    Manusia seperti inikah yang bisa diteladani oleh masyarakat? Manusia seperti inikah yang menjadi pemimpin masa depan? belum apa-apa saja sudah egebua mbawa dan sok jagoan kampung? biar masyarakat yang menilai apakah dia itu pantas atau tidak. Seandainya dalam klutur Ono Niha bisa saja Bapak Ama Klara Daeli di hukum secara adat Nias “LAKHAU” atau “LASAKA MBEWE”.
    Buat Bapak MRG tunjukkanlah bahwa Bapak seorang hamba Tuhan maafkanlah bapak ini, doakan dia biar dia sadar bahwa dia itu hanyalah seorang manusia biasa yang di kasihi Tuhan.

    Ya’ahowu fefu.
    Salam,
    John Travolta Daeli – Serang Banten

  9. Gua bilang apa, yg namanya penipu tepat penipu. Ama Klara Daeli terus bohongi masyarakat kalau Pemekaran sdh didepan mata tgl. 18 Juli 2008, nah … skarang mana janjinya. Boong besar bukan?
    Makanya Pak Ranto sebaiknya lakukan tindakan nyata untuk percepat pemekaran itu. Pilar bergerak lah jangn diam saja atau Pilar sudah tidak bisa apa-apa lagi ya seperti awal-awalnya berdiri. Jangan2 Pilar sama dengan Hangat2 taik ayam.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s