Mengapa Kita Bertengkar?

Selalu Ingin bertengkar, dan menyampaikan pikiran secara hyperbolic

Komunikasi kita tersendat, karena tidak memahami apa kata orang, apa yang diingikan oleh orang, apa titik temu setiap pembicaraan, sehingga kita saling memaksakan kehendak dengan gaya ‘hyperbolik’.

“Pada saat kami berdialog dengan Ono Niha di Pelabuhan Sibolga Tahun 2004 lalu, berujung dengan perkelahian. Kami berdebat dan saling maki dan menghina (falele ina). Masalahnya sepele, karena saya tidak mau menggunakan jasa angkutan becaknya dari pelabuhan ke salah satu Hotel Kecil. Sementara dia sdh membantu menurunkan barang kami dari kapal, semua orang mengerumuni kami karena tertarik dengan teriakan kami yang saling menyudutkan dan mengancam, akhirnya diselesaikan di kantor polisi, dia hanya menuntut 5.000 rupiah jasanya, namun tidak terkatakan karena komunikasi tidak lancar”. Demikian kesaksian saya, Ama Lestari Bandung.

Saya juga heran: “dalam situs-situs yang paling banyak orang Nias bertengkar adalah Niasisland.com dan Niasbarat.com”. Tidak sungkan-sungkan untuk memaki-maki orang melalui surat elektronik yang terbuka bagi umum.

Saya kutip tulisan Bapak Taosisi Lahagu dari kolom kese-kese Niasisland.com, yang menurut saya perlu ditanggapi serius untuk tujuan “Bagaimana Memperbaiki Cara Berkomunikasi Ono Niha, Agar tidak berkesan selalu Bertengkar Jika Berbicara”.

Dalam etika berkomunikasi kita temukan rumus sebagai berikut:

1.      Komunikasi satu arah, contohnya Pengumuman, iklan dan lain-lain.

2.      Komunikasi dua arah, contohnya dialog, wawancara, diskusi dan lain-lain.

Dalam kegiatan KOMUNIKASI ditemukan ada dua unsur yaitu :

 (1). Komunikator, sebagai nara sumber dan pusat pengendali topik pembicaraan.

(2). Komunikan, sebagai pengkonsumsi informasi, disebut pendengar  aktif dan atau pendengar tidak aktif.

Kalau budaya Nias, menurut saya sangat unik karena ketika Komunikator berbicara menyampaikan isi pikirannya maka komunikan (red=yang lain) diam dan mereka menjawab “ya, duhu da’o” (red=ya, benar itu). Hal ini terjadi dalam pembicaraan resmi di forum terhormat seperti adat dan pembicaraan dalam keluarga. Setelah seseorang selesai berbicara, maka diberikan kesempatan untuk menanggapi secara teratur.

“Apa Keunikannya ? yaitu pembicara bebas memilih mitranya untuk menjawab dan mengiayakan semua pembicaraannya. Agar tidak menimbulkan pertengkaran maka kedua kelompok yang berbicara dibuat secara bergantian sehingga tidak didominasi oleh satu orang. Gaya berbicara adat istiadat tersebut hampir saja punah dan tidak diteruskan oleh generasi di perkotaan / di perantauan.

Sifat dan Karakter Ono Niha (Orang Nias) dalam menyampaikan informasi sering tersumbat sehingga gaya dan karakter dasarnya keluar yaitu ”selalu ingin didengarkan terlebih dahulu” itu akan muncul dan dipaksakan. Jika tidak maka akan eskalasi ketingkat gaya bahasa otoriter (dengar atau tidak?), jika tidak maka “kamu pasti sakit hati karena makian saya”. “Komunikator” mengharapkan reaksi “Komunikan” mengalah dan mendengarkan dan selalu meng-iyakan.

Dalam gaya kepemimpinan yang kharismatik, tidaklah demikian, hanya informasi yang benar yang mendapat tanggapan “ya”, tentu disertai dengan referensi yang banyak.

Sedangkan informasi yang tidak diyakini benar dikoreksi dan dicari solusi agar itu bisa diyakini seberapa besar tingkat kebenarannya.  Sedangkan dalam Komunikasi Ono Niha, sulit sekali mengatakan tidak benar atau sulit sekali memberikan koreksi terhadap setiap pernyataan yang ada.

Sebab, koreksi kepada Komunikator pasti menimbulkan pertengkaran (eskalasi ketingkat yg lebih tinggi). Sehingga Komunikan memilih diam dan berbicara diluar, menyalurkan isi hatinya, protesnya dan keberatannya diluar forum resmi.

Hal itu yang membuat kita selalu menyalurkannya pikiran kita secara tersembunyi, karena tidak berani (red=menjadi pengecut) kalau berhadapan dengan Komunikator (lawan bicara). Intinya, idak mau konfrontal dengan Komunikator, sebagai bukti, bahwa orang-orang yang sangat kasar di komentar di internet, kalau bertemu sangat manis mukanya. Wajah dan sikapnya tidak menggambarkan isi hatinya yang disampaikan waktu menulis protes atau komentarnya di surat elektronik yang terbuka untuk umum.

Mengapa disebut bersifat pengecut? Karena Komunikan dan Komunikator saling menyembunyikan jati diri, tidak seperti komunikasi langsung. Data diri mereka disembunyikan dan yang paling parah sering memakai nama orang lain.

Pendidikan dasar berkomunikasi perlu dikembangkan terus untuk masyarakat dan generasi kita. Hal-hal yang penting untuk dikembangkan adalah :

1. jujur secara emosional (EQ) menjelaskan betapa pentingnya jika kita jujur pada diri sendiri, bahwa kita sedang enjoy, atau kita sedang marah. Betapa pentingnya kita mengakui diri kita sendiri dan bukan orang lain. Teori kejujuran emosional ini sering didengung-dengungkan namun prateknya sendiri justru bertolak belakang. “akuailah dirimu apa adanya, akuilah perasaanmu sesuai situasi yang sesungguhnya, itu yang dimaksud jujur secara EQ.

2. jujur secara emosional (EQ) adalah mengakui kalau kita sangat mencintai seseorang atau tidak, harus secara nyata-nyata. Orang Asia  sangat pelit sekali menyatakan perasaannya secara nyata-nyata. Kurang romantis, sekalipun “dia” sangat mencintai namun tidak pernah terucapkan, berbeda dengan orang eropa atau amerika yang sudah sampai pada tahap kejujuran emosional itu.

Bagaimana dengan kita sendiri, apa kita sudah jujur kepada istri dan anak kita dan apakah pernah kita katakan kepada mereka setiap hari “I Love You” ? kata ini sangat romantis, berbeda dengan kata “omasido siai chou”.

Sangat sulit mengempresikannya dengan romantis, oleh karena itu saran saya:

1. Pikiran yang jernih dan bersih, menghasilkan kata-kata yang bersih dan jernih, yang bisa memotivasi orang lain menjadi lebih baik, dimulai dari dalam lingkungan keluarga.

2. Kata-kata yang bersih, layak dibicarakan di istana raja, kata-kata kotor berada dekat tong sampah. jadi mereka yang terhormat, berkata-kata mulia dan beribawa, mengabdi kepada kesejahteraan manusia yang mendengarkannya.

3. Tangan yang bersih menghasilkan pekerjaan yang mulia dan berguna, jika tangan kotor menulis kata-kata kotor yang menyesah hati manusia dan melukai banyak orang hanya menghasilkan kehampaan dan kesia-siaan.

Selamat ya Ono Niha berkomunikasi dengan baik dan mulia.

Ir. Mustika Ranto Gulo

Coba Baca komentar dibawah ini sebagai referensi kita

http://www.niasisland.com/home/discuss_desc_inq.php?menu_name_option=Kese-Kese%20(Discussion)&code_option=1393&i=last

Dari zaman dulu sampai sekarang, kita orang Nias sering kali bertengkar satu sama lain baik melalui fisik, mulut, tulisan atau bahasa isyarat. Hal itu bisa dilihat di pekan-pekan, pada acara pernikahan, acara rapat desa, di gereja, di tempat kerja.

Di satu sisi, hal itu menunjukkan karakter kita yang kuat, pantang menyerah, punya gengsi, keras kemauan, jantan, adu argumen. Tetapi di sini lain hal itu menunjukkan bahwa kita adalah suku yang suka bertengkar, gengsi tinggi, tidak suka mengalah, keras kepala, suka berdebat, dan suka mencampuri.Saya sering mengakses beberapa website tentang Nias seperti : nias_community forum, niasisland, niasbarat, niasbangkit, dan lain-lain, dan ternyata di dalamnya banyak usul, saran, bantahan, ejekan, pertengkaran. Hal yang paling muncul ialah tanggapan-tanggapan yang bernada mengejek, menghina, merendahkan, menyepelekan bila ada satu topik, usul atau saran yang dikemukakan oleh yang lainnya. Intinya kita suka bertengkar

Banyak energi memang kita buang untuk itu. Hal-hal sepele yang tidak perlu ditanggapi ternyata tangggapannya bisa melebihi ratusan. Di niasisland ini, ada kesekese yang bersifat informatif, tetapi ditanggapi oleh ratusan e-mail lainnya. Astaga, isinya pun macam-macam, tanggapan yang ditanggapi, pertanyaan yang dipertanyakan dan jawaban dari jawaban dari jawaban sebelumnya ditanggapi. Intinya kecenderungan untuk bertengkar bila dianalisis secara sepintas sangat tinggi.

Nah, kalau mau membaca pertengkaran-pertengkaran di antara orang Nias, melihat gaya mereka bertengkar, muatan bahasa yang mereka pakai dan karakter mereka lebih dalam, silakan tulis satu topik yang baru, yang menarik, yang kontroversial tetapi tetap masuk akal, maka akan ada puluhan bahkan ratusan tanggapan, termasuk topik ini juga.

Selamat bertengkar!

Iklan

15 pemikiran pada “Mengapa Kita Bertengkar?

  1. Sangat sulit mengempresikannya dengan romantis, oleh karena itu saran saya:

    1. Pikiran yang jernih dan bersih, menghasilkan kata-kata yang bersih dan jernih, yang bisa memotivasi orang lain menjadi lebih baik, dimulai dari dalam lingkungan keluarga.

    2. Kata-kata yang bersih, layak dibicarakan di istana raja, kata-kata kotor berada dekat tong sampah. jadi mereka yang terhormat, berkata-kata mulia dan beribawa, mengabdi kepada kesejahteraan manusia yang mendengarkannya.

    3. Tangan yang bersih menghasilkan pekerjaan yang mulia dan berguna, jika tangan kotor menulis kata-kata kotor yang menyesah hati manusia dan melukai banyak orang hanya menghasilkan kehampaan dan kesia-siaan.

  2. Teman2, saya sangat menghargai komentar2 anda, yang membawa kepada kebaikan dan kepada kemakmuran. Dunia bisa lihat, komentar Marinus, OT Daeli, Ama Bersan, Maatosokhi Zendrato, saya sdh konfirmasi kepada pak pendeta itu namun tidak tahu menahu komentar itu, (caplok nama orang), lempar batu sembunyi tangan. Kualitas beroikir kita sdh jelas2 masih dibawah standard manusia sutuhnya.

    Kita hanya meributkan isi perut dan pola pikir kita yang primitif. Saya telepon pak Ranto dan berpesan “Tidak ada yang abadi di dunia ini, oleh karena itu tidak ada yang pantas kita pertahankan sampai kita mati-matian membelanya. Ini pesan dari Pak Ranto dan hari ini akan sampai di Jakarta.

    Untuk adek kami Marinus, coba revieuw kembali pola pikir adek, supaya jangan dicap sakit jiwa, saya sangat prihatin membacanya, saya yakin anda pasti semakin bersemangat dan selalu berbuat yg lebih baik. Saya baca komentar Pak Ranto ttg anda, sangat positive terhdp anda, siapa musuh2 pak Ranto ? Saya yakin dia tidak punya MUSUH dek. Termasuk di PILAR, dia tdk punya musuh, … tapi yang memusuhi banyak…hehehe!

    Saya kutip Tulisan Pak Ranto:

    Bagaimana dengan kita sendiri, apa kita sudah jujur kepada istri dan anak kita dan apakah pernah kita katakan kepada mereka setiap hari “I Love You” ? kata ini sangat romantis, berbeda dengan kata “omasido siai chou”.

    Sangat sulit mengempresikannya dengan romantis, oleh karena itu saran saya:

    1. Pikiran yang jernih dan bersih, menghasilkan kata-kata yang bersih dan jernih, yang bisa memotivasi orang lain menjadi lebih baik, dimulai dari dalam lingkungan keluarga.

    2. Kata-kata yang bersih, layak dibicarakan di istana raja, kata-kata kotor berada dekat tong sampah. jadi mereka yang terhormat, berkata-kata mulia dan beribawa, mengabdi kepada kesejahteraan manusia yang mendengarkannya.

    3. Tangan yang bersih menghasilkan pekerjaan yang mulia dan berguna, jika tangan kotor menulis kata-kata kotor yang menyesah hati manusia dan melukai banyak orang hanya menghasilkan kehampaan dan kesia-siaan.

    Cuma itu yg saya bagi untuk kita. Amin
    Me

  3. Untuk No 11. dan 12

    Minta ma`af ya…dari dulu saya inggak pernah ikut forum yang berjudul: Mengapa kita bertengkar”. Tapi kok Bapak Ama Bersan dan Abang OT membawa-bawa nama saya di sini. Tapi inggak apa-apa sih mungkin karena komentar-komentar saya selama ini sering membela musuh-musuhnya Ketum Pilar Nias Barat. Sebenarnya bukan membela sih…Tapi saya sedih sekali membaca komentar-kementar saudara-saudariku Ono Niha yang memang tidak beretika dan bermoral. Ini ruang publik! karena itu, bukan tempatnya untuk saling menghujat, memfitnah, dan menunjukan kehebatan-MU…..

    Jadi, seharusnya media ini kita gunakan sebagai wahana untuk saling bertukar pikir, dan tukar informasi positif terutama antara sesama Ono Niha. Apakah di media ini sudah terlaksana?

    Komentar No 11 dan 12 tidak perlu saya komentari. Saya kira, mereka lebih tua dari saya. Karena itu, Mereka udah dapat membedakan mana yang baik, dan mana yang tidak baik

    Bandung

  4. Ranto…!

    Jangan berikan mutiaramu kepada babi…………..ini firman Tuhan, jangan bergaul dengan mereka lagi.

    mereka seperti politikus kampungan pada siang malam menanti belas kasihan.

    Hahahahaha. Saya setuju Marinus Sakit Jiwa.

    OT Daeli
    Simprup 16/27 Jaksel

  5. Syalom Pak Ranto yth

    Dengan ini kami mhn untuk segera menghapus komentar2 yg tidak membangun.

    Kapan Pulang Pak, segera kita bertemu, dan kita lebih baik diam dan konsolidasi.

    Uang Pinjaman Pilar ke Bapak sudah tak mungkin di ganti, karena kawan2 hanya memikirkan dirinya sendiri. ongkos cuci baju eben saja di Hotel di Medan diganti dgn uang Ketum Pilar, bagaimana dia bilang dia pejuang. Hentikan… perut mereka saja yg dipikirkan.

    Marinus, memnag otakmu agai mencair, saya lihat anda sepertinya sakit jiwa, coba berobat ya.

    KITA MERAYAKAN NATAL DAN HATI KITA SEHARUSNYA BERSIH.

    Ama Bersan
    Tangerang

  6. Maaf…sebelumnya buat saudara-saudaraku yang dari nias barat. Saya bukan warga nias barat tapi saya adalah warga nias, makanya saya ingin merespon sedikit topik ini.

    Menurut saya orang sering bertengkar bahkan sampai menimbulkan perkelahian yang hebat karena berbagai macam sebab. diantaranya:

    1. Kurang Komunikasi/tidak komunikatif.
    Komunikasi yang tidak lancar atau bahkan hampir tidak bisa diungkapkan akan menimbulkan berbagai respon yang simpang siur bagi lawan.ibarat saluran air yang tidak lancar akan menimbulkan luapan atau bahkan banjir suatu saat. luapan itu seharusnya tidak terjadi jika saluran itu lancar. begitu juga dengan komunikasi kita. jadi dalam hal ini biar jangan bertengkar perlancar komunikasi.

    2.Komunikasi tidak jelas (derau atau noise)
    Komunikasi ada, tetapi tujuan tidak jelas, ini disebabkan jika muatan komunikasi kita itu bercampur dengan tujuan tertentu yang bukan tujuan dari apa yang di tetapkan sebelumnya. sehingga informasi yang sampai tidak sama seperti apa yang di harapkan.

    3. Sisi/sudut pandang
    Pertengkaran bisa terjadi tergantung dari sudut pandang orang yang berbeda.sehingga mengarah orang cenderung berbeda pendapat dan sama sama tidak ada yang mau mengalah karena merasa sama sama benar.Seharusnya tidak ada pertengkaran jika perbedaan sisi pandang itu disatukan, bahkan apa yang mereka persoalkan justru semakin komplit solusinya karena terdiri dari perpaduan berbagai sisi pandang.

    4. Cara memaknai informasi
    setiap orang memaknai informasi yang muncul berbeda beda. tergantung dari kepentingan masing masing akan informasi yang disampaikan itu, sementara tujuan utama dari informasi yang dinyatakan itu sudah di konsep sebelumnya. akan tetapi maknanya berubah setelah di publikasikan…..!!!!

    jadi pertengkaran itu wajar aja terjadi, karena intinya ada “perbedaan”. akan tetapi perbedaan itu akan sangat indah mewarnai kehidupan manusia jika manusia selalu berpikir positif dengan setiap kejadian yang dialaminya atau dari informasi yang didapatkanya.

    ya’ahowu ono niha….

  7. Kepada Res #6, Saya sangat setuju tulisan ini, agar karakter jelek Ono Niha itu bisa dikikis sedikit demi sedikit dan membaur dgn suku lain. Memang kita sangat jelek sekali, saya sadarlah termasuk diri saya sendiri.

    Dalam hidup saya, hanya Firman Tuhan lah yang bisa mengendalikan tabiat buruk kita, bagi mereka yang sering baca firman tuhan, pasti kelihatan cara hidupnya…pelan2 diubahkan.

    Tabiat buruk nono niha FAtiu todo (iri hati), labe’e langu onawora….! marilah kita berubah.
    Yahowu Ita Fefu.
    syalom

  8. Ama Gambi, anda ini pasti seumur kakek saya………….sore ini selagi ada waktu, mampir di warnet ria…and hatiku di nias barat hehehe.

    Itulah kek, maslasah nono niha, suka berhianat, mereka dorong-dorong sesorang tetapi mereka sendiri cari selamat. Saya pernah telp pak ranto, namun tdk ditanggapi, dia pikir saya menghasut dia u memusuhi manusia satu itu.

    Kita semua, calon pejuang Nias barat, mengertilah siapa malaikat dan siapa iblis. serigala berbulu domba…. manusia ini bertanduk kalau gelap…hehehe.

    otaknya uanggggggggggggggggggggggggggggggggg, uanggggggggggggggggggggg, katanya akan membubarkan Pilar Nias barat kalau uangnya 200 ribu tdk diagnti pak ranto. heeeeeeeeeeeeeeeehehehe.

    sdhlah pak tua, kami bisa mengurus bangsa ini (syair Lagu)… jgn bermain-main dgn uang, anda rela dibeli dengan uang, anda rela dibeli dgn uang…., uang recehan, uang recehan (ingat lagunya? ayo, siapa penyanyinya?) Mustika Ranto Gulo ono nama Asa Sebua Bawa Mantan Penerangan Nias Jaman Suharto, yang suka merampas harta saudara-saudranya dengan paksa.

    begini saja, kalau saya ke Jakarta, bgm kalau kita robek-robek mulut Mustika Ranto penghianat itu? setuju hehehe.

  9. Yang Dimaksud Nehesi dan Tuada Ama Gambi itu, adalah (Kalau Tidak Salah) EBENEZER HIA, dia juga cerita sama kami bahwa dia pernah itogi mbagi nama klara ba Suara Pembaruan.

    Saya tahu persis yang dimaksud bapak Firman Hia adalah pasti Ebenezer Hia, bermuka dua, sebab dirapat pilar dia bilang Ama Klara begini dan begitu, tetapi waktu da bacakan lap. audit, dia bilang tdk apa-apa. padahal, Saya sendiri dengar dari mulutnya bahwa ada penyelewengan dana di panitia dana itu begini-begitu. Kasihan semua orang nias termasuk ama agus yg dipanas-panasinya…hehehe. Orang ini, bukan Orang Pilar Nias Barat …..!

    Semoga Eben sadar dan bertobat, saya dengar sasaran tembaknya skrg pak Ranto (dia bilang bahwa situs ini sdh di backupnya di servernya microcyber dan dia akan hapus,…hancurkan situs ini).

    hehehe….untuk Pak ranto, jgn dibalas pak, tidak perlu ditanggapi, biar kami yg urus sikunyut satu ini.

    Masyarakat sudah tahu siapa pembuat masalah selama ini(niha silosokhi siso bagotaluada). Jangan diberi kesempatan lagi kepada “NIHA SIPADE DA’A” di setiap kegiatan masyarakat Nias. Yahowu.

  10. Tulisan ini menarik, mengangkat perangai aktual yang sering tampil. Ia sebuah refleksi bukan hanya koreksi. Ia sebuah “pisau” yang menyentuh ulu hati. Mari “kita” refleksikan. Bertengkar adalah tindakan tak terpuji. Persahabatan lebih terpuji. Tersenyum, berteman, bersahabat, menolong orang lain, adalah sangat dikehendaki. Dan, tidak sulit melakukannya ini.

    Postinus Gulo (Bandung)
    Moderator http://www.mandrehe.wordpress.com
    selamat bergabung.

  11. Kalau tidak salah dengar, semasa saya di Jakarta, semua info saya cari dengan seimbang, di antara anak2 nias barat.

    Saya dengar semua kebobrokan nono niha,…. yg berkedok pejuang nias barat (maaf nama2 mereka ada di koran, bukan pak ranto loh, hehehehe….20x) sianu ini mengambil nama agar ditulis di koran tetapi pakai uangnya pak ranto bayar wartawan (ini info dari penghianat itu). Lalu penghianat itu… cerita terus dgn kata pelan dan meyakinkan ke om saya, dia berkata-kata layaknya ….seperti pendeta….mengembar-gemborkan bhw pak ranto begini dan begitu. Saya ketawa saja, kemudian dia bilang, “ranto sudah masuk” sambil ketawa hehehehe. Apa maksudnya sudah masuk? sudah masuk dalam konflik dgn kelompok ama klara, saya tanya apa maksudnya? Wah, ceritanya begini …..weleh-weleh… bahwa dia menyuruh semua nono niha musuh ama klara, untuk mengusut korupsi bla-bla….bahwa ada korupsi di bantuan untuk gempa nias, dan ranto berjuang mengungusutnya….hehehe… no’ufake ia…(jahat sekali.

    Dalam hati saya bertanya “Apa benar hal ini?” …mari kita bertanya pada rumput yang bergoayang?

    Katanya padahal setelah diaudit, hasilnya? ……hehehehe. Hasil audit akan dibacakan kapan2 … bahwa tidak ada korupsi hehehe, sudah kemakan dia, mati dia.

    wah…wah…weleh-weleh…sianu ini tidak tahu saya siapa…hehe.
    Dari cerita itu, saya baru sadar bahwa kesalahpahaman selama ini diantara nono niha gaekhula karena “SESEORANG BAJINGAN YG KURANG SENANG DGN OM AMA KLARA DAELI ALIAS MUSUH BEBUYUTANNYA” memakai pak ranto sebagai alatnya, karena dia takut saya rasa kalau bertemu lgsg dgn ama klara. Penghianat ini seperti itu…. “hulo manu fauli dan manu samaukhu kalau ketemu ama klara …sianu ini bilang bhw “pernah itogi mbagi nama klara ba suara pembaruan, … bohong besar sianu ini” hehehe, sianu inilah yang suka menghasut semua org nias barat, …kalau sama saya, sianu ini tidak bisa masuk kartunya, sekalipun saya muda dan dianggap anak2 …hehehe saya netral.

    Saya langsung telp pak ranto, saya bilang ada penghianat, hati2 sebab semua cerita para sianu saya sdh tahu. Dan apa kata pak ranto? Biarkan saja, suatu waktu dia akan kemakan dan dia akan habis lenyap. Biarkan saja, jangan diambil hati…kita diam dan diam, kalau ada unek2 tulis saja niasbaratdotkom. Luar biasa kesabaran !!!!!!!!!!!! pak ketua umum ini…!

    Sdr2, dari pembicaraan itu, saya tahu bahwa ada yg takut datang kerumah T Daeli di bekasi (ama pratama) karena membicarakan masalah uang, kasus uang lagi katanya uang tdk dibayar dan sdh bentrok dgn seseorang…(siapa?), eh malah ketemu dgn Om saya di jakarta sore harinya lagi(dimana tempatnya saya tdk persis) karena sore itu saya naik kereta ke Jogya, dan saya bingung dan bingung ?????????????????????????? kog begini ya … karakter pejuang ini, penghianat ternyata. itu kesimpulanku.

    Katanya lagi, kita sdg hangat, kitalah pejuang Nias barat, lihat buktinya … dia berikan semua kliping koran (saya tidak baca lagi, saya kesal….”sayalah yg berjuang, ….ada yg ingin melirik jabatan itu dan ini, dalam rangka Pemekaran Nias barat itu, ……… saya bilang …kalau saya? tidak mungkin skrg, tapi saya mau setelah kuliah selesai, saya akan terbuka melawan pesaing saya dgn program kerja nantinya, politik ya politik.saya mau tunjukkan nanti semoga tidak menghianati orang yg tulus hatinya…..lihat saja nanti.

    Itulah unek2 saya, sekalipun pak ranto tdk mau dengar, semoga tdk terpengaruh dgn tulisanku ini pak. Tetapi harapan saya,……saya minta dgn sungguh2 agar semua pengurus Pilar Hati2, sebab saya tahu persis siapa pak ranto dan siapa sianu ini ….., mohonlah jgn sampai “MASUK” kedalam konflik yang diciptakan oleh “SESEORANG” itu, sebab sianu telp sana kemari u cuci tangan, selama bicara dgn om saya. …… dia pikir saya buta internet hehehehe! Tetapi banyak yg sdh tahu siapa dia. Kata pak ranto…. jgn menambah konflik di email ini ya…hehehehehe !!! (saya baca dan baca terus situs ini kadang benar komentar kakek ama gambi moroi ba nitawi sole, siapa asli namanya?).

    Pak Savar Smendrofa juga, YAHOWU BANG? pasti kenal saya ..mungkin ya? semoga saja.

    gbu all

    Nehesi
    Kampus Hijau

  12. Ya’ahowu Mbanuada,

    Ada baiknya respon Bapak Mohaga mbanua, kenapa kita harus bertengkar? karena kita beda pandangan namun satu jalan,itulah indahnya hidup berorganisasi. Saya baru dengar keluhan-keluhan anak-anak kami dalam berorganisasi dan itu wajar-wajar saja terjadi karena pikiran kita berbeda namun kadang emosional dalam menyampaikan saja karena kurang menelaah apa maksud lawan bicaranya. Saya pribadi sebagai orang tua yang sudah berambut putih menyarankan kepada anak kami Ranto untuk bersikap sabar dan arif menghadapi berbagai dilema karena tiada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, walau profesi dan pekerjaan kadang terganggu oleh berbagai masalah organisasi namun saya yakin anda bisa melaluinya. Secara kacamata saya sebagai orang pemerhati PNB dari luar, potensi PNB sangatlah strategis untuk perkembangan Nias Barat. Terakhir saya katakan anak kami Ranto janganlah takut atau gentar menghadapi masalah, yang penting janganlah lari dari garis-garis dan haluan organisasi. Jalin komunikasi antar pengurus dan jalankan program sesuai aturan yang berlaku.
    Kesalahpahaman sering terjadi karena kurang komunikasi dan kurang memahami.

    Selamat menunaikan ibadah puasa.
    Wasalam,
    Ama Gambi moroi ba nitawisole

  13. Menurut GW nih, dari pada bertengkat terus, lebih baik Mustika Ranto Gulo meninggalkan kelompok orang-orang munafik yang berkedok organisatoris tapi otaknya kotor. Mustika Ranto sebaiknya jangan kotori dirimu disana lebih baik kosentrasi dalam pelayanan mu sebagai Hamba Tuhan, toh pelayanan abadi ada disana bukan di Pilar Nias Barat. bergabung di Pilar Nias Barat hanya menambah beban moral dan dosa saja. Mundurlah dari sana dan melayanilah dengan sungguh-sungguh.

    Demikian saran dari saya Mohaga Mbanua

  14. Saya tanggapi sedikit tulisan ini, memang demikian Ono Niha dimana saja, suka bertengkar dan suka bikin kelompok2 yang berkedok persatuan, ujung2nya cuma seumur jagung. Jangan sampai kita dibenci orang dan akhirnya sulit mencari nafkah di Negeri orang. Banyak Pabrik sdh me blacklist Ono Niha karena suka berkelahi dan brantam. Semoga kaum intelektual berubah sejalan dengan pengetahuan yg dinilikinya. Apalagi sering melempar kata-kata yang kadang tidak bertanggung jawab dan menyakiti orang bahkan kelompok orang tertentu. Seperti waktu PILKADA NIAS yang lalu, ada yang mengklaim dirinya sebagai satu-satunya sarjana S2 dari Nias Barat dan yang lain bodoh. Itulah yg menjadi masalah kita di Nias sekarang ini, suka menyakiti dgn kata-kata.

    Berubahlah kita semua, yaahowu!
    Ama Ita Waruwu (jakarta)

  15. Topik ini bisa dikaitkan dengan tema Konsolidasi Internal ya pak, saya setuju dengan Bapak Talu B Gulo dibukukan saja.
    Syalom.

    Saya kutip : Artikel

    KATA BIJAK UNTUK DIRI SENDIRI

    Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo

    “MAAF, MUNGKIN AKU SALAH!”

    Konsolidasi Internal maksudnya adalah koreksi atas diri kita sendiri atau juga disebut sebagai “Self Corection”. Tujuannya adalah agar kita bisa melihat diri kita yang sesungguhnya. Apakah kita sudah cukup baik atau tidak, mungkin saja kita baru menyadari siapa kita yang sesungguhnya, setelah ada respon dari orang lain yang mengatakan bahwa kita sangat baik, baik, atau kurang baik.

    Maaf, Mungkin Aku Salah!, ungkapan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang rendah hati dan memiliki kemampuan untuk mendiagnosa dirinya sendiri. Orang seperti ini cepat sadar diri, dari semua apa yang dilakukannya.

    Saya bertanya, apakah saudara sudah cukup rendah hati untuk melakukan pemerikasaan dini atas diri saudara? Sangat sulit, sebab “perbuatan ini sangat berbahaya dilakukan oleh orang yang memiliki confident yang tinggi. Orang yang sangat percaya diri, yang selalu merasa dirinya hebat: saya lebih tahu, saya paling okey …. dan seterusnya.

    Sebaiknya Kita Perlu Konsolidasi Internal!

    Kami bermaksud supaya kita cepat-cepat melakukan koreksi baik secara kolektif terhadap kelompok masyarakat dimana kita berada, maupun terhadap diri kita. Termasuk koreksi dan analisa terhadap ‘FAHAM’ yang kita anut atau yang kita yakini, mungkin saja kita salah mengimplementasikannya atau kita sudah kebablasan.

    Jika kita bersedia melakukan konsolidasi internal, maka ada tiga langkah yang harus kita tempuh:

    Langkah Pertama, Kita harus mengakui bahwa sumber kebenaran di atas kebenaran adalah Tuhan, oleh karena itu kita ini ternyata tidak seratus persen benar. Sekalipun kita mengaku sudah benar atau “Hamba Kebenaran”, ingat bahwa masih ada kebenaran di atas kebenaran. Saya pernah menulis bahwa kita adalah “Hamba Kebenaran”, tujuannya adalah supaya kita termotivasi melakukan hal yang benar. Supaya kita sadar siapa kita ini di tengah-tengah 3 milyar manusia di bumi ini. Jika ada satu yang benar semoga mempertahankannya sekalipun tidak sempurna, karena itulah namanya disebut “hamba”.

    Langkah Kedua, Kita harus mengakui eksistensi orang lain atau kelompok lain di sekitar kita. Alasannya bahwa orang lain juga, ternyata mengklaim dirinya benar. Jadi, sama-sama benar, tetapi cara dan jalur yang ditempuh adalah berbeda. Jika kita sanggup mengakui orang lain maka kitapun diterima dengan baik dan sebaliknya. Belajarlah menerima orang lain apa adanya, karena tidak mungkin orang lain kita atur sesuai dengan keinginan hati kita.

    Langkah Ketiga, Kita harus mengakui bahwa kita terbatas dari semua aspek kehidupan, sebab tidak ada manusia yang sempurna “No body perfect”. Sehingga kita dapat merendahkan diri dan mau belajar terus menerus sehingga kita bisa sejajar dengan pengetahuan orang lain. Kita mampu memahami orang lain, bahwa apa yang dikatakannya dapat kita tangkap maksudnya. Selain itu, kita harus mengakui bahwa kita masih perlu berjuang untuk ekonomi kita dan meningkatkan taraf hidup keluarga kita masing-masing.

    Dengan demikian maka kita bisa intropeksi jauh ke dalam diri kita sendiri dan tidak berbuat seenaknya kepada orang lain. Sebab kita harus akui bahwa pengetahuan kita ternyata masih sangat terbatas dari semua aspek kehidupan di dunia ini, masih banyak hal yang belum kita ketahui.

    Jika semua komponen dalam masyarakat kita, mau konsolidasi internal maka perdamaian dan kesejahteraan akan kita raih bersama.

    Sekalai lagi

    “Maaf, Mungkin aku salah!”

    Apakah saudara bisa memulainya sekarang ?

    Semoga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s