Menghargai Waktu Yang Tersisa

Kamis, 23 Agustus 2007

Hari ini saya berumur tepat 41 Tahun, menurut filosofi orang Inggris bahwa umur fourthy adalah umur yang matang untuk memulai hidup.

Saya mensyukurinya karena ‘saya masih hidup’ artinya masih diberikan kepercayaan untuk mengarungi kehidupan di dunia ini oleh TUHAN. Kalau dari sisi ekonomi, maka diusia 41 ini saya sudah dapat mandiri dengan mengelola bisnis kecil di Ibu Kota Jakarta yang sarat dengan trick persaingan yang hebat.

Hari ini, saya berhasil melewatinya detik demi detik dan akhirnya menjadi masa yang lalu, namun saya tidak tahu bagaimana masa depan saya(?). Saya menyerah kepada TUHAN saja bahwa masa depan saya adalah  “rahasia”, aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok.

Dalam “to dolist” di HP saya, ratusan jadwal telah tertulis, saya berusaha memenuhinya, namun apa yang terjadi sesungguhnya? Saya miss time dan saya melanggarnya, saya tidak sanggup memenuhinya. Re-schedule sebagai obat yg muzarab agar appointment dengan Mitra Kerja dan para sahabat tidak terganggu. Hari-demi hari semua itu terjadi dan apa hasilnya? Saya sudah berumur 41 Tahun, namun banyak hal belum tercapai, target belum juga tercapai, mengapa?

Ternyata durasi dan kecepatan manusia mencapai sukses, tetap dikendalikan oleh sang  KUASA yaitu TUHAN. Keputusanku hari ini, adalah bulat “TUHAN BENAR-BENAR ADA, DIALAH YANG MEMBUAT MASA DEPANKU, SUNGGUH ADA DALAM TANGANNYA, CITA-CITAKU ADALAH MIMPI YANG BELUM TENTU NYATA, TETAPI JALAN TUHAN ITU BENAR-BENAR ADA”.

Keputusanku itu, bukan karena saya dianggap lengah atau gagal, justru dalam keberhasilanku saya melihat muzijat demi muzijat terjadi, saya tidak pernah terpikirkan sama sekali. Tetapi semua bisa terjadi, saya akui bahwa Tuhan yang menjadikan itu semua.

Hari ini, Usiaku bertambah satu, artinya usiaku berkurang satu dari jatah yang diberikan TUHAN padaku. Umur panjang ada dalam Tangan kananNya, Kekayaan dan Kehormatan ada dalam Tangan kiriNya. Itu adalah milikku, mungkin saja aku diberi umur 76 tahun atau lebih, maka sisa hidupku tinggal berapa? 36 Tahun lagi di dunia ini.

Sisa waktu itu, sangat berharga bagiku, aku akan berusaha menghargainya, mengisinya dengan hal-hal yang baik. Aku ingin mengasihi orang-orang yang sulit berdamai denganku, aku mengasihi mereka yang membenciku, yang menfitnahku dan yang menghianatiku dan saya mengasihi mereka yang terlupakan dan terbelakang. Tentu dengan bukti yang otentik, dan bukan asal bicara saja. Itulah alasan mengapa saya tidak mau membalas semua kejahatan orang yang pernah saya terima.

Sebab saya menghargai Waktu yang tersisa. Hidup ini singkat, sebab Tuhan melihat dari sana siapa yang bengkok hatinya, siapa yang tulus hatinya dan siapa yang merancang kejahatan dalam hatinya.

Waktu yang tersisa, sangat berharga bagiku, sehingga aku tidak menghabiskannya di tempat gelap dengan berbuat onar dan menghianati kasihku pada keluargaku. Saya mau setia, …Tuhan berikan aku kekuatan untuk setia, … Tuhan berikan aku kesempatan untuk melihat kemuliaan demi kemuliaanMu padaku… aku akan berhasil dan menjadi saksiMu …. musuh-musuhMu tertunduk malu dan mereka sangat terpukul, sebab Engkau memberkatiku. Amin….Amin….Amin.

Iklan

Satu pemikiran pada “Menghargai Waktu Yang Tersisa

  1. Bos, ini bagus lo, aku terharu membacanya….kog ngga bilang2 ya ulang tahun. Aku ketemu pak Fidelwan Bu’ulolo di Manado, wah dia hebat, dia Pendeta dan juga sdh menjadi PNS disana, istrinya org manado juga.

    Bagi cerita ya, banyak teman-teman ingin reuni. Hehehe
    Umur kita sama, tapi aku terlambat, hehehe… anak2 masih kecil, sementara pak ranto anaknya sdh mahasiswa. Tuhan benar2 berpihak pada anda.

    trims untuk blog ini, diterusin saja bos.

    Lian A.L.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s