Aktivis Sejati: Suatu Refleksi Bagi Pilar Nias Barat

“Aktivis Sejati: Suatu Refleksi Bagi Pilar Nias Barat”. Ross Perot pernah menulis demikian: “The activist is not the man who says the river is duty. The activist is the man who cleans up the river” (Aktivis bukanlah seorang yang hanya bisa mengatakan sungai itu kotor. Aktivis adalah orang yang membersihkan sungai tersebut). Kata-kata Ross Perot ini sangat mendalam.

Ada dua sikap yang saya tangkap di balik asumsinya ini.

Pertama, ada orang yang hanya “ngomong doang” (the man who says the river is duty). Kedua, ada orang yang tidak hanya berteori, tidak hanya berkoar-koar tetapi ia langsung turun-tangan, berjuang sampai cita-citanya terwujud. Jadi, tidak hanya “ngomong doang” (the man who cleans up the river). Sikap kedua ini yang diidealkan oleh Ross Perot. Dari uraian ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa aktivis sejati adalah orang yang tidak terlalu senang berdebat mengenai hal yang muluk-muluk.

Aktivis sejati adalah orang yang sedikit bicara tetapi banyak bekerja. Ross Perot memang mewanti-wanti siapa saja yang menyebut dirinya aktivis, pejuang kepentingan umum. Mengapa? Agar para aktivis tidak menjadi anggota organisasi NADO: No Action Dream Only atau agar para aktivis tidak sekedar berkata: the river is duty! Hampir sudah menjadi “tradisi” di negeri ini, setiap ada sesuatu hal yang diperjuangkan selalu ada gerakan masyarakat yang kemudian diinstitusikan. Dan, tentu mereka ini termasuk aktivis. Itulah yang terjadi saat ini di Pulau Nias. Nias Barat diperjuangan menjadi Kabupaten Nias Barat (Kanisbar) lantas para “aktivis” yang notabene masyarakat Nias Barat mendirikan organisasi Pilar Nias Barat (PNB). Tentu kita akui bahwa organisasi adalah salah satu bentuk institusi yang berperan untuk memobilisasi suatu cita-cita.

Oleh karenanya, berdirinya PNB “seharusnya” menjadi pembawa angin segar bagi masyarakat Nias Barat agar cita-cita Kabupaten Nias Barat dapat tercapai. Saya sendiri sangat mendukung berdirinya PNB. Mengapa? Karena saya “berharap” bahwa organisasi PNB ini benar-benar berfungsi sebagai sarana perjuangan atau “alat” pembinaan kekuatan (machtsvorming) sekaligus menjadi “alat” machtsaanwending (pengerahan kekuatan) untuk menggolkan suatu cita-cita. Pendeknya, saya berharap bahwa PNB memang benar-benar menjadi ‘pilar’ bagi Nias Barat untuk mewujudkan cita-cita, yakni: terbentuknya Kanisbar. Oleh karenanya, yang perlu dibangun di dalam tubuh PNB adalah kepemimpinan organisasi yang berwibawa dan acceptable, ada kohesi dan adhesi antara pemimpin dengan yang dipimpin (antara kepala dan anggota 29 ber:asarkan shared responsibilities (tanggungjawab partisipatif ).

Jadi, godaan ambisi pribadi harus dijauhi. Selain itu, harus disadari bahwa kematangan jiwa dan wawasan sangat diperlukan dalam kepemimpinan organisasi PNB. Kita semua tahu bahwa peran aktivis di negeri ini sungguh luar biasa. Tergulingnya rezim otoriter Soeharto tidak terlepas dari peran para aktivis mahasiswa. Namun, kita tahu juga bahwa di zaman Reformasi pun masalah pelik masih kita hadapi. Jadi, dari sisi ini benar apa yang pernah diungkapkan oleh Soepardjo Rustam dalam seminar 20 tahun Orde Baru, 3 Maret 1986 di Jakarta: dalam kemajuan ada perubahan dan tentu kemajuan membawa serta permasalahan yang sifatnya majemuk.

Salah satu masalah di dalam kemajuan tersebut adalah terjadinya perubahan nilai-nilai: ada nilai-nilai lama yang harus ditinggalkan, ada nilai-nlai baru yang harus dicernakan. Dan perubahan nilai tersebut bukanlah sesuatu yang berjalan sendiri; tidak jarang ia terkait dengan perubahan institusi dan bahkan seringkali perubahan itu membawa dampak terhadap kenyataan sosiologis dan psikologis di dalam masyarakat. Dari analisis Rustam ini ternyata “permasalahan” adalah fenomena yang tak dapat terelakkan dalam perubahan.

Walau saya tidak menegasi pendapat beliau ini, namun saya melihat bahwa para aktivis seharusnya seoptimal mungkin meminimalisasi permasalah manakala terjadi perubahan. Oleh karenanya, yang perlu adalah bukan hanya sekedar mengadakan change melainkan tindakan apa yang harus ditempuh untuk me-manage perubahan itu sendiri. Akhir-akhir ini, dinamika politik Nias makin aksentuatif mengumandangkan pemekaran Nias yang notabene dianggap sebagai tuntutan publik. Pertanyaannya, sejauh mana nantinya kita me-manage pemekaran ini? Cukupkah Pulau Nias dimekarkan menjadi beberapa kabupaten atau ada yang lebih daripada itu? Selain itu, sejauh mana kesiapan kita untuk meminimalisasi “permasalahan” yang akan timbul nantinya? Saya yakin bahwa para “aktivis” yang mendirikan dan menggabungkan diri dalam PNB “tidak” termasuk organisasi NADO: No Action Dream Only atau bukanlah orang yang hanya mengatakan “sungai itu kotor”. Dan, saya percaya juga bahwa mereka-mereka ini sangat kompeten untuk memperjuangkan Kabupaten Nias Barat. Tidak hanya itu, saya juga percaya bahwa para aktivis PNB bukan orang-orang yang justru mencari sensasi politik. Semoga kepercayaan dan “dugaan” saya ini tidak meleset!

Postinus Gulö, berasal dari Dangagari, Desa Sitölubanuafadoro (Nias Barat). Sekarang sedang mendalami ilmu filsafat di Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung (E-mail: nei_khaden@yahoo.com)

27 pemikiran pada “Aktivis Sejati: Suatu Refleksi Bagi Pilar Nias Barat

  1. Setiap masyarakat Nias Barat yang terpanggil untuk memperjuangkan kabupaten Nias Barat harus melakukan action walaupun sekecil apapun.

    Karena tanpa ada orang yang bertindak tak akan mungkin ada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  2. Dear Sir Bezi,

    Kita sangat bangga karena kita punya Putra daerah Nias Barat seperti Bapak yang memikirkan nasib daerahnya sendiri.Semoga Bapak di berkati Tuhan dalam melaksanakan tugas setiap hari.
    Terimakasih karena Anda juga sangat mendukung perjuangan Nias Barat.Bapak A.ita Waruwu adalah bapak talu saya dan dia satunya-satunya putra daerah dari Desa kami yang sudah bisa sukses dan beliau banyak jasa yang dia berikan kepada masyarakat kami.
    Saya sangat mendukung perjuangan ini sesuai dengan kemampuan saya miliki.
    Saya sering on line walaupun saya sibuk dan saya sudah conntac beberapa mahasiswa/i Nias Barat di Medan dan Nias supaya mereka mendukung perjuangan kita ini.
    Ok……met malam dan semoga sukses……

    Sdra,

    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)

  3. Salam Pak Yaredi Waruwu,

    Saya masih saudara dengan Bapak Ama Ita Waruwu, saya kerja diperusahaan keramik di jakarta. Ketika kami bertemu dia cerita tentang Adik. Saya tanya Ama Maya dan dia bilang sering komunikasi melalui internet. Maaf kami tidak bisa terusmenerus buka internet, hanya dialup dari kantor itu pun jam 7 malam ke atas paling satu jam.

    Maaf, baru saya balas.
    Mengenai Nias Barat saya dukung semoga berhasil…! Amin

  4. Ya’ahowu,

    Maaf ikut nimbrung ya. Komentar saya:
    Sejak manusia diciptakan, maka irihati sudah terlihat dan dipraktekkan oleh manusia. Contoh Kain membunuh adik kandungnya Habel karena iri hati. Jadi, bukan hanya ONO NIHA saja yang memiliki sifat seperti itu. Harap Koreksi, kepada bapak2 ya, sebab ini karakter dasar yang terjadi pada seluruh manusia di bumi ini. Jangan kita klaim bahwa ono niha sangat jelek.

    Kepada Pak Ranto Gulo, maaf kalau saya agak nyerempet mengenai khotbah minggu lalu, saya tetap ikuti semua itu. Dalam Khotbah Pak Ranto di sebuah Gereja, saya kutip bahwa masalah kita “NIAS” adalah “MASALAH KECERDASAN SOSIAL BUDAYA YANG MASIH TERBELAKANG” dan masih dalam tahap awal pembelajaran. Jadi, bukan siapa-siapa yang salah, kita yang terlambat belajar hidup sesuai standard kehidupan sosial dan peradaban. Kita tidak senang orang lain sukses, hal yang sama terjadi sejak awal penciptaan manusia, sampai sekarang di Nias masih memiliki sifat tersebut karena terlambatnya pembelajaran peradaban, Kalau bisa Bapak jelaskan di sini mengenai khotbah tersebut.

    Saya sih, setuju aja, salah satu contoh dan bukti yang bapak berikan adalah “Orang Nias begitu mudahnya membuang air ludahnya di depan orang banyak, tidak peduli apakah itu menjijikan atau tidak sopan”. Kebiasaan ini karena orang Nias makan sirih, yang mengakibatkan cairan dalam mulut menjadi banyak dan harus di buang. Semua orang yang makan sirih, melakukan hal yang sama, sehingga ketika mereka berada di Jakarta tentu hal itu sangat menganggu TATA KRAMA dan KESOPANAN, terima kasih contoh lainnya.

    Tulisan Thomson, sangat berpihak kepada pengadilan yang menjatuhkan vonis kepada orang Nias. Seharusnya kita mulai memberikan pembelajaran, termasuk pembelajaran POLITIK (tulisan sebelumnya telah di bahas).

    Kalau solusi Pak Postinus, boleh-boleh saja, itu bagian dari pembelajaran, yaitu duduk bersama adu argumentasi secara intelek jangan berkelahi.

    Semoga kita semakin pintar dan cerdaslah, memahami orang lain itu penting.

    Sukses Untuk Pak Ranto

    Amonius W

  5. He o’bini-bini’ogo nazese ba oroma-roma ndaugo. Begitulah pepatah dari daerah kita.

    Apapun motivasi kita dan siapapun kita, walaupun disini pada memakai nama samaran, bagi yg ada nyali, akan bisa mengetahui siapa penulis dari responden yg ada disini.

    Pepatah katakan, ala bisa karena biasa, para pelaut akan mengerti arah angin apa yg mau datang, walaupun belum melihat/datang anginnya, kira-kira metode seperti itu yg bisa diterapkan pada semua responden yg ada disini, akan ketahuan siapa penulisnya walaupun memakai nama samaran……the special skill.

    Oleh karena itu, marilah kita memberikan yg terbaik bagi terwujudnya Kabupaten Nias Barat, Jangan ada yg jadi penghianat, jangan ada yang mencari keuntungan diri sendiri.

    Yang bekerja benar akan ketahuan dan yg spekulasi serta konspiratif akan menanggung akibatnya.

    God bless us alls

  6. Pos,

    Saya tetap mengikuti tulisan anda di Niasisland.com dan Ya’ahowu Niasonline.net
    Biarlah, karena tindakan kita hanya DAPAT seperti ini. Mudah-mudahan ira talifusoda membaca ngaro-ngaro dodo si mane da’a ba falemba ba gera-era ra. Saohagolo.

    Yaahowu.

    Thomson

  7. Terima kasih Pak Thomson (nama samaran).

    Sdr. Thomson, saya sering dicaci maki di web Nias, terutama di Web NiasIsland.com (namun, sekarang sudah banyak yang dihapus). Tetapi saya lapang dada. Biarlah mereka mencaci saya. Toh hal itu bukan dosa saya. Buka saya yang akan berdosa. Memang, menghadapi Niha Khoda, butuh mentalitas baja: sabar, tahan cacian. Niha khoda temperamennya luar biasa, niha saukhu!

    Mengenai pertanyaan Anda. Saya tidak menjawab sedetail mungkin, karena memang saya tidak tahu banyak tentang hiruk-pikuk Nias Barat (tetapi saya terus mencari informasi tentang hal ini, baik di web nias juga di surat kabar lainnya). Apalagi saya tidak pernah ikut dalam pertemuan masyarakat Nias Barat, yang katanya sudah beberapa kali (beberapa kali di hotel dan kampus STT, hebat!). Saya menjawab secara umum saja.

    Pertanyaan Anda: Hadia mboro wasimane da’a lala wangera-ngera ndraono mbanuada ? He si so ba rato si no moi sikola, ba simano zui lala wangera-ngera ra : lahera-herai nawora

    Jawaban: Alasannya: di antara pihak (saya kurang tahu beberapa pihak) saling memperjuangkan “kepentingan”: Kepentingan masyarakat Nias/umum, kepentingan pribadi/kelompok, dll. (Fakhoguta da’o ziso ba dodo niha khoda, terutama mereka yang hanya berjuang demi kepentingan pribadi/kelompoknya)

    Dan, pengalaman saya, haniha zabe’e bawa, ya’ia zi mona. Itulah “tradisi”, itulah pola tingkah Niha Khoda (walau tidak semua!). Tradisi ini seharusnya kita tinggalkan. Yang kita cari adalah kebenaran,keadilan, kejujuran yang bermuara pada kepentingan bersama.

    Tentu, Niha Khoda yang berjuang demi kepentingan umum, demi kepentingan masyarakat Nias pada umumnya dan masyarakat Nias Barat pada khususnya, itulah yang kita dukung, seharusnya!

    Solusi: Duduk bersama. Bertemu muka (face to face). Jangan hanya ngomong doang. Terus terang, jujur bukan asal mengkritik. Jika ada pihak yang salah, tunjukkan salahnya yang mana dan di mana. Lalu langkah apa yang ditempuh agar masalah ini tidak terus menjadi masalah.

    Jika kita tidak pernah duduk bersama untuk saling membicarakan suatu hal, kita hanya meraba-raba, berprasangka. Kita tidak tahu apa persinya yang sedang terjadi.

    Jika kita tidak pernah duduk bersama, kita kurang mengerti dan memahami apa isi pikiran dan isi hati sesama kita (pihak lain). Jadi, dialog itu sangat penting. Komunikasi itu sangat penting. Mengapa? karena mau tidak mau kita itu berbeda pendapat. Ini wajar, karena kita memiliki wordview (cara pandang) yang berbeda-beda. Di saat duduk bersama itulah kesempatan kita mensintesiskan (ada dimensi kohesi dan adhesi) pendapat yang berbeda-beda itu. Lalu, pendapat mana yang penting, strategis, urgen, universalis, baik bagi orang banyak. Itu yang seharusnya kita usung.

    Indonesia terus dijajah Belanda selama 350 tahun. Dan Io\}nesia tidak mampu mengusir Belanda karena Indonesia terpecah: Jong Jawa, Jong Sumatra, Jong Kalimantan, dll. Yang diperjuangkan adalah kepentingan kelompoknya dan bukan negaranya. Ini adalah tragedi masa lalu bangsa kita yang seharusnya tidak terul@ng lag

    Kita semua adalah saudara jika kita bersedia memaafkan pihak yang salah.

    Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Masyarakat Nias Barat, persatuan begitu penting. Perpecahan hanya mengakibatkan kerugian dan terbuangnya energi kita. Bersatulah!

    Trim’s

    Postinus Gulö

  8. Postinus,

    Faigi ato, lafake doi samaran fefu ba la lele-lele nawora. Lo la kenal ha niha ni lele-lelera. Ba la totoi doi Lowalangi ba la elifi nawora. Ya’odo goi ufake doi samaran boro me ailado gamuata simane da’o.

    Na molo’o ya’ugo, sebagai seorang filosof (sedikitnya calon), hadia mboro wasimane da’a lala wangera-ngera ndraono mbanuada ? He si so ba rato si no moi sikola, ba simano zui lala wangera-ngera ra : lahera-herai nawora. Bukan seperti yang dingatkan/nasehatkan oleh Saudara Augid (no. 17) dan Saudara Postinus sendiri bahwa : selesaikanlah masalah dan hindari jangan menjadi bagian dari masalah itu atau malah menambah masalah baru.

    Jawaban saohagolo. Ya’ahowu !

    Thomson

  9. Salam kenal juga Pak F. Gulö juga netters yang lain.

    Dari komentar-komentar Anda saya semakin tahu banyak tentang hiruk-pikuk Nias Barat tercinta ini. Terus terang dalam hati saya ada sejuta “kekagetan” sekaligus “keironian”.

    Saya salut pada Anda semua yang berani membongkar “kepalsuan” dan “politik kotor” orang-orang tertentu.

    Memang, kepiawaian kita mendekonstruksi (membongkar, mengkritik) sangat menentukan kepiawaian kita untuk merekonstruksi (membangun kembali). Ini idealnya. Hanya saja: kita, yang berani membongkar, apakah juga berani merekonstruksinya?

    A. Einstein pernah berkata demikian: “dunia ini menjadi hancur bukan karena banyaknya penjahat, melainkan karena banyak orang yang tidak mau menyelesaikan masalah”. Dalam idenya ini, Einstein mengharapkan bahwa siapapun semestinya bersedia menyelesaikan masalah bukan membesar-besarkan masalah. Bukan hanya menjadikan masalah sebagai buah bibirnya. Tidak ada gunanya bersungut-sungut. Sebab tindakan demikian akan menyita energi kita: harus marah, putus asa, tidak percaya, dll. Jika pihak tertentu kita anggap salah, lantas “bagaimana” menyelesaikan masalah tersebut? Ini yang penting!

    Seringkali kita hanya “membicarakan” masalah tetapi tidak berniat untuk “menyelesaikan”-nya.

    Terima kasih. Ya’ahowu fefu!
    Dari Postinus Gulö (dulu, ketika bersekolah di SLTPN 1 Mandrehe, saya sering ke Lewelu bahkan ada famili di sana)

  10. Ama Maya,

    Waktu pertemuan kita yang ke-2, saya senang karena saya melihat dan merasa Ama Maya memiliki gagasan-gagasan yang baik untuk masa depan bersama : Nias dan Nias Barat khususnya. Saya gembira dan menyambut gagasan-gagasan itu untuk menyambut USAHA pembentukan Kabupaten Nias Barat. Saya berpendapat bahwa Kabupaten Nias Barat terbentuk atau tidak terbentuk dalam waktu dekat, gagasan-gagasan baik Ama Maya itu tetap bisa terwujud apabila tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang diperjuangkan. Itulah sebabnya, saya berjanji kepada Ama Maya bahwa saya membantu dari segi pemikiran kalau konsisten pada tujuan itu.

    Begitu juga waktu pertemuan kita yang ke-3, saya masih yakin bahwa Ama Maya dengan teman-teman dapat merealisasikan platforms yang dideklarasikan apabila ada kesungguhan.

    Tetapi yang saya lihat dan rasakan akhir-akhir ini, baik informasi langsung yang saya terima mau pun melalui Nias Barat WordPress.com ini, masyarakat Nias Barat bukan bertambah bersatu mencapai tujuan bersama, malahan terpicu perbedaan pendapat yang tidak pada tempatnya dikemukakan di forum seperti ini. Dan ini sangat tidak baik bagi semua.

    Karena itu, ada baiknya Ama Maya bersam-sama teman-teman pengurus Pilar segera berkumpul mencari solusi dari permasalahan ini. Tetapi hendaknya pengurus benar-benar berniat baik untuk mencari solusi dan tidak menjadi bagian dari problem.

    Kalau Ama Maya masih ingat pertemuan-pertemuan kita diatas dan merasa perlu kita bertukar pikiran, saya bersedia asal waktu ditetapkan sebelumnya.

    Ya’ahowu

    Augid

  11. Kepada Sdr. Mulia F Gulo
    Mohon maaf terlambat saya balas komentar anda, sejauh ini saya masih berpikir dua kali untuk membahas masalah omongan orang tentang PILAR NIAS BARAT atau diri saya. Biarkan saja, toh sudah ketahuan siapa yang bermain menggagalkan Nias barat termasuk Kajian dari seorang calon DOKTOR yang isunya menyatakan bahwa Nias Barat tidak layak menjadi Kabupaten dan akan menjadi beban Nias Induk. Terima kasih permohonannya … saya rasa penjelasan teman2 di atas sudah lebih dari cukup.
    Salam Sukses Pilar Nias Barat

    Mustika Ranto Gulo

  12. Dear Mr:Bazi,

    Salam kenal saudara,maaf kalau saya lupa Anda. Yes….., saya pernah tinggal di Lawelu dan SD disana.Sewaktu saya SD saya Gereja BNKP Lawelu rumah kami di bawah Gereja.Saya kenal di lawelu Bapak A:MUSI dan juga rumah di sebelahnya…lupa siapa..maaf..ya.Saya kenal Yuli anak Bapak Kades sekarang dan anak Bapak Pendeta A.Linda…dimana sekarang Linda….? terserah panggil Adek saja samaku mana yang Anda suka.Saya masih muda dan belum menikah dan semua saudaraku sudah nikah tinggal saya.

    Bagaimana menurutmu Perjuangan Nias Barat ini….?tolong kasi alamat emailmu sama saya.Terimakasih karena Anda telah ingat saya.Dari mana saudara tau bahwa tentang saya…?
    Thanks.

    sdra,

    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)
    TELP.026.6625.439

  13. Oh….begitu ya

    Jadi Pemekaran Nias barat dimulai lagi dari awal, padahal setahu saya, tinggal penyesuaian berapa kecamatan karena dulu hanya 2 kecamatan sekarang sudah 8, kok Ama Klara Cs tega amat ya ?

    Oke deh, saya usul Pilar tampil utk mengawal terus ya ?

    Jangan percaya kepada Ama Klara Cs, Bisa saja dimainkan spekulasi dan konspirasi busuk, yg jadi korban ya masyarakat Nias barat.

    Kalau Pilar mau show power, akan saya kerahkan teman-teman dari Cikarang dan Bekasi.

    Selamat Berjuang, Jangan goyah, maju terus.

  14. Ya’ahowu,

    Sekarang saya sudah mengerti bahwa Kegagalan Nias Barat disebabkan oleh TEAM 10 itu, keanehan sdh nyata2, bahwa:
    1. Ama Klara Bialng Bupati Nias akan kita tinggalkan nanti kalau Nias Barat sdh Jadi, pantas saja Bupati hati2 dab berhitung sama kita karena kita rancang kejahatan. waduh … ya Tuhan!
    2. Firman jayta Daeli kemana-mana bicara bongkar korupsi Bupati Nias, tetapi pada acara pernikahan sdrnya di Bekasi mereka tunjukkan bahwa sangat closed friend dengan Binahati.

    Jadi siapa yang dipercaya dari kelompok orang2 ini?

    3. Ama moses pulang-pulang dari Nias membawa surat madat PD SALOM, ternyata hanya untuk membuat keributan di Jakarta. Siapa yang patut dipercaya di antara orang ini?

    Saya setuju KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani agar Tuhan menyembuhkan Jiwa Kita semua, sudah rusak mental kawan-kawan ini, jangan hancurkan dirimu demi sesuatu yang fana).

    Yth Adek kami Rusuli, saohagolo protes anda kepada saya, baiklah kalau anda tidak ikutan jika usul Ketua umum untuk buat KKR itu, tak masalah.

    Salam Pak Yaredi Waruwu, dulu orang Tua Bapak tinggal disebelah rumah kami di Lawelu, tapi saya lupa wajah Abang atau adek saya panggil ya?

    Bazi
    Lawelu (Rumah Kami di Depan Gereja BNKP)

  15. Salam Kenal Pak Postinus Gulo, Salam kenal Mulia Fangaro’o Gulo dari Lawelu Raya Ulu Moro’o.

    Saya ini bekerja di perusahaan swasta di Jakarta, sebagai pemula dan pendatang baru di jakarta. Saya membaca artikel Bapak Postinus Gulo, sangat bagus dan membuat saya mengerti bahwa orang yang memiliki Target Terselebung dalam berorganisasi, ia akan mengorbankan apappun termasuk bermain curang terhadap lawan-lawannya.

    Penjelasan Melisa, sangat pas! dan kekecewaan ini sudah meluap sehingga dengan apa kita menahan masyarakat Nias Barat yang marah ? Sayang ya, ketika saya dengar sendiri pembicaraan orang2 tertentu di Jakarta bahwa mereka ketakutan terhadap SIKAP PAK RANTO GULO yang membongkar kebusukan mereka.

    Penjelasan tambahan pak Yakobus, saya simpulkan bahwa tidak benar bahwa Iraono Mandehe dan sirombu atau lahomi sudah konflik. Ini, gara2 pernyataan ama klara saja, kog ! kemana-mana dia bicara tidak terkontrol.

    Bayangkan status Nias Barat sebenarnya sudah selesai di DPR (ada Bukti SURAT KETUA DPR RI Akbar Tangjung kepada Presiden), tetapi kawan2 ini rela berkolusi dengan Penguasa Kab Nias untuk menyeretnya kembali dengan alasan ini dan itu. Akhirnya Nias Barat diulang dari bawah lagi proses admnya demi Nias Utara dan Kota G Sitoli. Ketika Ranto Pertanyakan hal ini Ama Klara lansung panik di Hotel Sahid pada saat pertemuan dgn Tokoh2 Masyarakat Nias beberapa bulan yang lalu. Sejak itu Kelompok 10 ini sangat ketakutan kepada PILAR NIAS BARAT … Pantas saja dijelek-jelekin terus. Tetapi Tuhan di pihak Kita, mari tegakkan kebenaran, bagus sekali dan saya setuju mengenai surat Pilar Kepada Presiden membongkar kebusukan PANITIA BPP Kanisbar yang menyeret ke belakang proses Kab Nias Barat demi Kepentingan Nias Utara dan Kota G Sitoli. Bayangkan saja mereka akal-akalan lagi dengan membuat Team Fasilitasi agar Nias barat terseret prosesnya dengan calon Kab yang lain. Masalah lain, adalah kepentingan pribadi Ama Klara yang nota bene non job di DDN sekarang. Dengan menjadi Ketua Team Fasilitasi maka dia mendapat kredit poin untuk sibuk di DDN. Sayang, mental seperti ini seharusnya sudah disembuhkan oleh proses belajar dibangku kuliah S2.
    Kemarahan Masyarakat Nias Barat, wajar saja sebab segelintir orang2 ini yang berasal dari wilayah yang sama memiliki ikatan emosional karena adanya hub keluarga (sibaya, Sepupu dan sebagainya). Mereka pasang badan berani mati, bahkan tidak tahu malu, mengumpulkan dana pada acara Malam Pesona Budaya Nias 2 juni 2007 yg lalu. Pada hal pertanggung jawaban Bantuan Bencana Oleh Orang2 ini belum jelas nasibnya…sedang di audit. Nah, inilah persoalannya pak MULIA F Gulo. Bapak Ranto tidak memiliki target apa2 untuk menjatuhkan orang ini termasuk abang Ama Klara Daeli. Mereka ini masih berfamili karena hub Fala’osa. Jadi saya tidak percaya kalau Pak Ranto mengjatuhkan ama klara, justru profesionalisme Pak Ranto dalam pertemuan-pertemuan itu mereka menjadi ketakutan. Apalagi karena ranto sdh banyak berdiskusi dgn semua Orang Tua termasuk orang tua di nias, maka seluruh masyarakat Nias Barat mendukung langkah beliau. bagi saya tidak ada persoalan yang fatal kecuali ama klara (marthin Luther daeli CS) menyadari bahwa gara2 mereka berkolusi dgn buapti untuk menyeret Nias Barat memulai lagi daroi nol lagi proses adm pemekaran Nias barat menjadi kabupaten. Kepentingan apa dibalik ini?
    F Gulo

    Lawelu Ulu Moro’o

  16. Terima kasih Saudari Melisa Daeli
    Sangat Jelas dan sisitimatis penuturan saudari, kalau tidak salah juga groupnya bapak Ama Klara yg 10 orang ini, selalu mengembuskan bahwa Pilar organisasi ndaono Mandrehe, padahal dia tidak menyadari bahwa lahirnya pilar tak lepas dari dukungan orang-orang Lahomi Sirombu yang wawasannya lebih luas seperti bapak Ama velo daeli/Onolimbu, Nefos daeli/Lasara, Ama Pratama daeli/Sitolubanua, Ama Agus daeli/Onolimbu, Ama Karunia daeli/Sitolubanua, Ama Vincen daeli/Sitolubanua, Ama Nardan daeli/onolimbu, Florus daeli/sitolubanua, Pdt Haeli Hia/Fulolo, Ebenezer Hia/Tugala, Linus daeli/Sitolubanua, Reka daeli/onowaembo, Fosako daeli/lolowa’u, Otenieli Hia/iraonogaila, Meiatasi Dolai/sisobandao, Sukawani Hia/fadoro, fanolo Waruwu/Fabaliwa, Tiberius Zalukhu/Hinako, Failasa Marunduri/Hinako, Ama Tesa marunduri/Hinako dan banyak lagi anak mudanya serta dukungan orang tua seperti bapak Ama Surya, Ama Ugi, Ama Anton, Ama Devi, Ama Selin dll.
    Benar kata Melisa daeli yang 10 orang itu tak ada apa-apanya, mereka penyebar isu karena takut kebobrokan mereka ketahuan.
    Buat Pilar, Bekerjalah terus, tegakkan KEBENARAN, Berantas yang tidak lurus.
    Tuhan memberkati.

  17. Bapak F Gulo yang saya hormati.

    Saya terenyuh membaca respon Bapak, Saya bukan Bapak Ir. Mustika Ranto Gulo (kali aja bapak menganggap begitu, bukan pak) dan mencoba menganalisis pola pikir masing-masing pihak, semoga saya tidak salah dan tidak memihak, hehe…percaya dulu ya pak, baru bapak cari fakta kebenarannya.

    Sejak di bentuk BPP KNB (Badan Persiapan Pembentukan Kab.Nias Barat)Jakarta yg merupakan Cabang BPP KNB Nias (SK mereka di tanda tangani Zemi dan Ama Noni, Selaku BPP Pusat) BPP KNB Pusat sendiri SK mereka dari PD Syalom Nias.

    Mereka di jakarta mulai bekerja sejak 2003 lalu terjadi Bencana alam di Nias, mereka membentuk Panitia Bencana Alam di Jakarta dengan ketua Yeremia Lase dan Bendahara Danieli Hia, dana yg dikumpul sekitar Rp 200 jutaan, tetapi…..hingga maret 2007 uang sekitar Rp 100 jutaan masih ditahan sama Panitia dan BPP KNB diam saja. Terbongkarlah ketidakberesan group Ama Klara cs, malu dong…..(Ini satu kebusukan yg di protes Ama maya Gulo/Ranto pada pertemuan 13 Mei 2007 di STT Jakarta,…sakit hati dong…..)

    BPP KNB Jakarta mengadakan Pertemuan Masyarakat Nias Barat pada tanggal 10 dan 24 Maret 2007 di Hotel Mercure Hayam Wuruk Jakarta yang diundang Panitia disana kebanyakan orang-orang Lahomi Sirombu, sedangkan orang-orang eks kec.Mandehe yg sekarang menjadi 5 kecamatan dapat dihitung dengan jari seperti Ama valen/Sinufa zebua, Ama Dicky Gulo/Simaeasi dan Fadaosi waruwu selanjutnya dibanjiri oleh dari Lahomi Sirombu kecuali Hinako hanya Ama Soma dan Ama Soza. Jadi Ama Klara Cs sangat menutup diri utk mengakomodasi anak-anak eks kec.Mandehe yang begitu banyak di Jabodetabek.

    Ketertutupan ini terulang lagi pada Pertemuan BPP KNB Jakarta dengan Komisi II DPR RI di Senayan pada tanggal 29 Maret 2007 dan Dengan rombongan Binahati Baeha di Hotel Sahid tanggal 14 April 2007. Kedua event tersebut didominasi orang-orang Ama Klara dan masy.Lahomi Sirombu kecuali Hinako dan org yg tak disenangi ama Klara seperti Ama Agus Daeli.
    Untung saja di Hotel Sahid Ranto, Ama Agus memberanikan diri utk datang setelah mendapat informasi dan disana pak Ama Agus daeli marah karena Ama Klara menyembunyikan pertemuan ini kepada dia.

    Jadi groupnya Ama Klara ini adalah Firman jaya daeli, Faebuadodo Hia (sepupu Firman dan sepupu Ama Klara), Yeremia Lase (Gasiwa Ama Klara,sepupu Dodo), Danieli Hia (sama dengan Yeremia Lase), Faahakhododo Maruhawa (Gasiwa Dodo, sepupu Firman), Era-era Hia (Tim Pilkada ama Klara) dibantu Ama Dian Daeli, Suparman daeli, baru masuk Afolo Daeli/onowaembo.

    Mereka ini ada 10 orang mendatangi Bapak Ama Surya Daeli utk meminta supaya Beliau tidak mau mendeklarasikan Pilar Nias Barat yg diketuai Ranto. Tapi mereka gagal Bapak Ama Surya mengatakan Pilar itu benar dan dibutuhkan sehingga saya akan datang mendeklarasikannya.

    KIRA-KIRA HAL INI YG MEMBUAT AMA KLARA CS “KURANG SENANG” SAMA PILAR KHUSUSNYA RANTO. Mereka tau bahwa Pilar akan mengganggu sepak terjang mereka yg “bengkok”.Seperti 5 kali kejadian diatas.

    Sekarang kita bicarakan Pilar, Jangan bosan ya pak…
    Selasa, 24-04-07 : di Mall Taman Anggrek Jakarta Barat Beberapa Putra Nias Barat bertemu dengan pokok bahasan perlu wadah guna mengkristalkan perjuangan dan mengakomodir semua potensi SDM Nias Barat serta sepakat menyebut namanya Pilar Nias.

    kamis, 27-04-07 di Jl Sudirman Jakarta Pertemuan Pilar diperluas dan dipilih calon-calon Pengurus Pilar.

    Kamis, 3-5-07 di Jl Jend.Ahmad Yani Jakarta Pertemuan semakin besar dan ditetapkan Visi Pilar MEMBERDAYAKAN POTENSI (SDM DAN SDA) NIAS BARAT UTK MENSEJAHTERAHKAN MASYARAKAT NIAS BARAT YG MANDIRI.

    Jumat, 4-5-07 Di Jl tanah Abang 1 jakarta mempersiapkan musyawarah anggota pembentukan dan pemilihan Pengurus Pilar Nias barat.

    Sabtu, 5-5-07 Di Jalan Penggasaan Barat no.4 Jakarta Pusat diadakan musyawarah anggota pembentukan dan pemilihan pengurus Pilar, menetapkan visi misi, tujuan dan sasaran, kegiatan serta kebijakan organisasi Pilar.

    Jumat,11-5-07 di Jl Jend.Ahmad Yani Jakarta Pertemuan membicarakan Deklarasi Pilar.

    Sabtu, 26-5-07 Di Jalan Sudirman Gedung Landmark Jakarta diadakan deklarasi Pilar.

    Pilar dalam setiap rapat selalu mengumandangkan mengoreksi ketidak benaran kinerja Panitia bencana Alam, BPP KNB Jakarta, Team fasilitasi Pemekaran Nias yg diketuai Ama Klara. dan yang paling utama dan penting Pilar MENGAWAL proses pembentukan Kab. Nias Barat. baik kini yg sedang berproses maupun nanti setelah terbentuk.

    Mau gak mau kinerja Ama Klara, kan terpantau terus oleh orang-orang Pilar…..padahal sebenarnya kalau mau koorporaet Ama Klara bisa gunakan Pilar sebagai Penopang, pendukung atau yg memobilisasi kinerjanya dalam BPP KNB dan Team Fasilitasi Pemekaran Nias.

    Tapi jika ada tujuan terselubung ama Klara, akan habislah kau sama orang-orang Pilar, mereka punya massa dari 9 Pilar (8 kec. dan Hinako).

    Kita Lihat saja nanti hasil audit Panitia Bencana alam akan di proses secara hukum karena ada pengeluaran dana 95 juta pada Agustus 2006 tapi sampai maret 2007 tidak tahu mau diapakan itu uang, suatu pelanggaran terhadap dana publik.

    Lau bale, hulo zimano ua Pak. mudah-mudahan terpenuhi penjelasan ini. Sekali lagi tidak ada apa-apanya bapak Ama Klara, kalau orang Pilar curang, bisa aja di demo ama Klara di depdagri sana agar PNS jangan masuk urusan ini itu…hehehe kan bisa barabe sama si Dodo Hia. Tapi Pilar tak mau merusak mereka sbg asset Nias Barat, di peringati luruskan perjuangan utk mewujudkan KNB.

    Tuhan memberkati.
    Salam dari Melisa Daeli
    Papua

  18. Yth Bapak Ranto Gulo, jika berkenan dibuat apanya pro kontra antara Pilar Nias Barat VS Ama Klara Daeli. Begini, banyak sekali hal2 yang jelek di Pilar menurut org tertentu ketika kami diskusi. Nah ada apa juga dengan org ini selalu mengatakan hal2 negatif tentang pilar nias barat? tolong dibuat pro kontra dan duduk permasalahannya pak. Kasihan kita semua, sebab bapak dijelek2kin terus oleh org ini di depan umum. Dia bicara tdk tanggung jawab asal ngomong, jangan dibalas dan jangan dendam. ketika kami bertemu, saya heran dia tidak berhenti menghina dan mengatai-ngatai pilar seakan-akan menggusur jabatannya. Wah, saya sedih, orang tua seperti ini. Dia sangat benci dengan orang2 mandrehe, jangan dibalas omongan orang ini. Kita berjuang dan harus clear apa yang menjadi masalah selama ini. Nias Barat dihancurkan begitu saja dan diseret bareng-bareng Nias Utara dan kota G Sitoli. Mundur kebelakang.

    mulia F. Gulo
    081552828160

  19. Teman-teman sebangsa dan setanah air, kita bersyukur pada Tuhan bahwa masih dapat hidup hingga pada saat ini.

    Hidup kita tentu berbeda dengan mereka yg hidup tanpa menyadari campur tangan Tuhan dalam hidupnya. iwalinga boro wa’abolonia mano wa no tola auri ia, lo i sadari wa boro wa’omasi Nama da ba zorugo da’o.

    Tentu kita hidup dilingkupi dengan rasa syukur, bagaimanapun kondisi kita, rasa mengasihi, bagaimanapun orang lain mengusilin kita. Selalu berdoa dan memasrahkan kepada kehendak Dia, sembari bekerja dengan sunggu-sungguh.
    Itulah hidup anak-anak Tuhan, Haleluya.

    Bagi mereka yg masih dimanfaatkan oleh ‘bapanya’ si lusifer dgn berbagai tipu muslihat mereka, termasuk di internet ini, marilah kita doakan mereka agar Tuhan selalu membisikkan suara Roh kudus ke dalam hati mereka, sehingga dapat menyadari semua pemikiran, perkataan dan perbuatan mereka.

    Tuhan yg kita sembah adalah Maha Adil, Dia tidak mau dipermainkan oleh manusia, oleh karenanya setiap orang akan menerima konsekwensi dari segala yg dia lakukan (hukum tuai tabur pasti, sekali lagi pasti terjadi).

    Kalau mau tak terjadi akibat kesalahan di masa lalu, gimana caranya ?
    Tak ada cara lain selain memohon pengampunan dan pertobatan kepada Tuhan.

    Jadi teman-teman jangan ragu, walaupun ada oknum yg di manfaatkan oleh lusifer di sekitar kita (seperti Yudas) maka cepat atau lambat, akan PERLIHATKAN kepada kita, siapa dia dan apa kelakuannya (maaf biasanya dia itu, semakin bego aja kok, tak tau apa yg mau dikerjakannya..hehehe emang enak jadi anak buah lusifer, semakin payah lho…makanya insaf, ubah cara anda berpikir, selalu positif terhadap orang lain, berusaha menyenangkan orang lain.

    Semoga bermanfaat, GBU

  20. Salam Pak Postinus, kami segera edit tulisan tersebut secepatnya, dan terima kasih atas partisipasinya. Tulisan berikutnya akan kami tayangkan pada malam nanti dan semoga ada tulisan lain mengenai “Imaginatif Propinsi Kepulauan Nias 2030”.
    kami segera laporkan kepada bapak Moderator
    Salam
    Redaksi

  21. Terima kasih Pak Moderator atas kesediaan Bapak menampilkan artikel saya ini. Setelah saya cek, ada kesalahan tulis (saya salah tulis), yakni pada kalimat:

    “ada kohesi dan adhesi antara pemimpin dengan yang dipimpin (antara kepala dan anggota 29 ber:asarkan shared responsibilities (tanggungjawab partisipatif )”.

    Seharusnya:

    “ada kohesi dan adhesi antara pemimpin dengan yang dipimpin (antara kepala dan anggota)berdasarkan shared responsibilities (tanggungjawab partisipatif )”.

    Terima kasih.

  22. He o’bini-bini’ogo na zese ba oroma-roma mano ndraugo…hehehe

    Emangnya yg laen pada gak tau ! saran saya jadilah jati diri yg luhur, baca tuh nilai-nilai keluhuran terapkan dalam hidup anda, niscaya anda akan bahagia secara rohani dan jasmani.

    Kalau tak mau ya sudah, anda kayak gitu-gitu terus.

  23. Rusli Gulo Niha Zirombu, Saya ada dalam acara itu, sebelum yg lain bicara ada khotbah sdr. Pdt Orwel S Gulo Mth dan lagu2 rohani. Boi wosi-wosi ndraugo dek, na la’elifi-lifi ndraugo, boro pernyataanmo da’ana. Alimago wa’aurimo, alai ndra’o ndra’ugo aekhu’o bawa’anumana sa’e ! Menganggur kurang kerjaan, mungkin direktur ndra’ugo iada’a, ba boro meno ohina lowalangi ba yagomoi chou sa’e.

    Afu-afuda web da’a baga, balo aetu-aetu ohina-hina niha, hadia horo Ranto Gulo chou? Usulan KKR itu baik dek, ba boro meso ROH JAHAT yang membutakan hati nuranimu maka anda menentang kebaikan anda tidak setuju kepada hal yang baik. Yago moi khou sa’e!
    Boi sura-sura sa’e komentarmo naha tobali fakake gafokha nda’ugo.

  24. Salam Kenal Rusdi Gulo, anda ini pasti orang pilar, jangan2 salah seorang sekretaris….. hehehe. Anda kehilangan arah ya, kompas anda sudah lenyap. Mana timur, selatan dan barat anda sdh tidak jelas. Ada pepatah mengatakan “Ada Duri Dalam Daging, Yang sulit dikendalikan dan ditangani kecuali dagignya dipotong”. Hehehe, Pilar Nias Barat, yang dulunya saya ragukan, sekarang ketahuan kebenarannya.

    Sayang anda sendiri menyebut-nyebut Nama Yang Mulia itu dalam tulisan kotormu. Jangan2 anda ini dari Hinako, atau mewakili hinako…. hehehehe.

    Pak Ketua Umum jangan ditanggapi manusia ini, biar aku yg tangani….!

    Topik DOA MALAM INI adalah manusia yg mengatasnamakan RUSLI GULO, yg menghina nama Tuhan Kita dalam Tulisannya itu.

    Doro Hia

  25. Buat Bazi, Pilar Nias Barat yang didominasi para Pendeta itu baik. Tp betapa sedihnya bila para pendeta hanya bisa menghina nama Tuhan Yesus. Suka membawa nama Tuhan tapi mencacinya di depan umum. Saya dengar ke seorang teman kalo pada deklarasi itu tidak berani menyebut nama Tuhan Yesus.

    Anehnya lagi Pilar Nias didirikan atas nama SAW. apa betul keterangan itu, saya juga ga tahu.

    Nah…sekarang malah ketua umum mau adakan KKR. Itu bohong, seharusnya waktu deklarasi itu tunjukan khas bahwa kita orang yang pecaya Tuhan Yesus. Ketua Umum cepat2lah bertobat, kurangi omong besar, karena mulai terbaca dan tercium. Katanya adakan 3 mentri dan 1 CAWAGUB, semuanya nihil. Lebih baik hadirkan Tuhan Yesus dari pada pejabat. sekarang minta adakan KKR walah,walah udah terlambat bung.

    Saudara BAzi, jadilah diri sendiri, ga usah buru2 jadi panitia, atau lagi ga ada kerjaan.?

  26. Selamat kepada Bapak Postinus, saya senang kalau SDM Mandrehe tampil dengan Tulisan yang Bagus, sekali lagi aku bangga.
    Kepada semua komponen Nias Barat saya kutip kata2 Bapak Torowa Daeli SH MH dibawah ini:
    “Siapapun berhak berjuang demi terwujudnya Kabupaten Nias Barat, apakah berjuang dengan cara sendiri-sendiri atau secara indvidu atau berjuang secara berkelompok atau berjuang dengan gaya parsial, itu syah-syah saja. Selama Goal Kita adalah tercapainya Kabupaten Nias Barat“.
    Jadi Kita punya hak untuk mengurus Nias Barat dgn cara apapun. Teman2 dari Lahomi Kelompok tertentu jangan teralalu Vokal Ya dalam beroarasi via SMS Gelap dan Juga Komentar2 di Situs ini termasuk di situs lain.

    Sudah jelas bahwa cara-cara teror di SMS yang menghina PILAR NIAS BARAT kemarin siang tidak etis dan teror itu merupakan kejahatan termasuk dalam kategori pemikiran komunis. Saya sarankan supaya AMA KLARA berhentikan orang-orang ini, karena akan memicu perpecahan ndraono Gaechula. Cara-cara ini bikin panas situasi. Janganlah menhina sesama Ono Niha, teror itu hanya berbuntut perpecahan.
    Kepada PILAR NIAS BARAT kerjakan tugasmu dan jangan terpancing, karena aku yakin 40 persen para pendeta di Pengurus PNB ini akan berdoa dalam setiap detik untuk PILAR NIAS BARAT.

    Aku setuju kita bikin KKR seperti permintaan Pak Ketua Umum. Saya siap jadi PANITIAnya……Selamat!

    Bazi Gulo
    Ulu Moro’o

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s