Kembangkan Nilai-Nilai Keluhuran

KEMBANGKAN NILAI-NILAI KELURUHAN DALAM DIRI ANDA SEJAK DINI

cimg4554.jpg

Tulisan IR. ABISALONI GULO, MM

Nilai-nilai Keutamaan

  • Apa yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik?
  • Memberi nilai pujian yang baik kepada seseorang atau kelompok tertentu, tetapi disisi lain kita memberi cela kepada kelompok yang lain. Mengapa?


Jika kita mencari dasar yang lebih mendalam atas sikap dan perlakuan yang berbeda-beda itu, maka kita akan memasuki wilayah teori etika. Kita mencari fundamen rasional atas penilaian kita itu. Tentu saja, kalau berbicara tentang “perbuatan yang baik”, yang kita maksudkan adalah baik dari sudut moral, bukan dari sudut teknis atau sebagainya. Bisa saja, menurut segi teknisnya suatu perbuatan adalah baik sekali, walaupun dari segi moral perbuatan itu justru buruk dan karena itu harus ditolak.

 

 

Teori-teori Etika selain Teori Keutamaan yang menjadi pokok bahasan tulisan ini, kita mengenal juga teori utilitarisme, teori deontologi dan teori hak yang dijelaskan secara secara singkat.

  1. Teori Utilitarisme berasal dari kata latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat secara keseluruhan. Jadi utilitarisme ini tidak boleh dimengerti dengan cara egois saja. Perbuatan yang sempat mengakibatkan paling banyak orang merasa senang dan puas adalah perbuatan yang terbaik.

  2. Teori Deontologi yang setidak-tidaknya dengan implisit sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting. Yang memberi pendasaran filosofis kepada teori deontologi adalah filsuf besar dari Jerman, Immanuel Kant (1724 -1804). Mengapa suatu perbuatan disebut baik? Menurut Kant, suatu perbuatan adalah baik, jika dilakukan karena harus dilakukan atau dengan kata lain jika dilakukan karena kewajiban. Kant mengatakan juga; suatu perbuatan adalah baik, jika dilakukan berdasarkan “imperative katagoris”.

  3. Teori Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu teori hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. Entah menjadi raja, atau lahir sebagai bangsawan, atau termasuk rakyat biasa, martabatnya selalu sama. Menurut teori hak, perbuatan adalah baik, jika sesuai dengan hak manusia. Semua teori ini didasarkan pada prinsip (rule based).

Di samping teori-teori yang disebutkan diatas, mungkin lagi suatu pendekatan lain yang tidak menyoroti perbuatan, tetapi memfokuskan pada seluruh manusia sebagai pelaku moral. Tidak ditanyakan :”what should he/she do?, melainkan: “what kind of person should he/she be?”. Teori yang dimaksud adalah teori keutamaan. Teori keutamaan (virtue) ini akan memandang sikap dan ahlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur atau murah hati melainkan apakah orang itu bersikap adil, jujur dan murah hati dan sebagainya.

  1. Dalam etika dewasa ini terdapat minat khusus untuk teori keutamaan sebagai reaksi atas teori-teori etika sebelumnya yang terlalu berat sebelah dalam mengukur perbuatan dengan prinsip atau norma. Namun demikian, dalam sejarah etika teori tidak merupakan sesuatu yang baru. Sebaliknya, teori ini mempunyai suatu tradisi lama yang sudah mulai pada waktu filsafat Yunani kuno. Dalam hal ini tokoh besar yang masih dikagumi sekarang, adalah Aristoteles (384-322 SM).
  2. Teori keutamaan sekarang untuk sebagaian besar menghidupkan kembali pemikiran Aristoteles. Kadang-kadang virtue diterjemahkan sebagai “kebajikan” atau “kesalehan”. Tetapi terjemahan lebih baik dalam bahasa Indonesia adalah “keutamaan”, karena terjemahan itulah paling dekat dengan kata arete yang dipakai Aristoteles dan seluruh tradisi filsafat Yunani.

Apa yang dimaksudkan dengan keutamaan?

Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : “disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.”

Kebijakan, misalnya merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi.

Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa menjadi haknya.

Kerendahan hati adalah keutamaan yang membuat seseorang tidak menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan.

Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecendrungan spontan untuk bermalas-malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan. Hidup yang baik adalah hidup menurut keutamaan.

Hidup yang baik adalah virtuous life, hidup keutamaan.Keutamaan tidak boleh dibatasi pada taraf pribadi saja, tetapi selalu harus ditempatkan dalam konteks komuniter. Hal itu sudah digaris bawahi dengan tekanan besar dalam pemikiran moral Aristoteles. Menurut pemikir Yunani ini, hidup etis hanya mungkin dalam polis, dalam negara-negara yunani waktu itu. Manusia adalah “mahluk politik”, dalam arti: tidak bisa dilepaskan dari polis dan komunitasnya. Karena itu, bagi Aristoteles kepentingan pribadi tidak boleh dipertentangkan dengan kemaslahatan komunitas (the common good), Ini sebenarnya menjadi alasan utama mengapa ia menolak krematisik sebagai tidak etis. Dipandang dalam perspektif komunitas, bagi Aristoteles kremastistik sama dengan keserakahan. .Untuk sebagian, keutamaan dari Aristoteles tidak dianggap relevan lagi bagi orang modern, dan untuk sebagian lain, keutamaan modern belum tercantum dalam daftar Aristoteles. Lagi pula, aspek komuniter itu menandai juga situasi kita. Keutamaan dalam komunitas Jepang tidak sama dengan keutamaan dalam komunitas Amerika Utara. Dalam Zaman kita pun keutamaan ditandai oleh situasi dan kebudayaan setempat. Diantara keutamaan yang harus menandai perilaku perorangan dalam segala aktivitasnya seperti bekerja, berbisnis, berorganisasi, bergaul dll bisa disebut :Kejujuran , fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini terkait erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih diantaranya.

Kejujuran secara umum diakui sebagai keutamaan pertama dan paling penting yang harus dimiliki pebisnis. Orang yang mempunyai keutamaan kejujuran tidak akan berbohong atau menipu dalam pekerjaan yang dilakukan. Walaupun sebenarnya penipuan itu gampang.

 

Ketiga keutamaan lain bisa dibicarakan dengan lebih singkat Keutamaan kedua adalah fairness. Kata inggris ini sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kerap kali diberi terjemahan “keadilan” dan memang fairness dekat dengan paham “keadilan” tapi tidak sama juga. Barangkali terjemahan yang tidak terlalu meleset adalah sikap wajar.

 

  1. Fairness adalah kesediaan untuk memberi apa yang wajar kepada semua orang dan dengan “wajar” dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu pekerjaan yang dilakukan.
  2. Kepercayan (trust) juga adalah keutamaan yang penting dalam konteks bekerja/berorganisasi atau berbisnis. Kepercayaan harus ditempatkan dalam relasi timbal balik. Pebisnis yang memiliki keutamaan ini boleh mengandaikan bahwa mitranya mempunyai keutamaan yang sama Ia bertolak dari pengandaian bahwa mitranya pantas diberi kepercayaan atau bersifat bonafide, sebagaiman ia sendiri bonafide juga terhadap mereka. Pebisnis yang memiliki kepercayaan bersedia untuk menerima mitranya sebagai orang yang bisa diandalkan. Hal ini sering mendesak , karena dalam dunia bisnis kerap kali terdapat jarak waktu atau jarak tempat antara satu langkah bisnis dan langkah berikutnya. Keutamaan keempat adalah keuletan (Solomon menggunakan kata toughness). Pekerja harus bertahan dalam banyak situasi yang sulit. Ia harus sanggup mengadakan negosiasi yang terkadang seru tentang proyek atau transaksi yang bernilai besar. Ia harus berani juga mengambil resiko kecil ataupun besar, karena perkembangan banyak faktor tidak bisa diramalkan sebelumnya.
  3. Keuletan dalam organisasi/bisnis itu cukup dekat dengan keutamaan lebih umum yang disebut “keberanian moral”.

Keutamaan sebenarnya lebih cocok untuk digambarkan secara konkret dari pada diuraikan pada taraf teoritis. Dalam filsafat dewasa ini dikenal pendekatan yang disbut “naratif”. Artinya, keberanian filosofis yang mau dibicarakan, tidak diuraikan secara teoritis, melainkan dikisahkan dalam suatu contoh atau kasus konkret. Keutamaan termasuk topik yang hampir secara alami mengundang pendekatan naratif. Kita mengert apa maksudnya keutamaan secara paling baik, bilamana bisa berjumpa dengan figur pebisnis/organisatoris yang benar-benar mempraktekan keutamaan.Kejujuran-Keadilan-Kepercayaan dan Keuletan harus dimiliki oleh seseorang kalau ingin mencapai apa diharapkan. Nilai-nilai Etika moral ini akan teruji dan terbukti dalam tingkah laku/perbuatan orang sehari-hari.

Semoga bermanfaat.

Iklan

47 pemikiran pada “Kembangkan Nilai-Nilai Keluhuran

  1. Ya’ahowu, fefu….ono niha…!!!

    PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

    Saddam Husein, mantan presiden dan pemimpin besar Irak, terdidik dalam dongeng. Dalam buku Man and The City, yang ditulisnya sendiri, saddam bercerita betapa dirinya sangat terpengaruh
    cerita-cerita ibunya. Saddam menuturkan, dia kerap dipeluk ibunya sambil ibundanya bercerita tentang para leluhur. “Ibu saya mendongengkan cerita-cerita sambil membelai rambut saya”, tulis
    Saddam. Sejumlah pengamat menduga, dongeng-dongeng yang didengar Saddam banyak mempengaruhi kepribadiannya setelah dewasa. Saddam banyak terinspirasi oleh cerita dongeng sang ibunda.

    Pengalaman serupa terjadi pada Hans Christian Andersen. H. C. Andersen, penulis cerita anak terkemuka abad 19, melalui autobiografinya, The True Story of My Life, menulis, “Setiap minggu ayahku membuat gambar-gambar dan menceritakan dongeng-dongeng”. Ibunya pun melakukan hal yang sama. Sang ibu mengenalkan dongeng-dongeng legenda rakyat. Kecemerlangan Andersen
    menyusun kisah dipengaruhi pengalaman batin masa kecil. Ketika dia menggambarkan dalam benaknya dongeng yang diceritakan orang tuanya.

    Berdasar pengalaman dua tokoh besar tadi, kita barangkali bisa mengatakan bahwa dongeng ikut andil dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, dongeng berfungsi sebagai media pendidikan
    nilai-nilai keluhuran. Menyebarkan pesan moral tanpa anak menyadari dirinya sedang disuntik nilai-nilai kebaikan.

    Dongeng menjadi jalan mewujudkan kaidah dasar, bahwa penanaman nilai dapat dilakukan tanpa kesan memaksa dan menekan. Malahan dongeng dan kegiatan mendongeng membentuk benih-benih sikap positif. Sikap yang terus-menerus dibentuk hingga menjadi karakter anak setelah dia dewasa. Harus diakui, dongeng punya pengaruh luar biasa. Anak-anak, target utama penceritaan dongeng,mudah terbujuk oleh cerita-cerita dongeng. Penelitian mengungkapkan bahwa dongeng bisa mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual anak. Dongeng sanggup mengembangkan moral; guna mengetahui perbuatan yang baik dan buruk.Psikolog Ninok Widiantoro mengatakan, dongeng bisa menciptakan sisi kepekaan sang anak. Tokoh dan karakter yang diceritakan dalam dongeng akan selalu diingat oleh sang anak, apakah itu tokoh baik maupun tokoh jahat. Cerita dongeng juga dapat berpengaruh bagi kesembuhan anak yang
    sedang sakit, terutama dampak psikologisnya. Selain itu, dari berbagai cara untuk mendidik anak, dongeng merupakan cara paling ampuh dan efektif untuk memberikan sentuhan humanis dan sportifitas bagi anak. Dongeng berpengaruh pada cara berpikir, moral, dan tingkah laku.

    Dongeng membentuk dan mengembangkan imajinasi anak. Hal ini selaras dengan hasil kajian Robert Fulghum. Pakar anak ini, dalam salah satu bukunya, pernah mengatakan bahwa imajinasi
    lebih kuat dari pengetahuan dan impian lebih kuat dari fakta. Fulghum bahkan menegaskan, menghadirkan dunia imajinasi sejak dini sangat bermanfaat bagi kesehatan anak.

    Selain itu, dongeng berguna untuk memasukkan nilai dan etika secara halus kepada anak. Dongeng
    akan menanamkan sikap mental yang bersemangat dan tanggung jawab pada diri si anak. Pesan moral, ajaran pekerti, dan pendidikan karakter yang terkandung dalam dongeng akan memberikan
    keteladanan dan panutan bagi anak.

    Atas dasar pemikiran seperti itu, rupanya dongeng sejalan dengan tujuan pendidikan antikorupsi. Yakni pembentukan manusia yang mempunyai pemahaman, sikap, dan perilaku yang anti terhadap
    korupsi. Terutama pendidikan antikorupsi kepada anak dini usia.
    Nilai-Nilai Antikorupsi dalam Dongeng Pendidikan antikorupsi adalah perpaduan pendidikan nilai dan karakter. Sebuah karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran, integritas, dan keluhuran. Dalam kaitan itu, dongeng bisa
    menjadi sarana penanaman nilai-nilai antikorupsi. Pertanyaannya, nilai-nilai antikorupsi seperti apa yang selayaknya diberikan melalui dongeng?

    Kita mengetahui, korupsi bisa timbul karena dua sebab. Sebab pertama, korupsi karena kebutuhan (corruption by need). Korupsi yang timbul ketika penghasilan tidak lagi bisa menanggung kebutuhan dasar sehari-hari. Jalan keluarnya biasanya dengan mengambil sikap menyimpang. Melakukan korupsi. Sebab kedua, korupsi karena keserakahan (corruption by greed). Tidak puas dengan satu gunung emas, cari gunung emas kedua dan ketiga. Sudah punya rumah, ingin motor. Sudah ada motor, mau mobil. Mobil terbeli, ingin mobil mewah.

    Kedua jenis korupsi tersebut, korupsi karena kebutuhan maupun karena kerakusan, memang tak bisa ditolerir. Namun, penanganan keduanya mengharuskan cara berbeda. Korupsi karena kebutuhan timbul karena kondisi obyektif yang tidak mendukung. Karena sistem yang tidak memberikan harapan kesejahteraan. Oleh sebab itu, perbaikilah sistem.

    Sementara, korupsi karena kerakusan disebabkan kondisi subyektif. Kondisi internal seseorang. Adanya sifat tamak, tidak puas, dan keinginan memperkaya diri sendiri. Korupsi yang dikerjakan oleh
    mereka yang nuraninya sudah buta. Ingin sejahtera tanpa mau kerja keras. Karenanya, untuk memberantas korupsi jenis ini, perbaikilah orangnya. Korupsi karena tamak lebih bahaya ketimbang korupsi karena kebutuhan. Kerakusan, dusta, ketidakjujuran merupakan perilaku yang bisa terbentuk sejak kecil. Sejak masa kanak-kanak.
    Perilaku ini adalah kumpulan dari apa yang dialami dalam proses hidup, mulai usia dini hingga dewasa. Teori psikologi kognitif menguatkan argumen ini. Menurut psikologi kognitif, apa yang kita
    dengar, lihat, pikirkan, rasakan, dan alami akan mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita.

    Singkatnya, perilaku kita merupakan resultante dari apa yang kita pikir, rasa, dan lakukan. Dengan demikian, apa yang kita lihat dan dengar semasa kecil juga akan membentuk karakter kita bila
    dewasa kelak. Karena itu, nilai-nilai antikorupsi dalam dongeng adalah nilai-nilai yang mempromosikan kesederhanaan, kejujuran, dan daya juang. Selain itu, juga nilai-nilai yang mengajarkan
    kebersamaan, setiakawan, dan kedisiplinan.
    Namun, tentu saja, tidak semua cerita dalam dongeng bisa berguna. Kita pasti ingat dongeng si kancil mencuri ketimun petani. Si kancil dikisahkan hewan yang cerdas, cerdik, dan lincah. Dengan
    kecerdikannya, si kancil mengelabui petani, untuk kemudian berhasil mencuri ketimun. Si kancil sulit tertangkap oleh petani. Suatu kali petani berhasil menangkap basah si kancil. Tetapi dengan kelihaiannya, kancil berkelit dari jerat hukuman.
    Cerita kancil di atas mungkin saja telah meracuni pikiran anak. Anak mengira mencuri adalah sesuatu yang wajar. Anak memiliki anggapan bahwa kepintaran merupakan keunggulan seseorang
    yang bermanfaat untuk mencuri.

    Karena itu, sesuai nilai antikorupsi yang ingin disebarkan, maka kita perlu cerita dongeng yang memuat figur-figur yang jujur, berani, kompetitif, dan bertanggungjawab. Bukan figur yang memakai
    kecerdikannya untuk memperdaya orang lain.
    Dongeng dan mendongeng adalah salah satu bentuk pendidikan nilai, yang pada gilirannya mendukung upaya pendidikan antikorupsi. Sebuah pendidikan antikorupsi yang dimulai dari usia dini.
    Pendidikan antikorupsi diharapkan membentuk karakter individu, hingga pada gilirannya akan membentuk karakter bangsa secara keseluruhan.

    Semoga dapat bermanfaat buat kita semua dan tidak mencemari arti dari keluluran hari kita dalam memperjuangkan cita-cita membangun suatu daerah Nias Barat yang kelak tidak dicemari oleh koruptor-koruptor kakap di masa mendatang.

    Selamat berjuang…!!!

    Ya’ahowu,

    Erwin Marundruri, ST
    Email : chepa_pk07@yahoo.com

  2. Salah satu aspek nilai keluhuran adalah kita tidak terpengaruh oleh apa kata orang, maaf kata ada kata orang bijak yaitu anjing mengonggong kafilah lalu.

    Emang tak semua kata orang kita masukkan ke dalam pikiran kita utk diproses apalagi ke perasaan. di komputer ada tempatnya yaitu RECYCLE BIN.

    Dan orang yang tempat respon/komentarnya di recycle bin tak jauh juga bedanya, maaf dia seperyi sampah yang seperti manusia saja.

    Jadi gampang kan……kita tak perlu tersinggung apalagi sakit hati atau dendam….enjoy aja.

  3. Persamaan dan Perbedaan FJD dengan Meiatasi Dolai (MD).

    Persamaa :
    1. Sama-sama bujangan sehingga sama-sama melakukan onani.
    2. Sama-sama dari Sirombu yang sama kelakuannya.

    Perbedaan :
    1. Kalau FJD belum nikah karena belum mau aja, MD belum nikah karena belum ada duitnya.
    2. FJD dihargai dimana-mana ia pergi bahkan hampir semua tokoh negeri ini mengenalnya, MD dikenal di kalngan PILAR aja.
    3. FJD tidak ada utang, MD banyak utangnya

  4. Peranan orang tua dan guru sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Jika di Nias masih ada peran guru sekolah minggu.

    Apabila Orang tua, guru dan guru sekolah minggu menanamkan nilai-nilai yang luhur pada anak didik mereka, kita meyakini anak tersebut akan menjadi orang yang berbudi luhur.

  5. Nilai luhur sebenarnya sudah ada pada orang-orang tua kita di Nias dulu, bahkan pada pendidikan di sekolah-sekolah sangat menjunjung tinggi nilai keluhuran, ini terlihat bagaimana hormatnya siswa kepada gurunya.

    Namun setelah beberapa tahun terakhir ini sudah mulai luntur.

  6. Dear Fatinaso Zebua,

    Terimakasih banyak atas masukan dari saudara.Memang benar kalau sudah kita yakini baik sesuai standar dasar apapun dan tanpa kita pikir panjang langsung melukukannya.Tidak perlu banyak bicara tapi yang paling penting adalah bagaimana saya dan Anda bertindak dalam melaksanakan dan melakukannya.Sanga excellent pikiran saudara.Sungguh saya senang dan Nias Barat bangga dengan adanya putra Nias Barat seperti saudara. Nice to meet you and see you.

    Sdra,
    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)

  7. Betul sekali pak Yaredi W. kalau banyak pertimbangan dalam melakukan sesuatu akan semakin mengurangi semangat kita melakukannya.

    Tapi kalau sudah kita yakini baik sesuai standar dasar dan tanpa kita pikir panjang langsung melakukannya, maka kita akan tercengang heran akan hasil yg kita peroleh.

    Salah satu etos kerja sdr kita orang Cina ya itu tadi, tak banyak pertimbangan/mikir-mikirnya tak banyak tapi langsung mereka kerjakan, tanpa banyak dengar apa kata orang lain.

    Okelah bang Dolai dan Firman, jangan banyak pertimbangan, action….hehehe

  8. YA’AHUWU FEFU,

    Kebahagian manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus…

    Kebahagian manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki.

    Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik untuknya…

    Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri.. justru sahabat sejati menjadi semakin jauh.. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya..

    Tiap tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing, semua berbeda…tidak ada yang memiliki arti yang sama persis punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain.. dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain..
    Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jangan beraharap dari diri manusia lain, karena orang lain dapat mengkhianati..

    Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai dan menerima manusia lain..

    Percaya kepada Tuhan.. bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaik… sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusiaNya butuhkan, tidak harus saat ini, masih ada esok hari..

    Thanks,

    Sdra,
    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)

  9. SALAM NIAS BARAT
    BESOK 13 JUNI 2007
    Semua Ketua dan Koordinator serta para penasihat dan anggota dalam kepengurusan PILAR hadir ya sesuai SMS tadi Siang

    Hubungi saya di 021 68861905

    Salam
    Ketua Umum

  10. Terima kasih saran serta nasehat teman-teman.

    Kalau saya terus terang sebagai manusia biasa perlu penyaluran yang memang harus disalurkan.
    Dalam hal ini saya selalu berdoa agar tidak berbuat dosa. Tapi godaan kota metropolitan yang dugem dan membuat kita boring sehingga kadang kita terpeleset pada sesuatu yang tidak kita inginkan…..refesing aja kok.

    Kalau bang Firman kayaknya dia orang yang pintar mengelola apa yang menjadi kebutuhan dasarnya.

    Saya sendiri akan berusaha mencari pasangan dan doakanlah mudah-mudahan tahun ini Tuhan mengabulkannya.

    Tuhan memberkati kita semua.
    Meiatasi Dolai – Sekum Pilar

  11. Salam kenal buat sdr Postinus Gulo

    Saya dulu waktu kecil ada dengar-dengar Bapak Ama Yuni Gulo, aslinya sih Lolomboli Moro’o terus mereka kayaknya tinggal di Dangagari, kampungnya sdr Postinus, pernah guru di Pulau Telo.
    Apa pernah dengar atau tidak ya ?

    Mereka itu adalah, ira tuagu atau sibaya ndra’amagu.
    Kalau tidak, mohon maaf ya ?

    Salam sukses selalu ya, tetap giat belajar dan menulis di berbagai media karena jika sering menulis akan semakin tajam analisisnya dan nilainya semakin berbobot tapi jangan lupa menerapkan nilai-nilai keluhuran yg kita kenal sebagai norma Hukum, Agama dan adat.

    Keep on going and never give up

  12. Membaca tulisan para netters, saya teringat akan skandal mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton. Ketika beliau selingkuh dengan Monica, ia tidak dikucilkan.Yang membuat berang rakyat AS adalah karena ia bohong: mengaku tidak pernah selingkuh dengan Monica.

    Jadi, Bill Clinton duduk di kursi pesakitan gara-gara beliau bohong. Pendeknya, AS tidak mau mengurusi selangkangan orang lain, masalah naro mboka niha bo’o.

  13. Begitu sistimatisnya nilai nilai keutamaan yang diuraikan di topik ini, sehingga sangat jelas urutan dan tahapan yang akan kita tempuh jika ingin berhasil/efektif dalam menjalani kegiatan dalam kehidupan ini.

    Kewajaran harus kita berikan kepada semua orang yg kita temui, menuntun kita untuk tidak menjelek-jelekan orang lain.

  14. Sewajarnya bagi Firman Jaya Daeli dan Meiatasi Dolai utk mencari pendamping, soalnya mereka berdua adalah publik figur yg menjadi sorotan masyarakat.

    Firman Jaya Daeli sebagai Ketua Bidang DPP PDIP.
    Meiatasi Dolai sebagai Sekum Pilar Nias Barat.

    Kalian berdua satu kelas dan aktivis, jadi lengkapilah hidup kalian dengan mencari isteri…..kalau tidak ya maaf, kalian dipastikan main esek-esek atau punya teman kumpul kebo…hehe

    Aku tunggu undangannya ya.

  15. Benar sekali itu uang dikatakan resp # 32

    Ayo bung, cepat cari isteri, usul saya cari orang Nias saja. Semakin lama kalian berpikir mempertimbangkan, semakin kurang semangat utk menikah, Makanya harus nekad aja.

    Bung Firman Daeli dan Meiatasi Dolai, sudah cukuplah penghasilan kalian buat punya isteri, ayolah….

    Semoga kalian dengar ini ya, kalau tak baca ini, mohon yg baca kasih tahu sama mereka…hehehe

  16. Iya memang sangat mengganggu secara psikologi dan sosiologi apabila seseorang BERTAHAN, NGOTOT utk mempertahankan status tidak punya isteri jika umurnya sudah diatas 30 tahun. Ini bagi orang yg normal….normal secara norma, etika dan moral.

    bagi orang yg tidak normal, secara psikolog dia MEMBELA MATI-MATIAN ALASAN KENAPA DIA TIDAK PUNYA ISTERI, karena belum ada yg cocoklah, belum mapanlah, masih ada waktu lagilah, bukan hanya saya ajalah yg bujangan lapuk, Dll tetek bengeknya bang Firman Jaya Daeli dan Meiatasi Dolai, maaf anda berdua atau bertigalah dengan…si cewek tuh. terpaksa menjadi studu cases utk menelaah secara psiko socio.

    Yang pasti kalian harus mengakui bahwa kalian melawan norma yg sedang berlaku secara universal di masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

    Kedua, yang pasti kalian besar sekali egoisme yang ingin menyenangkan otak kalian sendiri, sehingga tidak menerima perubahan yg terjadi secara natural dan tak boleh ditentang oleh manusia, siapapun dia.

    Ketiga, Pergaulan kalian kepada orang lain memakai kalkulasi untung-untungan atau menang-menangan sehingga kalian pasti bersifat tertutup/terbatas dalam pergaulan. Dll lagi……

    Solusinya : terimalah proses natural sehingga kalian menjadi matural baik dalam merespon dan bertindak atas segala kejadian di sekitar kalian.

    Kata kuncinya : kalian jangan ngeyel tapi terima kondisi yg terus berubah, berat memang merubah kebiasaan namun mulailah dari kesadaran pikiran, ubahlah cara berpikir kalian dari yg membenarkan diri sendiri kepada mau melihat bagaimana orang lain berpikir.

    Mohon maaf sekali lagi, tapi tiada kata terlambat bagi orang yg mau meraih kesuksesan. Tuhan memberkati.

  17. Berita ini baru dengar.

    Gara-gara begituan kali abang Firman daeli tidak cari isteri Ya ?

    Di Pilar juga ada Meiatasi Dolai belum cari isteri, maybe kayak gitu juga ya ?

    Bertobatlah dan sadar kalian, penghasilan kalian habis saja buat begituan….maaf ya
    Semoga anda cepat cari isteri..hehehe

  18. Ini Baru memalukan karena nilai keluhurannya dimanfaatkan untut seperti dibawah ini :

    DPP PDI-P Dituding Intervensi Rumah Tangga Perwira Polri
    Pengirim Berita : Riyanto

    polri.go.id – Jakarta, Akibat keretakan rumah tangganya, seorang perwira polisi harus rela berpisah dengan anaknya. Namun yang disesalkan, hal itu terjadi karena campur tangan anggota DPR.

    Penyesalan hidup itu diungkapkan Kompol Drs Urip Widodo kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Jumat.
    “Ini semua akibat campur tangan Firman Jaya Daeli (anggota DPP PDIP) dalam urusan rumah tangga saya. Saya akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan dalam masalah ini,” kata Urip.

    Dijelaskan oleh Urip, campur tangan Firman ini atas permintaan seorang wanita bernama Syiva. Menurut Urip, Syipa memiliki hubungan yang cukup dekat denga Firman. Syiva sendiri diakui sebagai kakak ipar Urip.

    “Dia (Firman) mau melakukan itu karena memiliki ‘kedekatan’ dengan kakak ipar saya. Firman melakukan intervensi dengan mendekati pimpinan untuk menekan saya,” tutur Urip.

    Sekedar diketahui, Urip adalah suami dari Intan, wanita yang dinikahi pada tahun 2000 lalu. Dari pernikahan itu, mereka mendapatkan seorang putra bernama Rafi. Namun entah mengapa, akhirnya bahtera rumah tangga mereka kemudian retak. Buntut keretakan rumah tangga mereka, Rafi-pun kemudian menjadi bahan rebutan.

    Pada awalnya Rafi ikut bersama Urip dan tinggal di rumah kontrakan mereka di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Namun seperti dituturkan Urip, dirinya akhirnya terpaksa menyerahkan Rafi kepada Intan setelah ada campur tangan pihak ketiga. Penyerahan Rafi dilakukan di Mapolda Metro Jaya.

  19. Bung Eben dan Meiatasi Dolai…maju terus

    Berantas manusia-manusia yg mau mencari nafkah dengan mengatasnamakan Nias, Nias Barat.

    Anda layak utk itu, Selamat anda telah mendapatkan data-data panitia Bencana alam, segera proses.

  20. Syukurlah telah terbentuk Pilar Nias Barat, yang mengakomodasi potensi yg diabaikan oleh orang orang yang sok dan tidak mendengarkan saran/usul dari masyarakat.

    Memang Pilar adalah impian kita semua yg menginginkan kebersamaan dan persatuan.

    Tapi bagi orang yg sok, pasti membenci Pilar, karena akan ketahuan kedok mereka….hehehe…..thanks

  21. Kepada Pengurus Pilar, tolong diberikan pencerahan kepada sdr/i kita yang masih belum dewasa.

    Itulah harapan kami kepada Pengurus Pilar, karena setiap masyarakat Nias Barat berhak menemui wakil rakyat.

    Tak akan ada yang gawat, hanya org yg tak mengertilah yg ketakutan…hehehe

    Selamat Berjuang

  22. Ya’ahowu mbanuada fefu.

    Tanamkan nilai-nilai keluhuran dalam diri anda masing-masing, termasuk saya.

    Kalau mau sukses dan mendapat kebahagiaan dalam hidup ini.

    Jauhkan malas-malasan, perbanyak teman dan selalu berdoa.

    Terima kasih Tuhan memberkati.

  23. Kayaknya di bidang Seni budaya inilah yang merupakan area bersih, memang ada 3 area yang betul-betul murni dan bisa mempersatukan audennya yaotu seni, olah raga dan medis.

    Bagi yang suka politik-politikan anda jangan nodai mereka yang ada di 3 area tersebut karena mereka tulus ikhlas atau memiliki nilai-nilai keluhuran.

    Selamat beraktivitas dalam bidang masing-masing demi kemajuan Nias Barat ” He tano niha tano ba gaechula no sa sa’o ba dodogu”

  24. Kayaknya di bidang Seni budaya inilah yang merupakan area bersih, memang ada 3 area yang betul-betul murni dan bisa mempersatukan audennya yaotu seni, olah raga dan medis.

    Bagi yang suka politik-politikan anda jangan nodai mereka yang ada di 3 area tersebut karena mereka tulus ikhlas atau memiliki nilai-nilai kehuran.

  25. Selamat dan sukses atas terlaksananya Malam Pesona Budaya Nias 2 Juni 07 dan selamat pada adek-adek kami dari kep.Hinako,yang menampilkan Tari Moyo & Folaya Saembu,
    walaupun masih ada kekurangan tapi kami bangga.
    Pesan kami : tetap solid dalam seni budaya dan jangan ikut berpolitik, dan juga pada kordinatornya tetap rangkul adek – adek kita dari kep.Hinako semoga bisa bersatu. yaahowu, gbu

  26. Pesan saya kepada saudaraku dari Nias Barat, Jangan terbuai oleh janji-janji orang lain.

    Usahakan sendiri pewujudan Kab.Nias Barat dan kawal terus prosesnya, karena bisa jadi diperjalanan antara ke 3 kab kota yg dimekarkan ada persaingan tidak sehat, semoga saja tak terjadi…hehehe.

    Niwa’o ba khoda : o’ozui ngenge khou zamosana.

    Semoga Pilar Bisa mengambil Peran ini, selamat mengabdi.

  27. Selamat kepada Pilar Nias Barat.

    Tulisan-tulisan yang membangun semangat dan menambah wawasan kita, kalau bisa sering-sering ditampilkan.

    Apalagi sekarang ini, terbukti bahea orang yang sukses adalah mereka yang menggunakan kecerdasan emosional mereka.
    Kalau hanya memiliki kecerdasan intelektual orang tersebut cenderung sombong dan tidak bisa bersosialisasi……

  28. Benar sekali resp # 19 Bapak/Ibu.Sdr/i AJP.

    Dan kita seluruh elemen ndraono Gaechula harus mewujudkan Bab. Nias Barat.

    Dan siapa penghianat, Bajingan, Dan Kibus kita ramai-ramai masukkan dalam Gu’o/ ta be’e bakha ba Gu’o ia. Dan dia harus menanggung resiko karena dia menghalangi Pembentukan Kab. Nias Baratm Dan siapapun dia. Baik orang Nias barat maupun yg bukan. Setujuuuuuuuuuuuuuu…..????

    Selamat berjuang !!!

  29. Kemarin Malam Pesona sudah selesai dan sukses,Pilar Nias Barat juga sudah Deklarasi dan luar biasa Sukses!
    Sekarang yang menjadi PR BPP Kanisbar & Pilar Nias barat “RAPATKAN BARISAN dan FOKUS ke KNB” Jangan sampai kita kalah ya sama saingan antar pemekaran.
    Kalau perlu kita bergandeng tangan berjuang sampai titik darah penghabisan.

    HIDUP PILAR NIAS BARAT!!!!!!!

  30. Deklarasi Pilar, sudah selesai.
    Malam Pesona sudah selesai.

    Sekarang mari kita Fokus ke Pembentukan Kab.Nias Barat.
    Pilar fokus kesana
    BPP KNB Jakarta, Medan dan Nias fokus kesana
    PD.Shalom fokus kesana.
    Masyarakat Nias Barat di seluruh dunia fokus ke sana.

    fokus…fokus….dan…fokus,..lalu bidik dan tembak.

    Kalau kena, mari kita ramai-ramaikan sebagai ahuluada…hehehe

    Kalau tak kena……tembak aja, kali aja dapat…hehehe

    Jangan sampai diam…..

  31. Kalau nilai-nilai keluhuran dimiliki oleh Ama Klara, Firman Daeli, Dodo Hia, Fa’a Maruhawa, Yeremia Lase dan Danieli Hia serta Era-era Hia betapa bahagianya masyarakat Nias Barat.

    Semoga yang di Pilar agak mendingan ya…hehehe

  32. Selamat kepada Pilar Nias Barat.

    Maju terus berikan pencerahan kepada orang-orang kita.
    Saya sangat setuju kalau ada seminar dengan pembicara orang-orang yang kompeten di bidangnya.

    Melalui internet ini juga sudah sangat memberi manfaat.
    Terima kasih kepada pak Gulo.

    Selamat bekerja pada Nias Barat

    Kristian Daeli – Jogjakarta

  33. Ya’ahowu, Salam Sejahtera

    Kalau Bapak Bambang mau, alangkah baiknya kalau ada seminar, bapak juga berpartisipasi sebagai Pembicara.

    Buat Pengurus Pilar, tolong dikontak pak pdt Bambang S
    Siapa tahu beliau bersedia mau membantu.

    Terima kasih
    Shalom

  34. Salam perkenalan, maaf saya menemukan situs ini secara tak sengaja dan mau ikutan sumbang tulisan, semoga ada manfaatnya. Terima kasih.

    KEBERHASILAN YANG SEJATI

    Tulisan yang sangat membangun dari Pak Gulo ini dapat dikaitkan dengan apa yang dilakukan oleh Yusuf yang merupakan salah satu orang yang biasa-biasa saja bahkan dilecehkan dan dianiaya sebelum Allah menjadikannya lebih baik, Selain Abraham, Musa dan Gideon.

    Yusuf mengalami penindasan selama 17 tahun oleh saudara-saudaranya di rumah orang tuanya, Yakub dan selama 13 tahun di pembuangan di Mesir oleh orang-orang istana termasuk isteri Raja Fira’un, Potifar sehingga Yusuf dipenjarakan.

    Selama 30 tahun itu pula, Yusuf tetap berkomitmen dan konsisten untuk hidup bertanggung jawab dan jujur dalam setiap pekerjaan yang ditugaskan kepadanya walaupun sebagai budak belian. Dan karena Yusuf memiliki Budi luhur serta iman yang mempercayai janji-janji Allah dalam apapun konsekwensinya dan bagaimanapun kondisinya maka Allah mempercayakan perkara yang lebih besar kepada Yusuf.

    Karena Allah adalah Pribadi yang suka sekali melibatkan diri dalam kehidupan manusia, Pribadi yang tidak hanya menuntut manusia tetapi suka sekali memberikan kepada manusia dan Pribadi yang suka sekali menjadikan manusia lebih baik dari sebelumnya.

    Dan Keberhasilan sejati itu adalah keberhasilan yang membawa kebahagiaan yang dilandasi dengan bekerja sungguh-sungguh, hidup bertanggung jawab dan disertai oleh Allah.

    Karena iri hati saudara-saudaranya menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat (Kis.7:9)

    Walaupun saudara-saudaranya telah merancang yang jahat terhadap Yusuf, tetapi Allah telah merancang kebaikan (Kejadian 50:20).

    Kata kunci : Keberhasilan sejati – Bekerja sungguh-sunguh – Hidup bertanggung jawab – Disertai oleh Tuhan – Mengerti Iman.

    Shalom
    Pdt Bambang S
    Kapuk – Jakarta Utara

  35. Salam Yaahowu Kawan-kawan,
    1. jika Nias Barat jadi Kabupaten sangat senang ya, pasti ada penerimaan PNS dan warga kita ramai-ramai jadi PNS saja.
    2. jika tidak lalu apa yang kita lakukan …benar kata pak bupati bahwa kita telah tertipu ….. yang menipu siapa?
    3. Basis suara di mandrehe cukup besar … Golkar atau PDIP? PDIP jangan sebab Firman Jaya daeli sdh tidak pantas, banyak kasus. Mendingan partai baru. Ini ide brilian…………. hehehehe

  36. Syukurlah kalau Pilar mengadakan Seminar/Penataran mengenai Etika Moral atau nilai keluhuran.

    Saya usul sdr Ama Klara, Firman Daeli, Dodo Hia, Faa Ama Moses, Yeremia lase, Era era Hia, Meiatasi Dolai, Eben Hia diusahakan sebagai peserta, bila perlu mereka tak usah bayar, biar wawasan mereka menjadi baik dan benar.

    Bukankah kepintaran tanpa disertai kebajikan akan menjadi liar, bagaikan cacing kepanasan ?
    Mendingan orang gak pintar-pintar banget tapi memiliki budi yang luhur, seperti…..

    Trainnernya saya usul pak Fidelis Waruwu,SE MM (psikolog), pak Florus Daeli,SE MM (Human resourche) dan DR.Rahmat Syukur Gulo,ST (Theolog).

  37. resp # 10 aku sangat senang dengan kata AMPUNI itu.

    yang anda beri kepanjangan : Anda menutup pintu untuk iblis.

    seandainya kita semua bisa mengAMPUNI sesama kita, alangkah indahnya hidup ini. Sehingga semua celah-celah utk iblis masuk kita tutup, yang ada adalah Sukacita, Damai sejahtera dan Kebenaran.

    Tuhan memberkati.

  38. Wah anda luar biasa yang berinisial “DoroHia” belum apa-apa anda sudah memarahin “Habuala Waruwu” kayaknya anda perlu menerapkan lagi nilai-nilai keluhuran ya.

    usul diatas utk menjadikan pengurus Pilar lebih baik lagi, bukan apa-apa, tapi itupun kalau anda keberatan ya tidak apa apa,semoga anda diberkati Ama ba Zorugo.

    Satu lagi yang aku minta kamu mempunyai sifat AMPUNI = anda menutup pintu untuk iblis…..

    Selamat merayakan Waisak

  39. Yth. Habuala Waruwu:
    1. Kita akan ada seminar mengenai pengembangan ETIKA SDM NIAS BARAT, bukan orang-orang Pilar saja termasuk anda juga. Masalah sebenarnya adalah anda, yang tidak tahu diri bahwa pikirannya masih cetek, menganggap orang lain belum luhur. Catatan: saran anda diterima dan peserta yg duduk dikursi paling depan waktu seminar adalah anda ya.
    2. Banyak yang tidak lulus, saya jamin ama klara, dodo, firman, ama moses, era-era hia pasti tidak lulus. Karena Deklarasi Pilar Nias saja merekatidak hadir, mereka memberi keterangan bahwa acara itu adalah acara fauzi bowo, itu saja mereka tidak lulus. Firman? selama menjadi wakil rakyat apa jasanya? malah disinyalir terlibat kasus KKN, mulai sekarang firman tidak boleh jadi penasihat di organisasi nono niha ya
    3. Motivasi mjenjadi Pengurus Pilar Nias, seperti Ama Maya Gulo, saya tidak bisa jawab. Sebab, saya kwatir kawan ini tersinggung karena polos-polos, masih belum memahami pertarungan di dunia politik ndraono gaechula, terutama sitelu banua. Hehehe
    4. Motivasi org org di Pilar Nias Barat adalah memberi training kepada sdm seperti ama klara, dodo, firman, era-era hia, ama moses, dan lain-lain agar mereka upgrade pendidikan emosional dan pendidikan berpolitik mereka yang masih bau ketek. Pilar sdh oklah, lihat saja nanti.
    5. Habuala Waruwu, hulo otilo-tiloi wulawa, aechu bacha ba bambawau ya’ine. Tidak apa-apa … anggap ini sebagai upah dari kecerobohanmu.
    Salam

  40. Saya punya usul nih, giman kalau personil pengurus Pilar ditraining masalah etika keluhuran supaya mereka menjadi orang-orang yang baik.

    Setiap pengurus ditanyakan apa itu sifat dari nilai-nilai keluhuran ? Kalau mereka tidak lulus harus ditatar lagi.
    Pertanyaan selanjutnya apa motivasi mereka menjadi Pengurus Pilar ? hehehe..bakal seru.

    Terima kasih.

  41. siapapun akan menjadi baik, jika kita memulai dengan segala sesuatu d
    g
    n cara yg baik.

  42. Kepada semua yang mau menjadi baik hidupnya dan keturunannya, saya harap membaca mengenai etika keluhuran salam topik ini.

    Seterusnya, pilihan ada di tangan masing-masing, apakah anda menjadi orang yang baik dan benar dengan memiliki nilai-nilai keluhuran atau tetap menjadi orang yang TIDAK LUHUR/TIDAK BENAR.

    Bagi yang mau bertobat, saya anjurkan sering-sering berdoa karena kekuatan doalah yang memungkinkan anda bisa bertahan.

    Ya’ahowu
    Saudaramu dari Pekan Baru

  43. Terima kasih pak Gulo

    Aku nambah pengetahuan mengenai etika atau kepribadian.
    Dulu namanya pelajaran budi pekerti.

    Topik seperti ini, kalau saya usulkan diusahakan banyak ya pak moderator.

    Salam

    Mesati daeli Jogja

  44. Menurut saya nilai keluhuran atau nilai keutamaan tersebut pengetahuan yang disuguhkan kepada kita/pembaca untuk kita terapkan dalam diri kita masing-masing (kalau mau) sehingga setahap demi setahap perilaku kita bisa kita arahkan pada akhlak yang luhur.

    Berat memang merubah Kebiasaan yang telah menjadi karakter/budaya kita, menuntut kemauan dan disiplin yang tinggi (termasuk menghindari lingkungan yg tdk mendukung), tapi ada cara yg agak sederhana adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Terima kasih pak Gulo atas tulisannya.

  45. Nilai-nilai keluhuran, saya meragukannya karena dalam dunia politik cara yang ditempuh adalah jegal menjegal. Kotor sekali, saya pikir kita memilih untuk menjadi HAMBA TUHAN semua dan JANGAN JADI PLITISI. Saya kuatir kita semakin terseret dalam pertengkaran demi pertengkaran. Tulisan Pak Gulo, ini sangat memotivasi kita, namun sulit untuk diterapkan di NIAS BARAT. Bukan Pesimis Pak, tapi tingkat pengetahuan sangat berbeda-beda.. kecerdasa emosionalnya masih rendh.

    Salam
    DoroHia

  46. Selamat Pagi Pak Gulo

    Tulisan yang sangat memberikan semangat ini, saya setuju dengan apayang bapak tulis.

    Kita tidak lengkap kalau hanya menggunakan teori utilitarisme (lihat manfaatnya aja),begitu juga kalau deontologi(hanya karena kewajiban saja)atau teori hak (nuntut hak kita saja).

    Teori Nilai-nilai keutamaan,wah sangat luar biasa dalam etika moral. Kalau tidak salah ini juga ada dalam surat Korintus ya pak, sangat pas pak.

    Terima kasih, Tuhan memberkati

  47. SALAM SUKSES PAK IR ABISALONI GULO, MM
    Tulisan di atas cukup baik dan saya menyimpulkan bahwa Kejujuran-Keadilan-Kepercayaan dan Keuletan harus dimiliki oleh SDM kita sejak dini.
    Sukses Nias Barat
    Moderator

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s