Goi-Goi Wanura

Sahabat yang sejati

Sahabat yang sejati

He Talifuso Nifosumange,

Saya senang menulis, berbagi pemikiran kepada saudara, silahkan komentari. Katakan jika saya ada salah, akan kami perbaiki.

Namun, apapun yang anda tulis dalam setiap kolom “comment” merupakan tanggung jawab saudara, sekalipun Moderator berhak mengedit dan menghapus namun resiko yang ditimbulkan oleh tulisan saudara tidak menjadi tanggung jawab kami.

Web ini bukan untuk chatting, tetapi arena debat ilmiah mengenai hal-hal yang berhubungan NIAS BARAT, sehingga pikiran anda dapat tersalurkan. Kami informasikan bahwa apapun tulisan anda akan dibaca oleh ribuan orang, bahkan mungkin saja dikutip untuk bahan berita.

Karaker kita secara umum akan terlihat dari buah karya tulis kita juga, seriuslah dan hasilnya baik.

NIAS BARAT BANGKIT!

Ha Talifusogu, Haogo chogu wanguma’o, ba ufondrondrongo liu!

Moderator

68 pemikiran pada “Goi-Goi Wanura

  1. Nias Barat Siapa Yang Punya???

    Ini merupakan cuplikan kata-kata yang secara definisi psiko_testimonia mengandung karakter yang cukup luar biasa. Kata-kata itu dapat berupa motivasi yang membuat kita sebagai “ono niha” tetap menjaga, memelihara, mengembangkan serta melestarikan Banua Omasi’o ini. Baik itu dari segi pemerintahan, usaha dan berbagai displinnya serta swadaya masyarakat yang potensial dan saling melengkapi sehingga membentuk satu kesatuan yakni MENUJU arah yang LEBIH BAIK lagi…………

    Trims….buat semua ama/i/talifuso yang telah berjuang dan berkomitmen untuk mengembangkan banua omasi’o……..

    Ya’ahowu fefu,,,,,

    Fileksius Gulo

  2. kepada seluruh pemimpin atau lembaga pemerintahan di kota atau kabupaten nias, mohon harus peduli dengan rakyat dan mohon perhatian pada kondisi desa atau pembangunan yang ada di nias, supaya kabupaten nias lebih maju lagi dan menjadi kota yang tidak tertinggal dari pada kota yang lain? tolong katakan tidak pada korupsi di nias?

  3. kepada para pimpinan kita di Nias, baik dari tingkat kabupaten ke tingkat daerah, mohan kerja sama yang baik jangan saling menjatuhkan tapi saling membantu apa kelemahan dan kelebihan yang kita inginkan bagi daerah Kita.
    Yaahowu Tano Niha

  4. Kita ubah Tano niha menjadi nias yang ingin punya kelebihan dari daerah lain, khususnya yang terkenal di Nias kita ini yaitu hombo Batu dan daerah-daerah pemandangan, seperti keadaan lingkungan pantainya dsb…?,

  5. Nias ni bisa maju klo semua ego dihilangkan, dan mengedepankan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi… Siapa lagi yang membangun Nias ni klo bukan dari qt dan untuk qt… saya hanya sedih melihat kondisi nias yang mana para pejabatnya hanya mempertahankan ego dan mengutamakan kepentingannya tanpa memikirkan kepentingan rakyat yang senantiasa mengharapkan perubahan yang lebih baik,…..
    Tanoniha….Aku merindukan perubahan, doakan kiranya Tuhan mengaruniakan kita pemimpin yang bijaksana…demi NIAS qt tercinta ini….ku yakin ni semua harapan masyarakat kepulauan NIAS….GBU Nias….

  6. syalom…!!!

    Nias Barat…!!! ini adalah suatu kebanggan bagi kita dimana sebuah pulau yang kecil yang hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat luar kini semakin berkembang. namun dalam hal ini marilah kita kembali mengintropeksi diri, kiranya perkembangan yang semakin meningkat di pulau kita tercinta ini hendaknya juga menjadi sebuah jalan bagi kita masyarakat-masyarakat yang ada didalamnya menjadi agar menjadi lebih baik.

    mari kita mengubah cara pandang kita, dan bersatu hati untuk membangun pulau kita tercinta dengan menanggalkan keegoisan, serta keinginan untuk menguasai karna pulau nias tidak akan pernah bisa berkembang apabila kita rakyatnya tidak bekerja sama untuk mengembangkannya.

    Tano Niha, Engkaulah harapan kami!!!
    Maju dan Jaya terus Tano Niha!!!

  7. Peerlu sekali memahami Nias secara keseluruhan…wacana propinsi. Namun hal itu tdk bisa terwujud kalau semua pimpinan (bupati & walikota) hanya memetingkan dirinya sendiri.

    Perebutan posisi di Nias Utara, Kotamadya dan Nias barat sangat memprihatinkan. Tarik menarik untuk menanam kader masing2 sangat kuat. ada tiga kelompok besar yang ingin eksis …menurut analisa saya adalah Demokrat, PDIP dan Golkar. PNS menjadi objek mereka, sayangnya mereka ikut bermain mata juga.

    Semoga Nias tetap bersatu.

  8. pokonya…. ya, kita masryakat nias, khususany nias barat, mari bersama2, kita bergandengan tangan, membangun nias,
    singkirkan dulu, sifat2, saling menjatuihkan, satu sama lain,
    jadi… klo itu kita, kedepan kan , saya yakin, bhwa apa yg kita, cita2 kan selama ini, terhadap kemajuan nias, pasti akan tercapai, dengan apa yg kita punya selama ini, (SDA) Sumberdaya alam.
    tetapi,,, klo kit sibuk dengan , harta, kekuasa’an, kedudukan, jabatan, nama besar, mmmmmm…..? ? maka kita tidak pernah merasakan apa sebenar nya kemaJUAN,…. ya’ahowu, peace….?? from.. pekan baru,, saohagolo….??

  9. Sepintas Nias sudah maju, puji nama Tuhan!

    Pemikiran Saya Atas Pembicaraan Banyak Hal dengan Bapak MRG:
    (Mohon dimuat ya)

    Pilar Nias Barat, patut dicacungkan jempol, bukan belati atau pedang! Hehehe, aku pasti dimarahin kalau saya puji sebuah organisasi masa yang sekarang menurut pak Ketum “HARUS TIARAP” … hehehe istilah pak Ketum ini meledak-ledak.

    Saya baru mengerti mengapa?
    Semua orang Nias Barat, bersyukur pada Tuhan atas pemekaran dan itu adalah perjuangan dalam bentuk doa, dana (kutipan kemasyarakat) dan perjuangan para tokoh politik juga.

    Yang disebut pahlawan adalah “Mereka yang berkorban tanpa MEMINTA IMBALAN”.

    PILAR NAIS BARAT pasti beda! ketika pemekaran diumumkan sudah ok, maka Pilar Nias Barat, tiarap! Apa bedanya kita ini, dengan para pecundang yang mengharap imbalan atas semua jerih payah perjuangan Nias Barat?

    Itulah pak Ketum, yang saya sedihkan beberapa waktu lalu, bahwa senior2 kita berharap anda juga buru-buru ambil nama (Halo Toimo) namun …sial benar, anda kog malah diam? semua orang kesal….! malah mengalihkan perhatian “MENGISI PEMBANGUNAN KE NIAS BARAT DENGAN SEKOLAH TINGGI YASABA ITU”.

    Sorry, sempat saya kesal dengan sikap diam anda! Nah sekarang setelah rapat kemarin itu …saya baru mengerti bahwa Pilar akan mengambil aba-aba untuk take action lagi.

    Saya sekarang memahami strategy anda yang hmmm oklah!! Anda Diberkati Tuhan!.. benar juga, coba kalau PNB ikut-ikutan kpanasan untuk menyatakan bahwa “kami aalah Pejuang”…apa jadinya Nias Barat? Samadoni tola ita fefu.

    Tetapi ingat pak, masih banyak yang memang ingin membenturkan Bapak dengan klompok “AMTENAR” itu. Sebab mereka merasa bahwa “Pohon Mangga Yang mereka Tanam itu sudah berbuah dan harus dipetik, Anehnya ngga dibagi ke tetangga pak. Pada hal mangga itu ditanam di atas tanah orang di Nias Barat, seharusnnya “MANGGA ORUDUA” itu. Olu’a-lu’a ndraono da’o pak, jadi ngga usah di gubris, mereka akan merasakan buah mangga itu sendiri, asam kog pak, pasti mereka memuntahkannya (Latura’o dania pak).

    Maju terus …Tiarap sampai kapan pak Ketum?

    Hati2 Pak Salom!

  10. Bung Ranto…

    Minta tolong diinformasikan (diberitakan) 2 (dua) berita dari kami panitia syukuran pemekaran dan mubes ormas SALOM

    1. Berita pertama

    PENGUKUHAN TIM SYUKURAN PEMEKARAN KABUPATEN NIAS
    OLEH WAKIL BUPATI NIAS

    Pada hari Jumat tanggal 14 Nopember 2008 bertempat di Ruang Oval (lt.3) Kantor Bupati Nias, Ononamôlô Gunungsitoli diadakan pengukuhan Tim Syukuran Pemekaran Kabupaten Nias oleh Bapak Wakil Bupati Nias Temazaro Harefa didampingi oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Martinus Lase, SH. Tim Syukuran ini dibentuk untuk melaksanakan ungkapan rasa syukur atas Pengesahan Rancangan Undang-undang Pembentukan Kabupaten Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunungsitoli menjadi daerah otonomi baru dalam Sidang Paripurna DPR-RI pada hari Rabu tanggal 29 Oktober 2008. Adapun susunan Tim Syukuran Pemekaran Kabupaten Nias berdasarkan Surat Penugasan Bupati Nias Nomor 135/6746/PEM, tanggal 11 Nopember 2008, adalah sebagai berikut :
    1. Penasehat : 1. Bupati Nias
    2. Wakil Bupati Nias
    3. Ketua DPRD Kabupaten Nias

    2. Penanggung Jawab : Sekda Kabupaten Nias (Martinus Lase)

    3. Ketua Umum : Drs. Kemurnian Zebua, BE (Ketua Umum BPP Kota Gunungsitoli)
    Ketua I : Drs. Baziduhu Zebua (Ketua BPP Kabupaten Nias Utara)
    Ketua II : Zemi Gulô, SH. (Ketua BPP Kabupaten Nias Barat)
    Ketua III : Ir. Lakhômizaro Zebua (Ketua I BPP Kabupaten Kota Gunungsitoli)

    4. Sekretaris Umum : Kabag Pemerintahan Setda Kab. Nias (Maimun Zebua)
    Wakil Sekretaris I : Fatizôndra Harefa (BPP Kota Gunungsitoli)
    Wakil Sekretaris II : Drs. Fangenanô Baeha (BPP Kabupaten Nias Utara)
    Wakil Sekretaris III : Ir. Eta Fajar Wiriatmo Daely, MM (BPP Kabupaten Nias Barat)

    5. Bendahara : Kabag Keuangan Setda Kab. Nias (Yuliaro Gea, SE)
    Wakil Bendahara : Kasubbag Anggaran Bagian Keuangan Setdakab. Nias

    6. Seksi-seksi :
    a). Seksi Publikasi, Dokumentasi dan Acara
    Ketua : Kabag Humas Setdakab. Nias (Drs. Suardiman Zebua)
    Anggota : 1. S. Yan Zebua, SE (BPP Kota Gunungsitoli)
    2. Temazaro Telaumbanua, S.Sos, MSi. (BPP Kota Gunungsitoli)
    3. Fatolosa Nazara (BPP Kabupaten Nias Utara)
    4. Kasubbag Protokol Bagian Humas Setdakab. Nias
    5. Kasubbag Pemberitaan Bagian Humas Setdakab Nias
    6. Herman Syukur Zebua, MSi (Kasubdit Statistik, BAPPEDA Nias)
    7. Drs. Ec. Vandel Jaya Daeli (BPP Kabupaten Nias Barat)
    8. Asori Buulolo (Staf Bagian Humas Setdakab Nias)

    e) Seksi Tempat, Transportasi dan Konsumsi
    Ketua : Kabag Umum dan Perlengkapan Setdakab Nias
    Anggota : 1. Sabahati Gulô, S.Sos (BPP Kabupaten Nias Barat)
    2. Kasubbag Rumah Tangga Bag. Umum & Perlngkpan Setdakab Nias)

    f) Seksi Dana
    Ketua : Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Nias
    Anggota : 1. Lim Potian (BPP Kota Gunungsitoli)
    2. Toloni Waruwu, SH. M.Si. (BPP Kabupaten Nias Utara)
    3. Drs. Dalinafao Hia (BPP Kabupaten Nias Barat)
    4. Usia Telaumbanua (BPP Kota Gunungsitoli)
    5. Ama Ledi Zebua (BPP Kota Gunungsitoli)
    6. Ama Roma Laoly (BPP Kota Gunungsitoli)
    7. Oneyus Halawa, SE (BPP Kabupaten Nias Barat)

    g) Seksi Pengerahan Massa
    Ketua : Camat Gunugsitoli
    Anggota : 1. Camat se-Kabupaten Nias
    2. Pengurus BPP Kabupaten Nias Barat
    3. Pengurus BPP Kabupaten Nias Utara
    4. Pengurus BPP Kota Gunungsitoli

    7. Sekretariat :
    Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Nias (Para Kasubbag dan seluruh staf)

    Dalam sambutannya Wakil Bupati Nias mengharapkan Tim dapat melaksanakan syukuran pemekaran dengan baik sebagai pertanda awal yang baik dalam suatu pembangunan daerah berkelanjutan dengan harapan hasilnya juga akan baik ibarat tanaman yang ditanam dengan baik akan menghasilkan buah yang baik. Sebagai umat beragama juga sudah pada tempatnya seluruh warga Kepulauan Nias mengucap syukur dan melalui acara ini diharapkan kerjasama yang baik diantara ketiga BPP (Badan Persiapan Pembentukan) Kabupaten/Kota tetap terpelihara dengan baik.

    Acara pengukuhan dilanjutkan dengan rapat perdana Tim yang dipimpin oleh Ketua Umum Drs. Kemurnian Zebua, BE didampingi oleh Ketua I Drs. Baziduhu Zebua, Ketua II Zemi Gulo, SH dan Ketua III Ir. Lakhomizaro Zebua. Hasil kesepakatan tim dalam rapat perdana antara lain direncanakan :
    A. Waktu pelaksanaan syukuran dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 21 Nopember 2008, Pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai
    B. Tempat pelaksanaan syukuran dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Gunungsitoli
    C. Acara berupa Kebaktian dan do’a ucapan syukur dari berbagai agama, acara umum (sambutan dan ucapan terima kasih) dan Warna sari yang diisi dengan atraksi sanggar budaya dan penampilan dari utusan dari ketiga BPP

    Kita berharap rencana diatas tidak berubah dan Kepada seluruh masyarakat warga ONO NIHA di mana saja berada dapat bersama-sama menghadiri Acara Syukuran tersebut diatas. Terimakasih.. Yaahowu…

    2. Berita Kedua (Pengumuman)

    MUBES SALOM DIISI DENGAN PERAYAAN HUT, SEMINAR, DISKUSI, PEMILIHAN DAN PELANTIKAN DPP ORMAS SALOM 2008-2012

    SALOM……

    Cikal bakal Ormas SALOM sebagai wadah berkumpulnya warga yang berasal dari Sirombu/LAhomi, LOlofitu Moi/Lolowau/Lolomatua dan Mandrehe/M.Utara/M.Barat/Moro’o/Ulu Moroo telah terbentuk di Gunungsitoli pada tahun 70-an dengan melaksanakan pertemuan-pertemuan dari rumah ke rumah dan tetap berlangsung sampai saat ini. Pada tahun 2003 tepatnya di Hari Pahlawan tanggal 10 Nopember 2003 perkumpulan warga SALOM mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku membuat badan hukum dengan menjadi Organisasi Massa (Ormas) dan terdaftar di Badan Kesbang Linmas (dh. Kantor Sospol) dan pengurus DPP Ormas SALOM dikukuhkan oleh Bapak Bupati Nias di Gedung Nasional Gunungsitoli. DPP Ormas SALOM dipimpin oleh Ketua Umum Bapak Aro Daeli (Ama Veman) dan Sekretaris Jendral Adieli Gulo (Ama Lim).

    Pada saat itu juga ide pembentukan Kabupaten Nias Barat yang telah dicita-citakan oleh orang tua kita pada tahun 60-an mulai digulirkan dan diupayakan diwujudnyatakan dengan dilantiknya Badan Persiapan Pembentukan (BPP) Kabupaten Nias Barat yang dipimpin oleh Ketua Umum Zemi Gulo, SH. (Ama Nito) dan sekretaris Umum Raradodo Daeli, SIP. (Ama Noni)

    Masa kepengurusan DPP Ormas SALOM periode 2003 – 2007 telah habis masanya setahun yang lalu namun oleh karena berbagai kesibukan dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Nias Barat dan hasilnya telah terjawab pada tanggal 29 Oktober 2008 lalu, maka DPP Ormas SALOM baru dapat melaksanakan musyawarah besarnya untuk memilih pengurus yang baru 2008 – 2012. Musyawarah Besar Ormas SALOM yang pertama ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 22 Nopember 2008 bertempat di Gedung Gereja ONKP Jemaat Kota Gunungsitoli, Jl. Pelita.

    Acara akan berlangsung dari pagi hingga malam dimana acara pada pagi hari dilaksanakan Pembukaan sekaligus dengan HUT DPP Ormas SALOM yang ke 5. Acara dilanjutkan dengan seminar mengenai struktur organisasi & pengelolaan organisasi yang baik dan pengembangan potensi unggulan di kawasan Kabupaten Nias Barat oleh nara sumber dari para ahli dibidang tersebut. Acara berikutnya adalah diskusi kelompok yang membahas mengenai pertanggung jawaban DPP 2003-2007, Program Kerja dan Rekomendasi yang akan diberikan kepada Pemerintah yang akan terbentuk di Kabupaten Nias Barat. Pada malam harinya diadakan pemilihan kepengurusan DPP Ormas SALOM baru (periode 2008-2012) dengan sistem formatur dan sekaligus dikukuhkan oleh para orangtua/pembina DPP Ormas SALOM.

    Kepada warga SALOM yang berada di Medan, Padang, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Kota lainnya diharapkan kehadirannya dalam memberikan urun saran bagi pengembangan Ormas SALOM khususnya dan Kabupaten Nias Barat pada umumnya. Saran program kerja dan rekomendasi dari para warga SALOM dapat disampaikan secara langsung pada saat Musyawarah Besar (MUBES) Ormas SALOM ini ataupun secara tidak langsung melalui E-mail kepada kami.

    YAAHOWU….

    By. Eta fajar wiriatmo daely
    tafaomali@yahoo.com
    tafaomoli@yahoo.co.id

  11. MERAT DAELI

    ya’ahowu,,,
    bagi kita pejuang “Nias Barat”, kita bersyukur dgn adanya situs ini kita dpt berkomunikasi dgn satu sama lain dan terlebih dalam memberi pesan, saran, gagasan, dan solusi dlm mengembangkan fisi-misi “Nias Barat” kita ini.marilah kita berdoa supaya fisi-misi “Nias Barat” ini tercapai.buat kita org Nias dimanapun kita berada, marilah kita bersatu teguh dlm membangun “Nias Barat” kita ini, kita berjuang bkn untuk org lain tp untuk kita semua, kita berjuang!!
    saohagolo.. Tuhan Yesus Menyertai kita semua!
    buat moderator tolong ya salam saya ini disampaikan kpd rekan2 saya, yang bernama ama doni badetesua sirombu, ama Nuel bazisobambowo lahomi, dan ama jaya. salam moroi kho nakhimi merat daeli moroi ba Jakarta.
    Nias Barat….Bangkitlah kamu!!!! Tuhan Yesus Menyertai kamu! dan jangan pernah sombong!
    saohagolo, ya’ahowu…

    Merat Daeli…Jakarta.

  12. hi,,,pa kbr buat SmuaNya “Ya’ahowu Fefu”

    Blog ini lumayan bagus, sapa yg bikin..? bLh donk Ak diAjarIn he..he..b’canda Bro !!
    hmmm SoRrY bkNNya saya nyindir karya mas, saya banGga koq karna ada yg lebIh jago y9 deSign Blog Nias Barat pa lg udah dikenal
    orang2 Nias..salah satunya saya.

    Bro..Blh ga Numpang Ngasi saran :
    * Bisa ga Kata2Nya dirubah dikit “Nias Barat Siapa Yg PUnya”
    (menurut saya bro) tp mgkn menurut mas paling BAGUS..paling OKe
    dan Indah buat dibaca wow,,wow,,,
    * Truzzzz..blh ga, dibatasin karakter buat ngasi commentNya
    soalnya comment yg nomer urut 3,19,20, 40 dst,,
    udh kaya bikin Makalah, Tugas Akhir, Skripsi, PRoposal,,
    mgkn jg orang maleZ baca commentnya dia. Itu kan semua sia-sia
    udah nyewa warnet b’jam-jam, mendingan duitnya itu dimanfaatin
    buat keluarganya atau buat SPP sekolah anaknyalah or buat beli
    Pulsa 10 rb Simpati Pede..yg 0.5 /menit bro trus diatas jam 12
    mlm ada SMS gratis loh mas (Sory bukannya saya menghina or
    nyindir neh..)
    * Klo dibatasin karakter commentnyakan ada gunanya jg bro,ga sling
    mengkritik, bisa seh tp mgkn agak b’kurang kan ?
    biar jg bro ga pusing sendiri mikirin blog ini,
    mgkn bro ngerti kan orang2 kita (Nias) walaupun bro udah
    ngasi cara penulisan comment diblog ini, mereka ga peduli kan ?
    namanya BANUADA (mereka selalu jago, pintar, paling unggul
    dimana2. mereka ga takut !!!bkn begituhh ??

    * Mau nanya lg neh menurut bro comment-comment yg udah masuk, bro
    pusing ga atau senang ngeliat orang saling jelek2IN

    * saya Udh Baca Comment2 yg msk di blog ini macam2Lah mgkn jg
    kita ga heran x yaaa, biasalah org kita (NIas) mengkritik tp
    saling menjatuhkan bisa dibilang “WONG DESO” istilah jawa
    pada hal orangnya udh punya gelar lohh bro,,,ada yg : Sarjana,
    Hukum, Manajemen, Dokter, macam”lah….saya jd pusing,,pusing,,

    * Maksud saya ini klo bisa bro,,,bisa ga comment2 yg saling
    jelek2IN itu jgn dipublikasikan gak enak bro,,,ntar klo ada yg
    baca (bkn suku kita)kita jg yg malu..okey

    * maaF klo udh banyak ngasi saran & kritik tp ini buat kita2 jg
    bknnya gw udh jago bikin blog tp klo mas ga bisa ganti
    biar saya aj yang ganti,,mgkn mas udah lupa passwordnya
    itu bisa jd alasan kan? nManYa org pasti lupa/khilaf atau
    ApaLahhh…

    saya tunggu jawabanNYA ya Mas :
    Kirim ke : E-mail : doky_23@yahoo.com
    Friendster : inforealband@gmail.com
    Website : realband.wordpress.com
    Gmail : inforealband@gmail.co

    ***********************SAOHAGOLO***************************

  13. Selamat Pagi, salam kenal untuk semua teman-teman yang mengelola Blog. Pertama-tama saya memberi hormat kepada pengelola blog ini, karena pertumbuhannya yang sangat pesat. Menurut hemat saya mungkin karena ada dua alasan:
    1. Topik hangat dan penulisannya sangat menarik, membuat org membaca sampai akhir.
    2. Beragam tulisannya sehingga ketika kita cari topik tertentu di google pasti nyangkut di Nias Barat siapa yang punya?

    Kenalkan pak, saya sutikno, dari team analisa bogger independen indonesia, namun organisasi ini tidak jalan karena masing-masing sibuk. Sehingga sulit untuk maju. Saya lihat dari Departemen KOMINFO sih, sudah melakukan misi kami itu, mudah-mudahan.

    Agar tulisan bapak tidak dicuri dan disadur tanpa menyebutkan sumbernya, kami bisa bantu dengan publikasikan dengan cara kami. Mohon tinggalkan email Bapak ke saya (email saya bisa lihat dalam komentar engine saya ini).

    Mengenai komentar yang selalu menyudutkan bapak bisa kami bantu untuk memblokir mereka namun tidak bisa berlaku kepada IP DHCP, karena IPnya ganti-ganti. Beberapa sudah saya cross check, ada juga pengelola blok yang sering menyerang blok lainnya seperti bapak di blog ini.

    Yang penting mohon dukungannya nanti kalau ada pertemuan beberapa blogger yang ingin bincang-bincang siapa tau ada wacana untuk melanjutkan misi kami sebelumnya pak.

    terima ksih Pak

    Sutikno

  14. Yaahowu.

    Yaami ira ama, ini ba talifuso yang menantikan terbentuknya Nisbar dan yang terlibat untuk memperjuangkannya marilah kita sama-sama mendoakannya dan bertindak.

    “HARATO SEBUA WAHASARA DODO”.
    “BERSAMA LEBIH BAIK”.
    “BUKTI BUKAN JANJI”.
    “KENYATAAN BUKAN TEORI”.

    Mado Gulo di Sultra

  15. Yth. Bp. Mustika Ranto Gulo.
    Beberapa hari lalu, Sdr. Rahma dari Jakarta menghubungi saya untuk meminta konfirmasi mengenai alamat Yayasan Terima Kasih Abadi , yang notabene menampung anak-anak korban tsunami. Sdr. Rahma mau menyumbangkan pakaian layak pakai kepada Yayasan Terima Kasih Abadi itu. Mungkin bapak Mustika mengetahui alamat Yayasan Terima Kasih Abadi tersebut. Atas kerjasamanya saya ucapkan terima kasih. Ya’ahowu.

    Salam dan hormat,

    Postinus Gulo

  16. Melihat fakta di orang nias sangat iri hati kepada orang yang telah sukses. Dulu melalui web site ini masyarakat tertolong informasi, namun sayang dikotori oleh orang-orang yang iri kepada moderator. Malas aku bacanya, hm….kasihan pak moderator ini! babak belur dihujat.
    Saya saran kalau mau didengar, Kita hentikan menghujat….hanya menambah dosa kita, lagian tidak berpengaruh apa-apa kepada orang yang dihujat, malah semakin melejit karir mereka…….. fakta di Indonesia, orang yang selalu di hujat malah semakin naik karir.
    Orang yang difitnah semakin diberkati, mengapa ranto menjadi sukses, hidupnya berkenan, rendah hati, …… tapi ada org yang iri setengah mati …. semakin susah hidup mereka. nah ini peringatan kepada kamu kawan … hentikan ….. sayang waktu kamu habis utk yg tidak baik.

    Saya ikuti tulisan2 yang mengatas namakan si marga halawa (ama Constant) untung di hapus, bicara firman Tuhan, tetapi menghujat sesamanya, ingat ya sdh beberapa org telah menasihati kamu dari situs ini, entar lagi kamu dapat hadiah dan upah atas perbuatanmu…!

    Dari ujung ke ujung aku cari komentar ranto yang mengfitnah kalian, tak ada saya temukan, mengapa kalian hujat dia, …. oh syukurlah … aku bangga padanya.
    Dia tdk pernah merugikan kalian, setengah jam aku telpon dia dan tanya dia megenai hal ini, dan tak ada dendam kepada kalian. Pantas dia semakin dikasihani TUHAN.

    Ayolah, sebagai hamba-hamba kebenaran, hentikan makian anda di sini. Mengenai pemekaran, biar saja… jadi atau tidak …. tidak ada urusan. Itu cuma kepentingan keluarga tertentu saja, orang mandrehe tidak ikutan. Nanti kita lihat siapa yang akan berdiri kokoh memimpinnya di Nias Barat. itu yang penting…strategy!

    Mengenai Pilar Nias Barat, sudahlah, tidak membawa kalian ke surga, kasihan ama velo ..ngadu ke polisi malah minjam uang sana sini, ini kan resiko kebodohan.

    Hentikan ya adek2, bersatu …anggaplah ibu dan bapak kalian satu dari TANO NIHA.
    Kalian semua satu ayah dan satu ibu, bersaudara….! konsentrasi mangalui soguna u masa depan ya!

    Abang

  17. Ya’ahowu!

    Kesanggupan dan kerelaan mengorbankan nyawaNya merupakan Kasih yang sejati yang telah diteladani Kristus bagi kita umat pilihanNya.

    SELAMAT PASKAH 2OO8.

    Damai Kasih Kristus menyertai kita semua, Gbu.

    Shallom,
    Kel. Arifman Gulo
    (A/I. Niso Gulo)
    +6281931105988
    +6281514248880

  18. Syalom Pak Pendeta Ranto, kalau masih ingat, waktu kami ikut lomba Vocal Group di Simalingkar Medan. Salam kenal kembali, kami sangat bangga Abang sukses di Jakarta apalagi bisa dipercaya dgn suara terbanyak 66% suara u abang di Munas 1 PIlar Nias Barat tersebut. Ini tanda-tanda u abang agar meminmipin Nias dan Nias Barat kelak. Kita harus imani itu bang!

    Mengenai org2 yg sirik, biarkanlah… anggap mereka sebagai bahan bakar yang memasak hidangan lezat u abang…. biaya iklan mahal khan? nah, dgn demikian maka abang semakin di kenal di seantero nusantara…hehehe.

    Bang kalau ada lagu rohani ciptaan abang yg baru bisa kirim ke kami. nir_99@yahoo.co.id

    attachmennya, kalau bisa MP4 ..apa bisa?

    salam, Layanilah Tuhan!

    Amin

  19. Sdr. Moderator

    SARAN Demi Kemajuan.

    Saudara Moderator yang terhormat, sebelum kita memasuki tahun 2008 yang tinggal hitungan jam lagi, kiranya saudara moderator menghapus semua komentar atau tulisan-tulisan di web site ini yang tidak berbobot yang hanya menjelek-jelekan orang lain. Terus terang saya agak malu membaca komentar atau tulisan teman2 kita orang nias di web site ini yang sama sekali tidak mendidik dan mencerminkan diri kita sebagai orang nias.

    Beberapa hari yang lalu ada seorang teman saya orang MENADO yang ingin tahu lebih informasi tentang nias termasuk tempat2 wisata yang dapat dikunjungi, dengan kesombongan saya langsung memberitahu dia web site nias, dan besoknya kami ketemu dikampus dan dia bercerita bahwa dia sangat heran membaca komentar atau tulisan di web site nias khusunya http://www.niasbarat.com, Malu lah kita. ” KAMU TAU KAN MAKSUD AKU?”

    Untuk Sdr. Lattreiayan Hia, saya udah baca artikelmu di http://www.nias barat.com, kolom ya’era-eragu yang berjudul “WASPADA IRI HATI” begitu juga artikelmu di http://www.imaniyes.com, artikel yang sangat bagus dan positif. Aku mengenal anda waktu kamu kuliah di UKI begitu juga pada saat kamu pindah ke ATMA JAYA, tapi aku dengar2 sama teman2 kita di UKI angkatan 2001 bahwa kamu akhirnya lulus di UBJ, kok bisa begitu? oh ya sekarang apa kegiatanmu? jika berkenan kita ketemu di Acara Natal Masyarakat Nias Se-jabobedetabek tgl, 26/01/08 datang ya….

    Akhir kata SELAMAT MENYONGSONG TAHUN BARU 01 Januari 2008, semoga damai Natal tinggal didalam hati kita selamanya, Thanks, GBU.

    Dari Novan Hura
    Idanogawo/Nias

  20. KABUPATEN NIAS BARAT ? ADA DI TANGAN MENDAGRI

    TAHAPAN PEMBENTUKAN KAB.NIAS BARAT YANG SEDANG DIPROSES :

    1. Usulan Pembentukan Kabupaten Nias Barat dari Gubernur Sumut kepada Menteri Dalam Negeri.

    2. Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah memproses Pembentukan Kabupaten Nias Barat.

    3. Mendagri menugaskan Tim untuk melakukan observasi ke Daerah calon Kabupaten Nias Barat.

    4. Menugaskan Tim Teknis Sekretariat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah ke Daerah calon Kabupaten Nias Barat untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

    5.Tim DDN melaporkan hasil observasinya di calon Kabupaten Nias Barat kepada mendagri.

    6. Tim Teknis Sekretariat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah yang ke Daerah calon kabupaten Nias Barat memaparkan hasil penelitiannya kepada para Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

    7. Para anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah memberikan saran dan pendapat secara tertulis kepada Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah mengenai calon Kabupaten Nias Barat.

    8. Rapat anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah menyetujui usul pembentukan Daerah calon Kabupaten Nias Barat.

    9. Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah selaku Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah mengajukan usul pembentukan Daerah calon Kabupaten Nias Barat beserta Rancangan Undang-undang Pembentukan Daerah Kabupaten Nias Barat kepada Presiden.

    10. Presiden menyetujui RUU Kabupaten Nias Barat.

    11. Pemerintah mengirim RUU Kabupaten Nias Barat kepada DPR RI.

    12. DPR-RI untuk menyetujui UU Pembentukan Kabupaten Nias Barat.

    13. Presiden melalui Gubernur Sumut melantik PLT Bupati Nias Barat.

  21. HATI YANG SEMPURNA

    Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.

    Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata “Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?”.

    Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?

    Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa “Anda pasti bercanda, pak tua”, katanya, “bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan”.

    “Ya”, kata pak tua itu,” hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan – - memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu ?”

    Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir kedalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.

  22. DPRD Sumut Setujui Pemekaran Nias

    Medan, (Analisa)

    Delapan Fraksi di DPRD Sumut dalam Rapat Paripurna Khusus di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (17/9), menyetujui pemekaran Kabupaten Nias menjadi tiga wilayah, yakni Kabupaten Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli.

    Rapat Paripurna Khusus itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Nias, pejabat Pemkab Nias, Pemrovsu, dan anggota DPRD Nias.

    Rapat Paripurna Khusus dipimpin Ketua DPRD Sumut H Wahab Dalimunthe, diawali dengan laporan Komisi A sebagai pinitia khusus pembahasan pemekaran Kabupaten Nias.

    Dalam penyampaian pendapat oleh fraksi-fraksi di DPRD Sumut berjalan lancar tanpa ada sanggahan atau pendapat yang bertentangan. Walaupun pada awalnya Fraksi Partai Amanat Nasional dalam pendapat akhirnya agar pemekaran ini dipertimbangkan atau ditunda terlebih dahulu.

    Namun akhirnya mengikuti pendapat fraksi-fraksi lainnya yang menyatakan setuju dan sependapat kalau Kabupaten Nias dimekarkan.

    Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) melalui juru bicaranya H Arifin Nainggolan MSi menegaskan, setelah mempelajari dan mendengarkan secara langsung pemaparan laporan Komisi A sebagai panitia khusus pembahasan pemekaran Kabupaten Nias, yang menyimpulkan kriteria atau syarat yang diamanahkan Peratutan Pemerintah (PP) No.129/2000, terhadap pembentukan calon Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, dan Kota Gunung Sitoli, secara umum total skor atas ketiga calon daerah pemekaran tersebut sudah melampaui syarat skor miminum. Walaupun belum semua indikator terpenuhi.

    FKS menyampaikan, ada hal khusus yang mesti diperhatikan pemekaran suatu daerah untuk saat ini. Yakni adanya penegasan dari Undang-Undang (UU) Pemerintah Daerah Tahun 2004, mengenai keharusan terpenuhinya tiga syarat dalam pembentukan suatu daerah, yaitu syarat administratif, teknis, dan fisik kewilayahan.

    Disampaikan, ada sikap yang perlu dipahami oleh segenap lapisan masyarakat dalam pembicaraan pemekaran suatu daerah. Pemekaran suatu daerah pada umumnya berawal adanya tuntutan dari masyarakat lokal untuk lebih memajukan daerahnya, yang biasanya cenderung tertinggal.

    KESUSKSESAN

    Dalam konteks ini, pemekaran suatu daerah juga semestinya dipahami sebagai wujud kesuksesan daerah yang akan dimekarkan dalam melakukan pembangunan. Sehingga, ketika suatu daerah dimekarkan, maka daerah pemekaran tersebut dapat berjalan secara mantap melanjutkan proses pembangunan di daerahnya.

    Fraksi Damai Sejahtera melalui juru bicaranya, Ir Sahat Haodjahan Situmorang mengimbau, agar segala masalah yang belum terselesaikan seperti, penetapan tapal batas, penyerahan aset kepada kabupaten baru, penyusunan keanggotaan DPRD, dan penempatan pegawai negeri sipil, harus terbebas dari kepentingan pribadi atau kelompok yang sangat berpotensi konflik.

    Fraksi Damai Sejahtera menilai, pemekaran ini murni dimaksudkan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan publik, serta untuk mensejahterakan masyarakat Nias. Usul pemekaran tersebut sangat substansial dan urgen.

    Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, (FPPP) melalui jurubicaranya Drs H Yulizar P Lubis, berpendapat, keinginan masyrakat Nias untuk memekarkan Kabupaten Nias menjadi tiga kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Nias sebagai kabupaten induk, Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli adalah suatu hal yang wajar.

    Apalagi dilihat dari kondisi geografis Kabupaten Nias yang cukup luas dan jarak antara beberapa ibukota kecamatan dan kabupaten cukup jauh.

    Hal ini menyebabkan pemerintah kabupaten tidak dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana sesungguhnya kondisi dan keinginan masyarakat.

    TERUS BERJUANG

    Di akhir Rapat Paripurna itu, Ketua DPRD Sumut, A Wahab Dalimunthe mengingatkan semua pihak untuk terus berjuang agar perjuangan ini tidak sia-sia. Terpenting keinginan masyarakat Nias dapat segera terwujud.

    Menurut Wahab, perjalanan pemekaran ini masih panjang dan butuh pemikiran yang lebih serius lagi. Persetujuan anggota DPRD Sumut merupakan langkah awa kesuksesan pemekaran Kabupaten Nias. “Mari kita bersama-sam berjuang agar keinginan ini cepat terwujud,” kata Wahab.

    Sementara, usai rapat paripurna, Ketua Badan Pertimbangan Pembentukan Kota Gunung Sitoli, Drs Martinus Lase MSP didampingi Wakil Ketua Drs Yulianus Harefa MA mengatakan, dengan persetujuan pemekaran ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Nias akan lebih baik. Begitu juga percepatan pembangunan di segala bidang cepat terwujud.

    Dia berharap, dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Nias, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Diimbau agar putra-putra terbaik Nias yang ada di luar Pulau Nias agar ikut berpartisipasi membangun Nias yang lebih baik.

    TERIMA KASIH

    Masyarakat Nias menyambut baik atas persetujuan DPRD Sumut dalam memenuhi persyaratan administrasi, teknis dan syarat fisik bagi pembentukan Kabupaten/Kota Gunungsitoli, Nias Barat dan Nias Utara.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada dewan yang telah menaruh perhatian serius terhadap pembentukan kabupaten/kota tersebut,” ujar Drs Arisman Zagoto, Anggota Komisi IX DPR-RI kepada pers di Hotel Darma Deli Medan, Senin (17/9) menyusul persetujuan legislatif bagi pembentukan kabupaten/kota dalam rapat paripurna kemarin.

    Dia menilai ada kesatuan hati serta tekad DPRD Sumut maupun Pemprosu dalam mendorong pemekaran Nias yang merupakan keinginan masyarakat setempat. Bukan hanya itu dukungan DPR-RI pun sangat istimewa bagi pemberdayaan masyarakat maupun ekonomi Nias.

    “Bahkan untuk Nias ada catatan yang harus disempurnakan. Kita harus melihat kebutuhan masyarakat setempat tidak hanya sekadar mengejar ketertinggalan. Nias, daerah miskin yang harus mendapat perhatian serius termasuk keterpurukannya akibat bencana alam,” ujar Arisman, anggota dewan daerah pemilihan Nias.

    Kekhususan lagi katanya di segi ekonomi masyarakat harus diberdayakan termasuk pulau-pulau terluar dari sisi keamanan. Pemberdayaannya harus teristimewa. Tidak ada jalan lain kecuali mempermudah pelayanan bagi masyarakat.

    “Ini merupakan beban, tantangan dan tanggung jawab moril. Kami di DPR disumpah untuk memperjuangkan daerah pemilihan,” kata Arisman yang didampingi Ketua BPP Pilar Nias Barat Ir Abisaloni Gulo, MM, Pembina Kasaro Daeli dan Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nias Ebenezer Hia.

    Hal senada dikemukakan Penasehat DPW Partai Damai Sejahtera, Marasal Hutasoit keberadaan Kabupaten Nias Barat, Nias Utara dan Gunungsitoli bertujuan bagi pemberdayaan masyarakat dan ekonomi daerah agar terbebas dari kemiskinan berkepanjangan.

    Ketua Umum BPP Nias Barat, Ir Mustika Ranto Gulo mengatakan langkah selanjutnya meminta DPRD Sumut agar menyampaikan surat keputusan paripurna ke Mendagri dan Komisi II DPR-RI untuk diundangkan sebagaimana telah disyaratkan dalam usulan inisiatif pada 11 September lalu.

    “Diharapkan apabila tidak ada halangan akhir 2007 Kabupaten Nias Barat, Gunungsitoli dan Nias Utara menjadi kabupaten resmi,” pinta Mustika. (sug/bay)

  23. Minggu, 16 September 2007 22:44 WIB

    Sidang Paripurna Pemekaran Nias Barat Hari Ini, DPRDSU Jangan Kecewakan Masyarakat PDF Cetak E-mail
    Medan, WASPADA Online

    Badan Pimpinan Pusat (BPP) Pilar Nias Barat meminta agar sidang paripurna DPRDSU yang dijadwalkan berlangsung Senin (17/9), hari ini, tidak mengecewakan harapan masyarakat Nias Barat yang sangat mendampakan pemekaran terbentuknya kabupaten Nias Barat bersama Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli.

    Permintaan tulus itu disampaikan Ketua DPP Pilar Nias Barat Ir. Abisalini Gulo, M.Si bersama Gelisa Hia, SE dan Ebenezer Hia serta sejumlah tokoh Nias Barat di Medan antara lain Ir. Angandrowa Gulo, M.Si, Drs. Hiskia Gulo.

    Dalam penjelasannya kepada para wartawan Minggu (16/9) di Medan, Abisalini Gulo yang mengatasnamakan masyarakat Nias Barat sangat berharap agar DPRDSU dalam sidang paripurna nanti dapat menyetujui usulan pembentukan Kabupaten Nias Barat khususnya, termasuk Nias Utara dan kota Gunungsitoli karena selain akan disambut meriah oleh masyarakat di sana, tetapi lebih dari itu persetujuan DPRDSU itu akan dijadikan sebagai rekomendasi melengkapi persyaratan administrasi usulan pembentukan menjadi kabupaten sebagaimana yang diperlukan DPRRI.

    Sebenarnya, kata mereka dari BPP Pilar itu, khusus Nias Barat sudah akan dibahas RUU-nya bersama Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Labuhan Utara andaikata rekomendasi dari persetujuan rapat paripurna DPRDSU sudah diterbitkan bersama rekomendasi dari Gubsu.

    Namun dikarenakan dua rekomendasi tersebut belum diperoleh, akhirnya pemekaran Nias Barat, termasuk Nias Utara dan Gunung Sitoli belum berhak dibahas dalam sidang paripurna DPRRI pada 11 September lalu.

    Makanya, kata Abisalini dan Ebenezer Hia, sidang paripurna DPRD-SU yang dijadwalkan berlangsung hari ini untuk membahas pemekaran Nias Barat dan daerah lainnya sangat penting, karena persetujuan pemekaran itu akan dijadikan rekomendasi melengkapi persyaratan Administrasi

    Menurut Gulo, mengenai persyaratan administrasi lain khusus untuk Nias Barat sudah terpenuhi, termasuk mengenai kewajiban mempunyai lima kecamatan untuk satu kabupaten yang akan dimekarkan, karena Nias Barat saja kini sudah miliki delapan kecamatan.

    ’Alasan pemekaran pun cukup jelas,” kata Gulo bersama Ebenezer Hia dan Gelisa Hia. Pertama sekali muncul ide pemekaran itu berasal atas inisiatif Ketua DPRRI Ir. Akbar Tanjung tahun 2003 setelah menyaksikan langsung bahwa khusus Nias Barat dengan ibukota Honolimbu, Nias Utara dengan ibukota Lahewa dinyatakan terlalu luas wilayahnya dan jauh dari ibukota dan terisolir serta tertinggal dalam perhatian pembangunan.

    Kedua, kata Ebenezer Hia, Nias Barat merupakan daerah berbatasan Indonesia di bagian barat dengan lautan bebas (Lautan India) sehingga perlu diberikan perhatian khusus dan memperketat pertahanan KNRI karena dianggap sebagai daerah rawan.

    Ketiga, kata mereka, Nias Barat yang selama ini merupakan daerah sangat tertinggal dalam perhatian pembangunan, maka dengan pemekaran menjadi kabupate jelas akan lebih cepat memacu diri dari berbagai keterbelakangan.

    Ketika ditanya apakah Nias Barat bisa membiayai diri sendiri pasca pemekaran, Ebenezer dengan tegas mengatakan, sanggup, karena daerahnya itu memiliki sumber daya alam sendiri yang selama ini barangkali belum terungkap jelas ke permukaan.

    Sebenarnya sewaktu Akbar Tanjung menjadi Ketua DPRRI sudah dilayangkan surat kepada Presiden RI yang waktu dipegang Megawati Soekarnoputri yang isinya meminta agar segera disahkan dan diundang-undangkan usulan Nias Barat, Nias Utara dan Gunung Sitoli menjadi kabupaten dan Kota, namun dikarenakan situasi politik dan pemilu saat itu akhirnya tertunda.

    Lalu setelah terbitnya Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang pemekaran daerah, jelas Ebenezer, maka persyaratan pun mengharuskan lima kecamatan sebagai salah satu persyaratan bagi wilayah yang akan dimekarkan. “Hal itu memang sudah dipenuhi, malah kini sudah menjadi delapan kecamatan.” Dan berdasarkan Perda No.1 tahun 2004, pembentukan Kabupaten Nias Barat sudah disetujui DPRD Nias.

    Lalu agar DPRRI bisa menyetujui pembahasan pemekaran Kabuten Nias Barat itu sangat diperlukan surat rekomendasi dari DPRD-SU berdasarkan hasil keputusan rapat paripurna dan kemudian Rekomendasi tersebut diteruskan oleh Gubsu kepada Mendagri untuk diusulkan menjadi kabupaten Nias Barat.

    Mereka dari pengurus Pilar Nias Barat itu juga mengingatkan anggota DPRDSU yang akan bersidang hari ini, andaikatan dikarenakan Gunung Sitoli atau Nias Utara, Nias Barat tidak disetujui pemekarannnya, masyarakat Nias Barat sangat berkeberatan dengan keputusan itu.

    “Karena yang diprioritaskan pemekarannya berdasarkan usulan inisiatif DPRRI tahun 2003 atau 2004 adalah Nias Barat dan Nias Utara, sedangkan Gunung Sitoli adalah usulan tambahan dari Bupati. Ataupun sebaliknya, Gunung Sitoli yang diprioritaskan menjadi Kota, sementara Nias Barat dan Nias Utara tersingkir. Itu jelas sangat tidak bisa diterima masyarakat, katra Ebenezer.

    Kepada masyarakat Nias, khususnya Nias Barat, pengurus Pilar Nias itu meminta agar menyaksikan jalannya sidang paripurna DPRDSU dengan tertib karena menyangkut persoalan masa depan daerah itu.

    Berkumpul Di Medan
    Sementara itu puluhan tokoh masyarakat Nias dari Jakarta, Medan dan Nias berkumpul di Medan, untuk mengikuti Sidang Paripurna DPRD Sumut, Senin (17/9), dengan agenda pengambilan keputusan atas rencana pembentukan tiga kabupaten/kota itu.

    Ketua tim fasilitasi persiapan pemekaran Drs Marthin Luther Deli, M.Si didampingi Ketua DPD HIMNI Sumut Ir Sudirman Halawa menegaskan hal itu kepada wartawan di Tiara Medan, Minggu (16/9) sore.

    Marthin yang didampingi tim fasilitasi dari Jakarta antara lain Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli, SH dan para tokoh Nias lainnya menegaskan, tiga Kabupaten/Kota yang sudah masuk agenda pemekaran di DPRRI, 11 September 2007 antara lain Kabupaten Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli.

    Menurut kajian akademik dan demografi Universitas Indonesia (UI), Nias berpeluang dimekarkan, mengingat luas wilayah dan sumber daya alam (SDA) mendukung.

    Senin pagi, kami para tokoh masyarakat akan mendengarkan keputusan Rapat Paripurna anggota DPRD Sumut tentang agenda dimaksud, kata Marthin.

    “Kedatangan kami ke lembaga dewan terhormat bukan upaya unjuk rasa, namun sebagai masyarakat Nias memohon kebijaksanaan bapak-bapak kita, untuk pemekaran daerah itu.” (m23/m32)

  24. Selasa, 18 September 2007 09:34 WIB

    DPRDSU Setuju Pemekaran Kab. Nias PDF Cetak E-mail
    * Akan Ada Kabupaten Nias (Induk), Nias Utara, Nias Barat Dan Kota Gunung Sitoli

    Medan, WASPADA Online

    DPRD-SU menyetujui Kab. Nias dimekarkan menjadi Kab. Nias (induk), Kab. Nias Utara, Kab. Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli. Persetujuan pemekaran wilayah itu ditandatangani Ketua DPRDSU H Abdul Wahab Dalimunthe, SH pada rapat Paripurna Khusus DPRDSU, Senin (17/9). Rapat itu menandakan Nias akan memiliki lima kabupaten yakni Nias, Kota Gunung Sitoli, Nias Selatan, Nias Barat dan Nias Utara.

    Rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRDSU H Abdul Wahab Dalimunthe didampingi Wakil Ketua Japorman Saragih, H Ali Jabbar Napitupulu, H Hasbullah Hadi, juga dihadiri pimpinan delapan fraksi DPRDSU beserta anggota beserta Gubsu diwakili Sekda Provsu Muhyan Tambuse, anggota Komisi VIIII DPR RI Arisman Zagoto dan Ketua Badan Persiapan Pembentukan Kota Martinus Lase.

    “Berdasarkan laporan Komisi A DPRDSU sebagai panitia khusus pembahasan pemekaran Kabupaten Nias, disimpulkan bahwa Kabupaten Nias layak dimekarkan,” kata Wahab.
    Menurut dia, pemekaran Kab. Nias bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat baik berada di kabupaten induk maupun berada di kabupaten dibentuk. Dengan demikian, sambungnya, penetapan tapal batas, penyerahan aset dari kabupaten induk maupun kab/kota pemekaran benar-benar sesuai peraturan perundang-undangan berlaku dan tidak berpihak kepada pihak-pihak tertentu begitu juga halnya dengan penempatan PNS.

    “Soal pemekaran ini, DPRD-SU segera mengeluarkan rekomendasi persetujuan pemekaran Kab. Nias untuk diajukan ke Mendagri,” ujar Wahab. Gubsu diwakili Sekda Provsu Muhyan Tambuse dalam kesempatan itu mengatakan pemekaran wilayah atau pembentukan daerah otonomi baru dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Dengan demikian, aspirasi masyarakat lokal lebih besar dalam mendapatkan wewenang pengelolaan SDA dan potensi daerah,” katanya.

    Menurut Ketua Badan Pembentukan Kota Martinus Lase, Kabupaten Nias memiliki luas wilayah 3.526,93 Km. Rencana pemekaran wilayah itu sudah dimulai dengan pemekaran kecamatan-kecamatan dari sebelumnya 14 kecamatan menjadi 32 kecamatan. Pemekaran kecamatan itu dalam rangka persiapan pembentukan kabupaten baru dengan Nias sebagai kabupaten induk.

    Berdasarkan hasil laporan Panitia Khusus Pembahasan Pemekaran Kabupaten Nias diketuai Abdul Wahab Dalimunthe, pemekaran tersebut berdasarkan aspirasi masyarakat lokal menginginkan pelayanan publik lebih baik dan lebih dekat dari pemerintah daerah membawa dampak positif kepada masyarakat daerah itu sendiri mengingat masih banyak daerah-daerah terisolasi dari ibukota kabupaten bahkan ibukota kecamatan.

    Kabupaten Nias — sebelumnya telah dimekarkan menjadi dua kabupaten baru masing-masing Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan– disetujui dimekarkan menjadi empat daerah tingkat II baru. Selain Kabupaten Nias sebagai kabupaten induk yang beribukota di Gunung Sitoli, dewan menyetujui pembentukan Kabupaten Nias Utara dengan ibukota di Lolofaoso, Kabupaten Nias Barat dengan ibukota di Onolimbu dan Kota Gunung Sitoli.

    Panitia Khusus Pembahasan Pemekaran Kabupaten Nias DPRDSU melalui sekretarisnya Abul Hasan Harahap mengatakan pemekaran daerah terletak di pantai barat Pulau Sumatera itu memang layak dilakukan demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

    Namun demikian, pansus mengingatkan pemekaran tetap dilakukan melalui pendekatan-pendekatan humanis dan realistis dengan sosialisasi jelas serta tidak mengedepankan muatan politis apalagi dilakukan secara inkonstitusional. “Kami berharap pemekaran Kabupaten Nias dilakukan tidak menimbulkan gejolak sosial, politik dan ekonomi, apalagi menimbulkan pertentangan horizontal di tengah-tengah masyarakat,” ujar Abul.

    Selanjutnya pansus menyarankan pemekaran Kabupaten Nias benar-benar karena alasan peningkatan kesejahteraan masyarakat karena Nias selama ini memang sangat tertinggal dibanding Sumatera Utara daratan. Abdul Wahab Dalimunthe ketika menutup paripurna mengatakan dalam waktu dekat Sumut akan memiliki 33 kabupaten/kota karena dalam waktu dekat sejumlah daerah lain juga akan dimekarkan seperti Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Labuhan Batu.

    “Jika kini Sumut baru punya 26 kabupaten/kota setelah pemekaran Kabupaten Batubara, maka dalam waktu dekat akan menjadi 33 kabupaten/kota. Mana tahu pula Sumut berpeluang menjadi lima provinsi baru,” katanya berseloroh sambil mengetok palu tanda disetujuinya pemekaran Kabupaten Nias. (m22)

  25. PILAR NIAS BARAT LAHIR KARENA KEPRIHATINAN SDM

    Memperhatikan suasana momen-momen pertemuan yang diadakan untuk komunitas masyarakat Nias Barat di Jakarta pada khususnya dan masyarakat Nias secara umum yang diorganisir oleh personil-personil sumber daya manusia saudara-saudara kita dari yang berasal dari Nias Barat, katakanlah kepanitiaan Bencana alam di Nias (Tsunami dan Gempa bumi) dan kepanitiaan pembentukan kabupaten Nias Barat.

    Kedua wadah tersebut yang sudah terbentuk sejak tahun 2003 (BPP Kanisbar Jakarta) dan 2005 (Panitia Bencana Alam Jakarta) namun kinerja kepanitiaan tersebut sampai dengan awal tahun 2007 sangat memprihatinkan dan terkesan eksklusif.

    Pertemuan demi pertemuan masyarakat Nias Barat yang digelar awal tahun 2007 yang seharusnya menjadi gawean masyarakat Nias Barat secara keseluruhan ternyata direkayasa oleh segelintir personil menjadi kendaraan sendiri demi kepentingan menguntungkan diri sendiri. Pertemuan pada hari sabtu, 10 dan 19 maret 2007 yang di prakarsai oleh BPP Kanisbar di Hotel Mercure Jl. Hayam Wuruk Jakarta disamping hanya dilakukan oleh segelintir panitia juga hanya mengundang sebagian kecil masyarakat Nias Barat Jakarta, padahal kegiatan tersebut menghabiskan dana yang tidak sedikit dari pengumpulan panitia bencana alam (dana bantuan bencana alam yang terjadi tahun 2004 dan 2005 dipergunakan untuk acara pertemuan panitia BPP Kanisbar Jakarta pada maret 2007 karena belum disalurkan kepada korban tetapi ditahan panitia selama 2 tahun).

    Demikian juga acara menghadiri sidang komisi II DPR RI pada tanggal 24 Maret 2007 di Senayan Jakarta guna membahas usulan pembentukan kabupaten Nias Barat dan dua daerah otonomi lainnya di Nias, segelintir personil BPP Kanisbar Jakarta sangat tidak terbuka dan melakukan pilih tebang dalam menentukan personil masyarakat Nias Barat Jakarta yang diundang ke pertemuan tersebut. Demikian juga ketika Bupati Nias membentuk Team Fasilitasi pemekaran daerah Nias, Personil BPP Kanisbar Jakarta memutuskan masuk kedalam team tersebut tanpa terlebih dahulu mengadakan rapat internal BPP Kanisbar Jakarta dan masyarakata Nias Barat Jakarta sehingga personil yang tergabung dalam team fasilitasi Pemekaran daerah Nias tersebut merupakan utusan pribadi dan tidak mewakili BPP Kanisbar atau masyarakat Nias Barat.

    Pada acara pertemuan masyarakat Nias di Jakarta yang dibiayai oleh Pemda Nias pada tanggal 14 April 2007 di Hotel Sahid Jln. Sudirman Jakarta, Menentukan personil yang diundang untuk menghadiri tatap muka dengan Bupati, Sekda, kepala-kepala dinas, anggota-anggota DPRD Nias beserta rombongan yang didatangkan Pemda Nias ke Jakarta, sepenuhnya diserahkan kepada Badan Panitia Pembentukan 3 daerah otonomi Nias, disini BPP Kanisbar Jakarta sangat tidak adil dalam mengundang personil representatif dari 8 kecamatan calon kabupaten Nias Barat ( Mandrehe, Mandrehe Utara, Mandrehe Barat, Moro,ö, Ulu Moro’ö, Sirombu, Lahömi dan Lölöfitu Moi ) daerah tertentu banyak wakilnya sementara daerah lain tidak ada satupun yang mewakilinya, demikian juga dengan personil yang tidak cocok dengan oknum personil BPP Kanisbar Jakarta tidak diundang.

    Keempat pertemuan yang melibatkan masyarakat Nias Barat Jakarta tersebut diatas sangat memprihatinkan dan merupakan indikasi yang berpotensi sangat merugikan dalam proses usaha membangun potensi sumber daya Nias Barat ke depan. Keadaan ini menyentuh dan menggerakkan beberapa personil muda yang berasal dari Nias Barat, karena memiliki persamaan persepsi akan kondisi yang telah terjadi dan demikian juga apa yang bakal terjadi di masa yang akan datang jika kondisi-kondisi yang terjadidi masa lampau tidak diberikan perbaikan-perbaikan berupa pencerahan maupun sosial kontrol pada kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat Nias Barat…………disinilah lahir PILAR NIAS BARAT.

    Tanggal 29 April 2007 hari sabtu, di mall Taman Anggrek jln. S.Parman Jakarta lima orang pemuda asal Nias Barat memiliki persepsi yang sama untuk membangun sesuatu untuk Nias Barat.

    Tanggal 2007 di Sarinah Jln. Thamrin Jakarta tujuh orang pemuda asal Nias Barat membentuk rangka PILAR NIAS BARAT.

    Tanggal 4 Mei 2007 hari Jumat di Kantor Kadin jln. Tanah Abang I melengkapi struktur organisasi Pilar Nias Barat.

    Tanggal 5 Mei 2007 hari Sabtu di Kantor Golkar DKI Jakarta jln. Pegangsaan Barat Jakarta Pernyataan bersama lahirnya organisasi Pilar Nias Barat.

    Tanggal 13 Mei 2007 hari Minggu di STT Jakarta Pilar Nias Barat berperan secara individual untuk memberikan pencerahan pada rapat pertemuan masyarakat Nias Barat yang diprakarsai BPP Kanisbar Jakarta, salah satu diantaranya adalah menyelamatkan sisa dana bantuan bencana alam dan mendorong dibentuknya team audit keuangan panitia bencana alam Nias.

    Tanggal 26 Mei 2007 hari Sabtu di Gedung Landmark jln. Sudirman Jakarta deklarasi Pilar Nias Barat.

    Tanggal 26 Juni – 1 Juli 2007 Pilar Nias Barat mengirim utusan mengikuti Sinode Besar ke XI ONKP di Lolowau – Nias Selamat dan mengirimkan 2 spanduk ucapan selamat bersinode.

    Tanggal 22 Agustus 2007 hari Selasa Pilar Nias Barat mendatangi Komisi II, Baleg dan Pimpinan DPR RI untuk mendapatkan informasi progres usulan pembentukan kabupaten Nias Barat dan menemukan bahwa Surat rekomondasi persetujuan sidang paripurna DPRD Sumatera Utara dan Surat persetujuan Gubernur Sumatera Utara belum memenuhi persyaratan kebutuhan DPR RI.

    Tanggal 29 Agustus- 1 September 2007 Pilar Nias Barat mendatangi DPRD Sumatera Utara dan Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk mendesak agar Surat rekomondasi persetujuan sidang paripurna DPRD Sumatera Utara dan Surat persetujuan Gubernur Sumatera Utara belum memenuhi persyaratan kebutuhan DPR RI segera diberikan.

    Tanggal 10 September 2007 hari Senin Pilar Nias Barat mendatangi Komisi II, Baleg dan Pimpinan DPR RI untuk mendapatkan informasi mengenai status usulan pembentukan kabupaten Nias Barat dalam sidang paripurna DPR RI yang akan dilaksanakan besok selasa, 11 September 2007 dan peluang Nias Barat yang masih belum mendapatkan Surat rekomondasi persetujuan sidang paripurna DPRD Sumatera Utara dan Surat persetujuan Gubernur Sumatera Utara yang sesuai kebutuhan DPR RI.
    .
    Pilar Nias Barat selalu mencari sumber informasi dan menyebarkan informasi yang benar khususnya progres usulan pembentukan kabupaten Nias Barat guna meluruskan informasi yang tidak benar yang disebarkan melalui sms oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab (informasi yang memungkinkan mereka bisa meraup keuntungan/meminta sumbangan).

    Pilar Nias Barat adalah organisasi masyarakat yang memberdayakan Potensi sumber daya Nias Barat untuk menjadikan masyarakatnya Sejahtera dan mandiri.

    Dalam konteks Pembentukan kabupaten Nias Barat, Pilar mengambil peran untuk mengawal prosesnya, membantu dan mencari tahu progresnya waktu demi waktu, mencari tahu bila ada permasalahan serta mempertanyakannya kepada stake holder yang bersangkutan.

    Kedepan membantu Pemda Kabupaten Nias Barat sesuai dengan Visi Pilar Nias Barat.

    Pilar menyadari apa yang telah kami perbuat bagaikan setetes air di lautan Hindia, hanyalah sedikit dibanding peran yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan demi Kemajuan Nias Barat namun kami bertekad lebih baik berbuat sedikit dari pada tidak sama sekali.

    Pilar adalah milik seluruh masyarakat Nias Barat pada khususnya dan masyarakat Nias pada umumnya bahkan siapapun sangat terbuka pintu untuk bergabung berbuat sesuatu untuk kesejahteraan umat manusia yang merupakan saudara sesama kita. Selamat bergabung untuk berjuang.

  26. Yth. Pak Katua, saya minta maaf atas pembicaraan sebelumnya. Saya tidak usah ikut ke Medan Pak, sory.

    Pertanyaan:
    1. Siapa yang paling berjasa atas terbentuknya Nias Barat nantinya.

    2. Apakah Kanisbar sudah allout sejak 2003, dan sampai sekarang belum ada hasil surat yang menjadi persyaratan tersebut.

    3. Mengapa sepintas PNB berseberangan dengan Kanisbar? Padahal Tujuan perjuangan sama.

    4. Mengapa setelah loby-loby PNB di Medan dan Di Jakarta (1 hari sebelum Paripurna) tidak dipublikasikan ke Kanisbar. Sedangkan saya lihat pesta Pora Kanisbar, seakan-akan ini jerih payah mereka?

    Tolong dijelaskan.
    Trims
    Y Gulo

  27. Metrotvnews.com, Jakarta: DPR menyetujui pemekaran 12 daerah dalam sidang paripurna di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, pagi tadi. Dari 27 rancangan undang-undang (RUU) tentang pemekaran daerah semua fraksi menyetujui tentang usulan inisiatif DPR menjadi RUU DPR agar dibawa ke sidang paripurna selanjutnya.

    Dari 27 RUU tadi, 12 RUU di antaranya disetujui untuk dijadikan undang-undang. Sementara itu, sebanyak 14 RUU lainnya, menurut 10 fraksi di DPR masih perlu dikaji lebih dalam tentang pemenuhan syarat-syarat teknis, administrasi serta penambahan syarat lainnya. Ke-14 RUU ini akan dikaji oleh Komisi II DPR.(DEN

  28. BERITA DUKA : BAPA TALU AMA SURYA DAELI TELAH PULANG KE RUMAH BAPA DI SURGA MALAM INI JAM 19.15 DI RSAL MINTOHARDJO

  29. hallo….semua warga nias…apa kabar…? pertama-tama melalui pesan singkat ini saya mengucapkan terima kasih banyak kepada mereka yang telah berjuang untuk membuat situs ini, sehingga banyak orang termasuk saya sendiri merasa terbantu untuk mengenal berbagai berita dari nias. apalagi saat ini saya sudah jauh dari nias. saat ini saya sedang kuliah Filsafat dan Teologi di STFT Widya sasana Malang-Jawa Timur. jujur saja, ketika menemui situs ini saya merasa senang. dan kini saya mengetahui banyak hal tentang nias, terutama tentang budaya nias. memang saat ini saya sedang berjuang untuk mendapatkan berbagai informasi tentang budaya nias terutama dalam hal sistem perkawinan. bagi siapa saja yang menemukan buku-buku tentang “sistem perkawinan di Nias” baik dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun ba Li niha, saya mohon untuk diinformasikan kepada saya, karena saya sangat membutuhkannya. bila ada yang ingin kontak dengan saya, ini email saya: blasius_baene@yahoo.co.id

    Membaca berbagai komentar di kolom ini, saya merasa tertarik. hanya saja saya merasa bingung, karena topik pembicaraan adalah berkaitan dengan “NIAS BARAT SIAPA PUNYA.” saya merasa bingung apa sebenarnya maksud dari tema tersebut. saya berpikir seakan-akan ada pihak lain yang mencoba memperbutkan daerah nias khususnya “nias Barat.” kalau boleh saya mohon penjelasan dari redaksi. saya sendiri berasal dari Nias Selatan, tetapi kendatipun demikian sebagai orang nias yang berada di perantauan, saya ingin mengetahui berbagai cerita dari nias.
    terima kasih atas perhatiannya dan salam buat masyarakat nias di manapun anda berada. U’owai mano ami fefu ya’ahowu ira falifusogu. yaifahowu’o ita Ama siso ba zorugo. God bless you always

    syalom….blasius baene

  30. Syalom

    Terima kasih kepada Redaksi yang telah menjelaskan tentang kesalahpahaman terhadap komentar-komentar di atas. Sehingga komentator berikutnya tidak salah menanggapi.

    Tuhan Yesus memberkati

  31. Salam Hormat kepada saudara2 yang baik hati, Pak AP sebenarnya tidak salah, karena komentar tentang “Kepercayaan Yang di Sinnyalir di Tulis oleh Orang yang memiliki Faham Saksi Yehowa”. Namun tulisan itu di hapus oleh Pak Moderator karena tidak sesuai dengan semangat perjuangan NIAS BARAT.

    Kami minta maaf kalau hal itu menyebabkan kesalah pahaman.
    Salam Sukses Nias Barat
    PILAR

  32. Membaca resp # AJP di atas kita semua prihatin mengingat seolah-olah mengatakan kalau ONKP itu Saksi Yehowa, apa iya ? Baca responnya !

  33. Apa maksudnya, tulisan redaksi tersebut? saya baca kog tidak nyambung dengan pendapat pak ajp, atau ada pembicaraan lainnya pak.

    sonia

  34. Yah, pak moderator lagi sibuk and belum bisa mengambil sikap atas komentar di ats. kami menilai bahwa semua itu biarlah menjadi kemuliaan bagi Nama TUHAN YESUS, TUHAN KITA, apapun kata orang tersebut, iman kita tidak akan goyah.
    Banyak orang kita yang sudah tersesat menjadi SAKSI YEHOWA yang meninggalkan TUHAN karena sesuap nasi saja. Ada jaminan kehidupan fisik di sana karena dibayar dengan sejumlah recehan dengan kedok pelayanan para saksi. saya sdh ketemu orangnya, orang Nias juga sih. orang ini sering ke geeja juga untuk mencari mangsanya.

    biar saja, kita tunggu pak moderator
    Redaksi

  35. Saya hanya kasihan aja yang mau membaca Respon diatas, saya kira ini dari “SAKSI YEHOVA” karena artikel seperti ini pernah saya dapatkan dan pernah berdebat dengan orang2 ini tak ada habisnya, Ayat-ayat diatas pilihan karena hanya mencari kelemahan tanpa membaca latar belakang ayat tersebut dan berbandingannya dengan ayat lain, karena masih banyak ayat-ayat lain yang jauh lebih meyakinkan dari ayat-ayat diatas.
    Harapan saya kepada Redaksi mempertimbangkan lagi keberadaan respon diatas.

    Salam,
    AJP

  36. Mau tanya nih, gimana kabar mengenai Sinode ONKP tanggal 26 s/d 30 Juni 2007 di Kota Kecamatan Lolowa’u Nias Selatan ?

    Apakah Peninjau boleh datang ? dan kemana mendaftarkan diri ?

    Sukses buat warga ONKP
    Selamat bersinode
    Tuhan memberkati

  37. Aku mau dominasi Tulisan ini

    Pertama, orang-orang pintar yang dikenal sebagai wirausaha sukses yang berhasil membangun berbagai perusahaan besar dan penerima hadiah nobel diketahui memiliki unsur O amat tinggi. Mereka memiliki banyak minat, terbuka terhadap hal-hal baru, kritis, imajinatif, cenderung fleksibel, dan menyukai originalitas.

    Begitulah kita, makanya niha mandrehe ba sirombu sogonekhe, aefa furi aefa fona.

    Terserah anda mau hapus atau tidak.

  38. Dalama Web ini, saya tidak pernah menemukan pejuang nias barat yang benar-benar “BERANI MATI” untuk Berjuang !!!!!!!

    Rela miskin dan rela habis-habisan, sekarang mereka kemana?

    hehehehe, Nias Barat dijadikan issue oleh Binahati Baeha agar sorotan orang terhadap korupsi di Nias yang belum tuntas dapat dilupakan egitu saja. Nias Barat jadi terlupakan dan …. hehehe

  39. Belum apa-apa si efata waruwu sudah ngambek, kali aja res # 22 memberi semangat.

    Memang semua yang komentari disini CUMAN NGOMONG DOANG, Tak jelas……..

    Kan sudah ada Pilarnya si Ranto kenapa tidak kalian action, kalau perlu kalian pengurus Pilar kumpul dan action, kayaknya Pilar woyo-woyo juga kalau tidak action.

  40. Penulis “ACTION JANGAN NATO” saya duga anda ini bupati Nias ya? anda tinggal suruh-suruh orang …anak buah begitu. Anda sendiri nggak jelas, saya lihat ada baiknya tulisan ini agar kita mengerti, artinya minimal informasi sdh ada. Bukankah selama ini anda sebagai bupati cuma cuap-cuap saja.

    Ama Maya Gulo, kirim woyo-woyo untuk anda, saya harap pak ketua segera action ya. Nah, semakin nggak jelas jadinya siapa pejuang or nato!

  41. APAPUN INFORMASI YG DIPEROLEH MENGENAI NISBAR, SEHARUSNYA LANGSUNG ACTION.

    KUMPULKAN TEMAN2, BAHAS DAN TENTUKAN LANGKAH.

    KALAU TIDAK BEGITU SAMA SAJA SEMUA KITA, NGOMONG DOANG.

    DAN HASILNYA NANTI YA…..WOYO-WOYO

    Selamat Berjuang

  42. Pintar, tetapi Tertutup

    Rhenald Kasali

    Dalam buku Genom, yang ditulis Matt Ridley, ada nama Joe-Hin Tjio. Disebutkan, Joe, orang Indonesia, telah berperan penting dalam upaya manusia mengurai sandi-sandi yang tersimpan dalam DNA.

    Upaya yang dilakukan tahun 1955 itu telah menjembatani karya spektakuler Francis Crick dan James Watson (penemu teori DNA dalam genetika biologi) dengan turunannya, yaitu genetika perilaku. Bersama Albert Levan, Joe-Hin Tjio berhasil mengurai bahwa genetika manusia terdiri atas 23 pasang sel kromosom, bukan 24, seperti dimiliki spesies kera. Proses evolusi menggabungkan dua pasang kromosom kera pada kromosom dua sehingga terwujud sosok manusia. Demikian dijelaskan pakar teori evolusi yang menyaksikan perbedaan pada kromosom dua itu, yang tampak pada pola pita-pita hitam.

    Berkat temuan itu, kini para ahli berhasil membaca karakter-karakter apa yang disimpan pada setiap pasang dari 23 sel kromosom manusia, mulai dari kecerdasan, konflik, stres, kepribadian, seks, sampai kemampuan merakit diri.

    Bibit-bibit pintar

    Joe-Hin Tjio adalah fakta pintarnya orang-orang asal Indonesia. Fakta-fakta lain, diurai Prof Yohanes Surya, yang berhasil mengibarkan bendera Indonesia di antara pelajar asing yang bertarung dalam Olimpiade fisika.

    Yohanes Surya telah membawa putra- putri asal Irian Jaya, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, sampai Pulau Jawa, yang ternyata tidak kalah pintar dengan pelajar asing. Padahal, kalau kita jujur, berapa besar investasi yang ditanamkan di bidang pendidikan dibandingkan dengan investasi serupa di negara-negara blok Timur.

    Dalam bidang bisnis, putra-putri Indonesia juga tidak kalah pintar. Pada akhir abad ke-20, dua kakak-beradik, Sehat dan Pantas Sutarya, terpilih sebagai orang terkaya di bawah usia 40 tahun di Amerika Serikat. Dua alumnus SMA Kanisius, Jakarta, itu diketahui merantau ke AS sekitar tahun 1980-an dan bersekolah di kampus bergengsi di sana, lalu melakukan penemuan spektakuler di bidang teknologi informasi dan berhasil mengapitalisasinya melalui pasar modal.

    Di mana-mana di Indonesia, orang menginginkan anak-anaknya menjadi juara kelas. Perbincangan di kalangan orangtua yang menjemput anak-anaknya di berbagai sekolah (khususnya sekolah dasar) juga tidak lebih dari soal prestasi belajar. Melalui pertanyaan, apa yang membuat para ibu/bapak bangga terhadap anak- anaknya, selalu dijawab: juara kelas.

    Keinginan itu dijawab sejumlah pedagang. Mereka menawarkan kursus-kursus berhitung, buku, bahkan aneka seminar yang menjanjikan anak-anak bisa diubah seketika menjadi super-rajin dan superpintar. Bahkan, ada yang menjanjikan dua hal sekaligus: pintar dan cepat kaya.

    Terbuka dan kreatif

    Kepintaran seseorang dalam dunia akademis bukan penentu tunggal dalam kesuksesan hidup. Bahkan, bukan itu pula tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan adalah untuk memperbaiki cara berpikir seseorang, sekaligus membebaskan manusia dari berbagai belenggu mitos yang mengikatnya. Prosesnya pun panjang, antara 12-18 tahun. Dalam rentang waktu panjang itu sulit ditemui orang yang begitu persisten, pandai secara akademis.

    Sejarah menemukan ada orang-orang yang memiliki pola bekerja dan belajar seperti mesin diesel, yang panasnya memerlukan waktu. Lebih mengagetkan lagi, mereka yang pintar secara akademis belum tentu pintar di dunia bekerja.

    Dalam hukum genetika perilaku, unsur-unsur pembentuk kepribadian manusia tersimpan dalam bentuk sandi-sandi. Salah satu unsur penting dalam sandi itu adalah huruf O yang mengandung makna keterbukaan (Open mind atau Openness to experience). Dengan demikian, kita mengenal dua jenis manusia pintar.

    Pertama, orang-orang pintar yang dikenal sebagai wirausaha sukses yang berhasil membangun berbagai perusahaan besar dan penerima hadiah nobel diketahui memiliki unsur O amat tinggi. Mereka memiliki banyak minat, terbuka terhadap hal-hal baru, kritis, imajinatif, cenderung fleksibel, dan menyukai originalitas.

    Kedua, kepintaran mereka berbeda dengan orang-orang yang suka menghabiskan waktu sia-sia sejak di SD yang hanya mengejar nilai tinggi di sekolah. Mereka ini memang pintar, tetapi unsur O mereka bisa jadi amat rendah. Banyak ditemui orang-orang, yang meski berpendidikan tinggi, cenderung reaktif, defensif, bahkan dogmatik. Meski tidak semua orang pintar bersikap demikian, orang-orang yang tertutup punya kecenderungan seperti ini.

    Akibatnya, mereka amat resisten dengan hal-hal berbau pembaruan. Bahkan, mereka ingin cepat menyerang, bukan memikirkan atau memeriksa segala hal yang bertentangan dengan pendapatnya atau ilmu yang dianutnya. Mereka tidak welcome terhadap fakta-fakta baru, bahkan cenderung menyangkalnya. Orang-orang seperti ini, meski track-record sekolahnya terbilang pandai dan kemampuan berteorinya tinggi, adalah orang-orang yang tertutup sehingga kurang adaptif.

    Jika sebuah institusi dipimpin atau banyak dipimpin oleh orang-orang pintar tipe kedua, dapat dibayangkan apa yang bakal terjadi dengan masa depan institusinya. Kinerjanya akan terus merosot, penerimaan publik dan respek terhadapnya berkurang, tetapi oknum-oknum pintar itu selalu menyangkalnya.

    Kenyataan ini berbeda dengan berbagai organisasi yang dipimpin orang-orang yang memiliki cara pandang yang terbuka (pintar tipe pertama). Orang-orang dengan sandi O yang tinggi ini terlihat demikian bergairah mengeksplorasi hal-hal baru dan cenderung kreatif. Mereka juga bukan pemarah yang mudah larut dimakan gosip, tetapi pemberani yang mewujudkan impian baru di masa depan.

    Kita perlu memikirkan kembali makna pembelajaran, yaitu apakah untuk membebaskan diri dari berbagai belenggu dengan cara lebih terbuka, atau hanya untuk memintarkan secara akademis. Tentu jauh lebih baik membebaskan mereka dari ketertutupan daripada membesarkan orang- orang pintar, tetapi otaknya tertutup. Seperti kata Albert Einstein, “Ukuran kecerdasan manusia sebenarnya terletak pada kemampuannya untuk berubah.” Itulah makna kecerdasan, yang terkait erat dengan keterbukaan dalam berpikir.

    Rhenald Kasali Ketua Program Magister Manajemen Universitas Indonesia

  43. Ya’ahowu

    Dimohon bagi yang menyandang Gulo dinamanya atau nama orang tuanya, dimohon dengan hormat utk gabung di milis madogulo@yahoo.com sehingga kita saling kenal.

    Atas kesediaan ndra talifuso kami ucapkan terima kasih.

  44. Bupati Nias Kukuhkan Badan Persiapan Pembentukan Kota Gunungsitoli
    G. Sitoli (WASPADA Online)

    Bupati Nias, Binahati B Baeha, mengukuhkan pengurus Badan Persiapan Pembentukan Kota Gunungsitoli (BPPKG) di Pendopo Bupati Nias, Selasa (1/5), guna menindaklanjuti aspirasi masyarakat tentang pemekaran tiga derah otonom baru di Kabupaten Nias,
    Terlihat hadir, unsur Muspida di antaranya Ketua DPRD Nias, M. Ingati Nazara, A.Md, Kapolres Nias, AKBP Albertus S Sitorus, Frans Zebua, SH mewakili Kajari Gunungsitoli, Ketua Komisi A DPRD Nias, Yaatoziduhu Laoli, SH, tokoh masyarakat Nias, Temazaro Harefa yang juga Wakil Bupati Nias, para pimpinan organisasi aga-ma seperti Ketua PGI DN, Pdt. Ar. Gea, STh, Ketua PCNU Nias, Abdul Majid, SE, Ketua PD Muhammadiyah, H. Datuk Sati, tokoh masyarakat Tionghoa, Lim Potian, pimpinan OKP, LSM dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

    Ketua Tim Formatur BPPKG, Drs. Kemurnian Zebua, SE yang juga Asisten I Setda Nias melaporkan, sesuai hasil musyawarah tokoh-tokoh masyarakat Nias, telah menunjuk tim formatur menyusun kepengurusan BPPKG dan telah melakukan tugasnya dengan mengakomodir seluruh komponen masyarakat di 5 (lima) kecamatan yang termasuk dalam wilayah pembentukan calon Kota Gunungsitoli masing-masing, Kec. Gunungsitoli, Gunungsitoli Utara, Gunungsitoli Selatan, Gunungsitoli Idanoi dan Gunungsitoli Alooa.

    Temazaro Harefa mengatakan, didorong aspirasi masyarakat yang sangat kuat dan melihat peluang yang ada, perlu untuk meningkatkan stasus Kec. Gunungsitoli, apakah menjadi Kota Administratif atau Kotamadya yang nantinya akan tergantung pada penilaian pemerintah. Maka sejumlah tokoh masyarakat pada 29 April 2007 melakukan musyawarah menyepakati langkah yang harus ditempuh menindaklanjuti aspirasi tersebut.

    Sementara, Bupati Nias, Binahati B Baeha mengatakan, wacana pembentukan beberapa daerah otonom baru di Nias sudah lama digulirkan dan dipersiapkan. Setelah pemekaran Kab. Nias Selatan, wilayah kecamatan yang ada di Kab. Nias sebanyak 14 kecamatan. Pemerintah daerah dalam waktu dekat telah memekarkan wailayah kecamatan di Nias dari 14 kecamatan menjadi 32 kecamatan. Sebelumnya usul pemekaran Kab. Nias Utara dan Nias Barat sudah mulai digulirkan, bahkan telah diparipurnakan melalui sidang paripurna DPRD untuk disetujui.

    Dijelaskan, belum lama ini pihaknya bersama pimpinan DPRD dan sejumlah tokoh masyarakat Nias telah menemui Komisi II DPR RI untuk menindaklanjuti usul pemekaran daerah otonom baru di Nias. Kepada rombongan, Komisi II DPR RI menyambut positif usul pemekaran dan berjanji turun ke Nias melihat dari dekat kelayakan calon daerah otonom baru yang akan dibentuk. Tan-tangan inilah yang lebih men-dorong Pemerintah Kab. Nias dan seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan pemekaran daerah.

    Ketua DPRD Nias, M Ingati Nazara, A.Md menambahkan, wacana pembentukan Kota Gunungsitoli sudah lama bergulir sehingga dengan pengukuhan pengurus BPP KG dapat mempercepat terwujudnya cita-cita masyarakat Nias tersebut karena sebelum pengukuhan ini DPRD Nias telah meresponnya dengan mengagendakan sidang paripurna untuk pembahasan pembentukan Kota Gunungsitoli yang direncanakan mulai digelar pada tanggal 10 Mei 2007 mendatang. (a35)

  45. Salam . . .

    Isinya udah bagus, hanya saran saya bagaimana kalau halaman webnya dikurangi sekitar 50%, karena halaman yang ada sekarang terlalu panjang, sehingga kurang enak untuk dilihat dan dibaca, sebainya menggunakan hyperlink aja.

    Thank’s
    JBU

  46. Ya’ahowu NiasBaratKu Tercinta,

    Mudah-mudahan saya tidak salah, kalau-kalau pada saat ini BAPAK MODERATOR sedang online. Hehehe.

    Benar kata anda, bahwa kita akan ketahuan dan tertangkap basah dalam setiap buah karya kita, terutama dalam cara kita menulis. Saya hanya tertawa hehe, ketika membaca tulisan-tulisan kawan-kawan yang masih berada di bawah standard dalam memberi pendapat. Menurut emat saya, pendapat kita harus mengandung power untuk merubah presepsi orang lain. Justru, tulisan-tulisan mereka masuk dalam tong sampah (recycle_bin).

    Tentunya banyak yang tersinggung dengan komentar saya ini. Saya bertujuan “MEMBERI PEMBELAJARAN KEPADA KITA SEMUA” bahwa tingkat pemahaman kita terhadap sesuatu masih kurang.

    Saya dukung anda pak Moderator, bagi yag sempat tersinggung atas ungkapan teman-teman yang saling menjatuhkan (kebiasaan kita ONO NIHA) saya harap bersabar dan bnyak berdoa.

    Balugu
    Nias

  47. Ya’ahowu fefu banuada!

    Situs ini sangat baik, inspiratif. Oleh karenanya, saya sebenarnya ingin menulis opini/pendapat saya berkaitan dengan Nias Barat, tetapi maaf gw ga tahu email ini apa, apakah gw bisa langsung ke http/niasbarat.wordpress.com?

    Dari
    Seorang Mahasiswa (Bandung), asal Nias Barat

  48. YA’AHOWU PAK Moderator,
    Saya baru pulang nih dari Luzerna dan langsung aku buka situs kita ini.Untuk diketahui setiap jam saya buka situs ini dengan melihat latar belakang dari seluruh argument tapi bisa sih seprti itu tapi jangan hanya bisa memberi komontar yang luar biasa dan cerdik melihat weakeness dari writter.Ok..jangan perduli sebuah dengan tanggapan di Blue Print tersebut.Maju terus…… I believe on you…
    Ok, saya selesai dari sini bulan Agustus ini dan bulan lima saya akan ke German tanggal 12 Mei ini selama 5 hari dan Bulan July saya akan pergi vatikan (Rome ).Pak ini emailku, tolong selesai di baca” Please delated as soon as passible ” I always with you” I Hope for you please reply at my email addresss.
    Terimakasih,

    Sdramu,

    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)
    email: ________________

  49. Salam Ya’ahowu P Yaredi,

    Maaf saya sedang di jalan dan access by mobile phone, saya baca usulan Bapak dan sudah di balas oleh team redaksi. Secara pribadi saya sangat bangga kepada anda, silahkan pak, menulis dengan topik yg di usulkan di atas, tolong kirim by email ke saya. Saya sdh kirim email tadi pagi ke email bapak melalui team redaksi kita di http://niasbarat.wordpress.com.

    Salam Sukses ya, kapan kembali ke Indonesia? GBU
    Moderator

  50. Tolong kirim saja pak secara langsung ke email kami, sebelumnya kami konfirmasi ke email bapak alamatnya ya.
    Email bapak tolong tulis disini!

  51. YA’AHOWU Pak Moderator,

    Semoga tetap sehat dalam memperjuangkan Nias Barat jadi satu kabupaten.Bila perlu mohon di informasikan kepada seluruh masyarakat Nias Barat tentang pemekaran kabupaten ini, bisa melalui RRI Nias Ya’ahowu.Saya rasa masih ada lagi masyarakat yang belum tau tentang perjuangan ini. Perjuangan ini menurut saya terus maju walaupun banyak tantangan.
    Pak Boleh saya buat satu topik disini klo boleh saya akan kirim.Adapun topik saya Sbb:

    1.Faktor Profesional dalam Pengembangan SDM di Nias.
    2.Cara Mengembangkan Daerah Nias.
    Topik ini hanya klo boleh.Jika tidak bisa, kita cari topik yang lain. Terimakasih Pak.

    Sdra,
    YAREDI WARUWU
    (SWITZERLAND)
    TELP: 026.6625.439

  52. Nias barat sebentar lagi akan menjadi sebuah kabupaten yang terdiri dari 8 kecamatan : 2 mantan kec.Sirombu, 5 mantan kec.Mandrehe, 1 kec.Lolofitu Moi.

    Sebuah kabupaten baru pada awal berdirinya selalu dibina oleh kab.induk dan dibawahi gubenur mungkin sampai 3 tahun disana dipimpin oleh seorang Pelaksana Teknis (Plt)yang ditentukan oleh Gubernur yang tugasnya salah satunya mempersiapkan pemilu untuk memilih Bupati Nias barat.

    Pelaksana/Plt ini biasanya Pegawai Negeri Sipil (PNS)di lingkungan provinsi Sumut atau dari luar sumut yang diperbantukan/dipindah ke sumut dan diusahakan PUTRA DAERAH yang tidak ada resistan dari masyarakat dengan kriteria golongan kepangkatan level bupati.

    Untuk Kabupaten Nias Barat adakah personil tersebut yang memenuhi persyaratan serta diterima oleh kebanyakan masyarakat Nias Barat ??????? Kalau tidak ada maka, kita harus rela menerima orang yang bukan Putra Nias Barat….Menurut para netter siapa orangnya….?????

    kok tidak masuk ya

  53. Pak, kami sudah koreksi, sayangnya gambar2 kami tidak punya, saya lapor ke pak moderator nanti. Anda adalah asset Ono Niha, Tuhan memberkati Pak Restu Jaya Duha. Mohon artikel atau opini di kirim ya pak.

    Ya’ahowu
    team redaksi

  54. Yth. Bung Moderator niasbarat.wordpress.com

    Semakin sukses saya yakin situs ini.
    Saran saya :
    1. Terdapat di kiri kanan tampilan situsnya dengan judul dan isi yang sama : “TULISAN TERBARU”, kalau boleh dihilangkan salah satu dan yang bagus dipertahan yang di pojok sebelah kiri atas.
    2. Untuk mengisi pengganti “Tulisan Terbaru” yang di sebelah kanan kalau boleh ditampilkan secara bergantian foto-foto tentang Nias secara bergilir, contohnya : foto pariwisata, foto budaya Nias, foto Tokoh-tokoh Nias, dst… Saya pikir ini akan semakin menarik.
    3. Bravo, selamat berkarya, sekecil apapun yang ditulis dan diungkapkan dalam situs ini, akan menjadi catatan sejarah untuk perkembangan “Ono Niha” dengan segala dinamikanya.

    Salam dari Karlsruhe-Jerman

    Ya’ahowu !

    Restu Jaya Duha

  55. Ya’ahowu Ira Talifusogu Pecinta Tanah Air Nias Barat !

    Malam ini, saya baru saja tiba dan melihat komputer ku, penuh dengan pesan luar biasa tentang Rapat/PERTEMUAN Nias Barat. Saya belum klarifikasi hal ini kepada Bapak Ama Clara Daeli, namun saya percaya informasi ini mudah2an benar.

    Satu hal, saya lihat saudara-saudaraku sangat memojokkan pribadi seseorang; Selalu baca “Goi-Goi Wanuara” ! O
    Okay, saya lihat masih dalam batas toleransi. untuk sementara ini saya tidak mengambil tindakan, karena ini masih arena terbuka seperti lapangan bola, pemainnya silahkan berkarya dengan maksimal menendang bola ke gawang lawan.

    Namun, cukuplah jangan menyerang atau mengganggu privasi seseorang.
    Kirimkan argumen saudara tentang “Orientasi Kepemimpinan Nias Barat”.
    Nah topik ini kita bahas dengan meminta hikmat dari Tuhan dan komentar anda tentunya menggugah nurani kita.
    Sekali lagi jangan menyerang privasi seseorang.

    Salam
    Tuhan Memberkati

  56. Yth Bapak Ama Clara Daeli,

    Informasi rapat itu tertutup atau terbuka, kami yang ada di luar jakarta bagaimana pak.
    Tanggal 14 / 04 /2007
    Jam berapa
    Dimana?
    Siapa saja yg berhak datang

    yang lengkap ya bapak. Selamat sudah bisa menulis di Internet ini ya.

    Mesi
    Medan

  57. Nif Ira Talifusogu Ono Niha Yaahowu, Rekomendasi Gubsu dan DPRD Sumut sedang di usahakan oleh Bpak Bupati Nias secara informal pendekatan ini sangat baik dan mudah mudahan bisa keluar, Kajian Akademik sudah kita serahkan ke Komisi II DPR RI tgl 4 April 2007,Kajian Akademik disusun oleh Lembaga Kajian Ekonomi UI kalau ada yg berminat silahkan hubungi saya ( Ama Clara Daeli) Saya informasikan bahwa tgl 14 April 2007 Bapak Bupati Nias dan Pimpinan DPRD Nias akn melakukan pertemuan dengan tokoh tokoh yarakat Nias di Jakarta dan Sekitarnya dalam rangka meminta masukan untuk Pebyusunan Blue Print atau Master Plan Nias serta penjelasan tentang perkembangan pemekaran Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli mohon dukungan doa agar pertemuan tersebut sukses penggagas pertemuan adalah Tim Fasilitasi Pemekaran Nias ( Drs. Marthin L. Daeli M.Si, Pdt Herman Baeha, M.Th dan Drs. Saroziduhu Zebua)
    Maju terus
    Tuhan memberkati
    Konfirmasi Ama Clara Daeli : Jl.Bambu Aus VIII A No.3 Pondok Bambu Jakarta Timur tel 021-8603967 HP 08158763885 081382291959

  58. Pekabaran Injil dan Gereja di Nias dan Pulau-pulau Lain Lepas Pantai Sumatera (1865-sekarang)

    Artikel ini diambil dari :
    End, Dr. Th. van den. 2001. Ragi Carita 2. PT BPK Gunung Mulia, Jakarta. Halaman 211-217.

    Keadaan umum
    Yang terbesar dan paling padat pendudukknya di antara pulau-pulau lepas pantai barat Sumatera ialah Pulau Nias (kini sekitar 550.000). Pulau ini, sama seperti kepulauan Batu, pulau Enggano, dan kepulauan Mentawai, baru dijajah orang Belanda sekitar tahun 1900. Sebelumnya, Belanda hanya menguasai daerah di sekeliling Gunung Sitoli. Penduduknya, khususnya di pulau Nias, tidak menjadi pelaut, tetapi hidup dari usaha bercocok-tanam (Nias) atau dari pemberian alam (Mentawai). Maka masyarakatnya bersifat tertutup dan adat serta agama turun-temurun berpengaruh besar. Di semua pulau itu terdapat sejumlah pendatang dari Sumatera Barat yang beragama Islam. Daerah Nias Utara berbeda dari Nias Selatan dalam hal logat bahasa dan adat.
    Permulaan usaha pI
    Akibat perang Hidayat (§ 23), sekitar tahun 1860 beberapa tenaga RMG kehilangan tempat kerja. Salah seorang di antara mereka bernama E.L. Denninger. Sebelum diutus ke Kalimantan ia pun telah menjadi tukang sapu cerobong asap rumah-rumah di Berlin. Oleh Pengurus RMG di Barmen, Denninger disuruh pergi ke tanah Batak, tetapi karena istrinya sakit ia terpaksa tinggal di Padang. Di sana ia menjalin hubungan dengan orang-orang Nias di perantauan. Namun, ia sampai ke kesimpulan bahwa lebih bermanfaat kiranya kalau pergi ke Nias sendiri. Pada tanggal 27 September 1865 Denninger mendarat di Gunung Sitoli. Sebelumnya dua Misionaris (Katolik) bangsa Perancis pernah bekerja di Nias (1832-1835), namun karya mereka tidak meninggalkan hasil yang nyata.
    Perluasan sampai tahun 1890
    Selama 25 tahun pertama (1865-1890), usaha pI di Nias tetap terbatas pada daerah kekuasaan Belanda di sekitar Gunung Sitoli di pantai timur. Pada hari raya Paskah 1874, pertama kali dilayankan sakramen baptisan kepada 25 orang Nias. Pada tahun 1890 jumlah orang Kristen telah meningkat menjadi 706 jiwa. Meskipun demikian, dalam masa itu telah diciptakan sarana-sarana yang memungkinkan perluasan di kemudian hari. Pertama, orang Kristen Nias telah belajar untuk ikut aktif mengabarkan Injil. Salah seorang tokoh Nias yang berperanan besar dalam usaha pI ialah kepala kampung, Ama Mandranga. Di samping itu, terdapat guru-guru serta penatua-penatua yang diangkat oleh zendeling. Pada tahun 1882 didirikan sebuah lembaga pendidikan guru. Tetapi menonjollah bahwa penduduk Nias kalau meminta tenaga penginjil, lebih mengharapkan kedatangan seorang zendeling bangsa Eropa daripada tenaga sesuku mereka. Namun, para zendeling sadar akan peranan penting pembantu-pembantu mereka itu, sehingga mereka tetap berupaya meningkatkan wewenang pembantu itu di mata orang Nias. Pun upaya supaya jemaat-jemaat Nias menjadi swadaya telah dimulai agak dini. Sarana yang hendak disebut terakhir ialah penerjemahan Alkitab dan buku-buku lain ke dalam bahasa Nias (Utara) oleh pekabar Injil H. Sundermann, dengan bantuan Ama Mandranga dan beberapa orang Nias lannya (Injil Lukas, 1874; PB, 1891).
    Perluasan 1891-1916
    Dalam masa 25 tahun berikutnya, usaha pI maju dengan lebih cepat dan sarana-sarana tersebut di atas diperluas. Sebelum perluasan wilayah kekuasaan Belanda berlangsung, zending sudah maju ke Nias Barat (1892) dan Tengah (1895). Sebaliknya, daerah Nias Selatan dan Utara baru dapat ditempati pekabar Injil setelah ditaklukkan oleh gubernemen. Jumlah orang Kristen meningkat dari 706 menjadi 20.000 pada tahun 1915. Sementara itu, para zendeling menambahkan pada jumlah para guru dan penatua menjadi hampir 500. Diciptakannya pula jabatan sinenge (“rasul”), yang melayani jemaat-jemaat yang tidak mempunyai sekolah. Pada tahun 1906 ditahbiskanlah pendeta Nias yang pertama. Terjemahan seluruh Alkitab selesai dicetak pada tahun 1913. Bidang kegiatan para zendeling luas sekali: mereka membangun jalan-jalan, mendirikan bank tabungan, membuka kebun-kebun kopi, semua dalam rangka melicinkan jalan bagi usaha pI dan meningkatkan daya ekonomi jemaat Kristen. Berkat usaha mereka di bidang kesehatan, jumlah orang Kristen meningkat oleh pertumbuhan alamiah (masih terlepas dari masuknya orang yang bukan Kristen), sedangkan jumlah penduduk pulau Nias dalam keseluruhannya menurun akibat penyakit-penyakit menular. Dalam pada itu, para zendeling masih kurang senang melihat keadaan jemaat secara batin: penyalahgunaan minuman keras, kekacauan di bidang perkawinan, keengganan untuk memberi sumbangan berupa uang atau benda bagi kehidupan jemaat, masih merajalela. Pun mayoritas orang Nias tetap menolak Injil. Kata seorang zendeling. “Saya merasa bagaikan ular yang berusaha menggigiti besi”.
    Kebangunan besar
    Lalu berlangsunglah gerakan yang, melihat luasnya dan sifatnya yang khas, boleh dikatakan unik (tiada bertanding) dalam sejarah Gereja. Gerakan itu bertolak di jemaat Helefanicha, dekat Humene. Pada tahun 1916 seorang anggota jemaat terpukau oleh Firman Tuhan yang telah didengarnya di gereja. Di dalam hatinya bertumbuh kesadaran bahwa dirinya tidak layak hadir di hadapan Allah dan bahwa karena dosanya tak mungkin ia masuk ke Kerajaan Allah, tetapi harus dibuang ke neraka. Oleh karena itu, orang tersebut menangis terus-menerus. Karena diduga sakit, teman-temannya membawa dia kepada zendeling di Humene. Tetapi zendeling itu berasal dari kalangan pietis di Jerman, sehingga gejala tersebut tidak asing baginya. Maka dinyatakannya bahwa orang yang bersangkutan bukannya sakit, apalagi sakit jiwa, melainkan berbuat demikian karena menyesali dosanya dan bahwa penyesalan itu telah dikerjakan Tuhan di dalam hatinya. Lalu ditegaskannya kepada orang itu, bahwa ia harus membenahi hubungannya dengan orang-orang yang terhadapnya ia telah bersalah. Tetapi ketika orang yang menyesal itu berbuat demikian maka orang lain, yang kepadanya dimintanya ampun, mulai menangis pula karena menyadari dosanya sendiri. Peristiwa itu terulang terus, sehingga makin banyak orang yang terkena. Para zendeling dan penghantar jemaat kewalahan melayani semua orang yang datang kepada mereka memohon bimbingan. Orang-orang itu baru menjadi tenang setelah dalam hati mereka mendapat tanda yang memastikan keampunan dosa kepada mereka. Setelah dengan demikian mereka dibebaskan dari beban dosa, wajah mereka bersinar karena gembira, dan mereka menempuh kehidupan baru.
    Hasil-hasilnya
    Kebangunan yang berlangsung selama sepuluh tahun lebih itu membawa hasil besar bagi kehidupan jemaat, untuk perseorangan dan untuk persekutuan. Orang menghayati agama Kristen secara lebih mendalam; kabar kesukaan tentang keampunan dosa telah menjadi kenyataan hidup bagi mereka. Pergaulan antara sesama anggota jemaat menjadi santai, bebas, tidak lagi dibuat kaku oleh kenangan akan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh anggota yang satu terhadap yang lain. Kehidupan persekutuan jemaat diperkaya, sebab, daripada bersikap pasif sambil menunggu tindakan penghantar jemaat, kini anggota jemaat ikut serta dalam segala macam kegiatan persekutuan. Berbagai karunia menyatakan diri, seperti karunia kenabian (1 Kor. 12:10), penyembuhan melalui doa, mimpi-mimpi, keadaan ekstatis. Lahirlah juga sejumlah besar lagu gereja yang baru. Orang melakukan doa syafaat yang satu untuk yang lain. Kuasa adat berkurang. Anggota jemaat bergairah mengabarkan Injil kepada yang belum menerimanya dan mereka ini tertarik pula oleh kehidupan jemaat yang penuh anugerah itu, sehingga jumlah orang Kristen berlipat ganda, dari 20.000 (1915) menjadi 85.000 (1929). Sejumlah anggota jemaat yang berbakat dan giat dapat diangkat menjadi sinenge (guru Injil). Haruslah diakui bahwa di tengah suasana yang penuh emosi itu adakalanya terdapat pula gejala-gejala yang negatif, seperti pembunuhan diri karena putus asa, pemusnahan barang karena hari akhirat dianggap sudah dekat, munculnya nabi-nabi palsu.
    Hasil jangka panjang
    Sesudah sepuluh tahun, gerakan kebangunan yang besar itu mereda. Lalu dalam banyak hal keadaan semula berlaku kembali. Jemaat kembali menjadi pasif, kerelaan berkorban bagi kehidupan jemaat menghilang lagi, disiplin gereja perlu diterapkan lagi, adat kembali berkuasa di atas hukum Kristen (khususnya dalam hal mas kawin/jujuran yang terlalu tinggi). Dalam dasawarsa-dasawarsa yang kemudian, sebagian dari massa yang masuk Kristen malah memisahkan diri atau berhasil ditarik oleh misi Katolik. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh karena kecilnya jumlah para zendeling dan tenaga terdidik bangsa Nias, sehingga sebagian besar orang Kristen yang baru itu tidak sempat menerima pengajaran secara intensif tentang iman Kristen. Setelah luapan emosi berhenti, agaknya tidak ada pengetahuan serta pengalaman Kristen yang dapat menjadi patokan pada jalan yang ditempuh, sehingga kesimpangsiuran tidak bisa dielakkan. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa peristiwa kebangunan besar kebangunan besar (bahasa Nias: fangesa sebu´a) itu ada pula hasilnya yang tetap. Seperti yang dikatakan seorang Nias, “Injil yang tadinya baru sampai ke kulit kami, kini telah masuk ke dalam hati kami. Seandainya bapak-bapak meninggalkan kami pada tahun 1914 (tahun permulaan Perang dunia I), maka mungkin agama Kristen akan hilang lagi dari Nias. Kini Injil akan tetap tinggal di pulau kami.”
    Gereja berdiri sendiri (1930/40)
    Setelah gerakan kebangunan mereda, para zendeling mulai memikirkan kemandirian gereja. Pada tahun 1936 selesailah mereka merancangkan tata gereja. Lalu diadakan sinode Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) yang pertama (November 1936). Sinode itu menerima tata gereja yang telah dirancangkan. Keinginan Pengurus RMG di Barmen supaya semua pekabar Injil bangsa Eropa otomotis menjadi anggota sidang sinode dipenuhi; sebaliknya para zendeling menolak permintaan orang Kristen Nias, agar setiap distrik gereja diperbolehkan mengutus seorang tokoh masyarakat (seorang kepala suku) ke sinode sebagai anggota yang berhak penuh. Pada tahun 1940, semua zendeling bangsa Jerman ditawan oleh gubernemen (§ 41,42). Maka fungsi ketua sinode (Ephorus) diambil alih oleh serang pendeta Nias, bernama Atefona Harefa. pada tahun 1942, para pendeta Belanda yang telah menggantikan orang Jerman yang ditawan itu diinternir pula oleh penguasa Jepang. Maka gereja harus benar-benar berdiri sendiri. Barulah pada tahun 1951 seorang utusan zending dari Jerman (seorang dokter) kembali bekerja di Nias, disusul oleh sejumlah orang Eropa yang lain. Namun, kedudukan mereka ini berbeda dengan kedudukan para zendeling sebelum perang: mereka mendapat status “penasihat”.
    Gerakan kebangunan baru
    Setelah kebangunan mereda, rasa rindu akan terulangnya pengalaman yang hebat itu tidak pernah hilang lagi. Dalam tahun ´30-an, dan terutama pada masa perang yang penuh sengsara itu, timbullah gerakan-gerakan baru yang serupa. Hanya, yang menjadi pusat perhatian dalam gerakan-gerakan ini bukanlah pengampunan dosa, melainkan karunia-karunia Roh dan mukjizat-mukjizat. Terdapat karunia bercakap-bercakap dengan bahasa roh (karunia lidah); di dalam ibadah orang secara mendadak mulai gemetar atau berseru-seru (gejala ekstase). Daripada memperkuat persekutuan gereja, gerakan-gerekan ini mengoyak-ngoyakkannya, sebab menjadi biang perpisahan. Gelombang pertama gerakan kebangunan telah menjadikan BNKP sebagai gereja-rakyat di Nias, tetapi gelombang berikutnya merusak kesatuan gerejawi di pulau itu.
    Gereja-gereja di samping BNKP
    Pada tahun 1933 gerekan Fa´awosa (=persekutuan) mulai memisahkan diri dari pimpinan zending (kemudian BNKP), karena penganutnya menganggap harus mematuhi suara yang langsung diterimanya dari Roh lebih daripada aturan gerejawi. Setelah melepaskan diri dari induk maka kelainan-kelainan yang muncul tidak mungkin lagi diimbangi pengaruh dari saudara Kristen yang berpendapat lain; akibatnya dalam gerakan Fa´awosa itu (yang kemudian pecah menjadi beberapa kelompok) unsur-unsur agama Kristen semakin tercampur dengan unsur-unsur Islam dan agama suku. Pada tahun 1946 berdirilah kelompok lain, yaitu Angowuloa Masehi Idanoi Niha (kemudian namanya diubah menjadi: Agama Masehi Indonesia Nias, kemudian lagi: Gereja Angowuloa Masehi Indonesia Nias, AMIN juga). Akar perpecahan ini bukanlah gerakan kebangunan, melainkan soal wewenang para kepala suku di dalam gereja, yang muncul pada tahun 1936 itu. Dalam gereja AMIN pengaruh kepala suku itu besar. Hal ini mengingat kita akan bentuk gereja dalam lingkungan suku-suku German di Eropa (tahun 500-1000). Pada tahun 1950 sekali lagi segolongan orang Kristen di Nias Barat memisahkan diri dari BNKP, dengan nama Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP). Dalam hal ini soal kedaerahan memainkan peranan disamping unsur kebangunan. Di Nias Selatan, unsur kedaerahan itu ditampung juga oleh misi Katolik Roma, yang mulai bekerja di situ pada tahun 1939. Baik ONKP maupun gereja Katolik Roma kemudian meluas ke seluruh wilayah pulau Nias sambil menyaingi BNKP. Namun, pada akhir abad ke-20 BNKP tetap merupakan gereja mayoritas penduduk Nias, dengan jumlah anggota ± 325.000 (60% penduduk pulau Nias). Di antara gereja-gereja yang telah memisahkan diri dari BNKP, tiga telah diterima menjadi anggota PGI, yaitu AMIN (18.000 anggota), ONKP, dengan 60.000 anggota, dan Gereja Angowuloa Fa´awosa Kho Yesu (AFY, 32.000 anggota). Gereja Katolik Roma di Nias berjumlah 90.000 jiwa.
    Kepulauan Batu, Mentawai
    Penduduk kepulauan Batu sebagian besar terdiri dari suku yang serumpun dan sebahasa dengan penduduk Nias. Usaha pekabaran Injil dimulai pada tahun 1889 oleh Lembaga pI Lutheran di Negeri Belanda (§ 30). Pada masa perang, gereja di situ berdiri sendiri di bawah pimpinan seorang kepala suku; seusai perang orang Kristen di Kepulauan Batu bergabung dengan BNKP. Mengenai permulaan karya pI di Mentawai terdapat kisah sebagai berikut. Menjelang tahun 1900, pimpinana RMG di Barmen mendapat kiriman sebilah tombak, yang disertai surat dari syahbandar Padang (seorang Belanda), “Dengan tombak ini orang Mentawai telah membunuh seorang awak kapal dagang. Penduduk pulau itu masih orang kafir yang buas semua. Masih berapa lama lagi sampai mereka sempat medengar Injil?” Dengan demikian RMG tergugah untuk mengutus seorang zendeling, August Lett (1901). Ia ini dibunuh pada tahun 1909, pada saat hendak mengantarai pertempuran yang mengancam antara penduduk Mentawai dengan pasukan Belanda (bnd. § 39). Dengan bantuan guru-guru serta pendeta-pendeta Batak, di masa kemudian berhasil didirikan sejumlah jemaat. Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) berdiri sendiri pada tahun 1968. Walaupun dihimpit oleh usaha yang kuat dari pihak Islam dan misi KR, namun kini (1997) gereja ini meliputi 75% penduduk Mentawai, yaitu 24.000 jiwa lebih.

  59. Ya’ahowu

    aq senang banget nemuin situs ini, isinya bagus apalagi ditujukan buat menyampaikan pemikiran-pemikiran dan opini alias debat argumentasi secara ilmiah,

    oke aq setuju dan senang akan hal itu, CUMAN, maaf ya lihat tulisan diatas itu lho NIAS BARAT SIAPA YANG PUNYA ? walah…walah mas, ga’a, ama, sibaya ba ira tua, apakah ini tidak tersirat NADA KEMARAHAN ???

    logika aq sederhana aja, kira-kira begini : ada nih kue diatas meja yang dikelilingi beberapa orang, terus kue itu di pegang-pegang ama seseorang misalnya namanya si Deni lalu ada beberapa lagi orang lain misalnya si Gilbert, si Marunto, si Hilman, si Wilfred, si Zaky dll ngomong KUE ITU SIAPA YANG PUNYA ? hehehe…….

    Emang sih….si Deni main caplok aja, sabar dong…Gilbert, Jangan unjuk kekuatan dulu ya ? Tolong Pak Vicar Yoseph Gulo rara dodo ndra teman-teman Gilbert, ena’o boi la HAWUI. hehehe…..lo mi’ila mofonu khogu boro me inagu moroi ba Lawelu….ba ya’aga niha nonolimbu Lahomi………yahowu ndra sibayagu.

    Sepanjang kalian melihat-lihat Melisa Daeli ada di arena, saya mohon dengan sangat sebagai onombini’o jangan MIHAWUI tapi bila melisa Daeli tidak kalian lihat, ya lo sa’ae ufaguru’o ami ba da’o sibaya.

    Salam dari Melisa Daeli dari Merauke-Papua
    God bless us

  60. Syalom

    Bolehkah kami ikutan di sini, saya asal Teluk Dalam, sekarang kuliah di Padang.
    Salam untuk saudara-saudara di perantauan, bersatulah terus, saya sarankan forum ini fokus untuk pendidikan mental orang kita. Orang yang banyaak ide, ya disini saja bicara.

    Kirim salam untuk kawan2 di Jogja SMN2 angkatan 2006 apa kabar kalian?

    Redy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s