Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpMon, 24 Dec 2007 20:45:08 +000045Senin 4, 2007
Keluarga Ama-Ina Maya Gulo (2007)
Natal sangat berarti bagi kami sekeluarga,
saat-saat indah bersama seperti ini,
kami bisa menikmatinya dengan sejuta suka cita.
Kemesraan ini sulit dilupakan, kami sangat bahagia, karena Tuhan Lahir dalam keluarga kami malam ini.
Anak-anak pulang dari Asrama UI dan bersatu lagi dengan cengkraman yang indah. Kami menyanyi bersama, dengan permainan keyboad Yamaha 3000 yang sangat sederhana mengiringi lagu-lagu Natal malam ini.
Kami ingat orang2 yang pernah mengasihi kami, yang pernah datang ke rumah kami dan apalagi mereka2 yang pernah mendoakan kami, menolong kami saat-saat kesulitan.
Kami sekeluarga juga mendoakan dan mengingat mereka yang pernah salah paham dengan kami, baik dalam urusan kekeluargaan, sosial dan business. Semoga ikut merasakan kebahagiaan Natal malam ini. Kami menyampaikan permohonan maaf malam ini, kiranya Tuhan menghapus segala dosa dan kekeliaruan dan kekhilafan kami.
Kepada seluruh saudara-saudaraku baik dari Nias, gereja-gereja dan PNB juga, semua orang sangat istimewa bagi kami. Kita pasti lebih sukses lagi di tahun 2008, ini bukan basa basi, tapi kami sangat mengimaninya.
untuk kesekian kalinya, kami mengucapkan:

Ditulis dalam Siraman Rohani | 12 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpSun, 23 Dec 2007 18:27:29 +000027Minggu 4, 2007
Catatan sejarah kelahiran Kristus dapat ditemukan dalam
Matius 1:18-25 dan Lukas 2:1-20.
Sulit diterima dengan akal manusia, kecuali manusia itu telah diberi ROH PENGETAHUAN OLEH ALLAH. Apakah saudara mau menerima ROH PENGETAHUAN itu ? Roh Pengetahuan itu hanya diberikan kepada manusia yang rendah hati dan memohonnya dengan penuh harap. Maka orang itu akan mendapat ‘BELAS KASIHAN ALLAH” untuk mengerti SIAPA YESUS ITU dan apa arti sebuah keselamatan.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Siraman Rohani | 2 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSat, 22 Dec 2007 08:53:09 +000053Sabtu 4, 2007
Apa Makna Natal Bagi Saya Tahun ini? Sebuah Cerita lama kutuliskan kembali, semoga menjadi berkat:
BUNYI BEL PINTU, DI MALAM NATAL
Kliping koran itu sudah berwarna kuning seperti sebuah gulungan perkamen. Artikel yang sangat berharga ini sudah berumur lebih dari empat puluh tahun, ditulis oleh seorang laki-laki yang tinggal di sebuah kota kecil tempat saya dibesarkan. Artikel itu ditulis oleh SL Morgan Sr untuk buletin gereja, mengenang akan kedatangan dua orang tamu kecil:
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Siraman Rohani | 2 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSat, 22 Dec 2007 05:59:21 +000059Sabtu 4, 2007
Natal 25 Desember Kenapa Harus Dipersoalkan?
Keberatan di atas dapat dijawab dengan mengemukakan 2 fakta sebagai berikut:
Pertama, pengharapan Mesianis Yahudi, tampaknya yang dimaksudkan Lukas dengan padang gembala itu bukan padang gembala biasa. Tetapi menunjuk kepada Migdal Eder, “Menara Kawanan Domba” yang disebut dalam Targum Yonathan.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Siraman Rohani | Tidak ada komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpFri, 07 Dec 2007 10:24:05 +000024Jumat 4, 2007
oleh : Pdt. Effendi Susanto, S.Th.
Menara Babel adalah satu kudeta. Menara Babel adalah usaha manusia melengserkan Tuhan dan menjadikan dirinya sebagai pusat alam semesta. Menara Babel adalah peristiwa historis dimana manusia bersatu menurunkan Tuhan dari tahta-Nya sebagai Raja secara paksa (The Dethronement of God). ”Marilah kita mencari nama” (Kej 11:4) adalah usaha manusia untuk melepaskan dirinya sebagai satu makhluk yang tercipta. Menara Babel adalah usaha manusia untuk “denies his creaturehood.” Slogan manusia dari “Old Tower of Babel” adalah “Marilah kita membuat nama untuk diri kita sendiri.” Semangat yang sama tetap hidup dalam kehidupan modern kita. Slogan manusia dari “Modern Tower of Babel,” diwakilkan oleh cetusan Existentialist modern, Jean Paul Sartre, “Man is nothing other than what he makes of himself.”
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Siraman Rohani | Tidak ada komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpThu, 29 Nov 2007 08:02:07 +000002Kamis 4, 2007
Kesaksian yang saya alami bahwa untuk mengalami dan merasakan Kasih Kristus Tuhan adalah jika kita merenungukan dan menjadi pelaku Firman Tuhan siang dan malam. Dan Firman itu kita praktekkan (manjadi rema )dalam kehidupan kita, mungkin teman-teman disini banyak yang membantu itu sudah bagus sekali, namun bagaimana kita bisa mengerti dan mengartikan sesuatu kalau kita belum pernah membaca FT dan merenungkannya serta menjadi pelaku Firman Tuhan tersebut?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Siraman Rohani | 9 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpFri, 05 Oct 2007 07:00:24 +000000Jumat 4, 2007
Apa Langkah Selanjutnya Nias Barat
Peta Batas Wilayah Nias Barat yang terbaru silahkan download adalah:
download.pdf Baru: Wilayah Nias Barat versi MRG270707
Tanggapan (niasbarat.com) Menanggapi Saran dari Sdr saya yang mengasihi Tuhan Pdm. Peterady Christian Zendrato, di bawah ini, saya sangat bangga karena ada 3 alasannya:
-
Alasan pertama, Pemahamannya dengan kondisi Nias saat ini sudah cukup dalam, serta peta politiknya sudah terlihat begitu kentalnya. Menggiring proses administrasi dengan kerja sama yang baik dan kompak. Relakan waktu dan secara bergantian memantau sampai dimana posisi – progress pengurusannya.
-
Alasan kedua, Memiliki misi yang dapat dicapai dengan cara yang sederhana yaitu “BERSATU” didalamnya terkandung arti koordinasi. Koordinasi dengan semua teman-teman di parlemen dan termasuk kepada pengurus partai. Jangan menutup dir dan membatasi hubungan dan komunikasi, jangan memilah-milah. Itu artinya menghargai semua orang, jangan memandang orang rendah. Hal ini sangat penting.
-
Alasan ketiga, Rela berkorban dan melpaskan hak jika itu diminta sekalipun, artinya siapapun pemimpin Nias Barat pasti atas ridhoNya Tuhan. Berapa lama lagi orang2 kita masih naik ojek dari G Sitoli kemandrehe dan sebaliknya. Sangat menyayat dihati, inilah yang terbaik dan yang terbaik, wujudkan Nias Barat atau mati.
Inilah komentar Pdm.PETERADY CHRISTIAN ZENDRATO Berkata:
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Siraman Rohani | 2 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSat, 08 Sep 2007 06:49:48 +000049Sabtu 4, 2007
September 2007 dalam renungan panjang :
Saya baca tulisan ini dari sebuah buku tua, saya lupa judul dan penulisnya. Sangat berkesan, makanya saya sumbangkan untuk kita semua sebagai renungan yang pantas dianalisa apa maksud dan tujuan dari ungkapan tersebut di atas.
Ketika Pergi
Dalam cerita itu mengatakan bahwa ada sebuah keluarga yang sangat kaya raya ingin menikmati hidup di hari tua. Mereka memilih jalan jalan ke negeri yang jauh, keliling dunia. Ketika mereka meninggalkan rumah, mereka berpesan kepada para pembantu dan juga kepada anak mereka bahwa rumah harus di jaga bersih dan tidak boleh ada masalah.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Siraman Rohani | 1 Komentar »