Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpSat, 19 Apr 2008 20:47:46 +000047Sabtu 4, 2007
Tangan Saya Cuma Dua
Tuhan maha adil dan bijaksana yang menciptakan tangan manusia cukup dua setiap orang. Tentu banyak masalah yang timbul jika manusia memiliki banyak tangan. Sudah tidak jelas mana tangan kiri dan mana tangan kanan, namun tangan kita menjadi banyak, minimal ada (empat) tangan jika saudara bersama saya.
Kalau sendirian, mungkin bisa saja melakukan pekerjaan besar dan spektakuler, namun siapa manusia super power yang mengandalkan kekuatannya sendiri tanpa orang lain? Mungkin tangannya banyak, namun dapat menimbulkan masalah jika manusia memiliki lebih dari dua tangan, misalnya tidak membutuhkan kerja sama lagi dengan orang lain. Cukup mampu mengerjakan segalanya dengan sendirian saja.
Dengan dua tangan setiap orang berarti manusia masih membutuhkan tangan yang lain untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Saya memilih untuk bekerja sama dengan tangan-tangan yang terampil diseluruh dunia. Kita saling membutuhkan satu sama lain. Sehingga pekerjaan itu menjadi ringan dan mudah mencapai hasil karena tangan kita bukan hanya dua.
Tangan Kita Banyak
Tangan kita menjadi banyak yang berasal dari mana saja, tetapi bukan tangan yang hampa. Tangan-tangan yang memiliki skill dan komitmen untuk mengabdi kepada kemanusiaan, semua orang dapat mengambil bagian tentunya. Caranya kita harus jadi sahabat yang karib supaya dapat memiliki pemahaman visi dan misi yang sama.
Kita Bekerja Sama
Saudara adalah sahabat kami juga bahkan dari semua suku bangsa di dunia, maksudnya sangat luas yang sifatnya universal dan tidak memiliki batas (unlimited). Kita dapat bekerja sama dari semua suku bangsa di dunia, tanpa memandang latar belakang kehidupan. Terbuka pintu untuk semua, silahkan bergabung dan melihat apa yang telah kami gumulkan sekian tahun lamanya.
Sasaran Utama
Sasaran utama adalah “PERANG MELAWAN KEBODOHAN”. Kebodohan adalah pemicu utama kemiskinan, memang sangat mahal biayanya, namun kalau tidak dimulai dari sekarang, lalu kapan? Masyarakat Nias wajar kalau bersatu menjadi sumber inspirasi untuk bersatu yang harus dimulai dari sekarang. Pendidikan masyarakat harus diutamakan agar ada peningkatan pemahaman dan mampu mengolah informasi.
Renungan Minggu
Salam dari kami
“PENCETUS IDE” MRG.
Ditulis dalam Karya Nyata | Tidak ada komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSun, 16 Mar 2008 10:58:56 +000058Minggu 4, 2007
DIKIRIM OLEH INISIAL “ING” Sebuah Refleksi, di tulis oleh Andar Ismail
(Penulis adalah pengarang buku-buku renungan Seri Selamat BPK Gunung Mulia)
Untuk apa orang menikah, atau mempunyai anak, atau membeli rumah?. Banyak orang akan menjawab: supaya berbahagia. Apa sebenarnya ukuran kebahagiaan? Siapa yang dianggap berbahagia? Untuk banyak orang, ukuran berbahagia adalah mempunyai. Yang dianggap bahagia adalah orang yang mempunyai pacar, mempunyai uang, mempunyai suami atau istri, mempunyai anak, mempunyai mobil, mempunyai cucu, dan sebagainya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Karya Nyata | 2 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpTue, 22 Jan 2008 22:21:16 +000021Selasa 4, 2007
Produktifitas managemen pemerintahan di daerah kadang sulit dikontrol, sehingga posisi-posisi yang basah diduduki oleh lingkaran penguasa (raja kecil) di tingkat kabupaten dan propinsi. Kalau di ibu kota Jakarta, kelihatannya sudah mulai membaik namun tetap ada saja yang sembunyi-sembunyi.
Selain itu tidak sedikit juga perusahaan baik BUMN maupun Swasta masih melakukan praktek ini sekalipun secara diam-diam mendudukan orang-orang khsusus di jabatan tertentu.
Sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa :
“Profesionalisme menjadi mandul karena ada kepentingan lain yang disebabkan oleh hubungan pribadi misalnya mengutamakan keluarga dan kerabat serta teman dekat, baik dalam kegiatan bisnis maupun kegiatan organisasi sosial”.
Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori (wikipedia)
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Karya Nyata | 5 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpThu, 23 Aug 2007 01:52:42 +000052Kamis 4, 2007
Kecamatan Mandrehe sudah dimekarkan menjadi 5 Kecamatan.
Kata Mandrehe berasal dari kata MANAERE artinya menurun arti kata lainnya “Manueli” lawan kata “Manaoso” bahasa Indonesianya adalah “Menurun ke arah lembah, karena berada di tengah-tengah penggunungan dari Hiligoe - sisarahli ke arah sungai moro’o, dan dari sisi timur dari Lawelu, Hiliwa’ele (Desa Bukit Tinggi - bukan sumatera barat. Dari selatan menurun mulai dari Simaeasi ke arah sungai siwalawa.
Daerah ini dikenal sebagai daerah pertanian dengan tanaman sejenis coklat (cacao), sekarang ini (2007-2008) Mandrehe sebagai penghasil Cacao terbesar di Pulau Nias.
Kecamatan Mandrehe telah dimekarkan menjadi 5 kecamatan sejak tahun 2004 yang lalu:
Kecamatan Ulu Moro’o
Kecamatan Moro’o
Kecamatan Mandrehe
Kecamatan Mandehe Barat
Kecamatan Mandrehe Utara
Semoga Daerah ini menjadi makmur dan aman sentosa.
Mustika Ranto Gulo
Ditulis dalam Karya Nyata | Tidak ada komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSat, 09 Jun 2007 01:37:24 +000037Sabtu 4, 2007
Oleh Postinus Gulö
Seorang filsuf Yunani, Herakleitos (540-475 BC) bersikukuh bahwa esensi realitas adalah perubahan. Mengapa? Karena dalam perubahan terjadi proses menjadi (kata Whitehead). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Karya Nyata | 5 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpFri, 06 Apr 2007 23:42:54 +000042Jumat 4, 2007
Salam Ya’ahowu,
Kami usulkan agar pada pertemuan PANITIA KNB di Jakarta bulan ini atau bulan depan, agar http://niasbarat.wordpress.com, agar diresmikan menjadi Forum Komunikasi Nias Barat yang mempersatukan, sebagai pusat informasi bagi para pejuang Nias Barat dan juga masyarakat Indonesia dan dunia pers pada umumnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Karya Nyata | 15 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpWed, 04 Apr 2007 07:59:54 +000059Rabu 4, 2007
Menurut anda,
Apa saja program kerja Panitia yang paling urgent saat ini?
Segera berikan masukan dengan jelas dan terperinci di sini dan setelah itu mari kita mendukungnya.
Bagi Panitia KNB, harus siap untuk di kritisi, karena kita bekerja berdasarkan kehendak rakyat. Konsekwensi seorang pemimpin harus memiliki gudang kesabaran. Kita harus siap di koreksi, dan segera melakukan klarifikasi atas koreksi tersebut.
Koreksi dan kritik harus bisa dipertanggungjawabkan, jangan asal bunyi (ASBUN).
Harus Sopan dan Memuliakan Nama Tuhan, karena kita semua adalah hamba kebenaran yang memiliki tujuan yang baik.
Amin
Ditulis dalam Karya Nyata | 18 Komentar »