Nias Barat Siapa Yang Punya ?

Pro Kontra Provinsi Tapanuli

Posted by: Mustika Ranto Gulo on: 18 Februari 2009

ranto-universitas-nias-baratJakarta, 18 Februari 2009

Acara di TV One yang menampilan debat Pro dan Kontra Provinsi Tapanuli, sangat menarik perhatian pemirsa.

Pro, duduk disebelah kanan, mahasiswa dan tokoh masyarakat. Disana hadir pak Drs. Arisman Zagoto (DPR RI) dan Ir. Ikhtiar Ndruru (Ketua HIMNI).

Kontra, duduk disebelah kiri panggung, mahasiswa dan tokoh masyarkat, terlihat Ir. Mustika Ranto Gulo (Ketum Pilar Nias Barat), Ebenezer Hia (Caleg DPRD SUMUT) dan beberapa tokoh muda masyarakat Nias.

Perdebatan, kami menilai tidak kontekstual dan terkesan ada upaya pembenaran-pembenaran yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Karena esensi perdebatan adalah pro kontra secara strategis politik ekonomis serta sosial budaya. Sayang Pro Kontra diwarnai oleh peristiwa demo di Sumatera Utara yang berakibat kepada meninggalnya Ketua DPRD SUMUT dari Partai Golkar itu.

Silahkan simak berita tersebut pada acara

Hari/Tanggal : Rabu /18 februari 2008
Jam : 7 – 9 malam

Menurut kami Demo yang mengakibatkan kematian Politikus Senior di Sumatera Utara itu sebagai akibat kelalaian para elite yang sengaja bermain dalam situasi bangsa kita yang sedang terpuruk. “Kalau memang sudah saatnya PROTAP itu merdeka dan layak menajadi Provinsi, maka marilah kita memberikannya secara arif”.

Kematian Ketua DPRD itu, setidaknya mengingatkan kita betapa mahalnya sebuah pemekaran itu sendiri.

Kami kontra, karena alasan yang logis, yaitu :

  1. Pemekaran Daerah Nias adalah tanggung jawab Provinsi Sumatera Utara baik secara financial dan sosial ekonomi. Anggaran yang dibutuhkan sangat besar, sehingga jika Protab dimekarkan juga, maka satu-satunya Provinsi di Indonesia yang menanggung beban anggaran terbesar adalah SUMATERA UTARA. Secara strategis, masyarakat Nias harus lebih melihat hal, sebagai faktor terbengkalainya anggaran menyukseskan Nias nantinya.
  2. Tapanuli adalah saudara kita, lebih dekat dari sisi emosional, namun sikap kami menolak itu bukan karena benci atau karena alasan persaan semata. Tetapi sekali lagi saya katan alasan logis, karena kami juga (NIAS) ingin menjadi provinsi 7 atau 15 tahun kedepan. Kami antisipasi UU yang berlaku, jika bergabung dengan PROTAP sebagai propinsi baru, maka kami tidak yakin akan melepaskan kami untuk menjadi propinsi kelak.

Saudara2, cukup dua alasan yang saya sampaikan disini, nanti kita bahas dikesempatan lain.

Semoga Nias tetap konsekwen atas halk ini.

Salam dari saya Mustika Ranto Gulo (Ama Maya Gulo)

10 Tanggapan ke "Pro Kontra Provinsi Tapanuli"

Ok Pak Ranto, teruskan iklannya. Makin Top aja ente, Ha5. Ha5. Anda luar biasa.

saya secara pribadi sangat mendukung protap tp untuk Nias sandiri alangkah lebih baiknya kalau bisa berdiri sendiri dan kita semoga usaha Pak Ranto untuk menyatukan masyarakat Nias dapat terlaksana sesuai dengan komitmen kita bersama.

yth pak moderator web site niasbarat siapa yang punya, saya minta tolong agar bisa direnferensikan ke Nias dalam rangka penelitian.

saya sdh kirim data saya pak ke email ranto@microtellindo.com

Trima kasih sgla bntuan

Pak Ranto,saya lihat ada orang Nias yang memberi masukan pada acara tersebut, tapi kok ngomongnya malu-maulin orang Nias, tidak berbobot. Giliran digertak sama Bang Ruhut mukanya seperti mayat pocong ketakutan, lho katanya orang tsb jago kiritik dan ahli bicara atau hanya OMDO yang besar.
Trus buat apa orang NIas duduk disana kalau hanya menghangatkan bangku saja atau penggembira?
Saya kecewa sama HIMNI dan anggota DPR-RI dari Nias pada waktu itu, diforum seperti itulah tunjukkan bahwa orang NIas mampu berbicara dan bukan anak bawang.
Kalau saya ada di Jakarta waktu itu saya pasti datang melahap omongan Bang Ruhut simulut besar itu, saya bicarakan bahwa Nias adalah Nias TANONIHA dan Tapanuli-adalah Tapanuli tidak ada kaitan dengan Nias. Namun sebagai saudara Seiman dan punya ikatan kuat antara Nias dan Batak, kita tetap mendukung mereka menjadi satu DOB Propinsi, namun tindakan anarkis mereka tetap kita tidak benarkan.

Lau ba Pak Ranto,
baguslah ….! semakin eksis saja nih

ofaigi mano sa’e zabolo baga talifudo.
Dalimano ndra’ugo khonia,

hewisa pilar iada’a?? Tiarap ya? seharusnya kayak ama klara donk …sibuk koleksi pujian kayak B3 hehehe

Kami dengar Sekum udah mulai ga searah dan se visi dengan Pak Ranto? karena dia mata2?

Herman kemana ….udah mengungsi ke nias??

Lalu pilar bagaimana?

apakah masih eksis????????

Hehehe…………!

Dirindukan dan dibenci, disayang tetapi dihina!
Puisi ini kutuliskan buat Pak ranto, aku adalah rumput yang brgoyang, jadi kalau ada yang anda tanya kan ? tanya saya aja..pada rumput yang bergoyang.

bagaimana cara membuat website ini pak, saya jadi iri. Aku silvia dari ujung bumi yang kurang kerjaan, jadi aku iri!

Aku bisa! shg aku tidak benci!

hehehehe

.Tuhan itu baik bagi orang yang rendah hati, saya sangat diberkti dari banyak tulisan bapak.

kelihatan juga org yang dangkal pemikirannya, terbaca dari pendapatnya dan tulisan or komentarnya disini.

komentar itu melukiskan watak kita yang sesungguhnya.

Nias Selatan kapan ada websitenya?

salam pak ranto
aku rinto
bapak ini cukup vokal juga ya,,
tapi, sejauh ini masih baik2 saja sih
tapi pesan saya, sdra harus tetap berprinsip
” ini DEMI NIAS BARAT. gitu lhoo..”
sejauh ini sdra sudah dapat posisi apa nih di NISBAR??
karena kan gak ada yg bebass NILAI donk??

yang penting, bagi2 deh buat kita2 yang masih muda,
bukannya sudah harus begitu,,
yo.. kita bersama berperan mencerahkan masyarakat,
jangan senang membodohi masyarakat,
karena, banyak anak2 yang pinter lho sekarang.
ok, byeeeeeeeee..

merdeka.!!
ono niha. (nisbar)

Pendapat2 anda ditiru juga beberapa pejabat waktu acara di Medan, saya hanya tersenyum dan geli..hehehehe.

Mereka paparkan maksud mengapa menolak Protab ..copy paste 100 % dari tulisan ini..hahaha. Lucu sih

Mesi

Bahemano Pak Ketum!!!!!!!!!!!

hehehe, saya dapat telp dari pak hia, katanya anda ‘pade’ hehehehe.

Nias pro Portap, tetapi tidak mesti menjadi bagian wilayah protab bukan ?

Tinggalkan Balasan

MULAI DARI DIRI SENDIRI

Bangsa yang makmur berasal dari keluarga yang makmur dan keluarga yang makmur berasal dari setiap individu yang makmur. Individu yang makmur berasal dari produktifitas dan efesiensi yang maksimum. Jika kita menghasilkan yang baik tentu mengalirkan kebaikan, akan ada efek baliknya terhadap anggota keluarga dan membawa kepada komunitas dan akhirnya kepada bangsa. Jadilah entrepreuner yang sejati untuk meningkatkan produktifitas dan efesiensi hidup yang baik. Saya selalu mengusulkan agar SDM Nias selalu berpikir dan belajar menjadi enterpreuner. Maaf, tidak betujuan merendahkan prinsip dan pola hidup aman yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Nias saat ini yaitu ramai-ramai menjadi "PEGAWAI NEGERI". Padahal sumber daya alam yang dapat diolah sangat menjanjikan di daerah kita, sedangkan gaji PNS belum diperbaiki oleh pemerintah, masih dibawah rata-rata Pendapatan perkapita Regional Asia. Akibatnya sangatlah fatal, karena biaya hidup besar, akhirnya terjerumus dalam Lingkaran Setan yaitu mencari peluang yang tidak etis dengan cara menghalalkan segala cara. Misalnya menghemat anggaran dilingkungannya agar dapat dinikmti (dikorupsi). Faktor utama yang membuat bangsa ini semakin terpuruk adalah cara dan pola hidup seperti ini. MENJADI APAPUN DI DALAM DUNIA INI, ITU ADALAH PENGABDIAN. Menjadi PNS dan Pejabat pun adalah pengabdian juga. Coba, jika kita memilih untuk menjadi enterpreuner kecil sekalipun, maka cara-cara diatas dapat diminimalis bahkan tidak akan terjadi. Saran, mulailah dari diri anda sendiri untuk memulihkan bangsa ini. Pulihkan dirimu sejak dini sehingga keluargapun dapat dipulihkan juga, yang pada akhirnya membawa dampak bagi kemakmuran Nias dan bangsa kita. Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo

KITA ADALAH HAMBA KEBENARAN

Jadilah hamba kebenaran,Hamba tidak memiliki hak untuk membenarkan diri, Hamba tidak memiliki apa-apa di dunia ini, Hamba bukan ahli waris, Hamba pasti tidak memiliki harta yang melebihi kekayaan Tuannya. Hamba Kebenaran tidak melawan kebenaran, Hamba kebenaran pasti dihina dan dicaci karena berjuang demi kebenaran, Seorang Hamba lebih rendah dari tamu-tamu Tuannya, Hamba kebenaran adalah HAMBA TUHAN, Hamba tidak berkuasa atas dirinya, dan Hamba Kebenaran Tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Salam, Mustika Ranto Gulo. Pemerhati Nias Barat

BERKOMUNIKASI DENGAN KUASA

Baca Buku "BERKOMUNIKASI DENGAN KUASA" oleh Charles H. Craft. Kami referensikan buku ini karena mampu memberi inspirasi yang sangat nyata dalam berkomunikasi. Buku ini sangat berguna sebagai buku pedoman bagi para KOMUNIKATOR KRISTEN yang menerapkan metode Komunikator ala Tehologi Kristen. Saya yakin buku ini mampu bekuasa untuk mengantar anda kepada level kehidupan baru dalam rangka bagaimana anda berkomunikasi dengan baik.

PILAR NIAS BARAT

SEJARAH PILAR NIAS BARAT Pada tanggal 5 Mei 2007, Segenap Masyarakat Nias asal Nias Barat berkumpul di Aula DPP Partai Golkar DKI Jakarta di Jalan Penggasaan Barat No 24 Jakarta Pusat dan menyatakan dengan tekad bulat untk mendirikan organisasi bernama "PILAR NIAS BARAT". Pada saat itu melakukan pemilihan pengurus DPP Pusat dengan hasil yang sangat demokratis adalah Ketua Umum Ir. Mustika Ranto Gulo, Sekretaris Umum Meiatasi Dolai, Bendahara Umum Otenieli Hia. Dalam Rapat tersebut diputuskan bahwa target 6 bulan pertama kerja Pengurus DPP dengan harapan dapat mencapai hasil adalah: 1. AD/ART dan Pengurusan Legalitas sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) 2. Membuka DPW dan DPC diseluruh Indonesia dan mengutamakan Wilayah Nias dan Sumatera Utara dan Jawa. 3. Melaksanakan Deklarasi Pilar Nias Barat (telah dilaksanakan tgl 26 Mei 2007) di Gedung Landmark Lantai 22 Tower A Jalan Sudirman No.1 Jakarta Pusat. 4. Melakukan kunjungan dan dengar pendapat kepada semua instansi pemerintah yang terkait dengan PEMEKARAN DAERAH. (5) Melakukan event SEMINAR tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam menyikapi Pra Pemekaran Nias Barat. 6. Mengajukan Permohonan ke BI dan Bank Swasta agar membuka kantor bank cabang pembantu di Kecamatan Lolofitu Moi, Kecamatan Mandrehe dan Kecamatan Sirombu sebagai kantong-kantong ekonomi rakyat. 7. Mempersiapkan MUNAS pada awal tahun 2008 di Jakarta untuk meletakkan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi Pilar Nias Barat. Berbagai program lainnya yang akan dikonsolidasikan terus kepada komponen masyarakat Nias di Jakarta termasuk kepada PANITIA BPP KANISBAR di Nias, SUMUT dan Jakarta. "SALAM SUKSES PILAR NIAS BARAT"

Kertas Putih Yang Tercoret Tanpa Arti

Hidup ini bagaikan lembaran kertas putih yang polos dan tak beracat cela. Hari-hari kita satu menit ke depan sungguh tak terduga. Tidak ada seorangpun yang sanggup memahami masa depan sekalipun dia seorang peramal ulung. Kertas putih itu kita isi dengan sebuah lukisan yang sangat indah yaitu lukisan tentang kehidupan. Ada yang melukisnya dengan warna yang sederhana, bahkan ada yang menuangkan ribuan warna-warni, ada yang membiarkannya tanpa cretan apapun, banyak yang berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa dalam hidupnya. Ada juga orang yang hanya menunggu uluran tangan sang pelukis lain, dia berharap agar orang lain yang menorehkan warna kehidupan dalam hidupnya, sangat tragis. Mengapa bukan kita sendiri yang menorehkan lukisan itu ? Bukakah kita berhak berbuat apa saja dalam hidup kita ? Apakah itu baik atau jahat, keputusan ada dalam tangan anda. Saran saya, jangan biarkan ada tangan lain yang memberi warna dalam hidup anda. Dan berikanlah yang terbaik dalam lukisan itu, yaitu kebajikan dan kemurahan, suka cita, kasih dan sebagainya yang dipandang baik dan mulia. Jagalah, kwalitas tinta dan tatalah warna-warninya yang bisa dipandang manis dan lemah lembut. Sungguh hari esok ada, dan semuanya terserah anda bagaimana melukisnya dengan indah. Kertas Putih yang tercoret tanpa arti, membuktikan bahwa kita tak berarti pula, kita telah menyia-nyiakan waktu begitu saja berlalu. Hari ini, telah kulukiskan dalam hidupku sesuatu yang baik dan mulia, aku akan buktikan. Amin. Ir. Mustika Ranto Gulo

 

Februari 2009
M S S R K J S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Jumlah Pengunjung

  • 180,185 hits