UPAYA MEMBANGUN KARAKTER DI NIAS, MULAI DARI MANA?

Tanggapan atas rencana Kerja “Team Training and Workshop 2009″ oleh salah satu yayasan dari  Jakarta yang ditujukan ke Daerah Nias.

Sedikit koreksi:

Untuk apa upaya “Membangun Karakter di tujukan ke masyarakat Nias”, bukankah masyarakat disana memiliki pendidikan yang sudah cukup memadai. Bukankah karakter masyarakat disana sudah bagus dan hidup sebagaimana masyarakat Indonesia seutuhnya. Apalagi masyarakat Nias mayoritas Kristen yang mempercayai dan memahami betul “Sang Yesus” sebagai pedoman standard karakter manusia yang seutuhnya?

Upaya saudara-saudara kita yang terbeban membawa seminar-seminar tentang “HOW TO BUILDING PERSONALITY OF SMART” di daerah Nias melalui pelayanan masyarakat, itu sangat baik. Kita harus dukung upaya itu, karena sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Menurut saya hal ini identik dengan Pembangunan Karakter (BUILDING CHARACTER).

Apa artinya Karakter ? Kalau dilihat dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain.

Saya pernah membeli buku-buku tentang “Character” termasuk tulisan-tulisan lokal Bapak Andrias Harefa atau Bapak Jansen Sinamo , bahkan ikut beberap seminarnya beberapa tahun yang lalu. Saya sangat tertolong dengan buku-buku itu karena pada umumnya saya simpulkan bahwa “KITA BELUM TAHU”. Jadi, kalau kita belum tahu, marilah kita mau tahu, itu artinya jadilah manusia pembelajar (Buku Best Seller Bapak Andrias Harefa).

Kalau ada upaya untuk melakukan Traning atau workshop tentang topik ini, kami sangat setuju bahkan jika memungkinkan kami ikut serta bahkan bersedia membantu dalam persiapannya.

Sebab ada 5 alasan mengapa kami sangat konsen tentang hal ini:

  1. Pintar IQ tetapi sangat lemah dalam EQ. Contoh seorang pakar matematika gagal memimpin sebuah Yayasan Kemanusiaan karena apa? Karena matematika suatu ilmu pasti sedangkan kemanusiaan membutuhkan ilmu sosial.
  2. Banyak orang yang menganggap dirinya pintar, contoh “orang pintar menulis pendapatnya di internet, tetapi isinya fitnah dan luapan emosi karena iri hati”. Perlu pendidikan tambahan agar orang ini memiliki karakter yang baik.
  3. Kejujuran emosional itu datangnya dari karakter yang mapan, karakter yang kaya. Kalau ya katakan ya, tidak ya tidak. Tetapi kalau kita terjun kelapangan (ditengah masyarakat), lihatlah kejadiannya : kalau seseorang jawab ya, hati-hati sebab artinya ada dua, ya untuk tidak melakukan dan yang kedua adalah ya untuk mengambil keuntungan.
  4. Pembangunan Karakter, adalah sama dengan meruntuhkan bangunan lama yaitu meruntuhkan karekater hidup yang lama, dan tidak identik dengan merenovasi karakter lama. Butuh waktu, karena kerusakan moral akibat persaingan hidup yang tidak fear.
  5. Manfaatnya apa? Karakter yang baik adalah modal dasar bagi masyarakat Nias secara individu dan kolektif untuk membangun generasi berikutnya.

Jadi upaya saudara-saudara saya yang akan berangkat ke Pulau Nias, untuk membawa program ini, sangat kami dukung. Tuhan Yesus Memberkati.

Pesan: Perusak akan merusak terus, tetapi pembangun akan membangun terus.

Mustika Ranto Gulo

About these ads

5 pemikiran pada “UPAYA MEMBANGUN KARAKTER DI NIAS, MULAI DARI MANA?

  1. Pak moderator, jangan pernah percaya proposal itu, kami terima juga, itu proposal tipu-tipu cari dana. GBU

  2. Saya sumbang saran, kepada pemilik blog ini, jgn tampilkan komentar yg tidak membangun, hapus sajalah.

    Nasihat gua, please baca dulu sebuah artikel baru balas, jangan kayak di NIC.

    Tolong buktikan anda-anda sopan dan berkarakter baik melalui komentar disini. Malu deh …pak, ngga usah ditanggapi seharusnya.

    Mending konsentrasi untuk berbuat baik saja, selain itu, bangunlah Nias dengan mulai dari diri kita yang lembah lembut

    (Sori Pak Ama Melkhi Zebua) cara you, … kan juga tidak etis ..bagaimana ini.

    Santai sajalah, jgn saling menyudutkan.

    Kemajuan Nias ada ditanganmu sendiri !
    Bangun dgn cara yang baik!

  3. Ama Melkhi Zebua, Ykk:
    Saya belajar terus sampai hari ini, sebagai manusia yg belum sempurna saya tidak akan pernah berhenti belajar. Termasuk belajar mengasihi mereka yang marah tanpa alasan kepada saya, siapun yang telah menyakiti dengan kata-kata dan tulisan melalui dunia maya ini ! Ini doa saya “Berkatilah saudaraku yang marah dan saya pada kami, berikan mereka anugerah Syalom dengan hati yang bijaksana, hanya itu yang terindah yang menjadi hadiah Natal untuk para netters di website ini.

    Terima kasih pak doro Hia, yg sekian lama menghilang tanpa pernah pamit untuk pergi. Kadang kangen juga membaca komentarnya pak, tajam dan hangat.

    MARI BELAJAR MEMBERI DIRI, BERKORBAN MELEPASKAN HAL YANG BAIK DARI DIRI KITA, YAITU JANGAN MENYAKITI SIAPAPUN KALAU MAU TIDAK DISAKITI DENGAN PERLAKUAN YANG SAMA”.

    Kata orang melayu, Cubitlah dirimu, kalau sakit, maka demikian juga dengan orang lain, mereka juga akan menangis ketika engkau menyakiti mereka.

    Untuk Ama Melkhi Zebua, trima kasih koreksi dan masukannya ya, tanggapan lainnya saya tidak munculkan, karena alasan tidak etis anda bertanya seperti itu. Berbuatlah lebih baik dari apapun yang pernah saya lakukan untuk Nias Barat, anda pasti lebih unggul dan saya. Saya belum berbuat apa-apalah, jangan sakiti dirimu atas tindakan saya, saya minta maaf!.

    Salam Natal dan Tahun Baru!

  4. Sebelum terlanjur jauh program itu, harap diperhatikan:
    1. Siapa yg akan menjadi target untuk ikut pelatihan itu
    2. Apakah orang daerah disana mau?
    3. Siapa trainnernya?
    4. Proposal yang saya terima atas nama Mission trip, saya ragu hal ini benar atau tidak.

    Selamat menjelang tahun baru 01.01.2009

    Dorohia

  5. Menurut saya kita mulai dari diri kita sendiri, baru kepada orang lain. Pertanyaan saya apakah Si Penulis juga karakternya sudah bagus ? karena saya banyak membaca tentang diri Anda dan saya melihat Anda perlu membangun karakter diri yang baik kemudian menulis artikel ini. Sorry ya, karena saya anggap anda sendiri masih perlu dibangun karakternya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s