PUISI “HAMPIR MATI DALAM BADAI”
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSat, 28 Jun 2008 06:20:36 +000020Sabtu 4, 2007
Aku jelang malam yang pekat,
Bagiku Langit hanya sejengkal,
Terlalu mudah untuk kuduga, terlalu mudah untuk kujawab.
Wahai ….. Badai,
Bagiku engkau hanya sesaat,
Semua orang berkata “Badai Segera Berlalu”.
Hahahahaha…. (Sombong Sekali)
Tetapi….Malam semakin Pekat, Aku Menggigil,
Aku larut dalam puing-puing kehancuran,
Badai semakin ganas, bertubi-tubi !
Datang dari timur, datang dari barat, dari selatan dan utara.
Kesombonganku luluh lantah terhuyung-huyung,
Mengapa nakhodaku kehilangan arah,
Mengapa juru mudiku kehilangan akal ….?
Aku bertanya,
Hai Kemiskinan, Pembodohan, Keangkuhan dan Keserakahan
Dimana sengatmu?
Badai ini………….terlalu besar !
Telah datang bertamu ….. dipintu gerbang bangsa ini
Badai tidak sendiri …… badai bersama puting beliung
Bersaudara dengan ‘tsunami, banjir, longsor, gempa …!
Dengarkah hai telinga, sendu tangis dimana-mana…!
Oh…larut malam yang pekat, sepertinya aku mati disini, ….dalam badai.
Akan kuhembuskan nafas terakhirku, aku sekarat!
kupandang ke belakang kapalku
Siapa yang tidur di buritan kapalku.
Seketika aku bangkit sebelum mati konyol
Aku berseru: “Guru, bangunlah kita akan mati”
Seketika aku sadar, ternyata …… aku telah lama tertidur lelap !
Aku terlalu cuek dalam penderitaan bangsa ini…..!
Sekarang, aku hidup :“Guru, tenangkanlah badai ini! demi hambaMu”.
Oleh : FMG
AMpSat, 28 Jun 2008 08:36:40 +000036Sabtu 4, 2007 pada
web nya bagus sekali dan puisi puisi nya juga bagus.bahasa yang digunakan juga bagus sekali dan perlu berfikir lebih cermat lagi untuk memaknainya.
thanks
AMpFri, 04 Jul 2008 11:58:03 +000058Jumat 4, 2007 pada
Syalom Pak FMG
Bagus banget puisinya, boleh di sadur ya? Aku masukkan di Majalah gereja kami.
thx
PMpSat, 02 Aug 2008 23:40:56 +000040Sabtu 4, 2007 pada
luarr biasa sungguh inspiratif …terus berkarya dan menjadi berkat. GBU
PMpFri, 08 Aug 2008 22:32:49 +000032Jumat 4, 2007 pada
Syalom!
Haleluyah! Luar biasa puisinya, seperti murid-murid Yesus yg naik perahu dan dihajar badai topan, mereka akan mati! Tetapi Yesus tertidur diburitan ya?
“Guru, kita mati! Tuhan Tolong Kita akan binasa!” Sebenarnya kalau perahu itu hancur malam itu, Yesus tidak akan ikut musnah bersama murid-muridnya.
Tetapi, Yesus dibangunkan dalam suasna itu dan IA berdiri “Hai Badai Tenanglah!”. Seketika tenang! DIA MEMANG TUHAN.
Itulah, arti dari peringatan atas puisi anda itu. Murid2nya yang dibesarkan di lingkungan danau Galilea itu, merasa pintar dan ahli dalam mengarungi DANAU itu. Ternyata apa yang terjadi, Semua kecongkakkan mereka hancur tak berguna, profesionalisme mereka nol, sombong sekali, Tuhan Yesus mereka biarkan tidur di buritan.
HEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAT! YESUS MEMBERKATI KITA !
PUISINYA BAGUS