Diusulkan Agar 14 Usulan Daerah Otonom Baru + 1 Provinsi dibahas Tanggal 18 Juli 2008
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpMon, 23 Jun 2008 18:42:13 +000042Senin 4, 2007
Jakarta (Nias Barat).
Tersirat dalam sidang hari ini Senen 23 Juni 2008, bahwa Mayoritas fraksi di DPR-RI sepakat untuk membahas dan menuntaskan usul pembentukan Provinsi Tapanuli dan 14 kabupaten/kota dalam masa sidang keempat tahun ini yang akan berakhir 18 Juli 2008 mendatang. Oleh karena itu, Pemerintah diminta segera menurunkan tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) untuk melakukan kajian.
Wakil ketua Komisi II DPR-RI Eka Santoso (FDIP) diawal pembukaan sidang mendesak pemerintah segera menindaklanjuti 15 RUU pemekaran yang juga sudah ada Ampres (Amanat Presiden)-nya. Dari 15 itu, 5 diantaranya berasal dari Sumut. “Pemerintah harus segera melakukan peninjauan lapangan agar 15 RUU itu bisa disahkan pada masa sidang IV DPR,” tegas Eka Santoso.
Hal ini merupakan sinyal yang baik bagi Kabupaten Nias yang akan dimekarkan juga menjadi Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunungsitoli. Dalam pandangan mininya yang berlangsung kemarin, fraksi PDIP mendesak agar pembahasan RUU Provinsi Tapanuli dan 14 kabupaten/kota dan 1 provinsi segera dilanjutkan ketingkat Panja.
Dalam rapat itu terlihat mewakili pemerintah hadir Menhukham Andy Matalatta dan Dirjen Otda Depdagri Bapak DR. Sodjuangon Situmorang.
PDIP juga mengingatkan perlunya menyamakan persepsi terhadap usul pemekaran dengan tetap mengacu kepada UU. Selanjutnya syarat adminstrasi tidak dijadikan hambatan, karena pada hakekatnya hal itu hanya diperlukan untuk melengkapi syarat yang sifatnya substantif.
Sementara pandangan fraksi PBR yang dibacakan Anhar Nasution, pandangan fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD), pandangan fraksi Partai Demokrat yang dibacakan Ahmad Fauzi, FPKS yang dibacakan Agus Priyono, FPAN dibacakan Andy Yuliana Paris dan PKB yang dibacakan Syaifullah Maksum sependapat mendesak RUU pemekaran Provinsi Tapanuli dan 14 kab/kota lainnya segera dibahas dan dituntaskan dalam masa sidang keempat DPR-RI yang akan berakhir 18 Juli 2008.
Semua fraksi berharap agar Pemerintah untuk segera menurunkan tim DPOD untuk melakukan kajian lapangan. ‘Pembahasan RUU 15 usul daerah otonom baru ini perlu segera dilakukan untuk memberi kepastian atas aspirasi rakyat,’ ujar Agus P ( kalau tida salah dari F-PKS).
Dari FBPD juga mengingatkan agar pembahasan usul pembentukan 15 daerah otonom baru ini dapat diselesaikan oleh DPR periode 2004-2009. ‘Tak elok menyerahkan pembahasannya ke anggota DPR periode mendatang. Dapat dikabarkan, Persidangan DPR-RI kemaren terus dipantau oleh Ir GM Chandra Panggabean Ketua Umum Panitia Pembentukan Provinsi Tapanuli. Isu bahwa Nias tidak akan bergabung ke PROTAB tidaklah subtansial karena PROTAB sampai saat ini tidak pernah meminta secara resmi agar Kabupaten Nias dan Nias Selatan bergabung ke Provinsi baru itu nantinya.
Mengenai informasi yang simpang siur bahwa segera dilantik PLt Bupati Nias Barat tanggal 27 Juni 2008, hal itu tidak benar, karena Ketok Palu DPR RI saja belum ada bagaimana hal itu bisa terjadi? Sekaligus tanggal-tanggal yang dijanjikan misalnya 17 Juni 2008 Ketok Palu, tanggal 28 Juni 2008 PLt, itu semua hanya info yang tercecer. Kita tunggu saat yang tepat, semoga tanggal 18 juli 2008, Paripurna terakhir untuk membahas Pemekaran tersebut. Amin
Mustika Ranto Gulo
PMpWed, 25 Jun 2008 12:58:20 +000058Rabu 4, 2007 pada
Tunggu saja dan berdoa. Kita harus optimis dan percaya kepada panitia pemekaran. Terima kasih kepada Tim Fasilitas Pemekaran Nias atas upaya dan perjuangan kalian semua, God Bless You all
PMpFri, 27 Jun 2008 23:15:31 +000015Jumat 4, 2007 pada
YTH. Semua Elemen Masyarakat Indonesia yang demam Pemekaran
1. Saya melihat bhw Pemekaran telah menjadi komiditi para elite politik semata. Hanya kepentingan perutnya saja yang menjadi target. Bukan Begitu Pak Moderator? Perjuangan pemekarana itu sudah tidak murni, karena segelintir orang mempertaruhkan nama dan atas nama rakyatnya demi kekuasaan belaka. Bagi-bagi posisi, memperluas kesempatan, apakah ini bukan bagian dari memakmurkan KKN?
2. Saya menilai bahwa bukan di daerah anda saja yang mengalami hal2 seperti yang anda tulis, di seluruh Indonesia sudah terbukti bahwa 60% daerah yg dimekarkan menjadi kabupaten TERMISKIN DI INDONESIA, coba lihat Kab Sorong dan Kab Nias Selatan (masuk dalam deretan paling akhir) alias daerah paling miskin. Tujuan pemekaran kemana kalau begitu? Jika daerah yang anda katakan Nias Barat dimekarkan bisa saja, artinya kemiskinannya yang dimekarkan. Saya yakin akan menuai masalah lebih besar dikemudian hari, siapapun tidak ada yang bersedia mengurus serpihan-serpihan yang terisa di negeri ini. Orang yang tertarik mengurus daerah paling miskin (Contoh perusahaan yang koleps) adalah orang yang kehilangan kesempatan baik dalam hidupnya, dimana-mana tidak diterima. Mungkin baginya, dari pada tidak ada job, ya sudah mari kita urus saja, lumayan jadi raja kecil di daerah yang miskin, kontrolnya kurang sehingga kesempatan korupsi semakin besar.
3. Pemikiran ini yang ada dalam benak Bapak Mardianto (Menteri DDN) sebenarnya, jangan sampai pemekaran hilang eseninya karena kepentingan elite politik. “Pemekaran belum tentu demi kepentingan rakyat, itu semua hanya dikelabui saja oleh para elite politik di daerah agar mereka mendapat job”
4. Persoalan baru belum terbayang sekarang, anda juga harus teliti lebih dalam lagi tentang kemampuan daerah yang anda maksud. DPR RI memaksakan pemekaran demi rakyat, katanya…. pada hal sebenarnya mereka kehilangan muka karena ternyata membebani pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah Kabupaten induk. Itulah kenyataannya. Akhirnya bagaimana jadinya, contoh NIAS SELATAN sekarang tidak mampu mengelola anggararannya sendiri, karena kurang dipercaya, mereka tidak mampu mengelola kabupaten baru itu.
5. Masih banyak unek2ku sebenarnya, tetapi waspada saja kepada mereka yang rakus pemekaran demi job dirinya sendiri bukan demi rakyat, nanti ketemu batunya di lapangan, sudah banyak contoh.
6. Dalam team kami juga ada yang kurang waras, ingin mengambil kesempatan merauh banyak uang dari daerah yang getol pemekaran, apapun mereka (Pejuang Elite Politik) akan membayar.., yah sogok2 dikitlah. Tujuannya asal hasil penilaian daerah itu bisa meloloskan daerah yg tidak layak menjadi layak. Itu bisa diatur katanya ….apa? ah itu katanya… hahahaha.
Selamat untuk elitor politik pemekaran, ada tanggapan pak moderator?
wassalam.
Failsal A
AMpMon, 30 Jun 2008 11:07:32 +000007Senin 4, 2007 pada
Beberapa waktu lalu saya ketemu dengan Ketua Tim Fasilitas Bapak Ama Kalra Daeli di gedung DPR senayan. Dia bercerita kalau apa yg dituduhkan kepadanya selama ini oleh Pilar bohong besar dan berkat perjuangannya Pemekaran Nias Barat sudah didepan mata. Sekarang banyak orang yg dulu mencaci maki dia menjadi peminta-minta dukungan kepadanya terutama ketua umum Pilar Nias Barat. Kalau memang itu benar berarti Pilar sudah mulai tau diri, dan memang demikianlah adanya. Pilar semestinya dari dulu buakn pengacau tapi pemberi solusi apalagi dibawah kepemimpinan Balugu Samauze Luo, Pilar seharusnya low profile. Namun saat ini saya melihat Pilar sepertinya sudah tewas alias hilang ditelan waktu. Kacian deh…
Mohon informasi apakah Pilar masih ada atau tidak.
PMpMon, 30 Jun 2008 22:34:01 +000034Senin 4, 2007 pada
Ah, Faa Gulo alias LH, skrg kita sdh tahu siapa ama klara, siapa ranto dan siapa anda sebagai simbol pengkhianat suka adu domba orang. Ama klara niha sifalele-lele ina, ranto malah doakan kalian siang malam supaya jadi pemimpin nias barat. Cukuplah LH, kami sdh tahu anda siapa, dan kami dukung ranto karena ada alasan. Ranto pemimpin masa depan Nias Barat, jgn marah, ama klara itu abang saya, rumahnya sederet rumah kami, bapaknya dan bapak saya kakak adik. Jasanya di pemekaran saya lebih tahu, tidak lebh dari seorang yang tukang ngemis, kayak kentut. Lalu anda LH siapa? Mengenai misi anda menjadi mata-mata PILAR kami sdh tau, tanya saja Ama Joy (putra sirolu banua). sebaiknya jaga hatimu saja, sebelum otakmu diledakkan oleh kemunafikan! Kalau kurang puas temui saya di kantor DPRD DKI.
Anda tahu kan?
PMpTue, 01 Jul 2008 13:45:52 +000045Selasa 4, 2007 pada
Pak Faa, bapak ini lucu juga, ya, klo di pikir-pikir, sich, apakah pemekaran Nias Barat hanya dapat terwujud karena 1 (satu) orang saja? Apakah meminta pertanggungjawaban dalam satu organisasi itu dianggap menuduh seseorang? Apakah jikalau seseorang menegur lalu bertegur sapa dianggap sebagai mencari dukungan.
BTW, anggaplah tulisan bapak sebagai intermezzo seperti di lagu, terkadang harmonis dan indah didengarkan terkadang fals dan tidak indah didengarkan. Salam.
PMpTue, 01 Jul 2008 21:43:57 +000043Selasa 4, 2007 pada
Maaf Pak Faisal baru saya ada waktu untuk membaca dan merenungkan begitu lama tulisan anda itu. Hebat!
Di sisi pemahaman saya sebagai putra daerah Nias Barat, Pemekaran Nias Barat akan membawa dampak kesejahteraan kepada seluruh rakyat Nias Barat, sebab daerah itu memang sangat terisolir dari dunia informasi.
Salah satu sebab kemiskinan di sana adalah minimnya transportasi dan putusnya jejaring komunikasi dan informasi secara global. Penduduk lokal tidak bisa berinteraksi bisnis di dunia lain. Hanya bisa melakukan dgn cara tradisional saja dgn ‘apa adanya’ daerah itu sangat tertutup.
Salah satu alasan pemekaran adalah bagaimana menanggulangi kedua alasan ini. Kalau orang lain bertujuan untuk berkuasa di sana setelah pemekaran, itu lain soal. Memang ada yang mencoba menepuk dada di depan rakyat bahwa ‘dia adalah pejuang paling berjasa terhadap pemekaran’. Cara ini sudah kuno dan akan terkubur dalam-dalam sejalan dengan waktu saja. Mereka mencoba untuk merancang posisi-posisi di pemerintahan nanti, apa tujuannya? Apakah untuk membangun daerah itu? Semoga mereka tidak bercita-cita untuk memamerkan kuasa dan keahlian berbirokrasi, serta ujung-ujungnya mereka menempati bui karena terpaksa mencuri alias “korupsi”. Ada yang sudah pasang kuda2 mengatisipasi musuh2nya dalam persaingan untukmenjadi orang nomor 1 di sana, sehingga sebelum berkuasa saya kuatir mereka sudah pada jatuh struk, ataupun gila ataupun mai ataupun layu sebelum berkembang. Mengapa posisi-posisi itu menggiurkan? Karena pemahaman yang salah, yaitu bahwa nanti kalau berkuasa bisa korupsi diam-diam. Wah, sudah tak jamannya, itu artinya bodoh, tolol dan goblok sekali. Cita-cita yang luhur, adalah memberi diri untuk nias barat, begitu pak Faisal.
Daerah itu, adalah daerah minim, saya setuju dengan anda bahwa seakan-akan kita memekarkan kemiskinan untuk menambah kemiskinan. Orang yang mengurus daerah seperti itu harus benar2 orang yg berdedikasi tinggi. Bukan orang yg hebat berbirokrasi di belakang meja. Sebab 5 tahun pertama pemekaran, kalau salah managemen maka daerah itu akan hancur dan pasti digabungkan kembali dgn daerah induk, seperti ancaman Kab Nias Selatan sekarang (sorry saya belum ada data).
Namun, jika pemekaran demi kepentingan org2 tertentu saja, maka kita tinggal tunggu waktu saja, pasti menuai kehancuran. Pemekaran Nias Barat, apakah digerakkan oleh kebencian terhadap orang2 tertentu? Semoga bukan demi kesejahteraan diri sendiri, tetapi demi masyarakat Nias.
Saya geli, sebab beberapa orang sudah mengancam hidup saya untuk dibunuh kalau ikut-ikutan mengurusnya.
Contoh, komentar Faa Gulo, (Alias Manusia tidak Jelas) sebab nama itu hanya samaran saja. Membuktikan bahwa kelompok Ama Klara Daeli itu tidak bekerja demi orang banyak, kalau itu benar, sayang sekali. Anda tahu, Wil Nias Barat merupakan wilayah terbesar suara GOLPUT pada PILKADA SUMUT. Itu artinya rakyat bosan dan bosan dengan gaya preman yang mengandalkan otot tanpa otak. Seharusnya Faa Gulo jangan mengadu domba orang2 nias barat, anda belajar tenang komentar #ILOVE WEST NIAS’ itu.
Percuma anda menganggung-agungkan budaya nias kita nilainya tinggi, sementara anda ‘memamerkan kebodohan dan kemunafikan di setiap millis atau internet’. Nias itu agak identik dengan pengikut kristus, namun mental seperti ini seperti anti kristus, sebab FAA GULO tidak bisa jadi saksi yang baik dan benar dalam perbuatan sehari-hari.
Pak Faisal, saya kembali ke komentar anda, mengenai masalah yang akan timbul nanti setelah pemekaran. Saya setuju, sayangnya banyak org yang takabur yang berpikir bahwa pemekaran adalah akhir perjuangan. Pada hal PEMEKARAN ADALAH AWAL PERJUANGAN YG SESUNGGUHNYA MENUJU SUKSES ATAU SEBALIKNYA KEHANCURAN. Mengapa? Saya hanya berpedoman pada UU 78/2007 yang baru, bahwa ketuk palu pemekaran bukan segala-galanya. “JUSTRU MASALAH BARU AKAN KITA SEGERA MULAI, YAITU MENGURUS SESUATU YANG TIDAK JELAS BATASANNYA”.
KETOK PALU ARTINYA START PERJUANGAN BARU MULAI. Oleh karena itu, tidak perlu bertepuk dada siapapun dia, atas persetujuan pemerintah dan DPR RI mengenai jadinya NIAS BARAT. “ITU BUKAN MILIK BAPAKMU SAJA, TAPI MILIK BAPAK KITA SEMUA” artinya ‘tenga ha chonamau nias barat, tapi choda fefu yaitu ono niha se pulau nias, se Indonesia”.
Cara dan pola pikir keakuan itu ‘FACHOGUSA’ akan memecahkan persatuan kita membangun daerah itu. Orang-orang yg mendengar hal ini jadi malas, mereka antipati jadinya ‘lau-lau mano’. Sikap cuek itu telah lama ada, seharusnya sikap kita ONO NIHA justru harus memotivasi semua orang nias untuk pulang membangun NIAS TERMASUK NIAS BARAT, Tumpang Tangan di atas peta nia barat setiap hari agar daerah ini makmur dan sejahtera, dijauhkan dari konflik horizontal dan jauh dari tindakan-tindakan KKN yang sdh terbukti menjatuhkan martabat dan harkat diri bangsa ini. …Haleluyah!
Itu saja komentar saya sementara, amin
AMpWed, 02 Jul 2008 09:13:18 +000013Rabu 4, 2007 pada
Saya kagum dengan Bapak Ranto Gulo, menurut saya itu pemikiran yang membangun kita semua. Perjuangan pemekaran NIas Barat bukan hanya segelintir orang tapi semua elemen masyarakat Nias Barat turut andil dalam proses perjuangan termasuk PILAR Nias Barat. Walau ada beberapa faktor saling gesek pada awalnya tapi tentu pepatah nias berbunyi “HULO FA DEKHA NONO GARA, ITUGU FADEKHA BA ITUGU ALOSO” (Artinya dalam perjuangan ada beda pendapat tapi itu suatu motovasi supaya saling berlomba dalam memperjuangkan Pemekaran ini).
Kepada PILAR NIAS BARAT Janganlah tinggal diam namun beri andil dalam perjuangan dan mengisi pemekaran kelak demi kemajuan Nias Barat.
Salam,
John Travolta
PMpThu, 03 Jul 2008 17:13:15 +000013Kamis 4, 2007 pada
Sedih amat lihat tingkah laku calon-calon pemimpin masa depan Nias Barat ini, tidak henti-hentinya saling menyerang, tidak ada yg berjiwa besar baik orang2 Pilar maupun orang2nya Ama Klara. Kalau begini siapa lagi yg bisa dicontoh. Bertobatlah… saudara-saudara. Sebaiknya Pilar merangkul semua pihaklah biar tidak gontogontokan. Maaf ya kalau saya nasehatin
AMpFri, 04 Jul 2008 11:41:37 +000041Jumat 4, 2007 pada
Lama-lama saya benci setengah mati sama manusia sombong seperti Faa di komentar di atas no. 2. Apalagi kelompok Ama Klara Daeli (beberapa orang saja ndraono zirombu itu, soknya minta ampun). Teman saya daeli dan hia yg lain, cukup rendah hati sekali tapi keluarga ini, sangat congkak, bicaranya selangit!”.
Halo Faa, “Anda sepertinya sedang bergerilya mengontak semua org agar benci kepada Pilar. Tapi ingat, anda ikut mati juga dalam lobang yang kau gali untuk menjatuhkan pak ranto itu. Org yg menggali lobang untuk menjatuhkan orang yg tulus hatinya, dia sendiri yang masuk ke dalam lobang itu”.
Dan kpd bapak ranto, ingat bahwa perjuangan kita tulus dan tidak mengganggu kelompok org2 itu. Biar saja, mereka gila hormat dan gila jabatan. Kalau sdh gila maka mereka masuk RS Jiwa, kalau sehatpun masuk Penjara, kasus mereka2 itu banyak pak.
Saran saya “Pegang Kebenaran dan Beharap Kepada Tuhan saja, jangan terganggu dgn trik2 mereka menjatuhkan kita. Pak Ranto sebagai pemimpin, harus rendah hati, jangan membalas makian mereka itu”. Niha sifalele-lele ina itu, umurnya pendek, maksud saya karirnya hanya sebentar, nama org ini sdh hancur, tidak ada lagi simpatik kpd kelompok 7 org ini. Jgn mundur, maju terus!”.
J Waruwu
AMpTue, 08 Jul 2008 08:57:03 +000057Selasa 4, 2007 pada
Yth Bapak Moderator
Pertama, saya tidak bisa ikuti konflik pembicaraan res#3, karena tidak relevan dengan topik kita ini.
Kedua, Pemekaran memang diusung oleh seseorang (atau kelompok)dari setiap daerah untuk tujuan pemekaran job mereka juga.
Mungkin mereka kalah dalam PILKADA, lalu solusinya daerah itu diperjuangkan untuk dimekarkan shg ada peluang posisi / jabatan baru. Saya masih ragu kalau2 tujuan pemekaran untuk rakyat.
Ketiga, terima kasih tulisan anda yang menurut saya banyak yang mengutip dan dijadikan referensi beberapa tulisan di koran daerah. Kali ini khusus sumut ada 5 daerah pemekaran, jadi jika pemekaran ini sdh ok, maka sumut satu2nya daerah yang sangat berpesta pora.
Keempat, Nias Barat, saya analisa sangat strategis karena berada dibagian barat samudera indonesia (berbatansan laut international). Semoga perjuangan pak moderator dapat tercapai, sedikit info bahwa di dalam team kami sendiri banyak yg pasang muka, seakan-akan sdh berjuang, jgn kuatir sebab mereka tak ada job apa2. Mungkin di daerah anda orgnya penampilannya bagaikan seorang pejabat … hehe.
Sukses selalu dgn terbentuknya DPOD NIAS sehingga minggu depan dapat selesai dan …Horeeee Nias dimekarkan! Saran saya jgn terlalu tenggelam dalam kebahagiaan, belum selesi perjuangan ini.
sampai saat ini, masih banyak proses yg sifatnya teknis.
Daerah lain juga pasti peta pora, apa ini tujuan akhir?
saya setuju tulisan bapak, Pemekaran ini baru awal perjuangan yg sesungguhnya….bagaimana mempersiapkan dan mengisinya? itu tugas beraaat!
sampai disini dulu Pak Moderator, sampai ketemu.
wassalam
Faisal A
PMpMon, 14 Jul 2008 17:25:21 +000025Senin 4, 2007 pada
Informasi kalau tgl 18 juli 2008 itu tidak jadi paripurnakan Nias Barat, sebenarnya Ama Klara itu tidak bosan-bosan melakukan pembohongan publik. Sebaiknya Ranto menegur BPP agar tidak bohongi rakyatlah. Pilar kan misinya mengawal pemekaran. Jangan karena Ranto jadi ketua karena Ama Klara trus tidak berani lagi kritik Ama Klara.
Sukses buat Ranto.
Sulaiman