Kegagalan adalah Bagian dari Keberuntungan
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpMon, 09 Jun 2008 20:24:33 +000024Senin 4, 2007
Jakarta, 8 Juni 2008
Kegagalan adalah bagian dari keberuntungan, bagaimana bisa?
Ketika saya tulis artikel “Siapa Yang Jadi Tumbal Kegagalan Pemekaran Kabupaten Nias ?” pada tanggal 18 Mey 2008 yang lalu, saya di telepon bertubi-tubi oleh teman-teman seperjuangan menyatakan ada yang keberatan atas tulisan itu. Saya sudah menduga hal itu terjadi, kenapa? Karena Fungsi ”social control” masyarakat kita masih belum begitu dipahami, karena budaya “Yes Sir” dimasa Orde Baru masih dianut. “Yes Sir” artinya dalam bahasa Nias “Ya’ia mano da’o tua! Sindruhu da’o”. Sehingga ketika ada tampil tulisan seperti ini, pasti belum bisa diterima oleh orang yang takut gagal. Pada hal ini hanya sebuah warning kepada kita, karena kegagalan itu belum datang.
Kita semua masih dalam proses perjuangan “Semua Ingin Ambil Bagian, Besar atau Kecil, Tua atau Muda”. Silahkan untuk dikoreksi dan dimotivasi sebagai rambu-rambu agar lebih mantap langkah kita ke depan dan akhirnya berhasil..alias tidak gagal.
Kelihatannya ada benarnya, tulisan itu sangat keras karena seakan-akan pemekaran sudah gagal dan tidak ada harapan lagi. Sehingga menimbulkan banyak tafsir dan kegelisahan kepada para senior pejuang kita, seakan-akan merekalah yang menjadi tumbal pemekaran. Pada hal jawaban siapa tumbal atau korbannya adalah bukan anda dan saya, bukan para senior pejuang, bukan masyarakat yang tentu sudah kehilangan kepercayaan kepada PEMERINTAH yang sebentar lagi akan memohon dukungan kepada mereka dalam PEMILU 2009.
Tumbal Kegagalan Pemekaran yang benar adalah mereka yang sebentar lagi mengemis dukungan rakyat dalam pesta DEMOKRASI yang akan datang itu, seperti Partai-partai, Para Caleg dan juga Capres dan Cawapres, yang akan berkampanye untuk mendapatkan dukungan rakyat untuk memilih mereka. Rakyat sebenarnya adalah OWNER PEMEKARAN bukan anda dan saya yang berkoar-koar untuk pemekaran, sebab kita cuma alat perpanjangan tangan rakyat yang dipercaya oleh Tuhan untuk sementara.
Itulah sebabnya DPR RI KOMISI II mati-matian berupaya untuk pemekaran tersebut, sehingga setelah DPD datang melihat Nias beberapa bulan yang lalu yang nota bene mereka absen dalam rapat paripura, menyusul beberapa hari yang lalu DPR RI KOMISI II juga dari berbagai partai datang ke Nias dan menyatakan Nias Layak dan lolos. Pada hal bukan itu esensy penundaan pemekaran, bukan layak atau tidak, masa-masa itu sudah lewat. Sekarang pemekaran masalanya adalah “Disetujui Oleh Pemerintah melalui DDN atau tidak, ada anggarannya atau tidak”. Semoga kunjungan yang baru ini membawa pencerahan dan kelegaan bagi kita semua dan bulan depan sudah ketok palu “PEMEKARAN NIAS” sesuai janji mereka.
Kalau kita jujur, kita belum siap, baik dari sisi fasilitas dan infrasruktur di Nias Barat belumlah memadai, apalagi dukungan kebersamaan dan kekompakkan masih diragukan. Buktinya, perjuangan kita untuk membangun sebuah gedung serba guna saja masih terkeok-keok, karena dana kurang. Gerakan gebyar untuk pengumpulan dana tidak mempan untuk menyentuh hati masyarakat lagi, mengapa? apakah karena kehilangan kepercayaan atau memang orang-orang kita cuma ngomong doang?
Mari kita motivasi semua pihak bahwa pemekaran adalah milik kita bersama bukan kelompok tertentu saja. Suapaya masyarakat termotivasi untuk menyumbang, memberi diri dan rela berkorban. Karena mereka merasa bahwa efek pemekaran adalah milik masyarakat. sekali lagi saya sampaikan bahwa “MASYARAKATLAH PEMILIK (OWNER) PEMEKARAN”.
Jangan takut, sebab Para Pejuang Pemekaran akan menerima imbalan yang setimpal baik dari manusia maupun dari Tuhan, kalau perjuangan itu murni. Semoga!
Jadi, kalau pejuang kita mengharapkan imbalan sejak dini, misalnya untuk menaksir posisi-posisi tertentu, yah tentu harus konsekwen menerima penilaian masyarakat pada diri anda. Saya harapkan, teman-teman seperjuanganan jangan terlalu terburu-buru memihak kepada kegagalan itu, dan mengatakan bahwa tulisan saya “siapa tumbal kegegalan pemekaran Nias Barat, adalah diri anda”. Salah besar itu, coba dianalisa dululah … ”Memang beberapa orang masih sangat terbatas untuk memahami setiap berita dan informasi…inilah masalahnya”.
KEGAGALAN ADALAH BAGIAN DARI KEBERUNTUNGAN
Cerita ini adalah “TRUE STORY”, Ketika seorang ibu sedang hamil tua dan tidak diizinkan oleh Dinas Bandara Jerman Timur untuk ikut dalam penerbangan bersama suami dan anak-anaknya untuk dipulangkan ke Jerman Barat. Ibu ini gagal, suaminya gagal, berbagai upaya negosiasi tidak menolong mereka, tetap pada keputusan bahwa peraturan penerbangan tidak mengizinkan seorang IBU HAMIL TUA untuk terbang dalam pesawat itu. Karena desakan harus dipulangkan sesuai jadwal maka akhirnya sang istri ditingggalkan dengan air mata, dalam pelukan sangat keras, suaminya menyesali Tuhan. Dia berontak dan tidak menerima kenyataan itu, sangat tragis. Suaminya sempat berupaya untuk menyatakan merubah keyakinannya terhadap faham yang dianut oleh negaranya asalkan bisa batal dipulangkan, namun tetap tidak berhasil.
Singkat cerita, suami dan kedua anaknya berangkat terbang, istrinya terkulai dan jatuh tak berdaya memandangi langit dimana pesawat boing itu sedang menanjak menembus langit. Apa yang terjadi 7 menit setelah meninggalkan bandara, meledaklah pesawat itu dan berkeping-keping dilangit, membakar sejumlah rumah penduduk. Tubuh mereka terbakar hidup-hidup di atas langit, seketika ibu ini bangkit berdiri dan terpaku tak bisa bicara apapun.
“Saya ada dimana?” Kata ibu ini kepada seorang suster yang berdiri disampingnya disebuah rumah sakit dan sedang menggendong bayi mungil yang baru saja dilahirkannya dan mujizat terjadi bahwa anak ini sehat sekalipun masih belum cukup umur menurut versi kedokteran. Suster dan beberapa orang pelayan lainnya mencoba menjelaskan kepdaanya apa yang terjadi. Kegagalan keberangkatan itu adalah bagian dari keberuntungan, terima kasih Tuhan, air matanya berlinang sambil memeluk anaknya yang masih merah itu. Sekalipun suaminya dan kedua anaknya sudah tiada, namun ibu ini menaruh sebuah harapan bahwa anak laki-laki yang baru dilahirkannya menadi ahli waris keluarga.
Kegagalan bukan keberhasilan yang tertunda, tetapi bagian dari keberuntungan. Pemekaran adalah urusan orang banyak, kepentingan orang banyak dan cita-cita orang banyak. Kalau berhasil, maka keberhasilan orang banyak, kalau gagal, adalah kegagalan orang bayak. Jangan terlalu sedih atas tulisan ini, keberhasilan sedang berpihak pada kita.
Kalau seandainya kegagalan itu jadi kenyataanpun, sudahlah kita jangan bertengkar, sebab disisi lain keberuntungan sedang menanti kita. Kekuatiran saya sebenarnya justru ketika “KEBERHASILAN ITU DATANG KITA BELUM SIAP MENERIMANYA” hal ini akan menyebabkan pertengkaran bahkan sudah terjadi ditempat lain ada yang saling membunuh karena berebut posisi. Semoga tidak terjadi, jangan kuatir, sebab TUHAN pasti sudah menetapkan dari semula siapa yang akan memimpin Nias Barat kelak kalau sudah dimekarkan. Amin.
AMpFri, 13 Jun 2008 03:27:06 +000027Jumat 4, 2007 pada
Jujur saja ya, membaca berita ini jadi merinding. Panitia Pemekaran selama ini membodohi rakyat dan berjanji-janji palsu. Ama Klara Daeli harus bertanggung jawab atas gagalnya pemekaran ini. Sebaiknya Pak Ranto terus mendesak Panitia agar tidak mempermainkan rakyat nias barat dan mau mengembalikan uang-uang yang sudah dikumpulkan untuk pemekaran.
Terima kasih
Salam.
Sitefan Gulo
PMpFri, 13 Jun 2008 21:29:47 +000029Jumat 4, 2007 pada
OH SALAH BESAR ANDA INI,PAK SITEFAN GULO ada usul saya:
1. Jangan lempar tulang ditengah gonggong dan meong, tulisan itu tidak ada hubungannya dgn kepanitiaan pemekaran. Orang Nias Barat tidak akan pecah Ranto dan Luthe akan tetap solid.
2. Saya sdh telepon pak ranto gulo, maksudnya sdh jelas, anda saja yg salah pengertian. Tumbal pemekeran bukan ama clara alias luthe.
3. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Pemekaran saja tdk pasti pertengkaran sdh dimulai.
Yaahowu fefu
Dedy
PMpSat, 14 Jun 2008 19:44:28 +000044Sabtu 4, 2007 pada
Kawan-kawan, Pemekaran tidak gagal. Para pejuang pemekaran juga tidak pernah membodohi rakyat. Sebaiknya kita semua dituntut untuk mendukung usaha, dan komitmen para pejuang Nias Barat. Karena pemekaran tinggal menunggu waktu. Pemerintahan sedang membahsa-nya bersama dengan DPR di Senayan…jadi tunggu waktu-nya…ya. Jangan terburu-buru
http://www.niasbaru.wordpress.com
AMpMon, 16 Jun 2008 07:07:28 +000007Senin 4, 2007 pada
Kenapa ya sekarang Pilar Nias Barat tidak lagi mengawal proses pemekaran, apakah nyali Pilar sudah ciut?, Pembodohan-pembodohan yang telah dilakukan oleh panitia pemekaran kepada masyarakat perlu Pilar Sikapi sebagai bukti bahwa Pilar benar2 membela kepentingan orang banyak.
Pak Ranto harus kosisten pada perjuangan Pilar mendesak Ama Klara untuk bersungguh-sungguh dalam proses pemekaran. Juga bagaimana nasibnya dana Bencana yang pernah Pak Ranto usut, semestinya Pak Ranto tidak takut meneruskan kasus itu. Sekarang uang bencana tersebut dipake Ama Klara untuk ongkosnya dlm team fasilitasi. Itukan menyalah gunakan fungsi peruntukan uang tersebut. Pak Ranto jangan takut mengusut temuan bapak tersebut agar kami masyarakat ini tidak menganggap bapak ASBUN.
Terima kasih ya Pak Gulo, Selamat atas gelar barunya BALUGU SAMAUZE LUO, Perintis kebenaran Nias Barat. Buktikan pak kalau Bapak mampu mengungkapkan kebenaran.
PMpTue, 24 Jun 2008 12:31:12 +000031Selasa 4, 2007 pada
salom dah pasti klo ke gagalan itu awal dari ke berhasilan……….bukan dalam arti menjatuhkan………….aslan karna dari ke gagalan ornag semua berhasil asalkan yakin dan percaya pada diri sendiri.ne web yang baru aku temukan di internet.aku percaya bahwa semua fats akan ikut memberi saran yang baek