Nias Harus Bangkit dan Fokus pada pembangunan Ekonomi Rakyat
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSat, 24 May 2008 10:24:30 +000024Sabtu 4, 2007
Jakarta, 24 Mei 2008
Melihat realita pembangunan infrastruktur di daerah Nias saat ini, sudah jauh lebih memadai dari pada tahun 2005. Sekarang posisi kita sebagai masyarakat adalah memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk mempertahankan kelangsungan ekonomi rakyat Nias. Pembangunan Nias oleh BRR sekalipun disana-sini masih ada kekuarangan, namun kita harus bersyukur karena sudah ada perubahan drastis yang sangat nyata. Tinggal masalahnya apakah Pemerintah Daerah tanggap akan hal ini atau tidak. Bola ada ditangan rakyat Nias sekarang, jangan berleha-leha, mari kita tingkatkan semangat untuk belajar-dan belajar dan memproduksi lebih baik dari sebelumnya.
Masalah kita ada 3 saat ini, yaitu:
- Modal Kerja, yaitu modal kerja masyarakat tani yang sangat minim karena nilai komoditi sangat rendah. Bank yang mendanai usaha kecil masih belum ada, kecuali Koperasi Simpan Pinjam yang merajalela sekarang sebagian besar mengambil bunga tinggi yang bernuansa (berkedok) rentenir. Selain itu Modal kerja masih berupa ‘tenaga sendiri’ tanpa disertai teknologi yang memadai. Contoh, bibit yang diperoleh petani untuk menanam berbagai tanaman produksi disemaikan secara tradisional. Hasilnya pun tidak maksimal karena bergantung kepada alam, belum memakai teknologi pemupukan yang cangkih.
- Tenaga Ahli, yaitu kurangnya tenaga ahli kita yang menggeluti bidang pertanian karena pola pikir yang terpenjara untuk selalu ingin menjadi PNS. Jarang pemuda kita ingin kembali ke sawah, karena belum melihat hasil dan efek yang ditimbulkan oleh agro bisnis itu sendiri. Tenaga Ahli sangat diperlukan, oleh karena itu dibutuhkan lembaga pendidikan misalnya Universitas atau lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi ditingkat Ahli Madya.
- Distribusi, yaitu daerah kita telah dipenjara oleh laut disekelilingnya. Distribusi hasil tani sangat sulit dicapai secara maksimal, karena hanya satu pintu gerbang distribusi Nias ke SUMATERA yaitu PELABUHAN SIBOLGA saja. Restribusi yang tinggi dikenakan kepada setiap pengiriman hasil tani rakyat sejak peristiwa gempa pebruari 2005 yang lalu. Mungkinkah hal ini dikarenakan kerja sama antar Pemkab Nias dan Kota Madya Sibolga yang kurang baik? Disertai sikap politik yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi kita ke depan, termasuk isu terbentuknya Propinsi Tapanuli dimana Nias tidak ingin bergabung di dalamnya.
Masalah Nias masih banyak, namun tiga masalah pemicu ekonomi di atas merupakan masalah prioritas yang harus segera diselesaikan dengan baik dan cepat. Guna mengisi pembangunan ekonomi rakyat di Nias secara maksimal dengan jangka waktu yang relatif pendek.
Salam
Mustika Ranto Gulo
AMpSun, 25 May 2008 01:37:04 +000037Minggu 4, 2007 pada
bukan hanya nias, tapi suadah saatnya kita bangun dari keterprurukan yang terus melanda negeri ini
PMpThu, 10 Jul 2008 16:18:19 +000018Kamis 4, 2007 pada
saya sepakat dengan pembangunan nias yang dimulai dengan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat nias. tetapi yang menjadi kendala sekarang menurut saya adalah tidak adanya kerjasama yang kuat dari seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di nias. kerja team sangat dibutuhkan karena tidak mungkin hanya satu org bisa sepenuhnya merubah nias tetapi bkn harus 1000 org yang bisa. saya ingat perkataan bung karno dalam “penyambung lidah rakyat indonesia” berkata bahwa dia tidak membutuhkan 100.000 org untuk membangun indonesia tetapi jika ada 10 orang yang benar-benar mau mengubah bangsa indonesia saya siap menjalankannya.
pesan diatas sangat bagus untuk pencerahan masyarakat nias yang memiliki ego masing-masing tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat secara umum. saya sebagai siap bekerja sama dengan siapa pun untuk membangun nias kapanpun dan dimanapun. karena yang menjadi cita-cita saya sejak kecil bukan menjadi profesor ataupun yg lainnya tetapi membangun perpustakaan kota di masing2 daerah di pulau nias. tujuan saya untuk membuka rasa saling memiliki antara masyarakat nias supaya kelak cita2 seluruh masyarakat nias dapat tercapai.
yang lebih penting, kita harus kuat dari dalam nias sendiri sebelum melakukan perubahan di nias yang mungkin saja bisa menjadi sebuah konflik.
salam dari saya “Richard Hia”
Ya’ahowu.
PMpMon, 28 Jul 2008 20:34:59 +000034Senin 4, 2007 pada
Salam yaahowu bauada!
Saya kenal anda richard hia, terima kasih tanggapan anda tersebut di atas. Memang saya lebih cederung setuju kalau yang kita bahas disitus iniadalah Bagaimana memberdayakan Nias yang sudah cukup lumayan bagus sekarang.
Generasi Nias yang sedang kuliah di jakarta seperti di STT SETIA yang sedang dirudubg masalah,memiliki peluang untuk pulang dan membangun Nias setuhnya.
langkah strategi adalah:
1. Iman dan tagwa kepada Allah, itu yg pertama karena tanpa iman maka manusia nias seutuhnya kurang berpotensi baik.
2. Bangun kemampuan keahlian, tanpa keahlian dibidang masing-masing maka nol semua apa yang kita cita2kan.
3. Kemampuan bahasa, secara khusus saya tekanan hal ini karena rata orang kita masih belum faham menganlisa pernyataan-pernyataan dalam bahasa indoensia, apalagi bahasa inggris.
trimaksh