MEDAN - Mendagri Mardianto memerintahkan pemerintah Provinsi Sumut melanjutkan pembangunan Nias, jika BRR mengakhiri masa tugasnya.
Baca juga di http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/15/1/109602/sumut-diminta-ambil-alih-pembangunan-nias
Hal itu dikatakan Mardianto, Kamis (15/05/2009) di Hotel Grand Angkasa Medan, usai menghadiri acara pertemuan Stakeholder di Sumut dengan BRR yang akan mengakhiri masa tugasnya pada April 2009 mendatang.
Menurut Mardianto, untuk melanjutkan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih belum selesai, yakni dengan penyediaan dana atau pagu indikatif, baik dari dana APBN murni dalam rencana kerja pemerintah tahun 2009, maka pemerintah provinsi maupun kabupaten di Nias dapat mengambil dananya dari bantuan pinjaman luar negeri yang sebahagian belum disalurkan.
Dirinya juga mengatakan, rencana kerja yang harus segera disusun oleh pemerintah Provinsi Sumut maupun di kabupaten Nias dalam memberlanjutkan rekontruksi di kabupaten Nias, pascagempa yang terjadi pada Bulan Maret 2005 silam adalah, pembangunan perekonomian di Nias yang berkelanjutan. Sebab dana hibah senilai USD20 juta untuk pembangunan perekonomian di Nias telah disiapkan oleh Bank Dunia.
Bentuk percepatan pembangunan ekonomi di kabupaten Nias yang harus segera dibuat adalah dengan membangun Lapangan terbang di daerah Lahewa, dan pembangunan dermaga di pulau Telo di teluk dalam Nias Selatan.
Sebab Nias yang memiliki daerah pariwisata andalan terutama lautnya, sangat membutuhkan dua aspek penunjang itu. Sehingga jika konsep ini dapat dilaksanakan, maka kondisi perekonomian Nias akan bangkit lagi dan investor mau berinvetasi di daerah itu. (Robby Karo-karo/Trijaya/mbs)