Cerita ini, sebuah fiksi saja, anda harus, baca sampai habis, baru anda mengerti.
Kertas koran yang usang bekas bungkusan pisang goreng si maman, diterpa angin sore itu, saya menangapnya ketika terangkut disela-sela kedua kakiku. Saya sudah lama tidak merokok, sehingga saat-saat seperti ini bagaikan penantin yang sangat membosankan. Jakarta, panas tapi asyik juga untuk membuang waktu menanti matahari terbenam sambil duduk di halte Dukuh Atas.
Kertas koran itu kubolak balik, hanya itu yang kupegang untuk menyibukkan diri dan aku menyimak kata-kata yang sudah buram karena terkena minyak goreng bekas pisang goreng si maman yang masih asyik berjualan di sudut jalan Sudirman yang rimbun itu.