Jakarta, 26 Maret 2008
Dalam tulisan kami sebelumnya (telah diterbitkan oleh Koran Mingguan Garansi terbitan Sumatera Utara) bahwa ada 3 alasan mengapa pemekaran ditunda, namun hal itu tidak mendapat respon dengan baik, karena apa?
Sebagai masukan kepada seluruh masyarakat bahwa “PEMEKARAN ADALAH HARGA MATI UNTUK NIAS BARAT” sudah terlalu panjang waktu perjuangan ini. Kita sepakat hal ini, kita merindukannya.
Masalah yang kita hadapai apa? yaitu lahirnya AMPRES (Amanat Presiden) seharusnya sebagai sinyal baik dari pemerintah, ternyata tidak demikian. AMPRES tersebut sebagai kekuatan berargumentasi kita seharusnya, ternyata Amanat Presiden (AMPRES) hanya jawaban Presiden SBY sebagai lanjutan dari SURAT DPR RI KOMISI II, sebab kalau tidak dijawab maka Hak Inisiatif DPR RI itu langsung jadi UU.
Sialnya, Menteri Dalam Nageri, hari ini menyatakan tidak alias menolak pemekaran dengan tegas. Mengapa? sangat disayngkan sekali, tentu kita semua kecewa sebagai masyarakat yang sudah menanti sekian tahn lamanya.
SUDAH DIPREDIKSI PENUNDAAN TEREBUT
Tidak sedikit hujatan ke arah saya ketika saya mengatakan bahwa tiga alasan penundaan tersebut real dan nyata, pemekaran setelah pemilu 2009. Masalahnya kalau dimekarkan setelah 2009, situasnya sudah berbeda, Presidennya sudah berbeda, mudah-mudahan masih tetap sama, isu politik juga sangat berbeda dengan sekarang ini. Pertanyaannya adalah apa strategy kita selanjutnya setelah ada pemerintahan baru?
APA ALASAN LOGIC PENUNDAAN?
Alasan Pertama
Anggaran Pemekaran dipangkas pada DIPA khusus OTDA tahun ini, bisa baca tulisan kami sebelumnya dalam topik Teka-Teki Pemekaran.
Alasan Kedua
DPR RI Komisi II, bahwa menyetujui jumlah KPUD seluruh Indonesia beberapa hari yang lalu bersama DDN, sehingga kalau ada pemekaran tidak mungkin merubah keputusan tersebut, karena jumlah kursi DPRD dan DPR menjadi berubah, pasti akan mengacaukan jumlah kursi saat PEMILU nanti.
Alasan Ketiga
Kelompok 12 belum selesai diundangkan dan anggarannya juga cukup besar, tidak mungkin paket 15 daerah pemekaran itu langsung dilanjutkan dan kalu tidak khusus untuk Nias Barat, Nias Utara dan Kota G itoli saja. Hal itu, tidak mungkin, sebab jika pemerintah menyetujui salah satunya maka semua yang lain kelompok 15 akan memprotesnya.
Saya bertujuan untuk memberikan pemahaman agar tidak banyak polemik yan salah tafsir, saya harap kita tenang dan berhikmat dalam kondisi saat ini. Kedatangan DPD RI ke Nias Barat, tidak ada hubungannya dengan persetujuan pemerintah, mereka hanya menyelesaikan agenda saja.
Dalam Harian Kompas (Selasa, 26 Februari 2008) menyatakan bahwa “Meskipun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengeluarkan Amanat Presiden (Ampres) untuk pembahasan usulan inisiatif DPR bagi 15 daerah pemekaran baru, tidak berarti pemerintah akan memproses dan menyetujui semua usulan pemekaran tersebut. Ampres hanyalah keharusan atau jawaban dari tahapan usulan DPR kepada pemerintah, terkait pengajuan rancangan undang-undang (RUU) Daerah Pemekaran.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto menjawab pers, seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (26/2) siang tadi.
Pers sebelumnya mempersoalkan mengapa pemerintah tidak konsisten terhadap usulan daerah pemekaran, mengingat selama ini Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla kerap menyatakan menghentikan usulan daerah pemekaran di DPR maupun di berbagai tempat. Namun nyatanya, Presiden malah mengeluarkan Ampres yang menunjuk Mendagri mewakili pemerintah dalam pembahasan usulan inisiatif tersebut.
“Ampres memang satu keharusan setelah DPR mengusulkan 15 RUU pembentukan kabupaten kotabaru dan provinsi. Karena itu adalah hak inisiatif DPR yang dikirimkan ke Pemerintah. Jika pemerintah selama 60 hari tidak menindaklanjutinya, maka usulan DPR itu dapat menjadi UU,” kata Mardiyanto.
Menurut Mardiyanto, “Di sinilah pertimbangan pemerintah. Akan tetapi, jangan ditafsirkan bahwa pemerintah kemudian memproses itu semuanya dan menyetujui (usulan RUU) semuanya. Bahwa harus dikeluarkan Ampres, itu karena satu tahapan yang harus dilakukan.”
Dijelaskan Mardiyanto, Ampres itu seperti sebuah tanggapan dari sebuah aksi. “Akan tetapi jangan aksi langsung menyetujui. Itu nanti dulu, kita kan harus ada tahapannya,” lanjut Mardiyanto.
Sejauh ini, pihaknya belum saatnya memberikan jawaban pemerintah secara resmi atas usulan. “Jawaban atau pandangan pemerintah sebenarnya sudah ada dan akan saya sampaikan pada rapat dengan Komisi II DPR kemarin Senin (25/2). Tetapi, batal karena Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak bis hadir dalam rapat tersebut. Kalau rapat itu kemarin jadi, tentu jawaban pemerintah akan saya sampaikan,” jelas Mardiyanto.
Rapat pembahasan 15 RUU usulan pembentukan daerah baru seharusnya dilakukan bersama DPR dengan mengundang DPD. Namun, DPD tak mau hadir karena menilai pemerintah dinilai tak konsisten dengan pernyataannya yang menolak pemekaran, akan tetapi malah mengeluarkan Ampres.
Saudara, polemik inilah yang dijelaskan kepada masyarakat kita oleh oleh para pejuang, tanpa tendensi apapun dan segera melupakan kepentingan kelompok. Jangan karena ambisi kita akhirnya informasi aktual tidak sampai ke masyarakat sebagai owner pemekaran yang sesungguhnya. Analisa kami tentu sudah terbukti dan mari berjuang lagi untuk pemekaran Nias Barat “next step”.
Bagi saya, kasihan masyarakat yang telah mengumpulkan dana untuk membiayai proses pemekaran ini di daerah, tetapi akhirnya pemerintah tidak memberi kesempatan itu.
Moderator
AMpSun, 30 Mar 2008 08:22:12 +000022Minggu 4, 2007 pada
Tidak usah dipermasalahkan alasan yang diberikan oleh siapa pun mengenai penundaan ini.
Tetapi yang penting, Nias umumnya dan Nias Barat khususnya tunjukkan kepada publik bahwa memang ingin membangun. Dan bahwa untuk membangun itu bukan dengan cara mengemis kepada orang lain (termasuk kepada para pejabat pemerintah), melainkan berusaha membangun atas kepercayaan pada kekuatan sendiri.
Karena itu, masing-masing harus menjauhi perjuangan untuk kepentingan sendiri, keluarga, atau kelompok sendiri. Belajar dan ambil manfaat dari pembangunan daerah lain dan jangan hanya berkhayal bahwa Nias memiliki potensi itu dan ini. Potensi tetap potensi kalau tidak digarap dengan baik oleh manusia yang terdidik-bermoral. Utamakan menggairahkan hidup Rakyat (Niha Mbanua)dengan mendidik mereka untuk memanfaatkan waktu dan segala potensi di lingkungan mereka masing-masing. Untuk itu kita (Ono Niha) yang sudah terpelajar, jangan berlagak di depan Niha Mambanua. Dekati mereka secara manusiawi dan berikan penyuluhan hidup yang lebih baik. Ini cara yang paling fundamental pada saat kesulitan multi dimensi dewasa ini. Tidak usah merencanakan yang mewah-mewah.
Kalau ada tanggapan positif dari tulisan ini, maka komunikasi kita akan berlanjut secara konstruktif.
PMpSun, 30 Mar 2008 23:01:31 +000001Minggu 4, 2007 pada
Ya’ahowu!
Komentar no.1 (Amandaya) di atas sangat baik, saohagolo.
Cepat atau lambat Pemekaran itu akan terealisir ba khoda. Untuk segala sesuatu ada masanya, sehingga perjuangan yang telah dijalankan selama ini merupakan bukti bahwa rasa optimis, semangat & kekompakan itu ada dimana perlu dipertahankan serta ditingkatkan seiring dengan perjalanan waktu ke depan. Ora Et Labora, Gbu.
ANG
PMpTue, 01 Apr 2008 16:45:02 +000045Selasa 4, 2007 pada
Penundaan Pemekaran jangan dipolitisir atau memojokkan kinerja BPP Kanisbar atau Tim Fasilitasi Pemekaran Nias, justru kita bersyukur atas kinerja BPP KNB selama ini, lumayan sukses. kita harus tau bukan hanya Nias Barat yang di tunda tetapi ada beberapa daerah lain yang lebih layak dimekarkan tapi ikut ditunda juga. Segala perjuangan butuh kesabaran dan pengorbanan. Maju terus.
PMpTue, 01 Apr 2008 20:27:07 +000027Selasa 4, 2007 pada
Nebeng Nulis bos, sesama moderator hehehe! Aku Nebeng juga di sini hari ini, GBU ALL!
Perlu pemahaman yang benar dan jeli untuk urusan pemekaran daerah, jangan sampai masyarakat dibodohi dengan hitungan kalkulator orang pintar, yang jumlah digitnya masih bisa ditebak oleh orang biasa2.
Begini sdr ku setanah air: Perjuangan belum berhenti, kalau tersendat kita sepakat bahwa itu tertunda (bukan salahku). Kalau lancar itu namanya rezeki berpihak pada mereka (bukan kami).
Kadang kita tidak mau menerima hal2 yang logical, kita bertopeng mengatakan bahwa kegagalan ini adalah keberhasilan yg tertunda, itu memang bagus, dan usul saya “mari menangis bersama-sama”. Jika berhasil itu bukan kalian tapi kami, kami berbahagia.
Jika hal2 yang benar terjadi tetapi menyulitkan kita, itu bahaya besar, kadang kita sembunyikan agar orang lain tida boleh komentar, padahal maksudnya adalah memberitahukan kelemahan kita dimana? Untuk antisipasi apa yg akan terjadi berikutnya
Koreksi dan kritik tidak diperkenankan mengarah kepada kami, karena kita tidak siap, itu adalah bagian orang lain.
Pada hal, maksud dan tujuan SWOT analisys yang didengungkan bos Pilar Nias Barat itu adalah metode terbaik untuk mengantisipasi keberhasilan dan kegagalan. Kalau bisa ikutilah bahasa saya hehehe 8x “Cendekiawan itu sangat tenang memahami kasus pemekaran ini secara global, bukan sektarian”.
Seharusnya “Kita tidak melihat bahwa keberhasilan sebagai satu2nya bagian yang empuk untuk dinikmati. Kadang krikil yang tajam membuat kita terhentak dijalan menuju puncak, misalnya ketok palu UU Pemekaran Nias masih ada waktu, kalaun orang tanya jawablah dengan tenang, jangan senewen….hehehe 8x.
Email KETUM PNB itu benar, “Apakah KITA sudah pintar mengelola emosi ketika menghadapi keberhasilan dan juga pada saat menghadapi kegagalan?”. Bukan mencari siapa yang salah, tetapi memahami mengapa stagnan sampai disini. Anggap saja tahap ke lima dalam perjuangan sudah tercapai, berhenti sebentar baru menuju step berikutnya yaitu tahap ke enam, sudah selesai.
Kalau saya lihat dari sisi kaca mata hitamku, bahwa “INI PERJUANGAN KAMI, BUKAN KAMU, BUKAN KALIAN, SEHINGGA KETIKA ADA GEJALA INI DAN ITU, AWAS ITU BUKAN KARENA KAMI”.
Pak, sorry kutipan ini lagi : “Selain itu ada ide yang menakutkan yaitu “Jangan coba2 buka mulut, kalau anda berani tanya mengapa ini dan mengapa itu, berarti anda lawan kami, warna anda berbeda dengan kami”. weleh2 ini mah ceroboh banget!
Seharusnya kesedihan milik kita dan suka cita milik kita juga dalam perjuangan NIAS BARAT MENJADI KABUPATEN adalah perjuangan KITA bukan anda saja, hehehe 20X
Amin
AMpWed, 02 Apr 2008 09:49:28 +000049Rabu 4, 2007 pada
Jumpa lagi saudara-saudaraku,
Seminggu yang melelahkan diluar kota baru baca web.ini tapi senang ada semangat dan duka citaku sedikit tentang pemekaran lagi di rem sama mendagri.
Penundaan pemekaran seharusnya jangalah kita vonis itu kegagalan namun lebih manis kalau kita sebut “Keberhasilan yang tertunda” dan kata lainnya “walau putus asa tapi jangan putus harapan” bahwa Nias barat kelak akan jadi sebuah Kabupaten, titik.
Perjuangan tim fasilitasi dan BPP Kanisbar layak kita bersyukur karena mereka juga sudah berjuang maksimal walau banyak kelemahan sana-sini, apalagi belakangan ini saya dengar bapak MLD (Ketua Team Fasilitasi) yang terlalu PD dan mengumbar jani-janji surga dan sumpah kepada masyarakat di Nias barat bahwa Kabupaten Nias Barat sudah “SAH” pada bulan April ini dan langsung beliau ditunjuk sebagai PLT Bupati, mohon kepada generasi muda siap-siap untuk melamar menjadi PNS di kab.baru yang dia pimpin.
Bahkan ada saudara saya yang telepon dari Nias minta bantu sejumlah dana untuk persiapan menjadi calon PNS. Saya jawab minta sama Tuhan saja karena saya bukan pabrik uang dan bukan orang kaya!
Saya setuju yang dikatakan Moderator diatas janganlah kita tepuk-tepuk dada sembari mengatakan Pahlawan pemekaran janganlah anggap yang mengasih saran/membantu dituduh “LAWAN” apalagi bapak “FM” yang ada di Team Fasilitasi melarang warganya bicara “DIAM AJA SUDAH MEMBANTU” jangan berkomentar serahkan saja pada “AHLINYA”. Kira -kira begitu yang terjadi selama ini.
Mohon untuk kedepan marilah kita bergandengtangan jangan ada berjuang berkelompok atau ada tujuan khusus dalam menjalankan tugas dan aspirasi masyarakat, tapi marilah kita berdo’a untuk kepentingan Nias Barat agar cita-cita kita bersama dapat terwujud yaitu “KABUPATEN NIAS BARAT”
PMpWed, 02 Apr 2008 18:41:48 +000041Rabu 4, 2007 pada
Mengapa kita belum sadar ?
Dalam komentar saya pada 1 diatas, saya pribadi mengharapkan agar penundaaan ini tidak menimbulkan pertengkaran tidak keruan (melalui dunia maya ini), saling sinis, dan akan berlanjut saling memaki. Tetapi ternyata, harapan itu masih dalam khayalan.
Hal seperti sinis-sinisa (farisa) itu, yang sebagian mengisi situs ini, mari kita tinggalkan. Lo moguna. Kalau itu diteruskan maka sangat tidak baik “kalau” memang masing-masing kita benar-benar berjuang untuk kepentingan bersama. Tetapi kalau perjuangan yang telah diperlihatkan selama ini untuk kebanggaan/kepentingan peribadi atau kepentingan keluarga atau kepentingan kelompok, saya juga mengharapkan jangan diteruskan. Pusatkanlah perhatian dan perjuangan kita untuk berusaha memperbaiki nasib saudara-saudara kita ba Mbanua yang masih belum beruntung. Jangan sebaliknya, yaitu : Apa yang kita peroleh di rantau kita jadikan gaya-gayaan dan sok hebat di depan Niha Mbanua.
Mengenai alasan penundaan pemekaran itu sendiri, sekali lagi tidak perlu dipermasalahkan. Kalau benar-benar bijaksana, mari kita ambil hikmat dari padanya dengan mempersiapkan masyarakat Nias lebih percaya diri.
Ya’ahowu fefu !
PMpThu, 03 Apr 2008 23:06:10 +000006Kamis 4, 2007 pada
Salam hormat Yaahowu banuada di mana saja berada.
1. Mengenai pemekaran, saya lebih memilih diam dari pada memberi pendapat yang bisa menjadi bahan pertengkaran. Analisa dan kesimpulan ada dalam otak masing-masing masyarakat Nias Barat, memory mereka sangat kuat dan baik untuk menyimpan data tentang pemekaran ini. Kalau jadi, puji Tuhan, kalau tertunda yah, Puji Tuhan, pasti ada maksud yang mulia di balik itu semua
2. Mengenai komentar yg menghujat saya, tak masalah, jangan ditanggapi, sdh setahun lamanya saya mendapat perlakuan tersebut, dan tidak mempengaruhi hidup kami seperti diskusi panjang dengan abang Pdt B Gulo dari Medan. Oleh karena itu, tidak ada kata yang dapat membalas fitnah, tuduhan dan hujatan. Kami sekeluarga tetap berlindung pada Tuhan.
3. Mengenai Penggabungan Nias ke Protap, perlu konsentrasi yg kuat untuk mencari bargaining power kita. Apa Ya? alasan yang bisa kita lontarkan, kalau hanya isu sosial budaya belum kuat, tetapi kalau isu Politik/Ekonomi mungkin bisa.
4. Sukses untuk PNB … berjayalah, jangan ikut2ikutan memberi tanggapan murahan di situs manapun, kita adalah penganggum “PERDAMAIAN”. Misi kita adalah membawa org kepada TUHAN agar menjadi lebih baik, untuk apa membalas komentar di blog/situs yang tidak membangun.
5. Saya mohon agar http://niasbaratwordpress.com ini bisa diawasi oleh bapak moderator yang baik hati agar tidak disusupi oleh komentar murahan, pro ktidak benaran, harus dilawan.
6. Mengenai laporan polisi, biar saja bergulir sesuai apa adanya, kita sebagai warga negara yang bak, taat pada aturan yang berlaku, Tuhan akan membuktikan kebenaran, amin. GBU
Salam yaahowu
TUHAN MEMBERKATI
GIATLAH MEMPERBAIKI HIDUP!
Mustika Ranto Gulo
PMpFri, 04 Apr 2008 14:32:48 +000032Jumat 4, 2007 pada
Pemekaran pasti jadi! dan jangan putus asa, putus semangat. Optimisme, dan partisipasi kita semualah yang membuat segala impian, dan cita-cita akan menjadi kenyataan/realitas.
Sejauh yang saya dengar, saya amati di beberapa media masa, “bahwa alasan diundurnya pemekaran adalah bahwa pemerintahan ingin fokus dahulu dalam menghadapi, menyelenggarakan pemilu tahun 2009″. Sebab itu pulalah masyarakat Nias Barat diharap tidak perlu putus semangat, putus harapan. Harapan itu akan menjadi kenyataan jika kita semua ikut berpartisipasi, dan jangan hanya menjadi penghalang bagi yang lain…yang berkendak baik….
Jadilah “Motivator brilian bagi yang lainnya” Dan coba baca Tanggapan dua-Gu Pdt B. Gulo di rubrik “Goi-goi wanura” saya merasa tersentuh olehnya, karena beliau memberi contoh bagaimana menjadi seorang motivator ulung bagi yang lainnya.
Salam