Perjuangan Masyarakat Nias Barat Dalam Bentuk Tari dan Lagu
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpTue, 18 Mar 2008 08:50:54 +000050Selasa 4, 2007
Penyambutan Kunjungan DPD RI ke Calon Ibu Kota Kabupaten Nias Barat, Onolimbu merupakan ragkaian sejarah perjuangan masyarakat Nias Barat.
Penyambutan secara adat dilakukan oleh putra-putri Nias Barat dengan penuh suka cita. Dalam Tari Moyo yang dibawakan oleh putri achula itu, melukiskan betapa indahnya sebuah persatuan dalam sebuah perdamaian seperti gerakan yang lemah gemulai, menunjukkan bahwa dalam keteduhan kami bisa mencapai cita-cita kami bagaikan elang mengarungi angkasa raya.
Sebagai masyarakat Nias Barat yang disebut Iraono Gaechula yang memiliki budaya dan adat istiadat yang tinggi memperlakukan tamunya dengan hormat sehingga merasa tersanjung.
Menurut Bapak Ariefman Gulo, ST. salah satu “tokoh muda” di Jakarta menyatakan ‘Selangkah lagi, kita sudah maju, artinya kita semakin dekat dengan cita-cita luhur itu sendiri yaitu pemekaran daerah Nias, selamat kepada para pejuang’.
Ketua Umum Pilar (PB) Ir. Mustika Ranto Gulo, menyatakan “eristiwa ini, patut kita syukuri! Kami merasa bangga kepada orang tua dan saudara-saudara kami di daerah, yang memberikan sambutan yang sangat baik kepada rombongan DPD RI dan juga Pejabat Pemkab Nias lainnya yang turut hadir dalam rangka Kunjungan Peninjauan Wilayah Calon Daerah Kabupaten Nias Barat di Pulau Nias”.Seiring dengan semangat perjuangan terhadap masa depan masyarkat Nias Barat, para Tokoh dan sesepuh Nias Barat memanjatkan doa kepada Tuhan sebagai tanda ucapan syukur dalam acara rutin PD SALOM di Gunungsitoli Nias.
Selanjutnya dalam sidang Paripurna ke 10 Dewan Perwakilan Daerah RI Masa Sidang IIIyang berlangsung pada hari Kamis, 6/3/2008) secara bulat menyetujui usul pembentukan Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli serta Nias Utara.
Dalam sidang paripurna DPD yang dipimpin langsung oleh ketuanya Ginanjar Kartasasmita itu merekomendasikan agar pembentukan daerah otonom baru itu dapat ditindaklanjuti pembahasannya oleh DPR-RI bersama Pemerintah.
Sebuah catatan di akhir sidang yaitu dalam pandangan dan pendapatnya, DPD-RI menilai dari luas wilayah, cakupan wilayah dan syarat administratif sebagaimana yang diatur dalam PP 129/2000 tentang pemekaran daerah, usul pemekaran Berastagi menjadi daerah otonom baru telah memenuhi syarat.
Dengan demikian maka sudah bisa dipastikan bahwa Kabupaten Nias Barat tinggal ketok palu untuk memulai pemerintahan baru di daerah itu.

AMpWed, 19 Mar 2008 01:20:56 +000020Rabu 4, 2007 pada
LUAR BIASA ….. penampilan & aktraksi seni budaya Nias sebagai salah satu aset budaya nasional. Semoga dengan menggalang persatuan & kesatuan dalam sebuah perdamaian seperti yang ditunjukkan dengan gerakan tari yang lemah gemulai di atas, menunjukkan bahwa dalam keteduhan kita mampu mencapai cita-cita bagaikan elang mengarungi angkasa raya di lautan barat
AMpWed, 26 Mar 2008 04:50:58 +000050Rabu 4, 2007 pada
Mengapa dihapus komentar saya ?
Isinya : 1. Bahwa Kabupaten Nias Barat tidak akan ada sebelum tahun 2015 dan paling lambat 2020. Ini berdasar fakta.
2. Bahwa kita harapkan bangunan itu tidak dibiarkan dan dibangun terus.
3. Bahwa bangunan itu (kalau selesai) digunakan untuk harimbale atau tempat kursus untuk niha mbanua. Bukan untuk partai politik atau politik pejabat.