Arsip untuk Januari, 2008
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpThu, 31 Jan 2008 02:00:05 +000000Kamis 4, 2007
Mustika Ranto Gulo (Jakarta, 31 Jan 2008).
Sepenting apakah peran Pilar Nias Barat saat ini, sehingga bursa Ketua Umum diincar oleh politikus Nias Barat di Jakarta? Apakah ini hanya sekedar fenomena peralihan kekuasaan ? atau ada yang berpura-pura menolak tetapi sangat menginginkannya? ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab sekarang ini, karena menurut saya, manfaat dan benefit yang diperoleh secara individu sulit diprediksi. Memang sulit diukur sejauh mana efek perjuangan masyarakat Nias Barat yang diusung oleh Pilar Nias Barat (PNB) sejak Mei 2007 lalu. Sempat nama harum PNB didongkrak oleh gebrakan-gebrakan mendesak DPR RI dan DPRD Provinsi Sumatera Utara agar segera mengetok palu persetujuan pemekaran Nias.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pilar Nias Barat | 32 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSun, 27 Jan 2008 01:14:02 +000014Minggu 4, 2007
Saya baru saja keluar dari Gereja dan saya buka radio di mobil, berita yang mengagetkan itu, Mantan Presden RI yang sempat mewarnai wajah Media Cetak dan media elektronik di Indonesia dua pekan ini akhirnya mengakhiri penderitaannya dengan tenang hari minggu 27/01/2008 pada jam 13.10 WIB di usia 87 tahun
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel | 2 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpTue, 22 Jan 2008 22:21:16 +000021Selasa 4, 2007
Produktifitas managemen pemerintahan di daerah kadang sulit dikontrol, sehingga posisi-posisi yang basah diduduki oleh lingkaran penguasa (raja kecil) di tingkat kabupaten dan propinsi. Kalau di ibu kota Jakarta, kelihatannya sudah mulai membaik namun tetap ada saja yang sembunyi-sembunyi.
Selain itu tidak sedikit juga perusahaan baik BUMN maupun Swasta masih melakukan praktek ini sekalipun secara diam-diam mendudukan orang-orang khsusus di jabatan tertentu.
Sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa :
“Profesionalisme menjadi mandul karena ada kepentingan lain yang disebabkan oleh hubungan pribadi misalnya mengutamakan keluarga dan kerabat serta teman dekat, baik dalam kegiatan bisnis maupun kegiatan organisasi sosial”.
Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori (wikipedia)
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Karya Nyata | 5 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpSun, 20 Jan 2008 13:59:34 +000059Minggu 4, 2007
Tradisi pola perilaku yang sudah mapan yang diwariskan turun-temurun merupakan bagian penting dari kebudayaan. Kebudayaan kita dan tradisi yang terkait membantu membangun rasa identitas diri dan memenuhi kebutuhan pokok manusia untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
Saya bersyukur dilahirkan di Nias, sebuah pulau yang indah dan nyaman dan sejahtera. Saya tidak pernah menyesal berasal dari sana, jauh dari ibu kota negara. Sekalipun orang berkata Nias itu miskin, namun bagi saya tidak demikian karena Tuhan sudah menetapkan masa depan setiap suku-suku bangsa di dunia.
Sekali lagi, banggalah jika kita berasal dari Nias, dan tunjukkan tata krama Nias yang tinggi karena warisan budaya yang baik dari nenek moyang kita. Kita bukan suku bangsa yang rendah, tetapi terhormat dan memiliki harga diri, artinya tidak berperi laku rendahan seperti orang yang tidak berpendidikan, kita harus mempertahankan budaya leluhur kita karena mereka tidak berlaku tidak senonoh di depan umum. Selayaknya nga’oto mbalugu, sangi’ila huku ba goi-goi hada satulo.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya Nias | 9 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSun, 20 Jan 2008 01:59:46 +000059Minggu 4, 2007
Saya sangat tersinggung sekali, ketika suatu waktu dalam acara seminar yang membahas “Hilangnya niat dan cinta Generasi muda terhadap budaya suku-suku di Indoensia”, seorang teman mengklaim kalau “Orang Nias itu congkak dan sangat sombong sekali”.
“Terlihat dari cara makan dan berbicara, itu hal-hal yang sangat sederhana. Kalau ada pesta Nias, harus ada hidangan adat yang khas, daging berlemak, jika hidangan dan menu tradisional itu tidak ada maka acara itu sangat menyedihkan. Ini adalah pembuktian pendahuluan dari saya” Ujarnya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya Nias | 28 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpSat, 19 Jan 2008 23:25:47 +000025Sabtu 4, 2007
Oleh Mustika Ranto Gulo (Januari, 19, 2008)
Dulu, semasih saya kecil sekitar 1970-an, di sepanjang jalan yang saya lalui untuk pergi sekolah yaitu di Desa Siana’a, Hiliwalo’o Bogarawi dan Hiliwa’ele (dulu masuk Kecamatan Mandrehe Nias), setiap hari bertemu orang tua yang masih memakai cawat (Nias=Saombõ). Cawat yaitu sejenis kain penutup kemaluan bagi pria dewasa yang terbuat dari sejenis kulit kayu yang ditenun secara tradisional dan dipakai sebagai ganti celana (cawat) yang hanya dililitkan melingkari pangkal paha dan pantat yang menutup aura sekitar kemaluan saja.
Itulah kenyataan kondisi Nias bagian dari bangsa Indonesia yang merdeka pada tahun 1945. Bayangkan saja, saya masih usia SD (Sekolah Dasar) pada waktu itu sudah mengerti bahwa pakaian cawat itu sepertinya tidak wajar dari sisi kesopanan dan kesehatan. Tetapi itu adalah tradisi dan budaya yang bisa saja dieksploitasi untuk di jual kepada bangsa-bangsa di dunia dengan mengatakan bahwa ada budaya primitif di Nias. Dengan demikian daerah itu menjadi bahan perhatian untuk tujuan mendapatkan kucuran dana bantuan untuk alasan sosial dan pendidikan misalnya.
Anehnya (sekarang tahun 2008), ketika saya pulang dan melewati kampung-kampung kecil ke arah Soliga, dulu masuk Kecamatan Lolowa’u Nias Selatan. Ternyata masih ditemukan juga beberapa desa kecil, orang tua disana masih memakai cawat atau SAOMBÔ. Saya menjadi sedih dan heran mengapa masih ada “Tradisi yang primitive seperti itu”? Mungkin desa-desa itu sangat minim sekolah yang membuat mereka dapat menikmati informasi tentang dunia luar. Ribuan pertanyaan dalam hati saya dan masih belum terjawab. Mari kita diskusi tentang tradisi lainnya dan apa efeknya bagi masyarakat Nias.
Sekarang, pertanyaannya, apa korelasi kemajuan pendidikan dengan budaya Nias ? Jelas, ada yaitu dengan terbukanya mata generasi ke generasi, maka budaya tradisi di Nias yang dianggap menimbulkan multi effect yang negatif, tentu pasti ditinggalkan. Contohnya. tradisi dalam proses pernikahan, yang menganggap bahwa anak perempuan akan menikah dengan seseorang yang sanggup membayar harga jujuran yang tinggi, ini sama dengan transaski jual beli. Dari transaksi itu keluarga perempuan baik keluarga inti maupun keluarga sekampung pasti mendapat bagian jujuran (commision Fee) yang harus dibayar oleh si pihak laki-laki. Biaya pesta perkawinan sangat mahal bahkan bisa membayarnya secara cicilan dengan bunga atau rente (molu’i So’ono). Sangat memprihatinkan, dan akibatnya adalah terjadinya transformasi budaya yang baru yaiotu “Pernikahan dengan suku lain” yang dianggap lebih efektif dan manusiawi.
Inilah pemikiran saya tentang budaya dan antropologi Nias.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya Nias | 2 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpFri, 18 Jan 2008 16:06:01 +000006Jumat 4, 2007
Perjuangan Jangan Pernah Berhenti, itulah tanggapan saya selaku Moderator Nias Barat Siapa Yang Punya dalam rangka menyambut tulisan sdr. Lattreiyan Alo’oa Hia Untuk Masyarakat Nias Barat. Sangat menyentuh tulisan ini, dan telah membangkitakan banyak semangat para pembaca, silahkan menyimaknya.
PERJUANGAN YANG TIDAK KELIHATAN, NAMUN NYATA BAGI ORANG PERCAYA
Oleh, Lattreiyan Alo’oa Hia
Untuk Masyarakat Nias Barat.
Mengukur orang atau mengukur sebuah keadaan dari yang kelihatan paling gampang, pada hal dari yang tidak kelihatan menopang kuat semua yang kelihatan atau dapat dikatakan; Sesuatu yang tidak terlihat itu akan melampaui semua aspek. Jadi orang yang kuat adalah orang yang topangannya tidak kelihatan kuat.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pilar Nias Barat | 3 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpSun, 13 Jan 2008 20:03:22 +000003Minggu 4, 2007
Nias Barat (Januari 2008)
Sangat disayangkan jika rumor yang beredar bahwa pemekaran Nias (Nias Barat, Nias Utara dan Kota G Sitoli) akhirnya di tunda karena berbagai alasan tak pasti. Kekecewaan masyarakatpun sudah mulai kelihatan, dan para tokoh Nias menanggapinya dengan sangat hati-hati dan dingin.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pilar Nias Barat | 7 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpFri, 11 Jan 2008 00:44:28 +000044Jumat 4, 2007
Selasa, 08 Januari 2008, 10:30 WIB
Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 139/M/2007, Suripto terpilih setelah KPU mengajukan tiga nama kepada tim penilai akhir pada November lalu. Selain Suripto, saat itu KPU mengajukan Dirjen Kesbangpol Depdagri Sudarsono dan ahli bidang pemerintahan IPDN Johermansyah Johan.Usai dilantik, Suripto menyatakan memiliki pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. “Karena kursi Sekjen telah kosong cukup lama, paling tidak saya harus melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu,” ujar mantan staf ahli Mendagri bidang pembangunan dalam jumpa persnya kemarin.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Otonomi Daerah | Tidak ada komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpThu, 10 Jan 2008 09:50:41 +000050Kamis 4, 2007
Natal 2007, dirayakan dengan sangat sederhana, sungguh sebagian besar gereja merayakannya dengan sederhana, bahkan ada juga yang sama sekali berdiam diri di rumah dan tidak melakukan apapun kecuali riual natal di gereja masing-masing.
Namun, orang Nias di Jakarta dan beberapa kota besar, merayakan Natal Secara Berlebihan. Ah, yang benar? Apa Maksudnya?
Memang semangat Natal sangat berarti, sebagai moment untuk bertemu kerabat sesama Orang Nias di perantauan, kesempatan mengikuti kebaktian di gereja-gereja suku, seperti BNKP, ONKP dan gereja lainnya, sangat berarti. Kami sangat setuju kebiasaan merayakan Natal seperti ini, namun apa yang kami lihat disisi lain sangat memprihatinkan sekali.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | 4 Komentar »
Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpTue, 01 Jan 2008 12:40:31 +000040Selasa 4, 2007
Akhir Tahun 2007 dan Awal 2008, ada tiga Kesaksian Unik pada Kebaktian Malam tahun baru 2008 ini yang berthemakan: “MASA DEPAN SUNGGUH ADA DAN NYATA”:
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel | 10 Komentar »