Hari itu, kota menjadi mendung bukan karena gejala hujan akan datang, tetapi karena asap yang membumbung tinggi menutupi langit dan matahari. Kota itu hancur luluh, api dimana-mana, tangisan yang histeris masih menyisakan ditelinga, dan ledakan-ledakan kecil telah mengganti nada-nada indah yang biasanya dilantunkan dari pintu ke pintu rumah di kota indah itu. Para Seniman dan artis hilang lenyap dan menjadi abu, hangus terbakar bersama seluruh keluarga mereka, penguasa menghilang dan mungkin saja mereka sudah mati bersama api yang mnyulut kota itu tanpa ampun.
Mengapa Kota Itu?