Nias Barat Siapa Yang Punya ?

I LOVE YOU NIAS

  • Top Posts

  • KITA ADALAH HAMBA KEBENARAN

    Jadilah hamba kebenaran,Hamba tidak memiliki hak untuk membenarkan diri, Hamba tidak memiliki apa-apa di dunia ini, Hamba bukan ahli waris, Hamba pasti tidak memiliki harta yang melebihi kekayaan Tuannya. Hamba Kebenaran tidak melawan kebenaran, Hamba kebenaran pasti dihina dan dicaci karena berjuang demi kebenaran, Seorang Hamba lebih rendah dari tamu-tamu Tuannya, Hamba kebenaran adalah HAMBA TUHAN, Hamba tidak berkuasa atas dirinya, dan Hamba Kebenaran Tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Salam, Mustika Ranto Gulo. Pemerhati Nias Barat
  • BERKOMUNIKASI DENGAN KUASA

    Baca Buku "BERKOMUNIKASI DENGAN KUASA" oleh Charles H. Craft. Kami referensikan buku ini karena mampu memberi inspirasi yang sangat nyata dalam berkomunikasi. Buku ini sangat berguna sebagai buku pedoman bagi para KOMUNIKATOR KRISTEN yang menerapkan metode Komunikator ala Tehologi Kristen. Saya yakin buku ini mampu bekuasa untuk mengantar anda kepada level kehidupan baru dalam rangka bagaimana anda berkomunikasi dengan baik.
  • PILAR NIAS BARAT

    SEJARAH PILAR NIAS BARAT Pada tanggal 5 Mei 2007, Segenap Masyarakat Nias asal Nias Barat berkumpul di Aula DPP Partai Golkar DKI Jakarta di Jalan Penggasaan Barat No 24 Jakarta Pusat dan menyatakan dengan tekad bulat untk mendirikan organisasi bernama "PILAR NIAS BARAT". Pada saat itu melakukan pemilihan pengurus DPP Pusat dengan hasil yang sangat demokratis adalah Ketua Umum Ir. Mustika Ranto Gulo, Sekretaris Umum Meiatasi Dolai, Bendahara Umum Otenieli Hia. Dalam Rapat tersebut diputuskan bahwa target 6 bulan pertama kerja Pengurus DPP dengan harapan dapat mencapai hasil adalah: 1. AD/ART dan Pengurusan Legalitas sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) 2. Membuka DPW dan DPC diseluruh Indonesia dan mengutamakan Wilayah Nias dan Sumatera Utara dan Jawa. 3. Melaksanakan Deklarasi Pilar Nias Barat (telah dilaksanakan tgl 26 Mei 2007) di Gedung Landmark Lantai 22 Tower A Jalan Sudirman No.1 Jakarta Pusat. 4. Melakukan kunjungan dan dengar pendapat kepada semua instansi pemerintah yang terkait dengan PEMEKARAN DAERAH. (5) Melakukan event SEMINAR tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam menyikapi Pra Pemekaran Nias Barat. 6. Mengajukan Permohonan ke BI dan Bank Swasta agar membuka kantor bank cabang pembantu di Kecamatan Lolofitu Moi, Kecamatan Mandrehe dan Kecamatan Sirombu sebagai kantong-kantong ekonomi rakyat. 7. Mempersiapkan MUNAS pada awal tahun 2008 di Jakarta untuk meletakkan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi Pilar Nias Barat. Berbagai program lainnya yang akan dikonsolidasikan terus kepada komponen masyarakat Nias di Jakarta termasuk kepada PANITIA BPP KANISBAR di Nias, SUMUT dan Jakarta. "SALAM SUKSES PILAR NIAS BARAT"
  • Kertas Putih Yang Tercoret Tanpa Arti

    Hidup ini bagaikan lembaran kertas putih yang polos dan tak beracat cela. Hari-hari kita satu menit ke depan sungguh tak terduga. Tidak ada seorangpun yang sanggup memahami masa depan sekalipun dia seorang peramal ulung. Kertas putih itu kita isi dengan sebuah lukisan yang sangat indah yaitu lukisan tentang kehidupan. Ada yang melukisnya dengan warna yang sederhana, bahkan ada yang menuangkan ribuan warna-warni, ada yang membiarkannya tanpa cretan apapun, banyak yang berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa dalam hidupnya. Ada juga orang yang hanya menunggu uluran tangan sang pelukis lain, dia berharap agar orang lain yang menorehkan warna kehidupan dalam hidupnya, sangat tragis. Mengapa bukan kita sendiri yang menorehkan lukisan itu ? Bukakah kita berhak berbuat apa saja dalam hidup kita ? Apakah itu baik atau jahat, keputusan ada dalam tangan anda. Saran saya, jangan biarkan ada tangan lain yang memberi warna dalam hidup anda. Dan berikanlah yang terbaik dalam lukisan itu, yaitu kebajikan dan kemurahan, suka cita, kasih dan sebagainya yang dipandang baik dan mulia. Jagalah, kwalitas tinta dan tatalah warna-warninya yang bisa dipandang manis dan lemah lembut. Sungguh hari esok ada, dan semuanya terserah anda bagaimana melukisnya dengan indah. Kertas Putih yang tercoret tanpa arti, membuktikan bahwa kita tak berarti pula, kita telah menyia-nyiakan waktu begitu saja berlalu. Hari ini, telah kulukiskan dalam hidupku sesuatu yang baik dan mulia, aku akan buktikan. Amin. Ir. Mustika Ranto Gulo
  • MULAI DARI DIRI SENDIRI

    Bangsa yang makmur berasal dari keluarga yang makmur dan keluarga yang makmur berasal dari setiap individu yang makmur. Individu yang makmur berasal dari produktifitas dan efesiensi yang maksimum. Jika kita menghasilkan yang baik tentu efek baliknya terhadap keluarga dan bangsa. Jadilah entrepreuner yang sejati untuk meningkatkan produktifitas dan efesiensi hidup yang baik. Saya selalu mengusulkan agar SDM Nias selalu berpikir dan belajar menjadi enterpreuner. Maaf, tidak betujuan merendahkan prinsip dan pola hidup aman yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Nias saat ini yaitu ramai-ramai menjadi "PEGAWAI NEGERI". Padahal sumber daya alam yang dapat diolah sangat menjanjikan di daerah kita, sedangkan gaji PNS belum diperbaiki oleh pemerintah, masih dibawah rata-rata Pendapatan perkapita Regional Asia. Akibatnya sangatlah fatal, karena biaya hidup besar, akhirnya terjerumus dalam Lingkaran Setan yaitu mencari peluang dan kesempatan lain. Misalnya menghemat anggaran dilingkungannya agar dapat dinikmti (dikorupsi). Faktor utama yang membuat bangsa ini semakin terpuruk adalah cara dan pola hidup seperti ini. Coba, jika kita memilih untuk menjadi enterpreuner, maka cara-cara diatas dapat diminimalis bahkan tidak akan terjadi. SAran, mulailah dari diri anda sendiri untuk memulihkan bangsa ini. Pulihkan dirimu sejak dini sehingga keluargapun dapat dipulihkan juga, yang pada akhirnya membawa dampak bagi kemakmuran Nias dan bangsa kita. Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo
  • Arship

  • Kategori Tulisan Adalah:

Arsip untuk Agustus, 2007

Faktual Perjuangan Team Modar Pilar Nias Barat

Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpFri, 31 Aug 2007 13:19:03 +000019Jumat 4, 2007

Nias Barat Siapa Yang Punya ?

TEAM MODAR PILAR NIAS BARAT MENYATAKAN KEBENARAN

 

Ini bukan omong kosong, bukan juga berita bohong seperti kebiasaan berita selama ini dari orang-orang yang menganggap dirinya PEMILIK NIAS BARAT. Sekarang kita dapat terbuka matanya atas hasil kerja Team Modar Pilar Nias Barat yang berburu “PEMEKARAN NIAS BARAT” di hutan rimba politik di DPRD Propinsi Sumatera Utara di Medan.

 

Japorman SaragihAlisokhi Fau

Japorman Saragih                       Alisokhi Fau

 

Bersama ini kami laporkan pertemuan Team Modar Pilar Nias Barat dengan Pimpinan DPRD Sumut, pada tanggal 30 Agustus 2007 di Gedung DPRD Sumut Medan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 43 Komentar »

Wanted: “SEORANG PELAKU, BUKAN PEMIKIR & PEMBICARA”

Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpTue, 28 Aug 2007 09:01:27 +000001Selasa 4, 2007

Sebuah iklan saya pasang dipapan pengumuman kampus saya, bertuliskan “Wanted : Seorang Pelaku, Bukan Pemikir dan Pembicara”. Saya hampir saja didenda oleh bidang akademis karena iklan ini. Banyak orang bertahan lama membaca bagian tulisan ini, karena tertarik dan cukup mengganggu pemikiran dosen dan para senior saya.

Apa yang janggal? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 5 Komentar »

Terumbu Karang Nias akan MUSNAH

Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpMon, 27 Aug 2007 02:19:37 +000019Senin 4, 2007

Ekosistem laut Terumbu Karang yang Makin Menghilang
18 Nopember 2006

Perairan Sibolga bukan hanya memiliki gugusan pulau kecil yang tersebar. Perairan ini juga kaya keanekaragaman hayati dan terumbu karang. Di antaranya bahkan endemik. Demikian halnya gugusan pulau-pulau Batu di Barat Daya Pulau Nias.

Terumbu karang merupakan habitat ikan-ikan karang maupun ikan permukaan. Terumbu karang di perairan Sibolga dan perairan pulau-pulau Batu merupakan rangkaian di sepanjang Pantai Barat Pulau Sumatera, dari Simeulue (Aceh) hinggga ke Enggano (Bengkulu).

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, maraknya pengeboman ikan dan pembiusan di sekitar perairan Sibolga dan Nias Selatan telah menyebabkan gugusan terumbu karang rusak parah. Sumatera Utara memiliki total 140.000 hektar gugusan terumbu karang di wilayah Pantai Timur dan Pantai Barat.

Hampir semua gugusan terumbu karang itu di Pantai Barat, di dalamnya termasuk yang ada di perairan Sibolga dan Nias Selatan. Di dua perairan inilah tercatat kerusakan terumbu karang yang terbesar volumenya.

Pembiusan ikan biasanya dilakukan para pencari ikan hias. Zat yang digunakan menyebabkan pertumbuhan karang terhambat. Selain pengeboman dan pembiusan, terumbu karang di perairan tersebut rusak karena sering diambil untuk dijual sebagai bahan bangunan.

“Total kerusakan terumbu karang di perairan Sumatera Utara mencapai 35 persen luas terumbu karang yang ada. Jadi, hampir 50.000 hektar terumbu karang di perairan Sumatera Utara, terutama di Pantai Barat telah hancur dan membutuhkan konservasi berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut Yoseph Siswanto.

Data dari Yayasan Pekat yang pernah mengadakan penelitian tentang tingkat kerusakan terumbu karang di perairan Pantai Barat Sumut menunjukkan, terumbu karang yang utuh tinggal 40 persen saja. “Luas kerusakan akibat pengeboman ikan di Nias Selatan jauh lebih hebat dibandingkan dengan dampak tsunami dan gempa bumi,” ujar Ketua Yayasan Pekat Efrizal Adil.

Di wilayah ini hanya perairan yang mudah diawasi dan kerap dilalui patroli bersama Dinas Perikanan dan Kelautan dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sibolga saja yang masih relatif bagus terumbu karangnya. Dengan mengebom, nelayan dengan mudah mendapat ikan dalam jumlah yang luar biasa. Apalagi, modal membuat bom ikan relatif murah. Belum lagi keterbatasan aparat TNI Angkatan Laut melakukan patroli mengawasi seluruh aktivitas penangkapan ikan di perairan ini.

Bahan peledak yang biasa dipakai adalah campuran chlorium nitrat dan belerang yang dimasukkan dalam botol minuman lalu diberi sumbu.

Bahan peledak berupa chlorium nitrat, menurut mantan Komandan Pangkalan AL (Lanal) Sibolga Letnan Kolonel Laut (P) Jaka Sentosa, didatangkan lewat darat dari Lampung. Setelah sampai di Sibolga, bahan peledak tersebut biasanya disimpan para pelaku di tempat-tempat tersembunyi di sekitar Pulau Mursala dan gugusan pulau yang berada di dekatnya. Setiap melakukan pengeboman, biasanya para pelaku berlayar menggunakan kapal nelayan biasa tanpa membawa bom. Mereka kemudian mengambil bahan peledak di pulau-pulau tersebut.

Sekali meledakkan bom ikan, nelayan bisa memperoleh ratusan kilo ikan dengan mudah karena daya ledak yang luar biasa. Satu botol peledak bisa merusak terumbu karang hingga radius 25 meter persegi.

“Kerusakan yang timbulkan luar biasa. Padahal, karang memerlukan waktu hingga 10 tahun untuk bisa tumbuh hanya satu sentimeter,” ujar Jaka.

Berdasarkan pengamatan Kompas di sekitar perairan Pulau Mursala yang berjarak 12 mil laut dari Pantai Sibolga, banyak sisa-sisa kerusakan terumbu karang bekas pengeboman. Terumbu karang di perairan ini sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan.

Menurut Yoseph, program coral reef mapping (cormap) atau pemetaan terumbu karang dari Departemen Perikanan dan Kelautan memang membantu program konservasi terumbu karang di Pantai Barat Sumut.

Untuk Sumut, dana cormap yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp 1,95 miliar. Salah satunya digunakan untuk pembuatan terumbu karang. “NAmun, ini pun harus berkelanjutan paling tidak sampai lima tahun ke depan. Itu pun baru terlihat hasilnya sepuluh tahun kemudian,” ujar Yoseph.

Mengandalkan tindakan represif untuk meminimalkan aktivitas pengeboman ikan juga tidak bisa terlalu diharapkan. Keterbasan sumber daya, baik dari Dinas Perikanan dan Kelautan maupun dari TNI Angkatan Laut, hanya bisa meminimalkan aktivitas pengeboman ikan.

Menurut Jaka, operasi rutin yang digelar TNI AL memang cukup efektif untuk memberantas pengeboman ikan. Namun, keterbatasan sarana patroli yang dimiliki Lanal Sibolga diakuinya menjadi kendala. Hingga saat ini Lanal Sibolga hanya memiliki tiga kapal patroli, yakni satu Kapal Angkatan Laut (KAL) berukuran panjang 28 meter, satu kapal patroli keamanan laut (patkamla) ukuran 12 meter, dan satu speed boat ukuran delapan meter.

“Padahal panjang pantai di Pantai Barat Sumut ini saja mencapai 115 mil laut. Ini belum termasuk pantai-pantai di perairan Pulau Nias dan pulau-pulau lainnya di Pantai Barat,” kata Jaka.

Selain itu, para pelaku pengeboman ikan menurut Jaka juga sangat cerdik untuk menghindari penangkapan. Mereka biasanya melakukan pengeboman di perairan lepas yang bisa melihat kedatangan kapal patroli. “Kami enggak bisa menangkap basah pengebom ikan kalau menggunakan kapal patroli. Biasanya kami menyamar menjadi nelayan untuk bisa menangkap basah pelaku pengeboman,” kata Jaka.

Dihukum ringan

Jaka menyayangkan hukuman bagi para pelaku pengeboman ikan yang terlalu ringan. Tujuh orang tersangka yang perkaranya sudah diputus di Pengadilan Negeri Sibolga hanya dihukum satu tahun dua bulan serta denda Rp 2 juta.

“Padahal, ancaman hukumannya penjara hingga enam tahun dan denda sampai Rp 2 miliar,” katanya. Padahal, akibat langsung dari pengeboman ikan ini jelas, yaitu kerusakan terumbu karang yang pada gilirannya semakin membuat nelayan kesulitan memperoleh ikan. Kondisi inilah yang tidak pernah disadari nelayan, bahwa hal itu bisa berakibat jelek dalam jangka panjang.

Rizal, salah seorang nelayan lokal di Sibolga, menuturkan, hasil tangkapan ikannya jauh merosot dibandingkan dengan 10 tahun lalu. Jika dulu dengan menggunakan perahu kecil dan alat pancing sederhana saja dia bisa memperoleh puluhan kilo ikan dalam sehari, “Sekarang yang bisa mendapat banyak tangkapan cuma nelayan dengan perahu besar. Itu pun bergantung pada musimnya. Kalau musim Barat seperti ini, belum tentu tangkapannya bisa sesuai dengan ongkos yang dikeluarkan,” ujarnya.

Menurut Yoseph, dalam program coremap ada dana pembinaan terhadap nelayan yang sebelumnya terbiasa menggunakan bom ikan. “Kami terus melakukan pembinaan agar mereka tidak lagi meneruskan aktivitas itu. Nelayan juga diberi bekal pengetahuan kalau kerusakan terumbu karang itu berdampak langsung pada mereka,” ujarnya.

Kerusakan lingkungan lebih besar juga mengancam kehidupan nelayan di pesisir Pantai Barat Sumut jika kerusakan terumbu karang ini tidak segera ditangani. Skala kerusakan yang luar biasa luas membuat tak banyak lagi gugusan terumbu karang tersisa di Pantai Barat Sumut.

“Bukan hanya nelayan bakal kehilangan mata pencaharian, tetapi keseimbangan ekologis juga terganggu. Erosi di daratan dengan mudah terjadi karena kerusakan terumbu karang ini. Kalau tidak ada terumbu karang, tidak ada lagi penahan alami untuk gelombang,” kata Efrizal.

Ditulis dalam Nelayan & Hasil Laut | Tidak ada komentar »

Menghargai Waktu Yang Tersisa

Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpThu, 23 Aug 2007 15:02:35 +000002Kamis 4, 2007

Kamis, 23 Agustus 2007

Hari ini saya berumur tepat 41 Tahun, menurut filosofi orang Inggris bahwa umur fourthy adalah umur yang matang untuk memulai hidup.

Saya mensyukurinya karena ’saya masih hidup’ artinya masih diberikan kepercayaan untuk mengarungi kehidupan di dunia ini oleh TUHAN. Kalau dari sisi ekonomi, maka diusia 41 ini saya sudah dapat mandiri dengan mengelola bisnis kecil di Ibu Kota Jakarta yang sarat dengan trick persaingan yang hebat.

Hari ini, saya berhasil melewatinya detik demi detik dan akhirnya menjadi masa yang lalu, namun saya tidak tahu bagaimana masa depan saya(?). Saya menyerah kepada TUHAN saja bahwa masa depan saya adalah  ”rahasia”, aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok.

Dalam “to dolist” di HP saya, ratusan jadwal telah tertulis, saya berusaha memenuhinya, namun apa yang terjadi sesungguhnya? Saya miss time dan saya melanggarnya, saya tidak sanggup memenuhinya. Re-schedule sebagai obat yg muzarab agar appointment dengan Mitra Kerja dan para sahabat tidak terganggu. Hari-demi hari semua itu terjadi dan apa hasilnya? Saya sudah berumur 41 Tahun, namun banyak hal belum tercapai, target belum juga tercapai, mengapa?

Ternyata durasi dan kecepatan manusia mencapai sukses, tetap dikendalikan oleh sang  KUASA yaitu TUHAN. Keputusanku hari ini, adalah bulat “TUHAN BENAR-BENAR ADA, DIALAH YANG MEMBUAT MASA DEPANKU, SUNGGUH ADA DALAM TANGANNYA, CITA-CITAKU ADALAH MIMPI YANG BELUM TENTU NYATA, TETAPI JALAN TUHAN ITU BENAR-BENAR ADA”.

Keputusanku itu, bukan karena saya dianggap lengah atau gagal, justru dalam keberhasilanku saya melihat muzijat demi muzijat terjadi, saya tidak pernah terpikirkan sama sekali. Tetapi semua bisa terjadi, saya akui bahwa Tuhan yang menjadikan itu semua.

Hari ini, Usiaku bertambah satu, artinya usiaku berkurang satu dari jatah yang diberikan TUHAN padaku. Umur panjang ada dalam Tangan kananNya, Kekayaan dan Kehormatan ada dalam Tangan kiriNya. Itu adalah milikku, mungkin saja aku diberi umur 76 tahun atau lebih, maka sisa hidupku tinggal berapa? 36 Tahun lagi di dunia ini.

Sisa waktu itu, sangat berharga bagiku, aku akan berusaha menghargainya, mengisinya dengan hal-hal yang baik. Aku ingin mengasihi orang-orang yang sulit berdamai denganku, aku mengasihi mereka yang membenciku, yang menfitnahku dan yang menghianatiku dan saya mengasihi mereka yang terlupakan dan terbelakang. Tentu dengan bukti yang otentik, dan bukan asal bicara saja. Itulah alasan mengapa saya tidak mau membalas semua kejahatan orang yang pernah saya terima.

Sebab saya menghargai Waktu yang tersisa. Hidup ini singkat, sebab Tuhan melihat dari sana siapa yang bengkok hatinya, siapa yang tulus hatinya dan siapa yang merancang kejahatan dalam hatinya.

Waktu yang tersisa, sangat berharga bagiku, sehingga aku tidak menghabiskannya di tempat gelap dengan berbuat onar dan menghianati kasihku pada keluargaku. Saya mau setia, …Tuhan berikan aku kekuatan untuk setia, … Tuhan berikan aku kesempatan untuk melihat kemuliaan demi kemuliaanMu padaku… aku akan berhasil dan menjadi saksiMu …. musuh-musuhMu tertunduk malu dan mereka sangat terpukul, sebab Engkau memberkatiku. Amin….Amin….Amin.

Ditulis dalam Budaya Nias | 1 Komentar »

Kecamatan Mandrehe Memiliki Wilayah Terbesar di Nias selain Kecamatan Gido

Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpThu, 23 Aug 2007 01:52:42 +000052Kamis 4, 2007

Kecamatan Mandrehe sudah dimekarkan menjadi 5 Kecamatan.

Kata Mandrehe berasal dari kata MANAERE artinya menurun arti kata lainnya “Manueli” lawan kata “Manaoso” bahasa Indonesianya adalah “Menurun ke arah lembah, karena berada di tengah-tengah penggunungan dari Hiligoe - sisarahli ke arah sungai moro’o, dan dari sisi timur dari Lawelu, Hiliwa’ele (Desa Bukit Tinggi - bukan sumatera barat. Dari selatan menurun mulai dari Simaeasi ke arah sungai siwalawa.

Daerah ini dikenal sebagai daerah pertanian dengan tanaman sejenis coklat (cacao), sekarang ini (2007-2008) Mandrehe sebagai penghasil Cacao terbesar di Pulau Nias.

Kecamatan Mandrehe telah dimekarkan menjadi 5 kecamatan sejak tahun 2004 yang lalu:
Kecamatan Ulu Moro’o
Kecamatan Moro’o
Kecamatan Mandrehe
Kecamatan Mandehe Barat
Kecamatan Mandrehe Utara

Semoga Daerah ini menjadi makmur dan aman sentosa.

Mustika Ranto Gulo

Ditulis dalam Karya Nyata | Tidak ada komentar »

LAPORAN TEAM MODAR PILAR NIAS BARAT

Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpWed, 22 Aug 2007 22:02:20 +000002Rabu 4, 2007

Nias Barat Siapa Yang Punya ?

Pertanyaan ini (NIAS BARAT SIAPA YANG PUNYA?), menggeliti hati saya, mengapa? Karena Nias Barat yang diklaim oleh orang-orang tertentu merasa sudah bekerja untuk Nias Barat dan merasa memiliki Nias Barat, kini terbongkar semua kedok perjuangannya. Hanya Woyo-Woyo, dan harus dipertanyakan “Berapa Biaya Yang dikeluarkan untuk mengurus Surat Rekomendasi Gebernur Sumatera Utara?”. Siapa dibalik ini semua? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 34 Komentar »

AGENDA PENTING PILAR NIAS BARAT

Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpTue, 21 Aug 2007 15:26:04 +000026Selasa 4, 2007

Agenda Penting PILAR NIAS BARAT (PNB) pada akhir tahun 2007.

Sebagai orgnasasi masyarakat Nias Barat yang memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran Nias Barat, tentu Organisasi PNB membutuhkan pemimpin yang benar-benar handal  dan dekat dengan hati masyarakat dimasa yang akan datang.

Sejak Pendirian PNB tanggal 5 Mei 2007, sudah diagendakan untuk segera memilih pemimpin PNB untuk 3 tahun I masa kerja (2008-2011 yang akan datang) pada akhir tahun ini, tepatnya Desember 2007.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 5 Komentar »

LEBIH BAIK MATI DARI PADA?

Ditulis oleh niasbarat di/pada PMpTue, 07 Aug 2007 22:37:55 +000037Selasa 4, 2007

Aoha Mate Na Moroi Aila, ungkapan Bahasa Nias ini bukan hanya sekedar Pameo belaka, ini sungguh-sungguh terjadi. Artinya, lebih baik mati dari pada malu (r=dipermalukan). Itulah sikap jentelmen Orang Nias Sejati, sifat ini diwariskan turun temurun. Untuk mendukung ungkapan/pameo ini ada kalimat “he aechu ba gomo asala boi aila”. itulah salah satu penyebab acara pernikahan di Nias selalu dipestakan dengan besar-besaran, sebagai bukti harga diri dan martabat. Sisi negatifnya adalah “he aechu ba gomo = sekalipun terlilit hutang …asalkan pesta sehari itu tidak memalukan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini | 8 Komentar »

Berjuang Untuk Kebenaran

Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpSat, 04 Aug 2007 09:16:40 +000016Sabtu 4, 2007

Terima Kasih Tulisan Ini Dimuat,

Berjuang untuk kebenaran, atas nama kebenaran, bahkan rela mati demi kebenaran atas nama Tuhan. Itulah sumber inispirasi para pahlawan dalam mempertahankan sebuah kebenaran yang diyakininya. Namun KEBENARAN itu sendiri bukanlah satu-satunya kebenaran, tetapi KEBENARAN MANUSIA hanya sebagian kecil dari KEBENARAN SEJATI. Sebab kebenaran kita (manusia) adalah kebenaran yang berpihak pada diri kita sendiri, yang menurut pemikiran kita itu adalah benar. Namun orang lain memiliki cara pikir yang lain, yang mengklaim dirinya juga benar. Orang lain belum tentu meyakini apa yang kita yakini itu benar. Ada Tulisan Mark Christoper ” Kebenaran sejati bersumber dari Tuhan, Sang Pengendali”. Jadi, manusia (kita semua) masih belum benar, sehingga kita harus aktif menjadi orang yang benar, saksi kebenaran. Dalam bukunya saya tidak menemukan pendapat orang-orang yang mengatas-namakan dirinya memiliki kebenaran sejati. Semua orang mengakui bahwa dirinya benar, berdasarkan apa yang mereka yakini atau imani. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel, Opini | 21 Komentar »