Lokalisasi WTS di Nias, Memalukan!

Kapolres Nias Sikapi Keprihatinan Warga Atas Munculnya Lokalisasi WTS

Gunungsitoli (SIB)

Kapolres Nias AKBP Albertus Sampe Sitorus menerima kedatangan warga Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Kamis (21/6) yang menyampaikan pernyataan sikap keprihatinan yang ditandatangani tokoh-tokoh agama, masyarakat, wanita dan pemuda soal perkembangan situasi dan kondisi Kompleks Pasar TPI dan sekitarnya, serta Kompleks Gudang Air yang berubah fungsi dari tempat berjualan, menjadi tempat mangkalnya para pendatang yang tidak jelas identitasnya yang menimbulkan penyakit masyarakat dan usaha-usaha ekonomi yang tidak jelas. Kapolres Nias menyambut baik pernyataan sikap itu. Kapolres Nias juga telah melihat masalah itu dan telah menertibkan dengan melibatkan satpol PP di lokasi TPI dan sekitarnya. Dikatakan, secara pribadi dan sebagai Kapolres Nias, ia tidak setuju di Kabupaten Nias ada lokalisasi WTS.

Lokasi-lokasi tempat penyakit masyarakat kita tertibkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku agar Kelurahan Pasar secara khusus dan Kabupaten Nias bersih, sebut Kapolres. Dalam menyampaikan aspirasinya, warga Kelurahan Pasar Gunungsitoli diwakili tiga tokoh agama Pdt Beni Gulo, Tapak Wong dan H Sofyan Dt Sati didampingi Kepala Lurah Pasar Gunungsitoli Elman S Zebua S STP, Seklur Harlen Tanjung, Kepling I Samsir Zebua, FKPM Risman Zega, PKK Wirdan Nur Harefa dan Tokoh Pemuda Yusgo Telaumbanua. Jaring 36 PSK Tim Terpadu yakni Polres Nias dan Satpol PP Kab Nias serta Bagian Sosial Setda Kab Nias menangkap 36 orang PSK yang sedang melakukan hiburan malam di Lokasi TPI Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Jumat (22/6) sekitar pukul 23.30 WIB. Sementara di lokasi Jalan Dr Cipto Mangunkusumo dekat Gudang Air Kelurahan Pasar Gunungsitoli ditemukan perempuan di bawah umur berinisial DSL (15) mengaku berasal dari Kota Sibolga dan telah mempunyai suami berinisial LH diduga dijadikan PSK. Dari hasil penyelidikan, pemilik Cafe berinisial W mengaku telah menerima uang dari laki-laki hidung belang Rp 500.000, belum termasuk negoisasi terhadap PSK.

Dari hasil pemeriksaan tersebut maka pihak Kepolisian Resort Nias melalui Reskrim Polres Nias terus melakukan pemeriksaan terhadap pemilik Cafe dan juga kepada DSL. Lokasi yang dirazia oleh Pemerintah Kabupaten Nias telah menjadi sorotan, terutama Kelurahan Pasar Kota Gunungsitoli oleh tokoh Adat, Agama dan para LSM dan Pimpinan Partai yang telah mendesak pihak Pemerintah agar lokasi yang diduga sebagai lokasi mangkalnya sejumlah wanita dan laki-laki yang melakukan negoisasi untuk menentukan tarif-tarif pekerjaan seksual ditertibkan. Ketigapuluhenam PSK ini diserahkan kepada Pemerintah untuk dibina oleh Bagian Sosial Setda Kabupaten Nias. (T15/i/q)

About these ads

71 pemikiran pada “Lokalisasi WTS di Nias, Memalukan!

  1. Kita mengatakan kasihan tetapi kita tidak pernah berpikir apa solusinya. kalau ada lapangan kerja yakin kita berkurang kejadian seperti begitu seharusnya yang mengatakan malu nias harus berpikir solusinya jangan hanya buka mulut saja anak kecilpun lebih pandai mangatakan demikian

  2. harusnya nias lebih maju demi memuaskan hasrat orang nias dengan membuka pub pub/club malam/party sex di kota gusit.
    kami mohon kepada pemerintah kota memfasilitasinya.
    saya mau bertanya sama bapak apakah hawa napsu itu bisa di lawan?
    logikanya di dalam sebuah kamar ada seorang ustad di kelilingi sejumlah wanita bohay apakah pistolnya spontan hidup? kami rasa naik 100%
    coba pikirkan terimakasih
    salam radang kelamin!

  3. Lokalisai WTS yg ada di Nias, sulit ntuk di basmi karna ada oknum tertentu melindungi dan membela para Germo…………..

  4. Saohagolo, ama, ina, batalifuso fefu, hesiso bado niha ba he siso ba perantauan, atas saran dan pendapat tentang Lokalisasi WTS yang ada di kepulauan Nias

  5. Kita semua warga Nias baik yg tinggal di Nias maupun yg di Perantauan mungkin segenggam dan segudang pengalaman kita tau apa namanya yg naik dawn kota baru /kabupaten apalagi yg sudah lama pasti ada WTS ada wanita susila dan ada juga wanita sungguhan....b berkata:

    Kita semua warga Nias baik yg tinggal di Nias maupun yg di Perantauan mungkin segenggam dan segudang pengalaman kita tau apa namanya yg naik dawn kota baru /kabupaten apalagi yg sudah lama pasti ada WTS ada wanita susila dan ada juga wanita sungguhan….berpandai-pandailah dlm melokalisir itu saja..

  6. ” Aoha noro nilului wahea…aoha noro nilului waoso..”.[ tohugo khoda kake.] kalo saya boleh komentar mengenai masalah WTS yg saat ini semakin tumbuh subur di NIAS tercinta kita, kita jgn cuma ngomong doang tanpa tindakan! mari kita sama -sama berantas,,…kita bumi hanguskan dengan cara apapun jg…! karena diNIAS itu ga ada tempat yg layak buat mereka [wts].
    Bagi om om yg buka tempat lokalisasi coba kita tegur sekali dua kali, kalo jg tak di gubris ya apa boleh buat kita cari cara lain dan bagi wts pendatang klo tidak mau pulang ke daerah asalnya ya..kita karungin aja trus tafazibo bazitambai pasar NOU banalo’o ta’ohe banaha wanaba ba pasar BERINGIN..!
    hewisa kira -kira talifuso !!

    YAAHOWU !

  7. Saya meminta kepada tokoh agama dan LSM jangan pernah berhenti atau bosan untuk memantau perkembangan WTS di pulau Nias,..
    Karna kalu di percaya kan kepda penegak hukum sy sudah tdk yakin,… nanti ujung2nya duit…
    Sy percaya parah tokoh agama dan adat yg berda di pulau Nias.. masih di percaya untuk menangani kasus ini…..penyakit masyarakat harus bebas di pulau Nias,….

  8. Ya’ahowu. Kalau saya diijinkan memberi komentar tentang lokalisasi WTS ini, saya hanya mau mengatakan bahwa alangkah lebih baiknya jika hal ini ditentang oleh semua masyarakat Nias karena hal ini akan merusak moralitas generasi baru masyarakat Nias. Menurut saya, keberadaan WTS di Nias bukannya semakin membuat Nias semakin maju tetapi akan membuat semakin rusak dalam segala hal. Jadi, harapan saya agar kita menentangnya dengan keras. Marilah kita tetap menjaga tatanan moral yang sudah tertanam baik di masyarakat Nias. Jgnlah hanya karena kita telah membaca beberapa buku filsafat yang ditulis oleh orang-orang yang hancur maka kita dengan semangat 45 mau merusak tatanan moral yang baik yang telah ditanamakan oleh para pendahulu kita yang berakhlak mulia. Benar sekali yang telah dikatan oleh bapak Ama Marinu di atas “boi tafaruka ira guli gogo faoma uli zimbi!” hanya karena kita telah membaca buku-buku filsafat yang ditulis oleh orang-orang yang sesat pikir. Sebaiknya kita selalu berhati-hati dalam memberi tangapan tentang lokasasi WTS ini. Sebaiknya tanggapan kita jangan membuat generasi yang akan datang menjadi rusak. Marilah kita menanan ajaran-ajaran yang benar kepada mereka sehingga mereka pun mengalami kemajuan dalam berbagai bidang “secara benar” pula.

  9. Kenapa kita sibuk mikirin WTS, sedangkan diri kita sendiri tidak kita lihat dicermin, coba saja perilaku orang yang ada diwebsite ini :

    saya design ini untuk bung ranto… hehehehe,

    http://balindo.wordpress.com/ sangat memalukan.

    Apakah itu yg disebut orang bermoral. ? mana kemampuan anda untuk merubahnya.?

  10. hallo teman-temanku yang pernah kuliah di pacet khusunya angkatan 2002 diamana saat ini kalaian berada. bang hendra kapan kamu jadi menikah? jangan lupa undangannya

  11. mari saudara-saudaraku kita bekerja sama-sama supaya hal ini dapat teratasi dengan membimbing anak-anak remaja dan pemuda untuk dapat lebih dekat dengan Tuhan

  12. hallo sahabatku…gimana dengan kondisi seperti itu siapakah yang salah? hal ini terjadi krn kurangnya pembinaan rohani dikalangan saudara-saudara kita sendiri. salam kenal

  13. setelah saya membca komentar saudara2 tentang wts yang semakin marak dinias, saya sebagai warga nias yang berada jauh dari pulau nias sangat prihatin sekali tentang wts terutama bagi generasi muda. saya mengharapkan kepada para yang berweweng dalam hal ini para penegak hukum untuk cepat meresponi tentang ini.

  14. Saya sangat bingung… mutar2 7 kali keliling…..! pendapat saya adalah:
    – Mengapa pak moderator lempar isu ini dan tidak pernah memoderasi? why?

    – Malu …dong! Nias itu tidak serendah yang sdr/2 bayangkan!

    – Perzinahan awal kegagalan anak2 Tuhan, you harus tahu mengapa Raja salomo hancur, Karena perzinahan, hati terbawa para selirnya untuk menyembah berhala

    – perzinahan daud juga berakibat fatal

    – lihat raja Hizkia, akhirnya apa, hatinya condong kepada berhala karena mencintai harta dunia ini, dia akhirnya percaya kepada DUKUN

    – kalian dan saya bertobat

    Begitu pak Pendata Ranto?

    yaahowu bukan yahewu …aneh ada pendapat pelacur disini…!

  15. ya’ahowu talifusogu Ardiman..?
    sepertinya kamu ini bermaksud apa dengan tanggapanmu diatas untuk saya? kamu kalo ngomong jangan asal ngelantur aja ya…?
    kamu mau dapat apa ga ada yang nanya n kamu jangan hanya asal ngatain orang dibelakang seperti sogambi di atas ya..? jadi kamu itu harus sadar bahwa kamu adalah mahasiswa teologi, jadi tolong ditata cara ngomongnya.
    yach.. saya memang belum sempurna tapi kita kalo ngomong harus bisa ditatalah ya..? kamu kalo ngasi tanggapan jangan seperti tanggapanmu di atas, berikan tanggapan itu yang baik karena kamu salah satunya yang harus terlibat memajukan nias bukan siapa2.
    selamat melayani ya…, Tuhan memberkati pelayanan kamu.

  16. ya’ahowu ira talifusogu ma’afefu…, tora-tora kho dalifusogu rani mendofa.

    Buat Rani…
    boleh juga komentar saudara tentang masalah WTS di Nias yang mana sdra terus mempersalahkan tokoh2 agama. akan tetapi coba anda sendiri renungkan apakah semua yang terjadi seperti masalah WTS itu juga hanya kegagalan para tokoh agama?
    kalo menurut saya sendiri, semua masalah yang terjadi di daerah kita bukan hanya kesalahan para tokoh agama atau yang lainnya, tetapi itu semua kegagalan kita semua sebagai orang nias. kalo saudara ga merasa berarti saudara tidak mencintai nias.
    seharusnya kita tidak perlu mempersalahkan siapa2 dalam hal ini, tetapi mari kita bersama2 berperan di dalamnya lewat dorongan yang kita berikan kepada setiap saudara2 kita yang masih tinggal di nias, teman2 kita atau siapa saja, agar mereka menjauhkan diri dari hal2 seperti itu, maksud saya WTS.
    mengenai tanggapan sdr marinus no.23, sdri juga harus melihat pengakuannya pada tanggapannya no. 26. jadi, sekali lagi saya berharap agar kita jangan pernah mempersalahkan siapa2 dalam hal ini, tetapi salahkan diri sendiri sebagai bagian dari nias tercinta mengapa saya kurang memperhatikan teman2 atau siapa saja orang nias yang selalu mau terjerumus dalam hal tersebut.
    mari kita tanya dan renungkan dalam diri pribadi masing2 sebagai bagian dari nias tercinta apa yang harus saya lakukan buat teman2, saudara2, atau siapa pun orang nias agar mereka tidak terjerumus dalam hal WTS. saya yakin ketika kita semua mau berperan dalam hal ini, maka besar kemungkinan tidak ada lagi orang nias yang mau terjerumus dalam hal WTS sekalipun tidak semudah membalikkan telapak tangan.
    semoga saudara mengerti maksud saya, okey….
    Ya’ahowu, Tuhan memberkati saudari.

  17. Saya sangat tersinggung >>>> neh…abang2 sayang kog purapura SOK suCi ya? Baru saja habis pake kog bicara agama. dan usir kami…mengapa?

    aku ini ngga mau jual diri, aku ngga ada uang..aku dibilang ada di Nias tempat paling rame, yah aku ikut aja…! benar Tuh aBang, di Nias jagojao nya…..hebat. Tapi kalau bayar…pelit…!

    Bicara dosa nanti aja, kalau udah banyak uang beli rumah di Sibolga, baru bertobat, umur 48 nantilah ya bAng.

    Aku tidak minta aBang daTang ke tempat kami, tapi AbAng yanG datAng sendir, tdk usah bicara agama dulu bang.

    yahewu

  18. haha…aku lucu membaca berbagai komentar2 yang banyak banget…ada yang bilang inilah,itulah,.ada yang menyalahkan inilah,menyalahkan itulah..tapi itu wajar2 aj terjadi,itu adalh sebuah tantangan,.nah sekarang tugas kita bagaimana upaya yang haruus di tempuh,bukanya menyalahkan siapa2 TAPI Klo memang harus menyalahkan siapa, aku pikir semuanya terlibat dan punya salah,hehe…..klo memang kita cinta nias kita jangan menanyakan apa yang nias berikan kepada kita,tapi tanyalah Apa yang akan Aku berikan untuk NIasku…OK YEHOWA ZAMAHOWUO YAITA FEFU

  19. Ya’ahowu Fefu

    Arungö dödögu ba fasai hanu wombaso zönda nda’ama ba talifusö fefu…me u’angeragö samösa ba ogömi gulidanö wamaigigu…

    Hana watola zimanö?

    Mi be’e mbua gera-era hawasimanö………..!

    Saohagölö
    Soni Batam A gree pembebasan dari WTS Buang jauh Oe…….

  20. yaahowu fefu

    to : nn Rani M

    komentar anda bagus juga ya……

    tp jgn terlalu banyak komentar donk……..

    jangan…. salahkan para tokoh agama dll…….

    jgn salahkan siapa2…….

    tapi…..

    apa yg hr kita buat dgn kondisi ini…………………..

    ditunggu “action’ donk…..

    tks

  21. Ketika membaca komentar sdr diatas banyak sekali yang mengecam komentar Abang Marinus W. Saya bukan membelanya karena kebetulan kami satu kampus. Tapi komentas beliau saya udah paham. Komentarnya memang liar, cenderung mendobrak tapal batas nilai agama, dan adat istiadat. Namun tujuan beliau sebenarnya bukan agar nias semakin terperosok dengan prostitusinya, an segala macam bentuknya tapi menantang kita untuk terbuka, berani jujur terhadap diri kita sendiri bahwa penyebab sesungguhnya dari semua itu apa? Yang gagal mencegah berkembangnya prostitusi di nias apa sih? Di komentar saya sebelumnya saya mengatakan bahwa biang keladinya ada pada para tokoh agama. Para tokoh agama tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, makanya WTS berseliweran di mana-mana di nias.

    Saya bukan membela abang Marinus W. tapi pemikiran2nya merupakan tantngn buat kita semua msayarakt nias agar kita tidak terlelap, dan menyadari bahwa ancaman terhadap nilai-nilai budaya nias sudah mulai…

    baca baik2 komentar 23 dr abang kita….

  22. Sdr. Aperius!

    Komentar anda memang benar. Meyakinkan bagi orang yang spendapat dengan anda. But anda juga perlu perhatikan bahwa munculnya dan berkembangnya WTS di nias kita tercinta karena kegagalan tokoh-tokoh agama di sana di bidang moral, etika, rohani. Apakah anda tahu fungsi tokoh agama? Para tokoh agama seperti pendeta, satua niha keriso, dll punya tugas mulia untuk menyadarkan setiap insan manusia di nias. Tujuannya adalah agar manusia nias tidak jatuh, dan berkubang dengan dosa seperti prostitusi, dan segala macam bentuknya. Dengan demikian, para tokoh agama punya kewajiban untuk mencegah agar di nias jangan sampai terjadi tindakan-tindakan yang tidak bermoral “dalam bahasa anda”.

    Sayang seribu sayang Aperius, di nias kita tidak pernah menemukan fungsi yang sperti itu. Selama ini, Para tokoh agama kita sibuk dengan diri mereka sendiri. Dan tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Para tokoh agama baru berkoar-koar dan menggelar demonstrasi kosong ketika Lokalisati WTS sudah masuk di halaman rumah mereka. Bagaimana ini Aperius?
    Ini semua adalah kegagalan besar dari para tokoh agama di nias untuk mencegah lokalisasi WTS. Coba anda lihat ya…lokalisasi WTS sekrang sudah sangat memprihatinkan! pelabuhan g. sitoli sampai terminal ketika malam hari ada banyak warung remang-remang yang berjejeran, tentu tanpa sepengetahuan publik. Trus di daerah miga ke arah idano gawo juga berejejeran. Belum lagi di tempat2 lain.

  23. Ba uombakhao khomiwo ira amada bahe talifusogu ka Aperius sogambi, yaoto yadaa ba no usenda nono alawe sibaga-baga toinia MAILDA HARTATY ha sohalowo ba perusahaan side-ide di Medan, hungama tola maifu okoli, hewae lo si fatutu nikhu ndaaga tapi fakhitowo gae/fawae. ba yae no HP gu boro yadaa mohapewo ndao, yae wo misurakhomi wai ba mi bekhoda sambua SMS mi ando maifi ok :185649331043 (IM3) banalo aktif bayaenasa wo :02193265574 (Esia)ok.

  24. Tesao khomo woi gaasaa hadia mano nikomentarimo tou tai notaila horo yai bahwa Nias tobali sasao mbanua tano bo’o, ira famareta goi no oi bodo-bodo molafaeha mano mbawa hulo jangago hua dai mano,lotodora bawo majuko pulau nias tapi talura niera-erara hewisa enao ebua simane talu jigelo.
    yaiawo gaatalu yaewo namuhede namada satua mbanua, lo enau wosa noa dogo-dogo sibai tapi afeto tola ahori mbuhogo ndaamada famareta siso ba nias nala baso jura gaasaara ande.
    Laba…..! haiirugiho wosa hamaifu agaukhu dangi-dangi ndaamada si mohalowo ba wamareta di Nias. As’sallamu Allaiqum wabarakatu.

  25. yaahowu maafefu yaami ira satuagu baira talifusogu sino mamee tanggapan tentang WTS ba khoda.

    saya senang bisa menemukan situs nias barat ini, sehingga dengan mudah saya bisa mengetahui bagaimana perkembangan daerah kita tercinta pulau nias (Ono Niha). saya minta maaf sebelumnya jika saya telah berani mencampuri urusan perdebatan tentang WTS di daerah nias ini.

    sungguh menggelikan hati saya sendiri ketika saya membaca berbagai tanggapan tentang artikel ini, sungguh sangat menggelikan hahahahaha….hehehehe……mibologo dodomi khogu ira talifusogu he…?

    saya sangat terkesan dengan istilah WTS ini mjika saya dengar sekarang, mengapa..? karena sebelum saya bertobat dan menerima Yesus Kristus di dalam pribadi saya, saya sedikitnya pernah terjerumus dan mengamati bagaimana itu yang namanya prostitusi atau sering disebut WTS, baik di pulau nias bahkan di kota2 lain seperti di jakarta. ketika saya menyadarinya, ternyata tindakan2 seperti ini saya rasa bukan justru membawa kemajuan bagi setiap kita terutama sebagai generasi bangsa.

    saya merasa geli dengan beberapa tanggapan yang mengatakan bahwa masalah adanya WTS di daerah nias itu bukan urusan tokoh masyarakat dan tokoh agama, tetapi itu merupakan urusan individu masing2. terus kalo begitu saya mau bertanya, jika ini merupakan urusan individu berarti kita biarkan saja saudara2 kita yang terjerumus di dalam tindakan prostitusi tersebut? jika demikian berarti kita ini EGOIS…!!!! tidak mau memperhatikan saudara2 kita yang telah terjerumus di dalamnya.

    mungkin kalau dulu saya pernah hidup di dalam tindakan seperti ini, tetapi sekarang saya sangat menentang keras tindakan prostitusi ini,bukan karena saya masih berpikiran kolot atau primitif saudara2 ya? tetapi justru karena saya pernah mengamatinya dan saya menyadari bahwa hal ini bukan membawa kemajuan tetapi justru sebaliknya membuat moral generasi ke depan tambah rusak.

    saya juga merasa aneh jikalau tindakan prostitusi ini di hubungkan dengan kemajuan suatu daerah seperti di daerah2 maju lainnya. menurut saya pribadi, kemajuan suatu daerah tidak ditentukan dengan munculnya atau meningkatnya tindakan2 seperti ini. kenapa? karena seperti saya katakan tadi bahwa tindakan WTS ini bukan membawa kemajuan tetapi membawa banyak dampak negatif, seperti: penyakit AIDS, kerusakan rumah tangga, kerusakan ekonomi masyarakat kita, dan bahkan kerusakan moral di hadapan Tuhan.

    justru saya merasa berterima kasih kepada beberapa tokoh yang berusaha memberantas WTS di pulau nias tercinta. memang secara individu tidak dapat dibasmi murni karena yang namanya juga sudah dikuasai oleh setan ya sulit untuk keluar dari situ, mereka tetap saja melakukannya untuk memenuhi nafsu setan mereka, apalagi jikalau ada juga oknum2 aparat atau bahkan pejabat yang mau melindungi tindakan mereka tersebut.akan tetapi, paling tidak usaha para beberapa tokoh2 ini bisa memberikan suatu penjelasan bagi generasi2 muda bahwa tindakan prostitusi tersebut tidak sesuai dengan hukum moral dan terlebih lagi kita orang nias yang mayoritas telah menerima dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, tindakan seperti ini sangat bertentangan sekali.

    sekali lagi saya tekankan bahwa tidak ada hubungannya antara tindakan prostitusi dengan kemajuan suatu daerah, terutama daerah nias.
    jhikalau kita mau daerah kita nias mau terkenal atau bisa tergolong maju, mari kita meningkatkan taraf perekonomian daerah kita dengan penyuluhan2 yang canggih, bukan dengan cara membiarkan tindakan prostitusi di daerah kita nias.

    MAJU TERUS NIAS….!!! TOLAK TINDAKAN PROSTITUSI TETAPI JUGA OKNUM2 TERTENTU YANG BERUSAHA MELINDUNGI. TOLAK JUGA TINDAKAN KORUPSI DI DAERAH KITA DONG…YA…??? INI JUGA MERUSAK MORAL ANAK NIAS KEDEPAN UNTUK MAJU KE ARAH YANG LEBIH BAIK.

    terima kasih semuanya ya karena saya boleh bergabung dalam situs ini, kiranya kita semuanya ikut mengambil bagian di dalam memajukan daerah kita nias tercinta ke arah yang baik dan berkenan di hati Tuhan sebagai sang pencipta semuanya. Tuhan Yesus memberkati kita semua, amin.

    YA’AHOWU FEFU

    Aperius waruwu
    INSTITUT THEOLOGIA ABDIEL INDONESIA (ITHASIA)
    Pacet-Mojokerto
    Jawa Timur

    NB: Salam saya sampaikan buat kakek Pdt. Beni Gulo, minta maaf jika selama ini saya tidak pernah menghubungi kakek. doakan terus saya dalam perkuliahan saya disini,terima kasih bantuannya sehingga saya bisa mencari jalan Tuhan saat ini. Tuhan Yesus memberkati pelayanan kakek, amin.

  26. Bagaimana perkembangan terakhir? Apakah permintaan (demand) meningkat atau menurun? Perlu dipantau data statistiknya untuk menilai kinerja para gembala (rohaniawan) di P. Nias dalam menjaga domba-dombanya.

  27. Mengenai wts di Nias, biar saja. Kita kan terbatas, tidak bisa datang ke sana lalu mengusir mereka. Saya setuju hukum pasar berlaku : “Ada Permintaan …ada supplay”.

    Kita masing2 ada pengalaman tentang soal yg satu ini, biasanya terjadi setelah kita tinggalkan Nias, dan berbuat onar di kampung orang. Nah….skrg ada dikampung sendiri…puas2sin tuh.. hehehe.

    Sudahlah, bupati seneng kog jika ada wts di Nias, buktinya dia diam saja. Hehehe!

  28. Yaahouwu fefu…
    Saya mau menanggapi topik dan komentar anda diatas,
    Semua orang yang baik selalu mengatakan TIDAK pada hal-hal yang melanggar norma,hukum, adat, budaya dan lain-lain.
    Namun kita secara pribadi harus menyadari bahwa jalan pikiran kita tidak sama dengan pikiran orang lain, wawasan kita tidak sama dengan orang lain.
    Saya yakin bapak dan ibu selalu memikirkan yang terbaik untuk pulau NIas tetapi kehendak kita tidak mungkin kita paksakan.
    Kalau anda katakan Nias tidak boleh ada pelacuran, itu benar akan tetapi kita harus lihat efeknya apa??
    DILARANG ADA LOKALISASI WTS bukan berarti WTS tidak ada di nias karena wts selalu mencari kesempatan dan waktu dimana mereka bisa melakukannya.
    Menurut saya, kalau tidak dialokasikan disuatu tempat maka, mereka berkeliaran dimana-mana secara sembunyi-sembunyi yang akhirnya tidak bisa dikontrol oleh lembaga terkait.
    Tapi seandainya pemda nias mengalokasikan dalam satu lokalisai tertentu maka jauh lebih gampang untuk dikontrol.
    contohnya :
    * Dinas kesehatan mudah untuk menekan penularan penyakit kelamin seperti pemakaian kondom
    * pemeriksaan, pengobatan terhadap pengidap penyakit kelamin seperti : HIV AIDS, SPHILIS,DLL
    * POLRI lebih mudah untuk menekan peredaran Narkoba
    * penjualan minuman keras dan pemabuk mudah di kontrol
    * Pemerintah dan kepolisian mudah untuk memantau pelanggaran Pelacuran anak dibawah umur.
    * Para pemuka agama mudah untuk memberi pencerahan rohani supaya bertobat dari perbuatannya.
    Dan masih banyak lagi kemudahan yang lain.

    Kita jangan berbicara masalah agama, adat, budaya, tetapi kita bercermin pada realita yang ada.
    karena bukan hanya pulau nias yang memiliki adat yang kental, daerah lain juga memiliki hal yang sama.Dan kita harus menyadari bahwa didalam alkitab pada waktu Yesus datang kedunia pun sudah ada pelacuran.
    terimakasih atas perhatian bapak-bapak, dan saya ajak kita semua untuk memikirkannya jangan dengan emosi, tetapi hati dan pikiran yang tenang

    Tuhan memberkati kita semua

  29. Syukurlah kalau sudah ada di Nias, soalnya selama ini tidak terhitung devisa yang dibelanjakan keluar Pulau Nias oleh saudara-saudara kita penikmat sex. Belum lagi waktu yang terbuang kalau harus keluar P.Nias hanya untuk urusan yang membutuhkan waktu “3 menit” itu.
    Adanya WTS di P.Nias membuktikan bahwa memang ada “permintaan pasar”, dan saya yakin bila konsumennya berkurang para WTS itu akan pulang kampung atau mencari lokasi lain.

  30. fatua lo ufaema we hedegu si sambua uo wai itafefu yahowuuuuuuuuuuuuu…………nono niha ………no oya urongo duria nono niha terlebih2x ba web si so ba da’a.ba fefui da’a oisi sekhi awai yai bei faoma ta oaya na weda melalui web nih………..oc dari ku untuk mu……..saudara – saudari………..

  31. ini tidak bisa di basmi begitu saja karna……….parat aparat juga kurasa ada jatah(polisi).makanya sangat berat untuk mengusir psk di tpi.karna saya melihat banyak polisi yang mangkal tuk di layani psk.

  32. Halo ono niha dimana saja? Yaahowu!

    Saya geli membaca komrntr kawan2 saya yang sangat fanatisme Nias. Sdh terlambat kawan2, sebab di hilihati yawa RSU G Sitoli tesondra nono alawe sawena egebua boto ba da’o, tenga sa niha choda.

    Bohonglah kalau germonya sdh ditngkap, peristiwa itu setahun lalu, skrg hehehhe ramai skaleeeeeeee!

    Bagaimnana? Ada LSM saya dengar akan demo, namun tetap saja di cuekin, isunya nih ye, mereka dapat setoran dari importir WTS itu.

    Sedih ngga?
    Datanglah ke Nias dan jln2 ke aah miga atau ke arah pelabuhan ama alias depan ex Hotel Wisata dulu, wah banyak warung remang-remang skrg gaya ‘puncak bogor di JKT.

    Nias sudah hebatkah?

  33. Pendapat Tuagu Fandita (Ama Marinu) atulo sibaiko, And I`m agree. Ini adalah Suatu pencerahan baru bagi saya sebagai anak yang masih dalam proses perkembangan, baik intelek, maupun kepribadian dan mungkin saja masih dalam tahap mencari-cari jati diri yang sebenarnya. Selama ini memang saya mengakui bahwa saya tenggelam dalam pemikiran-pemikiran saya. Seolah-olah dunia ini hanya dalam genggaman saya. Padahal itu salah, dan tidak benar.

    Terima Kasih Tuagu Fandita (Ama Marinu). Tuagu Fandita(Ama Marinu) adalah Pembimbing yang harus saya dengarkan.

    Salam Untuk ORTU DI RUMAH YA…
    Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua
    Bandung, Jawa Barat.

  34. Onogu Marinu,

    Saohagölö wangowaimö, Nogu.

    Betul sekali seperti apa yang Marinus ungkapkan dan kutip dari pendapat Gustav Jung itu, “bahwa kehidupan manusia rusak baik moralnya dan lain-lain, dikarenakan kehidupan agamanya juga rusak.”

    Akan tetapi perlu dicermati bahwa yang rusak itu adalah “kehidupan agama” bukan “agama”-nya, bukan?
    Bila pernyataan itu kita balik kembali maka dapat dikatakan bahwa “bila kehidupan keagamaan manusia itu baik, maka kehidupan dan moral juga akan baik.”

    Artinya faktor yang berperan dalam menyebabkan kerusakan itu adalah “manusia itu sendiri” yang hidup dan menjalankan agamanya.

    Agama berperan sebagai rambu-rambu pengatur, tanda peringatan, marka pembatas, serta penunjuk arah yang membantu menciptakan keteraturan serta kelancaran dalam padatnya lalu lintas kendaraan yang berupa kepentingan serta urusan-urusan sosial manusia.

    Bila pada akhirnya terjadi kemacetan dan kesemerawutan dalam lalu lintas itu, maka tentu saja bukan karena rambu-rambu, tanda-tanda, marka-marka, serta penunjuk arah arah itu “mengganggu” atau “menghalangi” atau “salah” oleh karena itu perlu disingkirkan dan dikesampingkan, melainkan karena “ketidakpatuhan” dan “ketidakdisiplinan” orang-orang yang menjalankan kendaraan mereka dalam lalu lintas urusan dan kepentingan manusia itu.

    Demikian juga bila terjadi kerusakan moral dan kehidupan manusia, tentu saja bukan karena karena “faktor agamanya” yang salah, tetapi karena ambisi, ketidakpatuhan, ketidakdisiplinan, serta ketidaksediaan manusia menjalankan ajaran agama sebagai rambu pengatur, tanda peringatan, marka pembatas, serta penunjuk arah dalam kehidupannya.

    Jangan pernah melupakan bahwa orang-orang Sodom dan Gomora adalah para penganut dan pengusung gagasan modernisme di zamannya. Tidak ada keraguan lagi bahwa mereka adalah para pendobrak “nilai-nilai lama” yang dianut oleh Abraham, Lot, dan para pengikut Tuhan lainnya.

    Mereka menggangap dirinya modern dengan kehidupan bejat dan homoseksualitasnya sewaktu semua orang laki-laki mereka mendatangi rumah Lot untuk mencari dan ingin “memakai” kedua orang malaikat yang menginap dirumahnya pada malam menjelang penghancuran kota itu dengan hujan belerang dan api oleh Tuhan.(Kejadian 19:4-5; 24-25).

    Ya’ahowu ndra’ugö, Nogu.

  35. Lau ba ira Tuagu ba ira Bapagu. Fefu mene-mene mi khoma ya`aga iraonomi memang atulo si baiko. Lohadoi sala nia da`ona. Ba mibologo dodomi khoma goi, boro fangera-ngerama ira`onomi agak liar dan justru memberontak terhadap tatanan sosial yang telah matang. Tujuanku sebenarnya bukan memberontak, Tapi u`ajak ita berdialog sinduhunia tentang judul da`ana. Boro judul da`ana menarik untuk diperbincangkan. Dan dalam perbincangan nda Tuagu ba ira Bapagu di`atas, memang banyak nilai positif. Karena yaita niha nias masih berpegang teguh pada nilai-nilai si sokhi simane agama, adat-istiadat, dan nilai2 tarditional tanobo`onia.

    Sakalito uwa`o wa opini2 gu da`na di`atas bukan untuk melawan, menantang. Tapi u`ajak ita berdialog tentang topik da`ana. Boro topik da`ana hangat dibicarakan di Seminar-seminar internasioanl akhir-akhir ini, baik yang berbau filosofi maupun culture. Dan ma`ando saohagolo Ya`aga iraonomi wa ira Bapa ba ira Tuagu masih berpegang teguh pada nilai-nilai positif kita. Karena itu, kita harus membangun nias berdasarkan cinta kekristenan yaitu cinta kasih, damai, dll.

    NB: Sakalito uwa`o wa opini2 da`ada tidak punya maksud lain. Tapi u`pancing ita e`na`o taperbincangkan. Artinya kerusakan moral simane yang terjadi ba negara2 modern boi sampai terjadi ba khoda ba nias…Saohagolo Ira Tuagu ba Ira Bapagu

    TIPS: Seorang Psikoanalis, Gustav Jung berpendapat bahwa kehidupan manusia rusak baik moralnya and lain-lain, dikarenakan kehidupan agamanya juga rusak. Dan pendapat ini sangat benar.

    Bagi saya, Kristus, dan Kekristenan adalah harga mati. Karena itu, kita tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

    Salam Moroi Khogu Onomi
    Bandung

  36. Buat Dr. Marcelinus.

    Berhati-hatilah,
    Semoga Anda memahami bahwa agama dan nilai-nilai adat istiadat bukanlah penghalang kemajuan, pengembangan atau penguasaan teknologi, melainkan KEBODOHAN.

    Seseorang yang hidup dengan mempertahankan nilai-nilai moral, akhlak dan kesusialaan tinggi dan yang nota bene hal-hal ini berada di wilayah keagamaan, dapat saja menguasai teknologi dan menjadi maju serta memetik manfaat daripadanya, bukan?

    Atau dengan kata lain seorang ilmuwan tidak harus menjadi pelacur atau melacurkan diri dengan pergi bertransaksi di lokalisasi WTS agar dapat menjadi seorang atau ilmuwan, bukan?

    Bagi Anda-Anda pengusung dan pengagum gagasan modernisme itu, sekali lagi berhati-hatilah, serta renungkanlah kembali hakekat modernitas yang sedang ingin Anda capai itu.

    Sesungguhnya “kemajuan” dan “kebejatan moral” adalah dua hal yang saling bertolak belakang.

  37. He Marinu,
    “Lawa’ö-wa’ö ba khöda nogu, “Alai na öfaruka ira guli gogo faoma uli zimbi!”

    Böi fatutue’ö ba wamaigi ulidanö si fasui ya’ugö. Alai na öwalinga yawa ba dalu mbanua so gaheu, ba högöu tou zowaöwaö ba danö.

    Hewisa wa öfaomagö ira “Pelacuran” ma fohorö-horö faoma “Kemajuan” ma fa’atedou. Fa’atedou tola ba zi sökhi, ba tola göi ba zi lö sökhi nogu. Ba ha sa ya’ugö zololohe amuri wa’auriu nogu. Dali ndra’ugö manö he zo olohesi ma hezo öhole’ö lalau hadia ba zi sökhi ma ba zi lö sökhi.
    Oroisagu ya’i khöu faigi zi lö elungu ndra’ugö. Ba na no atö elungu’ö ba böi sa’ae alui lala wamaelungu niha bö’ö. Tobönö manö ndra’ugö samösa zelungu.

    Ya’ahowu ndra’ugö, Nogu.

  38. yaahowu

    saya baru melihat site ini,tapi setelah membaca,saya memberi tanggapan mengenai pendapat saudara marinus.komentar yang saudara berikan bisa saya maklumi,walaupun demikian jangan biarkan pulau Nias kita ini terkenal dengan prostitusinya tetapi dengan kekuatan adat istiadatnya biarkan bandung terkenal dengan “saritem”nya itu.berani beda dong.para orang penting di daerah ini juga harus memberi perhatian dengan masalah ini,karena menurut kabar angin ada segelintir orang hebat di Nias ini yang menjadi “pengimpornya”,itu hanya kabar “angin”lho,benar tidaknya kita ndak tau.semuanya itu tergantung pada diri masing – masing sekarang, tetapi yang pasti saya mendukung pemberantasan yang dilakukan para aparat di daerah ini.ok saudara

    yaahowu

  39. Saudara Marinus yang saya kasihi. Kita sebagai Makhluk Ciptan yang paling mulia diberi rasio, kebebasan dan etika. kebebasan kita sebagai manusia itu dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Kebebasan juga diberi kepada bintang tetapi tidak ada pertanggungjawaban terhadap penciptanya. Untuk mencapai kebebasan tidak harus melanggar norma dan nilai2 regius sebagai makhluk yang percaya Tuhan. kalau Saudara seorang ateis saya tidak perlu mengomentarri pendapat saudara, tapi jika saudar seorang yang beragama dan percaya Tuhan apalagi ngaku seorang Kristen maka celakah saudara 1000 kali…. hati2 belajar Filsafat, terlalu banyak orang pintar didunia ini yang merusak dirinya sendiri. Rasio baik kalau ditaklukan dibawah otoritas Tuhan tetapi pada saat rasio anda tidak taat pada kehendak Tuhan maka anda jadi penyesat kebenaran.kasihannn orang yang ngaku pintar tapi tolol. sudah pasti Nias bukan Eropa dan Amerika. sex bebas harus dihapusakan dipaulau Nias sebagai pulau yang takut kepda Kristus. Nias jangan jadikan Sodom dan Gomora yang kedua. Apakah anda juga belum bertobat akan beberapa bencana yang menimpa Nias????? Apapun Filsafat yang saudara pakai, Nias Tetap bukan tempat WTS. anda tahu apa akibat sex bebas? berapa banyak orang yang hilang nyawa karena penyakit AIDS/HIV. jelas penyebab utanmanya adalah Sex bebas.Tolong…… pelajari kitab suci anda baik2. Ya”ahowu.

  40. Pak dorohia jangan panggil saya bapaklah, saya merasa tidak pantas, tidak enak. Umur saya baru 20 tahun hahaha….klo bisa “ono matua”
    Tapi yang perlu saya pertanyakan adalah kenapa para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para aparat berbondong-bondong melarang lokalisasi WTS di Nias? kan dalam pandangan orang-orang modern, Lokalisasi WTS adalah urusan pribadi bukan urusan you or your friends dari kalangan agama, masyarakat ect. sebaiknya janganlah kita terbelenggu oleh aturan-aturan yang selalu bersikap destruktif terhadap kemajuan manusia. dan kemajuan yang saya maksudkan disini bukan kemajuan dalam artian teknologi, tapi kemajuan dalam hal berpikir dan memandang sesuatu itu secara positif termasuk nilai-nilai asing. apakah anda tahu kenapa sebagian besar orang nias termasuk anda dan juga saya ketika berhadapan dengan budaya asing, pikiranya selalu negatif? termasuk dalam hal lokalisasi WTS tadi, itu karena cara berpkir kita memang belum maju. kita masih bersikap defensif terhadap nilai-nilai adat-istiadat kita, dll.

    pertanyaan saya untuk bapak ya:
    Kenapa di Bandung namanya “saritem”, jakarta, dan juga kota-kota besar dan di mana pun, apalagi di negara-negara maju, Lokalisasi WTS selalu dilegalkan?
    dan kenapa di Nias justru lokalisasi WTS dilarang? apa bedanya nias dnegan daerah-daerah lain? bedanya adalah jelas nias masih tertinggal dalam hal berpikir dan memandang sesuatu!

    pak pendapat saya bukan pendapat orang tua ortu saya di nias. ini pendapat pribadi, jangan ikut-ikutkan mereka.
    marilah kita diskusi secara fair! kita manusia individu yang bebas mengekspresikan dirinya. karena itu ketika pendapat saya berbeda dnegan anda itu adalah hak saya, bukan hak anda! ok

  41. KEBEBASAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU, yach topik ini perlu kita dalami lagi yah. Sejauh mana Korelasi “LOKALISASI WTS DI NIAS” dengan “KEMAJUAN NIAS” dan “APA HUBUNGANNYA DENGAN KEBEBASAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU”.

    Ini menarik sekali. Pendapat saya:

    Lokalisasi WTS, dimana pun adalah sebagai upaya untuk mengorganisir kegiatan para WANITA TUNA SUSILA ini di suatu likasi tertentu dan tidak bercampur dengan masyarakat umum. Jadi, jelas arealnya serta komunitasnya juga dapat diisolir. Tentu yang datang kesana adalah “Orang-orag yang mau menawar dan bertransaksi seks denga para TUNA SUSILA”. Tuna Susila artinya tidak memiliki kesusilaan, kemanusiaan, dasar-dasar kehidupan manusia sosial seutuhnya. Mereka menjual diri dan dibayar dengan uang…. demikian. Apakah di Nias yang kita cintai, memiliki hubungan atau korelasi dengan kemajuan teknologi dan kemajuan social culture education? Coba Pak Marinus Waruwu, analisa kembali.

    Nah, Kebebasan manusia sebagai individu, syah2 saja! Anda datang kelokasi WTS tidak ada yang larang, cuma kalau ketahuan istri atau keluarga pasti ada reaksi mereka. Yang saya heran, mengapa istri atau orang tua anda tidak keberatan atau tidak ada rekasi ketika anda kelokalisasi WTS dan bertransaksi disana? Apakah istri dan anak saudara atau ayah ibumu sudah begitu jauh menyetujui kebebasan tersebut? Mengapa ibumu yang melahirkanmu setuju begitu saja anda mundar-mandir bertransaksi ke Wanita Tuna Susuila? Aneh, kemajuan yang anda proklamirkan ini.

    Saya hanya ingin membuka mata anda, bahwa Kemajuan dan Kebebsan Manusia Individu tidak memiliki korelasi dengan “LOKALISASI WTS di NIAS”. Kebebasan yang perlu kita dengungkan di sana adalah kebebasan Berpikir, Kebebsasn menyampaikan pendapat dan kebebasan menaklukkan CULTURE MINDED.

    Saya harap kita diskusi dengan baik dan jangan “membenarkan diri dengan memakai alasan FILSAFAT orang lain… sudah tidak laku.

    Begitu saja,

    Yaahowu Ami FEfu.

  42. hallo saya baru nongol nich karena diskusi saudara-saudaraku di indonesia menarik ndaodo ha…
    bagi saya pendapat anak kita marinus menarik ya karena dengan lantang berani mendobrak tembok-tembok penjara manusia di nias. selama ini orang luar sering memandang orang nias itu masih tertutup. kenapa? karena tidak berani mengambil resiko dan menerima nilai-nilai dari luar yang sebenarnya punya dampak positif bagi perkembangan orang-orang nias sendiri seperti pendapat anak kita marinus tentang “kebebasan manusia sebagai individu”
    contoh: sdr Dr Marselinus memberi contoh jepang yang berani menyangkal kesakralan agama dan budayanya sendiri demi kemajuan manusianya. tujuannya adalah memanusiakan manusia jepang seperti yang pernah diserukan oleh para humanisme terdahulu. apakah nias juga akan bebas dari penjara otoritas tersebut seperti jepang?

    Darius Manao
    DOKTOR FILSAFAT dari UNIVERSITY OF BOSTON, USA

  43. Hallo, saya melihat semuanya ini agak berat ya! tapi menurut saya pendapat saudara marinus memang baik juga. karena jika kita lepas dari kekangan agama, dan adat tertentu kita pasti akan dengan bebas menggunakan kebebasan kita, lagi kita akan seerti jepang yang maju dengan pesat karena menyangkal otoritas yang memenjarakan manusia sehingga pada akhirnya ia dengan bebas dapat mengembangkan teknologinya dengan baik.

  44. Buat cucu saya Marinus W,
    Sebetulnya saya senang apa komentar nak Marinus , namun jangan salah kaprah bahwa yang dibilang abang2 diatas sangat baik dan bukan karena dikekang oleh otoritas-otoritas Agama/adat dll, tapi kita harus berpikir positif ajalah bahwa membiarkan orang lain masuk dalam perangkap dosa itu juga sudah menjadi kesalahan fatal.
    Saya juga percaya kebebasan adalah Hak setiap individu manusia namun didalam kebebasan ada juga etika dan moral yang harus ditaati karena kalau semua bebas bisa kacau dunia ini,kejadia sodom & gomora akan terulang dan kita yang menanggung akibatnya.

  45. Masalah pelacuran bersinggungan dengan masalah moral, etika. Bukan sekedar masalah freedom, kebebasan. Kadangkala kesalahan kaum intelektual adalah kurang peka melihat banyak sisi ketika menyampaikan argumentasinya. Tak jarang mereka hanya melihat dari satu sisi tetapi ngotot dengan hal itu. Jadi, sebenarnya hal itu adalah cara pikir yang rendah, solipsis atau mungkin proselitis.Dan, bagi saya hal ini mencerminkan ketidakintelektualitasan. Saya masih ingat kata-kata Vaclav Havel: kaum intelektual adalah hati nurani rakyat. Jadi, seharusnya kaum intelektual merasa bertanggungjawab membekali moralitas rakyat dengan cara yang benar dan bukan membelokkan konsep hanya sebatas argumentasi rasional, yang sebenarnya lebih merogoh “pembenaran” dan bukan mensasar “kebenaran” atau kebaikan universal.

    Trim’s Ya’ahowu

  46. Pak ama dera gulo, yang saya maksudkan “bukan dalam hal kemajuan sex sehingga nias disejajarkan dengan batam”. namun disini saya mau menekankankan pada “kebebasan manusia sebagai individu”. kapan lagi orang nias lepas dari kekanngan hukum adat, norma2 lain if bukan dari sekarang?. dan bagi saya pribadi, pelarangan wts di nias merupakan perbuatan tercela dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai modernitas yang sangat menjunjung tinggi kebebasan individu manusia. dan saya MAU MENGATAKAN BAHWa WTS ADALAH URUSAN PRIBADI manusia SEBAGAI individu dan bukan urusan anda atau tokoh yang sangat dihormati di nias.
    saya memang menyadari bahwa di nias nilai-nilai modernitas tersebut belum mengakar. kenapa? karena nias masih diikat oleh adat-istiadat, norma2 yang bagi orang-orang modern otoritas tersebut tidak lain adalah otoritas sangat membingungkan dan always bertindak defensif terhadap kebebasan manusia.

    apakah anda sudah memabca tanggapan saudara nehesi? baca dulu dong supaya anda bisa mengerti? kan ini kebenaran dalam filsafat bukan kebenaran menurut persepsi anda or seperti apa kebenaran yang anda maksudkan?

  47. Wah, saya pikir ini salah kaprah kali. Tolong adek2 D. Hia dan Adek MArinus Waruwu, pikir2 donk kalau berargumentasi tentang pelacur. Di Nias jangan dulu deh, jangan terlalu maju dek, pelan2, placur tidak menggambarkan kemajuan dek Marinus. Aduh, saya kog geli baca komentar anda, sory lah, bukannya berfilsafat aneh2. Anda sdh terlalu jauh baca buku sehingga nggak tahu mana kebenaran kata pak Nehesi (komentar lain), mana yang salah. Ok deh, Nias bukan Pulau yang sejajar batam untuk dijadikan tempat kemajuan sex, tetapi kemajuan sosiologi yang baik.

    Salam ya adek2

    Ama Dera Gulo
    Medan

  48. Pak Dorohia panggil aja saya “ono matua”, jangan “bapak marinus” karena umur saya baru 20 tahun.

    Pak, saya melihat anda ini terlalu menyerah pada ajaran agama, etika, and norma-norma kesusilaan. Jangan pak ya! Karena jika anda terus-terusan menyerah pada otoritas tertentu baik ajaran agama, etika, and norma-norma kesusilaan justru menunjukkan bahwa anda ini “manusia lemah” atau manusia yang tidak mampu menggunakan kebebasannya hanya karena taat pada otoritas tertentu. Atau anda seorang fundamentalis ya…hati-hati pak ya sebab bagi para pemikir modernism, anda ini bisa digolongkan masih ketinggalan jaman “primitif” atau sisa-sisa abad pertengahan.
    Apakah anda pernah mendengar kritik salah seorang filsuf modernisme pada abad-20an F, Nietzsche terhadap orang kristen termasuk anda dan saya juga. Ia mengatakan bahwa orang-orang Kristen adalah komunitas orang-orang gila, lemah karena selalu berfantasi dan taat pada otoritas tertentu sehingga kebebasan dan kemampuan yang dimilikinya sebagai manusia disia-siakan. Karena itu, saya berpesan kepada bapak janganlah menggurui saya tentang otoritas-otoritas yang anda bela tersebut baik agama, etika, norma-norma sebab ini semua hanyalah kebenaran manusia atau kebenarannya terletak pada anda dan saya. OK PAK DHia!

  49. Salam Pak Marinus Waruwu……!

    Saya baru nongol nih, saya nmenahan diri tadinya…hehehehe, saya anggap iniu kesempatan kita untuk diskusi. tetapi saya keberatan kepada moderator yang tidak menulis topik baru, jadi kog memble….. hehehe.

    Saya naksir benar dengan pendapat anda bos marinus waruwu. Namun, kemajuan tidak selalu ditandai dengan melacurkan diri, memberi toleransi kepada perbuatan asusila. Bayangkan saja, jika ajaran Agama, etika dan norma-norma diajarkan di dalam keluarga kita, maka dunia ini sejak dulu sudah pensiun… hehehehe sudah hancur diluluhlantahkan oleh manusia durjana. Dimana-mana ada manusia yang lahir diluar nikah, mungkin saja 99% manusia lahir diluar nikah, jika kita memenuhi syarat kemajuan yang anda katakan. “ono Horo fefu Niha gulidano”. Karena demi kemajuan kita boleh berzinah sedemikian rupa, selain itu penyakit kelamin meraja lele… eh lela. Aids, menjadi ngetrend…, bagi mereka yang tidak berpenyakit aids, dianggap ketinggalan jaman. Aduh, Pak Marinus….Belajar Filsafat dimana pak ? hehehe sory, cuma guyonan. Nias sudah hancur moralnya ya pak, lihat saja resikonya pada generasi anda nanti, Puji Tuhan kalau mereka tidak lahir karena perbuatan Zinah. Makanya di Nias itu kita berjuang mati-matian melawan peradaban biadab seperti itu, agar manusia masih bisa bermoral. Kalau kita sudah rusak, mudah2an generasi kita tidak biadab.

    yahowu he
    DoroHia

  50. Prihatin, prihatin, and prihatin! Ternyata Nias masih menutup diri ya? Pelarangan lokalisasi WTS oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintahan menunjukkan bahwa Nias masih menutup diri terhadap nilai-nilai yang dihembuskan oleh modernitas beberapa abad lalu. Kebebasan (freedom), Kemerdekaan (independent) adalah 2 (dua) diantara banyak nilai-nilai yang diperjuangkan oleh modernitas. Dan di Nias nilai-nilai tersebut tidak mendapat tempat bahkan dilarang dengan dalih melanggar ajaran agama, dan hukum adat Nias (kesusilaan) yang berlaku dalam masyarakat Nias.
    Apa salahnya bila lokalisasi WTS diberi tempat di Nias? Ini kan sudah masuk ke ruang privat manusia sebagai individu dan bukan urusan para tokoh agama (para pendeta), tokoh masyarakat, aparat. Sepertinya Nias tidak mau menerima dan terbuka terhadap visi modernitas tersebut, tapi masih meniru-niru pola lama seperti yang pernah terjadi pada abad pertengahan. Apakah ini suatu kemajuan? jelas bukan. Tapi ini adalah suatu penyangkalan terhadap kebebasan individu yang tidak lain adalah visi modernitas yang utama.
    “NIAS MAJU BILA MENGATAKAN YA PADA VISI MODERNITAS DAN MENGATAKAN TIDAK PADA HUKUM ADAT “PRIMITIF”,DAN SEGALA AJARAN AGAMA YANG MENGEKANG KEBEBASAN MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU”

    Egalite (persamaan), Fraternite (persaudaraan), Liberate (kebebasan individu) adalah kunci kemajuan Nias.
    Tanpa ini, Nias akan tertinggal terus sama tetangga sebelah.

    Ya`ahowu

  51. wow..lumayan juga perubahan nias..ternyata..para wanita tak bersusila (WTS)dan perempuan suka komersial sekaleeeeeeeee..(PSK sekaleeeeee……)sdh nyampe disini..ada yang nampung lagi..
    gila ngga…?..gila lah..atau mungkin pengusaha psk ini ngga dapet proyek BRR kaleee..jadi dia coba menyediakan proyek buat..(yang perlu)..heheheheh proyek psk..
    tega2nya merusak nias (anak2 muda dan para suami hidung belang)
    kan kasihan ibu2 yang suaminya suka jajan.
    saya harap tokoh pemuda,tokoh agama,tokoh2 masyarakat dan penegak hukum yang ngga munafik segera berusaha menutup dan memulangkan para PSK tsb untuk cari tempat di negara lain..
    ke neraka juga boleh,kalau ngga mau bertobat..
    tapi apa tokoh2 diatas mau…? siapa yang peduli yach..?
    oh .pasti ada yang peduli ..alias membiarkan mereka..
    kan bpk2 DE_PE_ER_DE juga peduli…
    pasti peduli amat..
    intinya gini deh..jangan biarkan nias jadi tempat prostitusi..(apa baru sekarang..?)
    hareeee geneeeeeeeeeeee…?
    pulangin aja ke daerah asl mereka.jangan ditampung di dinas sosial..nanti rasa sosialnya muncul..
    udah dulu ah…jangan ngumpulin duit m’lulu yach..
    ingat tuh masa depan anak2 nias..

  52. Meubaso nisura namada B.Laia, ba awakho-wakho dodogu,umane “HANA WATOLA SIMANO”?
    Datalau mangandro kho Lowalangi enao ibe’e geheha ba dodo ndra keparat eh sorry aparat faoma ira amada sitebai niwao bawamofano ndra afokha tante potifar siso badano niha.
    Iada’a ba nose laza sondra’o ukhayo-khayo gambigu fao ulau fa wikho-wikho ba ubadu sambua galasi kofi nifakoe, umane “HANA”.

  53. Salom,
    Yaahowu!

    Asese ubaso web daa, awena ube tanggapangu, boro metebai utaha dodogu wamaigi kemajuan Nias terutama gunung sitoli bachoda. Memangawulido 1 minggu lalu, ufaigi sa’e bahwa tanda-tanda kota besar ba g sitoli no terlalu maju. Hotel-hotel sdh tidak nyaman untuk kita, karena selalu ada wanitanya. Boi abao dodo ndra pengusaha hotel ba Nias wehedegu da’a. Lo nyaman na ta’ohe keluarga da sa’e. Ailado si’ai mefaoga ndra fandrita moroi ba Jawa Tengah da’a, sempat geleng-geleng kepala ira wamaigi prostitusi ba choda. Miyawa ba arah hilihati, ba miraya arah miga sa’e. Alaindra’o hana wasimano? Haniha zitola memimpin Nias, sibarani wo usir ndra alawe da’o? rata-rata tenga ono niha tetapi pendatang.

    Saohagolo.
    B Laia

  54. saya berpendapat NIAS itu adalah pulau yang masih dalam tahap membangun, dalam membangun kita tidak bisa menutuo mata atas masuk nya budaya asing dan termasuk budaya paling tua di dunia “BUDAYA WTS”. tetapi harus diingat NIAS masih kental dengan BUDAYA KEKERABATAN nya, diman setiap orang pasti mengenal tetangga nya, sehingga LOKALISASI WTS sangat tidak pantas di NIAS, itu akan SANGAT merusak moral para pemuda NIAS. saran saya kita orang NIAS harus menolak apabila WTS yang masuk di NIAS, apalagi semua golongan menolak hal tersebut. apabila pemerintah tidak mau peduli kita sebagai masyarakat bisa mengambil inisiatif “MENGUSIR” para WTS tentu nya dengan rasa persabatan bukan dengan anarkis.

  55. Saya heran ya, Nias mau dijadikan Batam ke dua katanya. Karena tidak ada apa2 di Nias kalau WTS tidak ikut meramaikan perekonomian di Nias. Demi Tuhan, pernyataan itu angat Tolol dan tidak manusiawi. Tidak usah saya sebutkan namanya… tetapi sebagai pemuka dan Tokoh masyarakat lihat lah Nias Sebagai daerah Kristiani yang benar-benar kantong kristen. Saya dengar para Germo akan dilepas sebab ada yang bayar untuk dibebaskan…Mohon kepada KAPOLRES NIAS, jangan terpengaruh pak, kami berdoa untuk bapak. Lanjutkan perkara mereka sampi ke pengadilan. Demi Nias dan demi Kemuliaan Nama Tuhan.
    amin
    Ama Dera (Medan)

  56. Ya’ahowu fefu ono niha
    Sangat disayangkan kalau Nias lama kelamaan menjadi satu tempat yang aman untuk PSK yang di datangkan dari luar P.Nias. Dalangnya juga pasti ada orang Nias sehingga praktek semacam itu bisa lahir di pulau Nias. Kejahatan semacam itu jangan dibiarkan berkembang, dalangnya itu ditangkan dan dijatuhkan hukuman, dan Psk dipulangkan ke daerahnya. Kalau dibiarkan lama kelamaan menjadi suatu budaya yang sulit diberantas, mohon sebelum berakar segera dihapuskan dari bumi Nias. P.Nias adalah pulau yang mayoritas beragama Kristiani, semoga kekristenan kita tetap menjujung tinggi nilai-nilai Injili.

    salam sejahtera
    Drs.Bernard Daeli,MM

  57. Kasihan Nias kita, dijadikan tempat pelarian para WTS dari Luar Pulau ya, kasihan para pejabat kita yang melindungi dan berusaha mati-matian membela GERMO yang ditetapkan sebagai tersangka.

    Jangan2 nanti Nias jadi pulau yang paling aman berprostitusi. Masa iaya sih seorang binahati baeha tidak mampu membrantas kegiatan kecil tersebut? atau Germo ikut setoran ya? hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s