Moderator Menulis :
USUL
PROBLEM SOLVING KEMELUT BANTUAN KEMANUSIAAN DI NIAS
Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo
SALAM YA’AHOWU NIAS BARAT TERCINTA
TANAH AIRKU NIAS TEMPAT KELAHIRANKU, YANG KUCINTAI DAN KUSAYANGI KINI ENGKAU TERLUKA, AKU RASAKAN PERIH DIHATIMU, MAAFKAN KAMI SEMUA KARENA KAMI TIDAK SETIA KEPADAMU, KAMI TELAH MENGKHIANATIMU.
AMPUNI KAMI YA TUHAN!
Saudaraku Masyarakat Nias Barat,
Kita harus selalu optimis bahwa sebentar lagi kita akan menemukan jalan keluar dari kemelut yang kita hadapi saat ini, pasti ada jalan keluar. Usul atas solusi yang ditawarkan merupakan hasil analisa dari masukan para netters (jika ada yang lain kami persilahkan) :
1. Masalah: Dana Bantuan Kemanusiaan yang dikumpulkan dengan tujuan membantu masyarakat Nias sejak dua tahun lalu, mengapa baru disalurkan sekarang, sudah basi dan itupun tidak semua dana tersebut disalurkan dengan benar. Sekali lagi pertanyaannya : “Mengapa?”
Solusi:
PANITIA MALAM PEDULI KASIH UNTUK GEMPA NIAS, jelaskanlah dengan sejujurnya kesulitan apa yang anda alami, sehingga saudara menemui dilema dalam pelaksanaannya atau ada tekanan, penghalang (atau apapun alasan lainnya) kepada para donatur dan kepada seluruh masyarakat; apa penyebab yang sesungguhnya, mengapa hal itu terjadi.
2. Masalah: Dana Bantuan Kemanusiaan yang dikumpulkan dengan tujuan meringankan beban para korban bencana, tidak mengenai sasaran karena dibagi hanya Rp. 100.000,- per gereja dan itupun tidak semua gereja mendapatkannya.
Solusi:
Cari dana lagi untuk menebus kesalahan tersebut dan kita membangun “Rehabilitasi Sumber Daya Manusia” dalam bentuk ruang Training Center di 8 Kecamatan di Nias Barat dengan budget 20 juta per kecamatan, total Rp. 160 juta. Kekurangan dana pembangunan bisa bekerja sama dengan BRR / NGO ataupun swadaya masyarakat setempat. Masih sanggup? Jangan dinodai dengan KKN lagi.
3. Masalah: Dana yang dibagi-bagi Rp. 40 juta, seharusnya tidak perlu diantar ke Nias, cukup ditransfer saja ke nomor rek bank para pendeta dan jemaat yang mengalami penderitaan (tentu sudah memiliki data akurat selama dua tahun), atau disalurkan secara kolektif.
solusi:
Kembalikan dana Rp. 3 juta per orang x 5 orang dan kita gabungkan kembali dengan sisa dana yang masih Rp. 43 juta rupiah sehingga jumlahnya menjadi 58 juta.
4. Masalah: Dana yang masih tersisa Rp. 43 juta yang diputuskan dalam rapat yang lalu disumbangkan untuk perjuangan Nias Barat, segera dikoreksi dan dibatalkan karena tidak ada hubungannya dengan perjuangan Nias Barat menjadi kabupaten.
solusi:
Hasil Rapat tersebut segera dianulir dan sisa uang tersebut tetap disalurkan dengan cara solusi no. 2 diatas (usul).
5. Masalah: Sebagian masyarakat menghendaki pertanggung jawaban secara transparan dan harus diaudit oleh akuntan publik.
solusi:
Sebagai Tanggung jawab “MORAL” kepada seluruh masyarakat atas kesalahan dan kelalaian PANITIA & PENANGGUNG JAWAB, maka harus rela untuk diaudit secara terbuka. Kami berharap apapun hasilnya kita harus terima, sekalipun itu berakibat pada profesi kita masing-masing yang pada akhirnya (Harapan Kami) masyarakat dapat mengampuni segala kesalahan dan kelemahan tersebut.
6. Masalah: Tuntutan Para Netters kepada Panitia dan Penanggung Jawab yaitu BPP KANISBAR, agar mengndurkan diri, bahkan ada yang memohon kepada PD SALOM Nias yang mengangkat BPP KANISBAR agar dibubarkan atau menarik kembali mandat yang pernah diberikan dan segera dibentuk badan baru yang mewakili semua (8) kecamatan.
Solusi:
Mereformasi organisasi BPP KANISBAR yang sekarang ini dengan organisasi yang lebih terbuka dan masyarakat Nias Barat di Jakarta dapat terwakilkan secara merata. Ada baiknya Panitia yang sekarang legowo dan memberikan kesempatan kepada para “ANGKATAN MUDA” Nias Barat untuk memimpin. Tujuannya, agar harga diri, martabat dan masa depan para pengurus dalam kepanitiaan ini tidak tercemar oleh tuduhan dan kritik-kritik tajam serta kesalahan-kesalahan masa lalu.
Temukan solusi yang lain di dalam dialog anda dengan Tuhan, mungkin sinyalnya sama dengan ide saya, apakah ini hasil dari sebuah doa yang panjang?.
Salam Nias Barat.
Moderator