Nias Barat Siapa Yang Punya ?

I LOVE YOU NIAS

  • Top Posts

  • KITA ADALAH HAMBA KEBENARAN

    Jadilah hamba kebenaran,Hamba tidak memiliki hak untuk membenarkan diri, Hamba tidak memiliki apa-apa di dunia ini, Hamba bukan ahli waris, Hamba pasti tidak memiliki harta yang melebihi kekayaan Tuannya. Hamba Kebenaran tidak melawan kebenaran, Hamba kebenaran pasti dihina dan dicaci karena berjuang demi kebenaran, Seorang Hamba lebih rendah dari tamu-tamu Tuannya, Hamba kebenaran adalah HAMBA TUHAN, Hamba tidak berkuasa atas dirinya, dan Hamba Kebenaran Tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Salam, Mustika Ranto Gulo. Pemerhati Nias Barat
  • BERKOMUNIKASI DENGAN KUASA

    Baca Buku "BERKOMUNIKASI DENGAN KUASA" oleh Charles H. Craft. Kami referensikan buku ini karena mampu memberi inspirasi yang sangat nyata dalam berkomunikasi. Buku ini sangat berguna sebagai buku pedoman bagi para KOMUNIKATOR KRISTEN yang menerapkan metode Komunikator ala Tehologi Kristen. Saya yakin buku ini mampu bekuasa untuk mengantar anda kepada level kehidupan baru dalam rangka bagaimana anda berkomunikasi dengan baik.
  • PILAR NIAS BARAT

    SEJARAH PILAR NIAS BARAT Pada tanggal 5 Mei 2007, Segenap Masyarakat Nias asal Nias Barat berkumpul di Aula DPP Partai Golkar DKI Jakarta di Jalan Penggasaan Barat No 24 Jakarta Pusat dan menyatakan dengan tekad bulat untk mendirikan organisasi bernama "PILAR NIAS BARAT". Pada saat itu melakukan pemilihan pengurus DPP Pusat dengan hasil yang sangat demokratis adalah Ketua Umum Ir. Mustika Ranto Gulo, Sekretaris Umum Meiatasi Dolai, Bendahara Umum Otenieli Hia. Dalam Rapat tersebut diputuskan bahwa target 6 bulan pertama kerja Pengurus DPP dengan harapan dapat mencapai hasil adalah: 1. AD/ART dan Pengurusan Legalitas sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) 2. Membuka DPW dan DPC diseluruh Indonesia dan mengutamakan Wilayah Nias dan Sumatera Utara dan Jawa. 3. Melaksanakan Deklarasi Pilar Nias Barat (telah dilaksanakan tgl 26 Mei 2007) di Gedung Landmark Lantai 22 Tower A Jalan Sudirman No.1 Jakarta Pusat. 4. Melakukan kunjungan dan dengar pendapat kepada semua instansi pemerintah yang terkait dengan PEMEKARAN DAERAH. (5) Melakukan event SEMINAR tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam menyikapi Pra Pemekaran Nias Barat. 6. Mengajukan Permohonan ke BI dan Bank Swasta agar membuka kantor bank cabang pembantu di Kecamatan Lolofitu Moi, Kecamatan Mandrehe dan Kecamatan Sirombu sebagai kantong-kantong ekonomi rakyat. 7. Mempersiapkan MUNAS pada awal tahun 2008 di Jakarta untuk meletakkan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi Pilar Nias Barat. Berbagai program lainnya yang akan dikonsolidasikan terus kepada komponen masyarakat Nias di Jakarta termasuk kepada PANITIA BPP KANISBAR di Nias, SUMUT dan Jakarta. "SALAM SUKSES PILAR NIAS BARAT"
  • Kertas Putih Yang Tercoret Tanpa Arti

    Hidup ini bagaikan lembaran kertas putih yang polos dan tak beracat cela. Hari-hari kita satu menit ke depan sungguh tak terduga. Tidak ada seorangpun yang sanggup memahami masa depan sekalipun dia seorang peramal ulung. Kertas putih itu kita isi dengan sebuah lukisan yang sangat indah yaitu lukisan tentang kehidupan. Ada yang melukisnya dengan warna yang sederhana, bahkan ada yang menuangkan ribuan warna-warni, ada yang membiarkannya tanpa cretan apapun, banyak yang berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa dalam hidupnya. Ada juga orang yang hanya menunggu uluran tangan sang pelukis lain, dia berharap agar orang lain yang menorehkan warna kehidupan dalam hidupnya, sangat tragis. Mengapa bukan kita sendiri yang menorehkan lukisan itu ? Bukakah kita berhak berbuat apa saja dalam hidup kita ? Apakah itu baik atau jahat, keputusan ada dalam tangan anda. Saran saya, jangan biarkan ada tangan lain yang memberi warna dalam hidup anda. Dan berikanlah yang terbaik dalam lukisan itu, yaitu kebajikan dan kemurahan, suka cita, kasih dan sebagainya yang dipandang baik dan mulia. Jagalah, kwalitas tinta dan tatalah warna-warninya yang bisa dipandang manis dan lemah lembut. Sungguh hari esok ada, dan semuanya terserah anda bagaimana melukisnya dengan indah. Kertas Putih yang tercoret tanpa arti, membuktikan bahwa kita tak berarti pula, kita telah menyia-nyiakan waktu begitu saja berlalu. Hari ini, telah kulukiskan dalam hidupku sesuatu yang baik dan mulia, aku akan buktikan. Amin. Ir. Mustika Ranto Gulo
  • MULAI DARI DIRI SENDIRI

    Bangsa yang makmur berasal dari keluarga yang makmur dan keluarga yang makmur berasal dari setiap individu yang makmur. Individu yang makmur berasal dari produktifitas dan efesiensi yang maksimum. Jika kita menghasilkan yang baik tentu efek baliknya terhadap keluarga dan bangsa. Jadilah entrepreuner yang sejati untuk meningkatkan produktifitas dan efesiensi hidup yang baik. Saya selalu mengusulkan agar SDM Nias selalu berpikir dan belajar menjadi enterpreuner. Maaf, tidak betujuan merendahkan prinsip dan pola hidup aman yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Nias saat ini yaitu ramai-ramai menjadi "PEGAWAI NEGERI". Padahal sumber daya alam yang dapat diolah sangat menjanjikan di daerah kita, sedangkan gaji PNS belum diperbaiki oleh pemerintah, masih dibawah rata-rata Pendapatan perkapita Regional Asia. Akibatnya sangatlah fatal, karena biaya hidup besar, akhirnya terjerumus dalam Lingkaran Setan yaitu mencari peluang dan kesempatan lain. Misalnya menghemat anggaran dilingkungannya agar dapat dinikmti (dikorupsi). Faktor utama yang membuat bangsa ini semakin terpuruk adalah cara dan pola hidup seperti ini. Coba, jika kita memilih untuk menjadi enterpreuner, maka cara-cara diatas dapat diminimalis bahkan tidak akan terjadi. SAran, mulailah dari diri anda sendiri untuk memulihkan bangsa ini. Pulihkan dirimu sejak dini sehingga keluargapun dapat dipulihkan juga, yang pada akhirnya membawa dampak bagi kemakmuran Nias dan bangsa kita. Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo
  • Arship

  • Kategori Tulisan Adalah:

Arsip untuk Mei 1st, 2007

Problem Solving Kemelut Bantuan Kemanusiaan di Nias

Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpTue, 01 May 2007 10:15:24 +000015Selasa 4, 2007

Moderator Menulis :

USUL

PROBLEM SOLVING KEMELUT BANTUAN KEMANUSIAAN DI NIAS

 Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo

SALAM YA’AHOWU NIAS BARAT TERCINTA

TANAH AIRKU NIAS TEMPAT KELAHIRANKU, YANG KUCINTAI DAN KUSAYANGI KINI ENGKAU TERLUKA, AKU RASAKAN PERIH DIHATIMU, MAAFKAN KAMI SEMUA KARENA KAMI TIDAK SETIA KEPADAMU, KAMI TELAH MENGKHIANATIMU.

AMPUNI KAMI YA TUHAN!

Saudaraku Masyarakat Nias Barat,
Kita harus selalu optimis bahwa sebentar lagi kita akan menemukan jalan keluar dari kemelut yang kita hadapi saat ini, pasti ada jalan keluar. Usul atas solusi yang ditawarkan merupakan hasil analisa dari masukan para netters (jika ada yang lain kami persilahkan) :

1. Masalah: Dana Bantuan Kemanusiaan yang dikumpulkan dengan tujuan membantu masyarakat Nias sejak dua tahun lalu, mengapa baru disalurkan sekarang, sudah basi dan itupun tidak semua dana tersebut disalurkan dengan benar. Sekali lagi pertanyaannya : “Mengapa?”

Solusi:

PANITIA MALAM PEDULI KASIH UNTUK GEMPA NIAS, jelaskanlah dengan sejujurnya kesulitan apa yang anda alami, sehingga saudara menemui dilema dalam pelaksanaannya atau ada tekanan, penghalang (atau apapun alasan lainnya) kepada para donatur dan kepada seluruh masyarakat; apa penyebab yang sesungguhnya, mengapa hal itu terjadi.

2. Masalah: Dana Bantuan Kemanusiaan yang dikumpulkan dengan tujuan meringankan beban para korban bencana, tidak mengenai sasaran karena dibagi hanya Rp. 100.000,- per gereja dan itupun tidak semua gereja mendapatkannya.

Solusi:

Cari dana lagi untuk menebus kesalahan tersebut dan kita membangun “Rehabilitasi Sumber Daya Manusia” dalam bentuk ruang Training Center di 8 Kecamatan di Nias Barat dengan budget 20 juta per kecamatan, total Rp. 160 juta. Kekurangan dana pembangunan bisa bekerja sama dengan BRR / NGO ataupun swadaya masyarakat setempat. Masih sanggup? Jangan dinodai dengan KKN lagi.

3. Masalah: Dana yang dibagi-bagi Rp. 40 juta, seharusnya tidak perlu diantar ke Nias, cukup ditransfer saja ke nomor rek bank para pendeta dan jemaat yang mengalami penderitaan (tentu sudah memiliki data akurat selama dua tahun), atau disalurkan secara kolektif.

solusi:

Kembalikan dana Rp. 3 juta per orang x 5 orang dan kita gabungkan kembali dengan sisa dana yang masih Rp. 43 juta rupiah sehingga jumlahnya menjadi 58 juta.

4. Masalah: Dana yang masih tersisa Rp. 43 juta yang diputuskan dalam rapat yang lalu disumbangkan untuk perjuangan Nias Barat, segera dikoreksi dan dibatalkan karena tidak ada hubungannya dengan perjuangan Nias Barat menjadi kabupaten.

solusi:

Hasil Rapat tersebut segera dianulir dan sisa uang tersebut tetap disalurkan dengan cara solusi no. 2 diatas (usul).

5. Masalah: Sebagian masyarakat menghendaki pertanggung jawaban secara transparan dan harus diaudit oleh akuntan publik.

solusi:

Sebagai Tanggung jawab “MORAL” kepada seluruh masyarakat atas kesalahan dan kelalaian PANITIA & PENANGGUNG JAWAB, maka harus rela untuk diaudit secara terbuka. Kami berharap apapun hasilnya kita harus terima, sekalipun itu berakibat pada profesi kita masing-masing yang pada akhirnya (Harapan Kami) masyarakat dapat mengampuni segala kesalahan dan kelemahan tersebut.

6. Masalah: Tuntutan Para Netters kepada Panitia dan Penanggung Jawab yaitu BPP KANISBAR, agar mengndurkan diri, bahkan ada yang memohon kepada PD SALOM Nias yang mengangkat BPP KANISBAR agar dibubarkan atau menarik kembali mandat yang pernah diberikan dan segera dibentuk badan baru yang mewakili semua (8) kecamatan.

Solusi:

Mereformasi organisasi BPP KANISBAR yang sekarang ini dengan organisasi yang lebih terbuka dan masyarakat Nias Barat di Jakarta dapat terwakilkan secara merata. Ada baiknya Panitia yang sekarang legowo dan memberikan kesempatan kepada para “ANGKATAN MUDA” Nias Barat untuk memimpin. Tujuannya, agar harga diri, martabat dan masa depan para pengurus dalam kepanitiaan ini tidak tercemar oleh tuduhan dan kritik-kritik tajam serta kesalahan-kesalahan masa lalu.

Temukan solusi yang lain di dalam dialog anda dengan Tuhan, mungkin sinyalnya sama dengan ide saya, apakah ini hasil dari sebuah doa yang panjang?.

Salam Nias Barat.
Moderator

Ditulis dalam Opini | 23 Komentar »