Metode Memutus Mata Rantai Kemiskinan Di Nias

Penulis: Moderator “Metode ini berdasarkan teori Pembangunan Ekonomi Rakyat”

Topik ini bukan tentang Lingkaran Setan, tetapi sebagai “solusi” bisa saja disebut sebagai Lingkaran Malaikat, sebagai berikut:

Cyrcle 1, PRODUKSI, artinya setiap orang berproduksi menghasilkan sesuatu dengan pola 70:30 maksudnya adalah setiap penghasilan perorangan dan kelompok harus disimpan minimal 30% dan 70% sebagai modal lagi. Di Nias, tidak demikian tetapi semua hasil pendapatan mereka dibelanjakan secara total bahkan ada yang mengutang. Hal ini karena life style. Perlu pembelajaran.
Cyrcle 2, MENABUNG, hal ini hanya bisa terjadi di kota besar yang ada bank, di Nias sangat sulit karena masyarakat hanya bisa menabung di bank di satu kota saja. Untuk merangsang masyarakat Pemerintah harus mendirikan bank di setiap kecamatan. Perlu Perjuangan.
Cyrcle 3, MENGELOLA TABUNGAN, dikucurkan kredit sebagai modal baru kepada rakyat kecil untuk menghasilkan produksi baru. Merangsang pertumbuhan ekonomi rakyat melalui modal tunai. DANA PEMBANGUNAN diambil dari DANA SIMPANAN RAKYAT yang ada di bank. Sehingga dengan adanya dana di bank pembangunan ada, dan membuka lapangan pekerjaan baru. Masalahnya di Nias, kredit untuk usaha sangat jarang sekali berhasil karena uang itu mereka pakai untuk memenuhi kebutuhan life stylenya, seperti membeli sepeda motor dan berbagai pemenuhan gaya hidup lainnya. Bahkan dijadikan modal untuk menikah / kawin. Perlu pembelajaran.
Cyrcle 4. BINA USAHA, dengan adanya kredit sebagai modal usaha, maka pemerintah bertanggung jawab untuk melakukan BINA USAHA seperti di TANAH KARO, yaitu setiap keluarga menanam JERUK, APEL dan sebagainya. Mereka di awasi agar dana yang dikucurkan tidak dipakai untuk hal-hal yang lain.
Cyrcle 5. PRODUKSI meningkat dan kembali ke cyrcle 1 di atas.

PUTARAN INI BISA BERKALI-KALI TERJADI SEHINGGA DAPAT MEMBERI HASIL YANG MAKSIMAL, MERANGSANG PERTUMBUHAN EKONOMI DI SEKTOR REAL LAINNYA. SANGAT SEDERHANA SEKALI!

Theori ini telah terbukti mampu memutuskan mata rantai Setan di tempat lain, tidak ada salahnya kita menerapkannya di daerah kita.

KELEMAHANNYA:
1. Fasilitas dan prasarana masih belum memadai.
2. Pemahaman dan pembelajaran belum bisa ditangani, orang kita susah menerapkan metode baru. Kultur Nias berbeda dengan kultur suku lain.
3. Pengelolaan Keuangan sangat dikwatirkan, sebab menurut data di Nias (Sumber tidak disebutkan) bahwa 90 % PNS mengambil kredit untuk pemuasan “LIFE STYLE”, membeli sepeda motor yang tidak dapat menghasilkan apa-apa. Backdebt sangat tinggi sekali.

Solusi ini hanya sebagian kecil dari ribuan solusi lainnya.

Bagaimana Pendapat Saudara?

About these ads

10 pemikiran pada “Metode Memutus Mata Rantai Kemiskinan Di Nias

  1. Boleh Bertanya Pak, mengenai life cyrcle diatas ada referensinya dimana? atau ini karya bapak saja. Dalam buku teori ekonomi makro M Manullang, tidak semua kriteria itu hanya tiga cyrcle.

    Jika berkenan mohon bantuan pak. Saya hanya berpikir bahwa teori bapak membebani pemerintah karena rakyat harus dikontrol agar menabung, bukankah itu hak mereka? kalau bisa menyicil hutang, kenapa tidak diberi kebebasan saja.

    thx

  2. Saya baru baca tulisan ini, karena tersembunyi dipaling belakang. Ini benar2 menolong kita untuk memahami pemikiran ekonom Nias barat. Hehehe, jangan bangga dulu, karena saya tidak tahu sampai dimana progress reportnya sekarang ………..sesuai email pak Ketum permintaan kita untuk buka bank di Lolofitu Moi dan Siromu serta mandrehe.

    Bagaimana ? Lingkaran malaikat ini segera kita sambut, dengan tersedianya fasilitras yg memadai. BANK! ini satu-satunya cara mnyadarkan orang kita untuk menghemat dan menabung.

    Melia

  3. Tambahan sedikit,

    Dalam Buku Study Pembangunan, Lingkaran Ekonomi juga dibahas, sorry saya lupa urutannya tapi semoga tidak salah:
    1. Rakyat dgn modal sekecil-kecilnya harus menabung dari hasil panennya.
    2. Tabungan dikucurkan lagi ke masyarakat merangsang untuk produksi lebih besar lagi.
    3. Produksi bertambah,berarti lapangan kerja bertambah dan tabungan semakin bertambah
    4. Investor (pembeli, industri, penjual datang) merangsang lebih besar transaksi di tengah-tengah masyrakat.
    5. Kredit lebih besar diberikan akan menjangkau org2 lebih banyak dan meransang mereka untuk berusaha.
    5. Dengan demikian maka perputaran pertumbuhan ekonomi rakyat bertumbuh secara cyrcle centrafugal!

    Semua hal ini belum dilakukan di Nias, yang kami lihat “pasar rakyat” atau “harimbale” dibiarkan begitu saja tanpa pembinaan dari Camat atau Bupati.

    Perputaran uang di Nias sangat rendah, artinya transaksi sangat minim, hampir-hampir sama dengan hukum pasar kuno – tradisional yaitu terjadi transaksi barter”. Jika kita mau lepas dari kemiskinan, mari kita ajak investor untuk merangsang pertumbuhan ekonomi rakyat, jangan harap pemerintah, itu semua omong kosong belaka.

    Demikianlah kita melakukannya di Nias, kalau saudara-saudaraku menanyakan apa yang kita lakukan, maka saya jawab ini yang kita lakukan.

    Ama Maya Gulo

  4. He pak Mod, haniha zolalau li lo oya la’ila niha khoda andro, ba hadia niwa’o wa’onia andro, hadia tenga sameta’u yaita ba ? hehehe

    To Mr or Mrs/ms Deivine Signor.
    can you introduce your id pleace ?
    It’s very pleasent you joint here. I think your are a friend of ms.Mesi ?
    Thanks

  5. Its great Mr. Moderator. It sounds good and really good. I agree with you. We need this line for growing up any opinions for building West Nias for the whole departments. I do not doubt our abilities for it unless if we stay in for raising up the opinions only.

    Let us come into the realization of our goal for the sake of Nias.

  6. Buat pak Mr or bu mrs/ms

    Sebagaimana diketahui bahwa sebelum sesuatu perilaku itu menjadi budaya (Cultur), perilaku atau tindakan itu mengalami proses dengan segala macam tahapannya dan ini memerlukan waktu yang tidak sedikit serta kondisi-kondisi yang mendukung BUDAYA itu bisa terwujud.

    Tahapan sebelum menjadi BUADAYA (iatilah anda ini realita, dibumikan) adalah tahap KEBIASAAN (HABIT ATAU TRADISI) dan didahului oleh TINDAKAN ATAU ACTION di depannya ini ada tahap MEMPERKATAKAN atau MENGUCAPAPKAN dan tahapan awal sekali adalah BERPIKIR atau menetapkan pola pikir/mindset dan utk ini dibutuhkan pengetahuan2 atau pengalaman2 (kognitif skill) kearah mana BUDAYA seseorang di bawa.

    SINGKATNYA : orang-orang diberi pengetahuan yg disertai pengalaman2 supaya pikirannya terbuka dalam menghadapi hidup ini, ditambah nilai2 religius, perbandingan2 dengan daerah lain —> sehingga di memiliki pola pikir yg baru, yg telah diyakini kebenarannya sehingga dia mengatakannnya kepada orang lain apa yang diyakininya tsb, lalu dia melakukan dalam tindakannya apa yg diyakininya, sehingga menjadi kebiasaan dan karena proses ini berlangsung terus menerus maka ia menjadi BUDAYA HIDUPNYA.

    Nah………di website ini, masih dalam tahap membuka wawasan para netter utk mencari berbagai pengetahuan sehingga diyakini diketemukan cara yang tepat (utk stimulun pola pikir masyarakat agar berubah ke arah yang positif) belum sampai pada tahap action, habit and cultur.

    He Mesi tolong translate kho pak Mr atau Ibu Mrs/Ms ya…..sampai dia ngeh, kalau kamu belum bisa meyakinkan dia, berarti perlu training ndraugo metode marketing atau customer satisfaction.

    pro pak Bezi :

    Dalam ilmu Budaya organisasi memang terkenal salah satu Budayanya adalah Budaya Kristen atau budaya protestant, ilmu pengetahuan mengakui itu….sebagai budaya yang positif dan menjadikan manusia sejahtera, serta EQ yang cerdas.

    Nah budaya protestan atau budaya kristen ini, tak lain dan tak bukan FANGESA DODO. artinya, ampunilah orang lain, bekerja keras mencari nafkah, kasihanilah/tolonglah sesamamu manusia, tetap berdoa, jangan membalas yang tidak baik, dll………..oke kira kira seperti itu.

    Fangesa Revolusioner ini akan menghasilkan SDM yang meliliki etos kerja tinggi, kepercayaan diri yang tinggi dan menerapkan kehidupan religius yang tinggi.

  7. Ya’ahowu
    Thank you so much for your attention mr/mrs “Deivine Signor”.

    I hope so, we are the signer all of publication and promotion Nias Barat by line of media. This one a step to startting, how we archive our goals and how we can support our people who they are (nias barat’s people).
    Let’s us to confirmation our opinion by audiens or netters.
    This is our parts: How to present & to show a hot issue & topic in http://niasbarat.wordpress.com .

    Let’s Action : “Learning by doing”

    successfully
    Moderator.

  8. Kita bisa sangat setuju dengan sejuta ide yang sangat fantastis [bombastis] entah dari siapapun, berdasarkan disiplin ilmu manapun.
    Pertanyaannya: “bagaimana membumikan semuanya itu?” Membuatnya sangat nyata dan mengubah? Real and Changing. Kita jangan hanya berpacu dengan dunia ide. Membarakan semangat untuk melontarkan ide sangat bagus, tapi jangan sampai kita buntu tatkala kita hendak [atau malah enggan] menyentuh realita.

    [Sebuah Perhatian dan Kerinduan]

  9. Kepada Yth. Bapak Penulis “Jalan Keluar Tetap Ada”
    SANGAT SETUJU, USUL ANDA. Sorry aku kutip “perlu Wangesa revolusioner dalam perubahan pola pikir masyarakat, dari masyarakat yang penonton/pasif menjadi masyarakat PEMAIN/pelaku bisnis atau aktivitas”.

    ini langkah yang jitu, perlu fangesa dodo sabolo-bolo. Supaya kita lepas dari pola pikir yang lama.

    Amin
    Bezi

  10. Lewi M Halawa:

    Saya baca NIC dan ada penulis siapa-siapa calon bupati nias barat nantinya. Tugas mereka antara lain :
    1. Meningkatkan produksi hasil tani rakyat seperti karet, kopra dan hasil usaha lainnya, termasuk Nelayan (metode nelayan menangkap ikan harus diperbaiki). Sekalipun ini tidak masuk dalam target anda karena sudah terlalu tinggi cita-cita, saya harap back to basic. Pendapatan perkapita harus diperbaiki, supaya “Mata Rantai Lingkaran Setan di Nias (maaf p moderator, saya kutip anda) segera putus.
    2. Ajak rakyat kita menabung disetiap kantor bank terdekat, kalau perlu usul di atas segera direalisasikan bahwa setiap kecamatan harus ada bank (BRI atau BTN). Pak Bupati Nias Barat, harus memberi target utama dan prioritas tertinggi dalam blue print nantinya adalah aliran dana keluar masuk nias barat harus besar.
    3. Permudah rakyat kecil untuk mendapatkan kredit sebagai modal usaha, misalnya membeli alat-alat pertanian dan kredit pupuk.
    4. awasi rakyat anda dengan para konsultan di setiap desa atau kecamatan agar petani yang sudah mengambil kredit tidak bangkrut. Berikan mereka bimbingan dan arahan bagaimana bisa mempertahankan usaha agar jangan bangkrut.
    5. ajak Rakayat Nias Barat, berdoa dan bekerja ora et labora. Supaya mereka takut akan Tuhan dan tidak mudah masuk dalam lingkaran setan versi p moderator.
    6. pak bupati jangan korupsi ya, awas, sekali main api anda akan terbakar.

    DOA KAMI “AGAR BUPATI NIAS BARAT ADALAH ORANG YANG DI KIRIM TUHAN’ supaya nias barat nantinya, lebih baik dibandingkan dengan kabupaten lainnya di pulau nias.

    Ya’ahowu ono niha tersayang,
    Lewi Marshall H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s