Pertemuan Wakil Masyarakat Nias dengan DPR di Jakarta
Ditulis oleh niasbarat di/pada AMpThu, 04 Jan 2007 07:13:43 +000013Kamis 4, 2007
Banyak Kritik, Solulisi Tidak Ada.
Orang-orang Nias di Jakarta, terutama yang berasal dari Nias Barat, banyak mengkritisi kerja Panitia Pemekaran NIAS, namun ketika ditanya solusinya, semua diam. “Seharusnya kita dukung proses perjuangan ini, bukan marah sana, marah sini” demikian ungkap salah seorang tokoh yang tidak mau disebut namanya. Mengenai NIAS BARAT, salah satu topik yang hangat dibicarakan dalam pertemuan antara masyarakat Nias di Jakarta dengan Komisi II DPR RI. Masyarakat Nias yang dimaksud adalah yang mewakili masyarakat Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunung Sitoli. Disinyalir, bahwa perencanaan Kabupaten Nias untuk dimekarkan lagi, dengan harapan kelak Nias itu akan menjadi satu Propinsi di Wilayah Indonesia.
Pada hari Kamis, 29 Maret 2007 masyarakat Nias diterima Komisi II DPR RI. Dalam kesempatan itu Panitia Pemekaran yang turut hadir adalah Bupati Nias, DPRD Nias dan masih banyak peserta lainnya menyampaikan data mengenai rencana pembentukan KABUPATEN NIAS BARAT DAN KABUPATEN NIAS UTARA, SERTA MENGUSULKAN PEMBENTUKAN KOTAMADYA GUNUNG SITOLI.
Rapat Komisi II tersebut dipimpin oleh Wakil ketua H.Fachruddin dan turut hadir Anggota: Dra. Eddy Mihati,MSi, Drs.Ben Vincent Djeharu, dan beberapa anggota lainnya. Menyatakan menerima dan menyambut baik semua usulan tersebut dan diharapkan agar pembentukan kabupaten dan kota di Nias tersebut dapat dipercepat sebelum Pemilu 2009. Rencananya, Komisi II DPR RI bermkasud untuk mengikusertakan usulan tersebut dalam Rancangan UU Pemekaran yang sedang digodok sekarang ini. Sebab jika usulan tersebut terlambat (karena dibutuhkan data konkrit), maka usulan tersebut akan masuk dalam rencana setelah Pemilu 2009 nantinya.
Sekalipun dalam pembicaraan tersebut terlihat langgeng-langgeng saja, namun bukan berarti semua urusan sudah beres. Setelah pembicaraan tersebut, masih dibutuhkan perjuangan Masyarakat Nias dilevel berikutnya yaitu meminta restu dari DPRD SUMUT.
Dan tidak kalah pentingnya juga bahwa harus mempertimbangkan dan menyesuaikannya dengan rencana pembentukan Propinsi Tapanuli tentunya. Kehadiran masyaakat Nias di Jakarta bukan berarti melangkahi DPRD SUMUT yang nota bene sampai sekarang belum memberikan rekomendasi atas terbentuknya kabupaten dan kota di pulau NIAS tersebut. Kita tunggu saja bagaimana hasilnya !
Laporan Moderator.
Ditulis dalam Berita Nias | 8 Komentar »